Laman

Bupati : Menghadapi Tantangan Yang Semakin Berat Harus Majukan Dunia Pendidikan

Untuk menghadapi tantangan dan persaingan kehidupan yang semakin berat di masa mendatang mulai sekarang kita harus benar-benar mempersiapkan diri dengan menggali ilmu sebaik-baiknya dan setinggi-tingginya. “Kehidupan pada masa yang akan datang pasti akan semakin sulit dan yang dapat menolong kita hanyalah ilmu”, kata Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika memberikan arahan pada wisuda dan syukuran santriwan/wati Pondok Pesantrean Darul Muhsinin, Janji Manahan Kawat, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (17/5-12). Tigor mengatakan, hanya dengan ilmu pengetahuan generasi penerus kita dapat bersaing dengan saudara-saudaranya dari daerah lain dalam memasuki dunia kerja pada masa mendatang. Terkait dengan dunia pendidikan ini, ungkap Tigor, Pemkab Labuhanbatu pada tahun 2012 ini telah mengalokasikan dana sebesar Rp 4 milyar lebih untuk peningkatan mutu pendidikan dengan program pendidikan “gratis”. Seperti kita ketahui, tambahnya, pada tahun 2013 yang akan datang pendidikan gratis ini akan diambil alih oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu dana yang telah dialokasikan untuk pendidikan gratis ini akan dialihkan untuk beasiswa yang berprestasi. “Beasiswa ini harus kalian rebut, mulai dari sekarang giatlah belajar, karena Pemerintah Daerah sudah menyediakan segala fasilitas untuk itu”, kata Tigor dihadapan para santri Ponpes Darul Muhsinin dan ribuan undangan lainnya. Pada kesempatan itu Tigor juga memberikan motivasi kepada para santri dan mengajak mereka untuk memulai suatu kegiatan dengan hal-hal yang kecil tetapi bermanfaat. “Perjalanan panjang diawali dari langkah kecil”, katanya. Pada bagian lain Tigor mengatakan, bahwa untuk memajukan dunia pendidikan tidak terlepas dari distribusi guru yang merata. Diakuinya, bahwa ada ketimpangan dalam pendistribusian guru di daerah ini. Di satu sisi ada sekolah memiliki guru yang berlebih, sementara di sisi lain ada sekolah terutama di daerah pesisir pantai yang kekurangan guru. “Pemkab Labuhanbatu saat ini sedang mencari formulasi yang tepat agar pendistribusian guru dapat merata di seluruh daerah”, ujarnya. Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar mengatakan, DPRD Labuhanbatu mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilaksanakan oleh Ponpes Darul Muhsinin ini, karena apa yang dilakukan disini sesuai dengan visi misi Pekab Labuhanbatu yakni meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak bangsa. Dikatakannya, bahwa DPRD pada dasarnya sangat menaruh apresisasi yang besar terhadap keinginan untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. “Apa yang dilakukan oleh Ponpes Darul Muhsinin dengan membuka jurusan SMK patut kita dukung, semoga ini menjadi contoh bagi Ponpes lainnya”, kata Ellya Rossa. Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Ibnu Hadjar Damanik MSi dalam paparannya yang berjudul “Peran Pendidikan Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Manusia”, menyampaikan, Allah telah berjanji dalam firmaNya, bahwa orang yang memiliki ilmu akan ditinggikan derajatnya. Jadi, katanya, tidak ada kata lain yang dapat meninggikan derajat seseorang selain ilmu. “Oleh sebab itu adik-adik harus sejak dini menanamkan dalam hati untuk menimba ilmu setinggi-tingginya”, kata Ibnu Hajar. Dikatakannya, bahwa kedatangannya ke Ponpes Darul Muhsinin, selain menghargai undangan Buya HM Husni Thamrin Hasibuan, tetapi yang lebih mendasar disebabkan acara ini merupakan acara yang mulia. Mengapa saya katakana mulia, jelas Ibnu Hajar, karena disini ditempa generasi muda penerus bangsa yang memiliki akhlakul karima dan berkarakter. “Kalau kita ingin menggalakkan kembali pendidikan karakter, maka pergilah ke pesantren, karena disini anak-anak diajarkan bagaimana hidup tepat waktu atau disiplin, percaya diri, berani menyampaikan pendapat tetapi sopan, memiliki ilmu agama yang kuat dan cinta tanah air”, jelasnya. Sementara itu Ketua Umum Yayasan Ponpes Darul Muhsinin H Muhammad Husni Thamrin Hasibuan pada kesempatan itu menceritakan perjalanan Ponpes Darul Muhsinin dari awal pendirian sampai saat ini. Dijelaskannya, bahwa Ponpes tersebut didirikan bukan dilatar belakangi penguasaan ilmu yang tinggi, tetapi didasari oleh keikhlasan semata untuk mendidik generasi muda agar memiliki ilmu pengetahaun dan tegnologi (imtek) serta memiliki iman dan taqwa (imtaq) yang kuat. Pada awal pendirian Ponpes ini pada tahun 1989 hanya memiliki 41 orang santri, tetapi saat ini sudah memiliki 841 orang santri. Pada awalnya hanya memiliki 3 lokal tetapi saat ini sudah memiliki ruang belajar permanen bertingkat, asrama putra-putri permanen dan fasilitas lainnya. HM Husni Thamrin Hasibuan yang merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu era 80-an itu menambahkan, bahwa masa depan suatu bangsa terletak di tangan generasi mudanya. Generasi muda akan baik kalau ibu yang melahirkannya memiliki pengetahuan mendidik anak dengan baik pula. “Oleh karena itu saya sangat memberikan perhatian kepada santri perempuan dengan membangun asrama permanen kepada mereka agar mereka memiliki pengetahuan yang lebih tentang mendidik anak-anak mereka pada saatnya nanti”, ujar Husni Thamrin. Sebelumnya Ketua Panitia Pirgong Martua Harahap SP mengatakan, kegiatan wisuda dan syukuran itu merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya dengan menghadirkan tokoh nasional dan lokal. Adapun santri yang diwisuda sebanyak 260 orang yang terdiri dari 121 orang Aliyah dan 139 orang Tsyanawilay. Dia berharap kehadiran tokoh-tokoh nasional dan lokal ini dapat memotivasi para santri untuk belajar lebih giat lagi. Selain itu, tentunya besar harapan kami kiranya tokoh-tokoh nasional dan lokal itu dapat memperhatikan perkembangan Ponpes yang terpencil seperti Ponpes Darul Muhsinin ini. Hadir pada acara itu antara lain Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar SPd, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH, Plt Asisten Ekbang Kesos Ir Suprapto, Kadis Pendidikan Drs Iskandar, Kadis Cipta Karya Ir H Mahini Rizal, Kaban Kesbangpol Linmas Hasnul Basri S Sos, Kakan Satpol PP Saiful SP, Kabag Pemerintahan H Sarbaini, Kakan Kemenag Drs H Azaman Harahap dan Ketua MUI Drs H Usman Ahmad.(AR). Teks foto : Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dan Rektor Unimed Prof Dr Ibnu Hajar Damanik M Si disambut ratusan santriwan/wati Ponpes Darul Muhsinin sebelum memasuki lokasi acara. 1 Lampirkan file| 295KB

