Laman

Bupati Resmikan Kantor Cabang Pembantu Sigambal PT Bank Sumut Tigor : Ayo Menabung di Bank Sumut

Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD meresmikan beroperasinya Kantor Cabang Pembantu Sigambal PT Bank Sumut, Kamis (7/6-12). Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus peninjauan seluruh ruangan. Tigor menilai PT Bank Sumut Cabang Rantauprapat kinerjanya sangat baik bila dibanding 10 tahun lalu. Dapat kita lihat, kata Tigor, bahwa pada tahun 2011 lalu Bank Sumut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 800 milyar. Dana sebesar itu disalurkan sebesar Rp 700 milyar kepada masyarakat. “Ini tentunya sebuah prestasi yang sangat tinggi dan membanggakan”, ujar Tigor. Atas prestasi yang baik ini membuat PT Bank Sumut membuka Kantor Cabang Pembantu Sigambal, yang tujuannya untuk mendekatkan Bank Sumut kepada masyarakat Sigambal. Kita ketahui bersama, kata Togor, bahwa masyarakat Sigambal adalah masyarakat yang memiliki tingkat kesejahteraan dengan penghasilan yang baik. Oleh sebab itu, kata Tigor, ayo menabung di Bank Sumut karena uang yang kita simpan di Bank Sumut ini akan disalurkan kepada yang membutuhkannya. Dengan menempatkan dana di Bank Sumut berarti masyarakat secara tidak langsung ikut mendorong percepatan peningkatan laju perekonomian masyarakat itu sendiri. Sementara itu Direktur PT Bank Sumut dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Cabang PT Bank Sumut Rantauprapat Amirin Harahap mengatakan, kini Bank Sumut bisa berdiri tegak mensejajarkan diri dengan bank-bank umum nasional dan bank asing lainnya. Dijelaskannya, bahwa asset Bank Sumut dibandingkan 12 tahun lalu sampai tahun 2011 telah mencapai Rp 21 trilyun, sedangkan dana pihak ketiga sebesar Rp 15 trilyun dan kredit yang disalurkan sebesar Rp 11 trilyun dengan rasio kecukupan modal (CAR) 14,66 % dan NPL sebesar 2,56 %. Amirin mengatakan, Bank Sumut telah mengukir berbagai prestasi dengan meraih beberapa penghargaan seperti penghargaan dari museum rekor Indonesia (MURI) sebagai Bank Umum pertama yang konsisten memberdayakan perempuan melalui kredit mikro tanpa agunan yang disalurkan secara langsung dengan system kelompok. “Sejumlah prestasi bergengsi tingkat nasional ini tentunya tidak terlepas dari seluruh pegawai Bank Sumut”, ujar Amirin. Hadir pada acara itu antara lain Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap, Asisten Administrasi Pemerintahan Drs H Sarbaini, Asisten Administrasi Umum Elfin Riswan SE, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Saiful SP, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Ir Jumingan, Kepala KIPP Charles Tampubolon, Camat Rantau Selatan Drs H Ikramsyah P Nasution, tokoh masyarakat dan pemuka agama.(AR). Teks foto : Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD didampingi tokoh masyarakat Sigambal melakukan pengguntingan pita tanda diresmikannya Kantor Cabang Pembantu Sigambal PT Bank Sumut. 1 Lampirkan file| 253KB

