Laman

Dinilai Berhasil Membina K3 Bupati Labuhanbatu Terima Penghargaan Dari Menteri Tenaga Kerja

RANTAUPRAPAT, SLR : Tampaknya keinginan Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD menjadikan tahun 2013 sebagai tahun prestasi telah mulai memperlihatkan hasilnya. Kali ini prestasi yang diraih itu pada bidang ketenagakerjaan, yakni prestasi meraih penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat nasional dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar.
Penghargaan yang diberikan langsung oleh Menakertrans kepada Bupati Labuhanbatu itu dilaksanakan pada malam Anugerah K3 tahun 2013 di Smesco Convention Center, Jalan Gatot Subroto Kav 94 Jakarta, Selasa (30/4-13) malam.
Menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar, pemberian penghargaan kepada Bupati Labuhanbatu itu disebabkan keberhasilannya membina dan mendorong perusahaan-perusahaan di daerah itu untuk melaksanakan program K3 sampai mencapai titik zero accident (kecelakaan nihil).
Dikatakannya, sebelum penghargaan ini diberikan, tim dari pusat lebih dahulu melakukan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Labuhanbatu yang dinilai telah memenuhi kriteria, seperti telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), adanya Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LP2K3).
Selain itu, perusahaan juga dinilai telah melakukan Pemeriksaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara berkala dan khusus, memiliki ahli keselamatan dan Kesehatan Kerja serta telah menerapkan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja secara umum di perusahaan.
Lebih jauh Muhaimin mengatakan, tahun 2013 ini perusahaan dan kepala daerah yang menerima penghargaan jauh lebih banyak dibanding tahun 2012 lalu. Hal itu menurut Muhaimin disebabkan semakin tingginya kesadaran perusahaan dan pemerintah daerah untuk menerapkan K3. “Hal itu tentunya tidak terlepas dari pembinaan yang diberikan secara terus menerus oleh kepala daerah”, ujar Muhaimin.
Bupati Tigor Panusunan Siregar usai menerima penghargaan mengatakan, penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para kepal SKPD di jajaran Pemkab Labuhanbatu utuk meraih prestasi. “Kita sudah sepakat, bahwa tahun 2013 ini adalah tahun prestasi bagi Pemkab Labuhanbatu”, tegas Tigor.
Tigor juga berharap penghargaan tersebut juga dapat memotivasi semua pengusaha, tenaga kerja dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap kegiatan usahanya. “Bagi perusahaan yang telah melaksanakan K3 dan berhasil menekan kecelakaan sampai ke titik zero accident, pasti Pemkab Labuhanbatu akan memberikan penghargaan sebagai ungkapan terima kasih”, kata Tigor.
Penganugrahan Penghargaan K3 ini merupakan program rutin yang digelar Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah dalam mendukung upaya sosialisasi K3 tingkat nasional.
Selain Bupati Labuhanbatu, kepala daerah di Sumatera Utara yang juga mendapat pengharhaan pada malam Anugerah K3 tersebut adalah Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan, Walikota Medan Rahudman Harahap dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho.
Seperti diketahui, bahwa pada peringatan hari K3 di lapangan bola kaki PTPN IV Kebun Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (27/3-13) lalu sebanyak 16 perusahaan telah menerima penghargaan dari Bupati Labuhanbatu. Keenambelas perusahaan yang mendapat pengahargaan itu adalah PT Pangkatan Infonesia Mill, PT Pangkatan Estate, PMKS PT Daya Labuhan Indah, PT Daya Labuhan Indah, PT Bilah Platindo, PTPN III Kebun Aek Nabara Selatan, PMKS PT Supra Matra Abadi, PT Sinar Pendawa, PTPN III Kebun Aek Nabara Utara, PT Socfindo, PTPN III Kebun Rantauprapat, PMKS PT Daya Labuhan Indah, PT Sembada Sennah Maju, PMKS PTPN IV Unit Usaha Ajamu dan PTPN IV Kebun Meranti Paham.(indri).