Anggota DPRD Labuhanbatu Diduga Ditangkap Lagi Nyabu Di Mes Pemkab

Di duga Oknum anggota DPRD Labuhanbatu dari fraksi Partai Hanura, berinisial HD, diduga ditangkap polisi saat menggunakan narkoba jenis sabu-sabu di mes Pemkab Labuhanbatu yang berlokasi di jalan M Joni, Medan, Kamis (17/5) sore, sekitar pukul 16.00 wib. Ia ditangkap bersama rekannya AS, yang juga merupakan warga Kabupaten Labuhanbatu. Penjaga Mes Pemkab Kabupaten Labuhanbatu Ngadino ketika dikonfirmasi wartawan terkait kebenaran informasi itu membenarkan jika oknum anggota DPRD Labuhanbatu tersebut memang menginap bersama rekannya AS, di salah satu kamar di mes Pemkab Labuhanbatu tersebut. Namun dikatakannya, sekitar pukul 16.00 wib, kedua warga Labuhanbatu itu dijeput sejumlah anggota Polisi. "Tapi kita gak tahu persoalannya apa. Karena waktu penangkapan itu saya tidak berada di rumah. Saya hanya dapat informasi dari dari anak saya," jelas Ngadino. Isu penangkapan HD juga santer dikalangan sejumlah anggota DPRD Labuhanbatu. Mereka juga mengaku mendapatkan informasi tersebut. "Ada kita dengar info itu, dan karena setahu kita, HD memang sedang berada di Medan. Tapi bukan dalam rangka tugas dewan. Makanya kita agak percaya kalau dia itu ditangkap saat memakai narkoba," ujar salah seorang anggota DPRD labuhanbatu yang ingin identitasnya dirahasiakan. Sementara pihak kepolisian dari Jajaran Poldasu Dan Polres Labuhanabatu belum dapat dimintai keterangan terkait kebenaran informasi penangkapan oknum anggota DPRD Labuhanbatu HD dan seorang warga Kabupaten Labuhanbatu

Labuhanbatu Sangat Rentan Terhadap Penularan HIV-AIDS

Masyarakat Labuhanbatu sangat rentan terhadap penularan human immunodeficiency virus - acquired immune deficiency syndrome (HIV-AIDS) yang merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. Alasan tersebut disampaikan Kadis Kesehatan selaku Wakil Ketua Pelaksanan II Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Labuhanbatu dr H Alwi Mujahit Hasibuan MKes saat membuka acara Pertemuan Pemangku Kepentingan atau Stakeholder Meeting di rumah makan Lembur Kuring, Senin (7/5-12) kemarin. Alwi menjelaskan, bahwa Rantauprapat sebagai ibukota Kabupaten Labuhanbatu merupakan daerah transit dengan mobilitas yang tinggi dan sebagai daerah tujuan dari berbagai daerah. Dengan demikian, tidak mengherankan apabila di daerah ini banyak terdapat lokasi-lokasi yang memungkinkan terjadinya transaksi sex. “Dengan mobilisasi yang tinggi dikhawatirkan menyebabkan penyebaran yang tinggi”, katanya. Dikatakannya, bahwa saat ini KPA Labuhanbatu telah menemukan sebanyak 55 kasus penderita HIV-AIDS. Kasus ini tentu lebih besar dari data yang ada karena kasus HIV-AIDS merupakan kasus fenomena gunung es yang diperkirakan 10 kali dari data sebenarnya. Bagi penderita yang telah terinfeksi, jelas Alwi, perlu dilakukan pendampingan, karena tindakannya bukan hanya membahayakan dirinya sendiri tetapi juga membahayakan orang lain. “Disinilah peran KPA harus aktif mesosialisasikan penanggulangan penyebaran HIV-AIDS ke tengah-tengah masyarakat”, ujarnya. Pelaksana Program KPA Fahrizal Rambe SH dalam paparannya mengatakan, dari data yang dihimpun pihaknya bahwa Labuhanbatu sudah menjadi daerah rawan HIV-AIDS. Penyebaran virus ini, katanya, bukan hanya dari wanita pekerja sex komersial, tetapi juga melalui waria, lelaki homo sex dan bahkan melalui ibu rumah tangga kepada keluarganya. “Fenomena ini tentunya sangat mengkhawatirkan dan apabila kita kaitkan dengan biaya yang akan ditanggung oleh penderita dan kerugian yang ditimbulkannya sangat besar”, jelasnya. Wakil Sekretaris I KPA dr Hj Yeva E Yusuf saat menutup acara itu mengajak seluruh stakeholder di daerah ini untuk bersungguh-sungguh menjalankan program yang telah ditentukan agar penanggulangan HIV-AIDS dapat diminimalisir. Pada kesempatan itu beliau meminta seluruh SKPD apabila melakukan sosialisasi agar memberikan kesempatan kepada KPA untuk menyampaikan sosialisasi penanggulangan HIV-AIDS ke tengah-tengah masyarakat. AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak segera setelah terjadi infeksi awal. Beberapa orang mengalami gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti deman (disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa), yang dapat terjadi pada saat seroconversion. Seroconversion adalah pembentukan antibodi akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu dan tiga bulan setelah terjadinya infeksi. Kendati infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes HIV. Infeksi HIV menyebabkan penurunan dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat menyebabkan berkembangnya AIDS. Istilah AIDS dipergunakan untuk tahap- tahap infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun. AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai berikut : Tahap I penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS. Tahap II (meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak sembuh- sembuh). Tahap III (meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru). Tahap IV (meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan Sarkoma Kaposi).(AR). Teks foto : Kadis Kesehatan dr H Alwi Mujahit Hasibuan MKes ketika menyampaikan arahannya pada Pertemuan Pemangku Kepentingan dalam KPA yang dilaksanakan di rumah makan Lembur Kuring Rantauprapat. 1 Lampirkan file| 231KB