Labuhanbatu Perkuat Pendidikan Berkarakter Melalui Pendidikan

Banyak yang mengatakan bahwa Indonesia telah kehilangan karakternya sebagai bangsa yang santun, ramah dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Saat ini banyak kita lihat tawuran antar pelajar, antar mahasiswa dan tawuran antar kampung. “Saya menilai kita tidak hanya kehilangan karakter, tetapi lebih tepat dikatakan kita tidak kenal lagi karakter itu dan tidak kenal lagi jati diri bangsa kita sendiri”, kata Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika memberikan ceramah umum pada dihadapan 35 orang peserta Latihan Kader II (intermediate training) Tingkat Regional Sumatera Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuhanbatu Raya, di Balai Diklat BKD, Jalan Iwan Maksum Rantauprapat, Kamis (7/6-12) sore. Tigor menambahkan, tawuran yang terjadi antar mahasiswa sebagai gambaran bahwa di tingkat anak-anak muda yang memiliki intelektual juga telah terjadi pergeseran nilai. Memang, kata Tigor, pada usia muda menurut ilmu kedokteran masanya memproduksi hormon yang menimbulkan agresifitas yang menggebu-gebu. Sifat agresifitas ini bisa dikontrol oleh kemampuan intelektual, tapi kenyataannya sekarang seorang inteklektual bisa melakukan agresifitas yang tidak terkontrol. “Inilah yang kita disebut kehilangan kerakter, kalau ini terjadi berlarut-larut akan kemana bangsa ini dibawa”, kata Tigor bertanya. Menurut Tigor jati diri kita sejak demokrasi terbuka athun 1998 telah melenceng dari cita-cita berdemokrasi yang sesungguhnya. Kita tidak lagi mau menerima perbedaan pendapat, dalam menyampaikan pendapat selalu mengedepankan keinginannya tanpa mengindahkan sopan santun. “Sesungguhnya jati diri itu adalah orang yang memiliki karakter yang menghargai perbedaan, tegas, menguasai diri, terampil, peka dan bertanggungjawab”, ujarnya. Penguasaan diri hanya bisa kalau kita mempunyai wawasan tentang keilmuan. Orang berilmu biasanya, dapat menguasai diri, tahu kapan dia marah, kapan dia melakukan keputusan, kapan harus melakukan tindakan dan kapan harus diam. “Ilmu seperti ini tidak akan didapati di bangku kuliah, kecuali kalau kita mengikuti pelatihan Latihan Kader seperti ini”, katanya. Terkait dengan pendidikan berkarakter di Labuhanbatu, Tigor menuturkan, bahwa Pemkab Labuhanbatu telah memasukkan kurikulum pendidikan karakter di tingkat SLTA. Walau begitu, ungkapnya, sejak SD anak-anak harus sudah diajarkan bagaimana berkata santun kepada orang lain, bagaimana harus antri, tidak membuang sampah sembarangan dan tahu menggunakan WC. “Kita harus mulai dari kecil-kecil untuk menggapai yang lebih besar”, tambahnya. Dijelaskannya juga, bahwa karakter itu tidak bisa diciptakan secara instan, tetapi dapat dirasakan 20 tahun yang akan datang. “Oleh sebab itu saat ini kata lakukan pendidikan karakter baru akan kita tuai hasilnya 20 tahun yang akan datang”, katanya. Tigor mengakui bahwa ada yang hilang dari dunia pendidikan kita, yakni hilangnya pelajaran budi pekerti seperti di era tahun 50-70-an. Jadi, katanya, tidak mengherankan saat ini kita menuai hasil berupa anak-anak yang bringas, tidak tahu sopan santun, mengedepankan kelompok dan tidak menghargai pendapat orang lain. Latihan Kader II itu juga diikuti HMI dari Asahan, Tanjung Balai, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Labura, Labusel, Paluta, Palas dan Labuhanbatus sebagai tuan rumah. Latihan Kader II itu dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 1-7 Juni 2012.(AR).

7 Jabatan Camat Diserah Terimakan Sekdakab : Camat Harus Aktifkan Posyandu dan PKK

7 jabatan camat masing-masing Camat Rantau Utara, Rantau Selatan, Bilah Barat, Bilah Hulu, Pangkatan, Panai Hulu dan Camat Panai Hilir diserahterimakan dari pejabat lama ke pejabat baru. Acara serah terima yang berlangsung serentak di 7 kecamatan itu berlangsung di aula kantor camat masing-masing, Senin (4/6-12). Untuk serah terima kecamatan Rantau Utara, Rantau Selatan dan kecamatan Bilah Barat dilakukan penyerahannya oleh Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH. Kecamatan Bilah Hulu dan Pangkatan oleh Kepala BKD Aswad Siregar SE MAP. Sementara untuk kecamatan Panai Hulu dan Panai Hilir oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Drs H Sarbaini. Dalam arahannya Sekdakab H Ali Usman Harahap SH mengatakan, jabatan yang diberikan kepada seseorang merupakan kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Bupati. Jabatan itu akan dievaluasi secara berkala oleh Baperjakat dan akan dilaporkan kepada Bupati diminta atau tidak diminta. Oleh karena itu, kata Ali Usman, jagalah kepercayaan dan amanah yang diberikan itu dengan baik. “Bagi kita yang diserahkan amanah harus kita jadikan sebagai bentuk tanggung jawab kepada yang memberi”, ujarnya. Pada kesempatan itu Ali Usman meminta camat agar hadir di setiap event yang dilaksanakan masyarakat. Peran pemerintah baik itu di tingkat kecamatan sampai kepada kepala lingkungan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Camat harus mampu motivasi masyarakat dalam mengatasi setiap permasalahan di wilayahnya”, ungkapnya. Ali Usman menambahkan, persoalan yang terjadi di wilayah perkotaan adalah semakin lunturnya rasa kegotong royongan di tengah-tengah masyarakat. Disinilah peran pemerintah dalam hal ini camat harus mampu menciptakan rasa memiliki diantara sesama warga. Selain itu, katanya, masalah sampah dan drainase juga menjadi masalah yang komplek yang harus mampu diatasi secara bergotong royong. Peran camat sebagai leadership di wilayahnya harus mampu menggerakkan lurah dan kepala lingkungan dalam mengatasi sampah ini. “Bila perlu kepala lingkungan dapat mengkoordinir dalam pengelolaan sampah di wilayahnya”, ujar Ali Usman. Pada bagian lain Ali Usman meminta seluruh perangkat kecamatan, lurah dan kepala lingkungan agar proaktif mengawasi komplek-komplek pemukiman dan tempat kost yang semakin menjamur di kota Rantauprapat. Kita harus pastikan yang bermukim di tempat itu jelas statusnya. “Kehadiran pemerintah di tempat-tempat itu akan menimbulkan kewaspadaan”, ujarnya. Secara khusus Ali Usman meminta Camat dan Kepala Kelurahan agar mengaktifkan kembali Posyandu dan PKK. Kehadiran Posyandu dan PKK diharapkan akan mampu mengendalikan kelahiran penduduk, karena pertambahan penduduk yang tidak terkendali akan menimbulkan permasalahan secara nasional. Kepada Kepala Puskesmas dan jajarannya diminta supaya senantiasa menginformasikan kepada keluarga yang melahirkan agar segera mengurus akte kelahiran. Informasi ini penting, kata Ali Usman, karena apabila lalai dan telah melampaui waktu 1 tahun, maka pengurusan akte kelahiran tersebut harus melalui Putusan Pengadilan Negeri. “Kalau melalui proses pengadilan, maka kita harus membawa saksi-saksi dan akan menyita waktu kita”, tegasnya. Hadir pada acara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuna dan Keluarga Berencana Helifenida SKM MKes, Unsur Muspika, para kepala kelurahan, Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kader Posyandu, pemuka masyarakat, pemuka agama, OKP, Ormas dan para kepala lingkungan.(AR). Teks foto : Camat Rantau Selatan yang baru (kanan) Drs H Ikramsyah Putra Nasution menerima memori dari Hery AP (kiri) camat Rantau Selatan yang lama. 1 Lampirkan file| 186KB

“Dicabuli Sejak 4 Tahun Yang Lalu”