Bupati Lantik Juniman Zebau Sebagai Ketua IKN Labuhanbatu

Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Pansusunan Siregar SpPD melantik Juniman Zebua sebagai Ketua Ikatan Keluarga Nias Bupati Labuhanbatu yang dilaksanakan di Gedung Nasional Rantauprapar, Minggu (6/5-12) sore. Acara pelantikan yang berlangsung sederhana dan khidmat itu diselingi dengan hiburan serta penampilan kesenian adat Nias. Acara tersebut dihadiri oleh Dan Dim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua, para Kepala SKPD, para Ketua Etnis dan ratusan warga Nias yang ada di Labuhanbatu Pelantikan yang diawali dengan laporan dari Sekretaris Panitia Aton P. Boeaya SH menyampaikan, bahwa pelaksanaan pelantikan Ikatan Keluarga Nias sekaligus digabung dengan Ulang Tahun Ikatan Keluarga Nias yang ke-16 bertujuan untuk menjalin persatuan kesatuan sesama suku, sesama agama dan antar suku maupun antar agama mendukung kinerja Pemkab Labuhanbatu serta menjaga keamanan dan ketertiban. Ketua Ikatan Keluarga Nias yang baru Yuniman Zebua, SE MM menyampai, bahwa beliau siap menerima mandat sebagai Ketua dan bersedia melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggarann Rumah tangga (AD-ART) secara baik dan bersih. Beliau juga siap untuk melaksanakan rencana kerja jangka pendek dan panjang guna mendukung Kepengurusan Ikatan keluarga Nias ke depan. Yuniman juga menghimbau agar anggota IKN Labuhanbatu agar tidak mudah terprovokasi dalam bentuk apapun yang dapat menghancurkan organisasi Ikatan Keluarga Nias itu sendiri. Warga Nias yang bermukim di Kabupaten Labuhanbatu ada sekitar 40.000 orang yang tersebar di 9 kecamatan namun yang paling banyak berada di Dusun Pondok Papan, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu. Sementara Tokoh Nias Abdi Iman Sakti Zebua yang juga Dandim 0209 Labuhanbatu menyampaikan tantangan pengurus baru akan semakin berat ke depan. Oleh sebab itu dibutuhkan seorang pemimpin yang berkharisma. Kharisma yang dimaksud bukan berasal dari banyaknya harta yang dimiliki melainkan dari sikap, perbuatan, cara bicara, juga cara berfikir seorang pimpinan kepada yang dipimpinnya. Abdi menambahkan, hendaknya seorang pimpinan dapat berfikir cepat dalam mengambil tindakan, cepat apabila adanya suatu masalah yang tidak merugikan pihak manapun, dan dapat menjadi panutan diantara anggota-anggotanya. Sementara itu Bupati Labuhanbatu H Tigor Panusunan Siregar Sp.PD dalam sambutannya mengatakan bahwa seorang pemimpin itu harus sanggup untuk dikrtitik, harus bisa menerima kritikan, karena oranglah yang menilai bagaimana tindakan maupun cara berfikir kita. Jadi, tambahnya, untuk menjadi seorang pemimpin itu tidaklah gampang, akan banyak cobaan-cobaan yang akan menerpa yang dapat menjadi nilai kepatutan seseorang pantas jadi pemimpin atau tidak. Maka dari itu tambah Bupati seorang pemimpin haruslah dapat bertindak mapun berfikir secara rasional bukan emosional. Bupati juga menambahkan kiranya Ikatan Keluarga Nias yang ada di Labuhanbatu dalam kepemimpinan yang baru ini dapat menjadi “momok baik” ataupun contoh baik dalam perbuatan, pemikiran dalam hidup bermasyarakat dan pelestarian kebudayaan. Diakhir sambutannya Bupati mengajak seluruh masyarakat Nias yang ada di daerah ini untuk menyekolahkan anaknya, karena mulai bulan Juni 2012 pendidikan untuk tingkat SD sampai dengan SLTA akan dilakukan secara gratis di Labuhanbatu. “Diharapkan tidak adalagi anak anak usia 7 s/d 18 yang tidak bersekolah”, kata Bupati. Adapun Susunan Kepungurusan Ikatan Keluarga Nias Labuhanbatu yang dilantik terdiri dari Ketua : Juniman Zebua, SE MM, Sekretaris : Aryanto Zalukhu, Bendahara : M Yusuf Zalukhu.(Marjuni). Teks foto : Ketua IKN Juniman Zebua SE MM didampingi tokoh masyarakat Nias Labuhanbatu menyerahkan souvenir berupa rumah adat Nias kepada Bupati Tigor Panusunan Siregar pada acara pelantikan IKN di Gedung Nasional Rantauprapat.