RANTAU – Entah setan apa yang merasuki pikirannya, seorang ayah kandung tega mencabuli darah dagingnya sendiri. Adalah Endang Supriatin (36), penduduk Dusun III Sei Toras, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, mencabuli anak kandungnya bernama Aisyah (9), yang masih duduk di kelas 1V salah satu SD Negeri di Kecamatan Kampung Rakyat. Akibat perbuatannya, ayah bejat itu kini mendekam ditahanan Mapolres Labuhanbatu setelah istrinya Kasimah (32) melaporkan perbuatannya pada Sabtu (2/6) lalu. Kepada METRO, tersangka Endang Supriatin yang seharinya bekerja sebagai buruh panen buah kelapa sawit itu mengakui perbuatan bejatnya. Katanya, ia telah mencabuli Aisyah sejak 4 tahun yang lalu. “Anak itu saya cabuli sejak dia masih duduk di kelas satu SD,” ujar tersangka di tahanan Mapolres Labuhanbatu, Minggu (3/6).

Bupati Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Buyung Rahimah

Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Buyung Rahimah yang berlokasi di Jalan Adam Malik, Lingkungan Sumber Beji Terminal Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara – Rantauprapat, Minggu (3/6-12). Bupati mengatakan, pada dasarnya pembangunan sebuah masjid bertujuan adalah pembinaan ummat khususnya generasi muda. Tetapi yang paling penting dari itu semua, kata Tigor, membangun sebuah masjid harus pula diiringi dengan pemakmurannya. Kemakmuran sebuah masjid, katanya, ditandai dengan banyaknya jamaah melaksanakan sholat subuh pada pagi hari. “Kalau masjid sudah banyak jamaahnya pada saat sholat subuh itu pertanda bahwa masjid itu sudah makmur”, kata Tigor. Pada bagian lain Tigor mengatakan, Pemkab Labuhanbatu telah meluncurkan program Gemar Mengaji, yakni Gerakan Magrib Mengaji yang artinya suatu gerakan mengaji (membaca Alqur’an) dilakukan pada waktu menjelang dan sesudah sholat Magrib. “Mari kita dukung dan kembangkan gerakan ini, karena kegiatan mengaji pada waktu magrib sudah jarang kita dengar saat ini”, ungkap Tigor. Pada kesempatan itu Bupati Tigor Panusunan Siregar kembali berpesan kepada seluruh jamaah masjid di mana saja agar jangan mengusir anak-anak karena bermain di masjid. “Biarkan mereka bermain di masjid, jangan diusir cukup diingatkan, karena dunia anak-anak adalah dunia bermain. Biarkan mereka bermain di masjid dari pada mereka bermain di play station”, ujar Tigor. Sebelumnya ketua panitia pembangunan Drs H Ridwan Hasibuan menjelaskan, bahwa biaya pembangunan masjid Buyung Rahimah tersebut menelan biaya sebesar Rp 1,450 milyar. Infaq keluarga Almarhum H Buyung Ahmad Dalimunthe dan Hj Nalang Rahimah Harahap sebesar Rp 1,2 milyar termasuk tanah dan pembangunan masjid. Kekurangan biaya diharapkan sumbangan dari para donatur dan masyarakat sekitar sebesar Rp 250 juta. Sementara ahli waris Alm Buyung Ahmad Dalimunthe, Tiofansyah Dalimunthe menjelasakan, bahwa pada awalnya masjid tersebut bernama Uswatun Hasanah yang saat ini kondisinya sudah perlu ditingkatkan kapasitasnya. Berkaitan dengan itu, katanya, seluruh keluarga bersepakat untuk menginfaqkan sebahagian harta milik Alm Buyung Ahmad Dalimunthe untuk pembangunan masjid Buyung Rahimah tersebut. Berkaitan dengan penukaran nama dari Uswatun Hasanah menjadi Buyung Rahimah, Tiofansyah mengatakan, bahwa keluarga berkeinginan agar nama kedua orang tua mereka diabadikan menjadi nama masjid itu. “Atas persetujuan jamaah masjid dan masyarakat setempat nama tersebut ditukar menjadi Buyung Rahimah”, jelasnya. Pada acara peletakan batu pertama pembangunan masjid Buyung Rahimah yang berukuran 20 x 20 meter dengan luas tanah 800 m2­ itu terkumpul biaya sebesar Rp 200 juta yang berasal dari para tokoh masyarakat dan pengusaha serta undangan antara lainnya antara lain dari H Tutur Parapat sebesar Rp 20 juta dan dari Pengusaha Pasada sebesar Rp 50 juta. Hadir pada acara itu antara lain Wakil Bupati Suhari Pane, Asisten Administrasi Pemerintahan H Sarbaini, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Saiful, Sekwan H Fuad Siregar, Kaban Kesbangpol Linmas Hasnul Basri, Kepala BKD Aswad Siregar, Kadis PPKAD Ahmad Muflih dan Lurah Padang Bulan Syarif.(AR).

Bupati Labuhanbatu Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV

Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD kembali melantik pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemkab Labuhanbatu yang berlangsung di ruang data dan karya kantor bupati, Jum’at (1/6-12). Para pejabat eselon III tersebut terdiri dari Kepala Kantor (Kakan), Camat dan Kepala Bidang (Kabid). Pada pelantikan tersebut Tigor kembali mengingatkan semua pihak khususnya kepada para pejabat yang dilantik, bahwa mutasi dan rotasi yang dilakukan adalah semata untuk penyegaran dan membentuk team work yang kuat dan solid. Tigor mengatakan, perobahan di tingkat pimpinan dari eselon IV ke eselon III perlu adanya adaptasi, baik dari perubahan pola pikir maupun pola tindak sehingga dapat mendalami perkerjaan di tempat yang baru. Demikian juga pimpinan pada eselon III khususnya pada SKPD teknis agar cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja, tambah wawasan dan bergaul dengan masyarakat. Sebagai pimpinan, Baperjakat akan memberikan reward (penghargaan) kepada pejabat eselon bila berprestasi, tetapi juga akan diberikan punishment (hukuman) apabila tidak berprestasi atau melanggar aturan yang digariskan. “Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi pejabat eselon III di SKPD teknis”, tegas Tigor. Khusus kepada camat, Tigor berharap agar secepatnya mendekatkan diri dengan masyarakat, bergaul dan mencari tahu apa keinginan masyarakat. Selain itu, tambahnya, camat juga harus mengaktifkan kembali PKK. “PKK harus mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat”, katanya. Sebagai perpanjanghan tangan bupati di kecamatan, camat harus mampu menyampaikan informasi pembangunan ke tengah-tengah masyarakat di tingkat desa. “Sampaikan program, rencana dan kegiatan yang sedang dilakukan serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, kata Tigor. Terkait dengan pelayan kesehatan grtis, Tigor minta kepada seluruh camat supaya senantiasa berkordinasi dengan Kepala Puskesmas agar tercipta pelayanan terbaik kepada masyarakat. Disamping itu, camat juga harus mampu mendeteksi secara dini situasi dan kondisi wilayah masing-masing. “Saudara harus mengetahui semua yang terjadi di tingkat desa secara dini. Oleh karena itu perbanyaklah komuniasi dengan seluruh lapisan masyarakat”, harap Tigor. Pada pelantikan kali ini para pejabat yang diangkat sebahagian besar adalah untuk mengisi jabatan yang kosong. Adapun para pejabat yang dilantik tersebut antara lain : Kakan Satpol PP Abdul Haris Nst sebelumnya Sekretaris pada Kakan Satpol PP, Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi M Idris Lubis sebelumnya sebegai sekretaris pada kantor tersebut. Kabag Pembangunan Setdakab Hery AP sebelumnya sebagai Camat Rantau Selatan, Camat Rantau Selatan Drs H Ikramsyah P Nasution sebelumnya sebagai Camat Pangkatan, Camat Rantau Utara Drs Taufik Siregar sebelumnya sebagai staf pada Bagian Orta Setdakab, Camat Bilah Barat Drs M Yusuf Lubis sebelumnya sebagai Sekcam Bilah Barat, Camat Bilah Hulu H Asman Siregar SE, Camat Panai Hilir Gunawan SmHk sebelumnya Lurah Sioldengan, Camat Panai Hulu Sulkan Borotan Nst SSP, Camat Pangkatan Abdul Syarif SH sebelumnya sebagai Lurah Padang Bulan.(AR). Teks foto : Bupati dr Tigor Panusunan Siregar SpPD menyematkan tanda jabatan kepada Camat Rantau Selatan Drs H Ikramsyah Putra Nasution.