BPKP Sumut Lakukan Pemetaan Diagnostig Assesment Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

Pemkab Labuhanbatu bekerjasama dengan Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembanguan (BPKP) Propinsi Sumatera Utara mengadakan sosialisasi tentang Pemetaan Diagnostig Assesment (DA) dan Perbaikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada penyelenggara Pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Labuhanbatu, Rabu (7/5) bertempat di Rung Data dan Karya Kantor Bupati Labuhanbatu. Acara sosialisasi tersebut dibuka oleh Plt Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH, yang dihadiri Asisten Administrasi Umum, Ketua Tim dari BPKP Sumut Kaltim Inamuel Purba, para Kepala SKPD, Camat, kepala UPT Dinkes dan para pengelola keuangan dilingkungan Pemkab Labuhanbatu. Rangkaian pembukaan diawali dengan penyampaian sambutan oleh Ketua Tim Perwakilan BPKP Sumut Kaltim Inamuel Purba menyampaikan bahwa Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan mandat bagi seluruh instansi pemerintah sebagai pondasi untuk menjalankan program/kegiatannya. Kegiatan Diagnostig Assesment (DA) ini adalah langkah awal untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kedalam penyelenggaran SPIP oleh instansi pemerintah, termasuk di Kabupaten Labuhanbatu. Lebih lanjut Kaltim Inamuel Purba mengungkapkan bahwa pemilihan Labuhanbatu sebagai responden pelaksanaan Diagnostig Assesment (DA) bukanlah hal yang muncul tiba-tiba, namun lebih sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan Labuhanbatu dalam menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern Intern (SPIP). Sedangkan Bupati Labuhanbatu yang diwakili Plt Sekdakab Ali Usman Harahap SH pada sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan Diagnostig Assesment (DA), menyampaikan bahwa sistem tidak terlepas dari regulasi, prosedur, nilai maupun mekanisme untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai sebuah sistem, SPIP tidaklah dapat berdiri sendiri, sangat bergantung pada pelaku yang menjalankannya. Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan kegiatan Pemetaan Diagnostig Assesment (DA) yang diawali dengan paparan kegiatan pemetaan oleh Ketua Tim Kaltim Inamuel Purba. Dalam paparannya dijelaskan tentang makna, tujuan dan ruang lingkup kegiatan serta teknis pengisian formulir dan tabulasinya. Sampel SKPD untuk kegiatan pemetaan adalah Sekretariat Daerah dan Dinas Kesehatan. Kegiatan pemetaan akan dilangsungkan selama lima hari dari tanggal 7 s/d 11 Mei 2012.(MS). Teks foto : Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH (no 2 dari kanan) serius mendengarkan paparan yang disampaikan Ketua Tim BPKP Sumut Inamuel Purba SH pada acara sosialisasi yang dilaksnakan di ruang data dan karya kantor bupati Labuhanbatu.

Bupati Labuhanbatu Pimpin Apel dan Tinjau RSUD Rantauprapat

Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar menjadi pimpinan umum upacara pada apel gabungan sekaligus melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Umum Daerah Rantauprapat, Senin (7/5-12). Dalam peninjauan ini Tigor didampingi oleh Plh Asisten Ekbang dan Kesos Ir Suprapto, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH, Direktur RSUD dr HM Natsir Pohan SpB dan Kadis Kesehatan dr H Alwi Mujahit Hasibuan MKes. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka melihat secara langsung kesiapan Rumah Sakit milik Pemkab Labuhanbatu itu untuk melakukan kontrasepsi mantap (Kontap) berupa MOW (Metoda Operasi Wanita ) atau tubektomi dan MOP (Metoda Operasi Pria) atau vasektomi serangkaian dengan Pencanangan Bakti Sosial TNI-KB-Kesehatan Tingkat Sumatera Utara yang dipusatkan di Rantauprapat tanggal 10 Mei 2012 yang akan datang. Dalam arahannya pada upacara itu Tigor mengajak seluruh aparatur pemerintah khususnya yang bertugas di RSUD Rantauprapat dan di jajaran Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kedisiplinan kerja, dan mengubah pola pelayanan dengan cara melayani masyarakat dengan baik dan terukur sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) serta masuk kerja secara tepat waktu. Tigor mengatakan, sejalan dengan dinamika masyarakat yang terus berkembang, kebutuhan masyarakat atas pelayanan kesehatan semakin meningkat. Oleh sebab itu, tambahnya, tidaklah mengherankan kalau masih ada masyarakat yang merasa kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan kepada mereka. Sektor kesehatan merupakan salah satu yang selalu mendapat sorotan dan perhatian dari masyarakat luas. Tigor menginginkan penilaian dari masyarakat, baik yang positif maupun yang negatif tentang pelayanan kesehatan harus disikapi dengan bijak. Keluhan masyarakat itu, kata Tigor, hendaknya memotivasi kita untuk melakukan yang lebih baik lagi. “Mari kita kembalikan kejayaan RSUD Rantauprapat ini seperti dulu lagi”, ajak Tigor kepada peserta upacara yang terdiri dari jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD Rantauprapat itu. Pada bagian lain Tigor mengatakan, bahwa komitmen Pemkab Labuhanbatu untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada seluruh pelajar di daerah ini harus segera terlaksana. Pada tahun 2012 ini, katanya, seluruh sekolah SMA di Labuhanbatu harus memiliki kelas unggulan agar semua sekolah, baik yang berada di pelosok maupun di inti kota memiliki kesempatan yang sama terhadap pelayan pendidikan yang bermutu. Di tahun 2012 ini juga, tepatnya di bulan Juni, kata Tigor, Pemkab Labuhanbatu akan meluncurkan program pendidikan gratis yang diperuntukkan bagi pelajar SLTA negeri. “Diperkirakan pada tahun 2013 pemerintah pusat akan mengambil alih ini, oleh sebab itu anggaran ini akan kita gunakan untuk peningkatan mutu pendidikan”, tegas Tigor. Sementara itu saat melakukan peninjauan ke berbagai ruangan di RSUD Rantauprapat khususnya di ruang bedah Tigor memberikan instruksi-instruksi khusus kepada Direktur RSDU agar dilakukan perbaikan dan pembenahan. Disamping itu, masalah kebersihan juga tidak luput dari perhatian mantan Direktur RSUD di era akhir 90-an itu. “Tolong masalah kebersihan diperhatikan”, pintanya kepada petugas yang ada di sana.(AR). Teks foto : Bupati Tigor Panusunan Siregar didampingi Direktur RSUD dr HM Natsir Pohan SpB (kanan), Kadis Kesehatan dr H Alwi Mujahit Hasibuan MKes (pake peci) dan Plh Asisten Ekbang dan Kesos Ir Suprapto ketika melakukan peninjauan di RSUD Rantauprapat. BPKP Sumut Lakukan Pemetaan Diagnostig Assesment Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