masyarakat berharap hasil reses anggota DPRD propsu dapat di realisasikan

Masyarakat Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, hingga kini masih hidup dalam keterisoliran. Pasalnya, pemukiman penduduk yang didiami sekitar 300 kepala keluarga itu, belum bisa dimasuki kenderaan bermotor, baik roda dua maupun roda empat keatas. Karena, satu-satunya jalan, dari dan ketampat itu, harus menyeberangi Sungai Bilah selebar 125 meter. Dan ditempat itu, belum ada jembatan. Warga masyarakat yang hendak menyeberangi Sungai Bilah, terpaksa harus menggunakan perahu penyeberangan atau disebut warga setempat dengan istilah getek. "Kami sebagai warga masyarakat Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan mengharapkan, agar Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, bisa membangun jembatan gantung (rambin) penyeberangan di Sungai Bilah. Untuk menghubungkan dusun tempat tinggal kami, dengan jalan propinsi menuju ibukota kecamatan", kata salah seorang tokoh masyarakat setempat, Janes Siregar, kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara, Hajjah Ida Budi Ningsih, yang melakukan kunjungan kerja dalam rangka mengisi waktu reses kedua tahun 2012, ke Desa Pangkatan, Rabu (29/5). Menurut Janes Siregar, bila Sungai Bilah meluap karena banjir kiriman, masyarakat setempat otomatis tidak bisa bepergian dari dusun tempat tinggalnya. Kegiatan masyarakat menjadi lumpuh. Sehingga hal ini sangat merugikan masyarakat. Termasuk anak-sekolah. Mereka terpaksa libur, kalau terjadi banjir di Sungai Bilah. Selain itu, dia juga mengharapkan, agar Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, memperbaiki tanggul pembatas Sungai Bilah dengan pemukiman penduduk, yang jebol sejak beberapa waktu lalu. Tanggul tersebut sudah mengalami kerusakan sejak beberapa lama. Tetapi hingga kini belum juga mendapatkan perbaikan. Akibatnya, bila Sungai Bilah meluap karena banjir, pemukiman penduduk disekitarnya menjadi terendam. Demikian pula, dengan lahan persawahan dan rumah ibadah (gereja, mesjid) yang ada ditempat ini. Menanggapi harapan masyarakat, anggota DPRD Sumatera Utara, Ida Budi Ningsih menyatakan keprihatinannya. Karena katanya, hingga kini masyarakat bila hendak bepergian dari dusun tempat tinggalnya tersebut, harus naik getek penyeberangan. Hal ini jelas membahayakan warga. Apalagi anak-anak sekolah. Untuk itu lanjutnya, dalam rapat paripurna DPRD Sumatera Utara beberapa hari kedepan, dia akan menyampaikan informasi masyarakat, yang diterimanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan tersebut.Dengan harapan, agar bisa ditindak lanjuti Pemerintah Propinsi Sumatera Utara,untuk membangun jembatan gantung (rambin) dan memperbaiki tanggul yang jebol di tempat tersebut. Hajjah Ida Budi Ningsih SH, yang pernah bertugas di Kabupaten Labuhanbatu ini, dalam kunjungan kerjanya mengikuti masa reses DPRD Sumatera Utara ke Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan tersebut, didampingi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Pangkatan, Parluhutan Lubis. ( )