Dicurigai Maling, MR X Tewas Digebuki Centeng Galian C

NA IX-X - Dicurigai sebagai maling, seorang pria yang belum diketahui identitasnya tewas digebuki centeng usaha galian C di Dusun Pulo Hopur, Desa Silumajang, Kecamatan NA IX-X, Labuhanbatu Utara, Minggu (6/5) dini hari, sekira pukul 01.00 wib. Kejadian itu bermula ketika seorang pria yang tak dikenal keperogok memasuki areal usaha galian C milik pengusaha bernama Aman, yang berlokasi di di Dusun Pulo Hopur, Desa Silumajang, Kecamatan NA IX-X, Labura, pada Sabtu (5/5) malam, sekitar pukul 19.00 wib. KSM (31), seorang centeng (petugas jaga) usaha galian C yang pertama kali melihat pria tak dikenal itu langsung menghadang, dan mempertanyakan maksud orang asing itu memasuki areal usaha galian C yang dijaganya. Kepada KSM, pria tak dikenal yang diperkirakan berusia 30 tahun itu malah mengakui jika dirinya juga centeng yang ditugaskan untuk berjaga di areal usaha galian C tersebut. Mendapati jawaban dari pria yang mengenakan kaus putih itu, KSM kemudian memanggil ketiga centeng lainnya, yakni AR (26), AM (29) Dan IA (31). Setelah semua berkumpul, para centeng kemudian membawa pria tak dikenal itu ke rumah KRM (36) di Dusun Pulo Hopur, Desa Silumajang, Kecamatan NA IX-X, Labura. Dimana, KSM merupakan adik kandung pemilik usaha galian C tersebut. "Pria Tak dikenal itu dibawa ke rumah KSM, karena dicurigai sebagai maling yang berniat mencuri onderdil beko yang terletak di areal usaha galian C itu," ujar JK (26), warga Dusun Pulo Hopur, Desa Silumajang, Kecamatan NA IX-X, Labura. Dirumah KSM itulah, pria yang identitasnya belum diketahui itu diduga disekap dan digebuki oleh para centeng hingga kritis dan akhirnya tewas di RSU Rantauprapat. "Mungkin mereka kesal karena pria tak dikenal itu enggan memberitahukan identitas lengkapnya hingga dia dipukuli," kata JK. Kapolres Labuhanbatu melalui Kabag Humas Polres Labuhanbatu AKP MT Aritonang membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, terakait hal tersebut, pihaknya belum dapat memberikan keterangan karena masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. "Belum bisa kita kasih keterangan," ujarnya, Minggu (6/5) melalui seluler. Namun dari informasi seorang petugas di jajaran Mapolres Labuhanbatu menyebutkan, pihak kepolisian telah menetapkan 5 orang tersangka pelaku penganiaya pria Tak dikenal itu, yakni 4 orang centeng berinisial KSM (31), AR (26), AM (29), IA (31) dan seorang adik pemilik usaha galian C berinisial KRM (36). "Mereka ditangkap di dusun di Dusun Pulo Hopur, Desa Silumajang, Kecamatan NA IX-X, Labura," ujar petugas berpangkat Ipda yang namanya enggan dipublikasikan. Ditambahkannya, jenazah korban penganiayaan itu rencananya akan dibawa dari kamar jenazah RSU Rantauprapat ke salah satu rumah sakit di kota Siantar untuk di otopsi. "Mungkin jenazahnya hari ini akan diberangkatkan," tambahnya.