Proses Administrasi Pasien Jamkesda Sangat Memuaskan

RANTAUPRAPAT, SLR: Nanyak kisah kita dengar tentang pelayanan kesehatan khususnya saat berobat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Rantauprapat. Ada yang mengatakan pelayanannya baik, namun ada juga yang mengatakan sebaliknya. Memang kualitas pelayanan itu sangat ditentukan oleh cepat atau lambatnya proses penangan kasus oleh petugas yang bersangkutan. Apa yang diceritakan oleh Surya Edi Hasibuan kepada media ini patut diketahui oleh khalayak, karena apa yang disampaikannya merupakan kisah nyata tanpa rekayasa. Lagi pula Surya Edi Hasibuan juga merupakan salah seorang yang sangat kritis terhadap mutu pelayanan di RSUD milik Pemkab Labuhanbatu itu. Dia juga pernah melakukan aksi melakukan unjuk rasa tunggal saat dirinya menerima pelayanan kurang memuaskan beberapa waktu yang lalu di RSUD tersebut. “Kita harus kritisi kalau memang pelayanan yang dilakukan buruk, tetapi kita juga harus fair kalau pelayanan yang kita sangat memuaskan”, tegas Surya Edi membuka pembicaraannya. Surya Eddi Hasibuan SE (45) adalah seorang pemerhati kesehatan dan relawan kesehatan yang sehari-hari membantu keluarga pasien untuk mengurus administrasi di RSUD Labuhanbatu. Edi menegaskan, pada hari Jum’at, 8 Maret 2013 lalu dirinya membawa pasien Wahyu (3) anak Chandra warga Simpang Mangga, Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantau Selatan ke RSUD Rantauprapat. Saat diperiksa di RSUD Rantauprapat, Wahyu dilayani dengan baik, tetapi ternyata Wahyu memiliki kelainan penyakit yang tidak bisa diobati di rumah sakit milik pemerintah type B itu. Wahyu harus dibawa ke rumah sakit Adam Malik Medan untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis syaraf anak di sana karena Wahyu mengidap penyakit Cerebral Palsy yakni gangguna syaraf di otak yang belum bisa ditangani di RSUD Rantaurapat. Menurut keterangan dokter, Wahyu harus mendapatkan tindakan medis lebih awal untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Kemudian dokter memerintahkan orang tua pasien untuk segera mengurus surat rujukan Jamkesda sebagai syarat untuk mendapatkan perawatan gratis di Medan nantinya. Mendapat informasi seperti ini keluarga pasien mendadak panik, karena pada hari itu hari Jum’at dimana PNS bekerja hanya setengah hari sampai pukul 11.30 Wib. “Mana mungkin kita dapat surat itu bang, ini kan hari Jum’at, sekarag saja sudah jam 11.20 Wib”, kata Chandra kepada Edi. “Kita upayakan dulu, mudah-mudahan ada kemudahan diberikan Allah kepada kita”, kata Edi menyemangati Chandra. Surya Edi yang sudah ratusan kali membantu keluarga pasien mengurus surat Jamkesda ini berupaya menghubungi orang-orang yang terkait dengan surat-menyurat tersebut. Pertama-tama yang dilakukannya adalah menghubungi Kabag Kesra Rahmad Hidayat untuk mendapatkan pertolongannya membuatkan surat rujukan yang akan ditandatangani oleh Bupati Tigor Panusunan Siregar. Pada awalnya Edi ragu akan mendapatkan surat rujukan itu, tetapi sebagai orang yang bekerja tanpa pamrih dirinya terus berupaya agar surat itu dapat segera dibawa keluarga pasien ke Medan supaya Wahyu dapat terselamatkan. Menurut keterangan Edi, dirinya mengontak Rahmad Hidayat setelah mendapatkan nomor Hp-nya dari Kabag Humas Abdurrahman. Mendapatkan nonor itu, Edi langsung menghubungi dan Alhamdulillah mendapat respon yang positif walau Kabag yang low profil ini sudah berada di jalan menuju rumahnya karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 11.40 Wib. “Datang saja ke kantor bupati bang, nanti staf saya balik lagi ke kantor agar membuat surat itu”, kata Edi menirukan Rahmad Hidayat. Memang benar sesampainya Edi di kantor bupati staf bagian Kesra sedang mengerjakan surat yang dimaksud. Sambil mempersilahkan Edi untuk sabar menunggu, staf tersebut bergegas membawa surat tersebut ke ruangan bupati yang juga sabar menunggu untuk menandatanganinya. Tidak kurang dari 10 menit surat yang dibutuhkan itu sudah selesai ditandatangani bupati dan diserahkan kepada Edi Surya. Yang membuat Edi Surya salut dan bangga adalah perhatian bupati yang begitu besar terhadap pasien yang akan dirujuk ke Medan tersebut. “Bupati dengan penuh kesabaran menunggu surat itu sampai selesai untuk ditandatangani. Kita patut berterima kasih dan bangga kepada pak Tigor dengan memberikan contoh nyata bukan slogan saja terhadap pelayanan prima kepada masyarakat”, ungkap Edi Surya. Ucapan terima kasih yang sama, kata Surya Edi, juga sepantasnya disampaikan kepada Direktur RSUD dr HM Natsir Pohan SpB yang terus berupaya dari hari ke hari meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit yang dipimpinya. Demikian juga terhadap Kabag Kesra, Rahmad Hidayat, dan staf yang memberikan pelayanan begitu baik terhadap keluarga yang membutuhkan surat rujukan walau diluar jam kerja. Jadi, apa yang diungkapkan orang selama ini yang mengatakan pelayanan tidak baik atau rendah di Pemkab Labuhanbatu khususnya di RSUD Rantauprapat dan kantor bupati tidak terbukti sama sekali. “Semoga komitmen pak Tigor untuk menjadikan Labuhanbatu sebagai daerah yang maju dan berprestasi di segala bidang dapat terwujud. Kami turut mendo’akan semoga cita-cita itu diridoi oleh Allah Swt”, harap Edi.(AR).

DPRD Sumut Apresiasi Program Bupati Labuhanbatu

RANTAUPRAPAT, SLR : DPRD Sumut mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh Pemkab Labuhanbatu dibawah kepemimpinan Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dan Wakil Bupati Suhari Pane SIP. Program yang dilaksanakan oleh dr Tigor seperti pendidikan gratis, pengurusan akta catatan sipil gratis dan pelayanan kesehatan gratis sudah berjalan hampir 3 tahun, sementara para calon Gubsu pada saat kampanye kemarin baru sebatas program yang akan dilaksanakan 1 tahun kemudian. Kami dengar program kesehatan gratis di sini tidak sulit pelayanannya, cukup menunjukkan KTP sudah bisa dilayani, sementara di daerah lain seperti DKI Jakarta harus memiliki kartu Jakarta Sehat baru dapat dilayani di Puskesmas dan rumah sakit pemerintah. “Jadi, program yang dilakukan oleh dr Tigor sudah satu dua langkah lebih maju dibanding Kabupaten/Kota lain di Sumut”, kata Drs Ikhyar Hasibuan, Ketua Tim Reses DPRD Sumut Wilayah Pemilihan Labuhanbatu ketika melakukan pertemuan di ruang data dan karya kantor bupati, Selasa (26/3-13). Pernyataan Ikhyar tersebut juga diamini oleh anggota DPRD lainnya Isma Fadli Pulungan dari Fraksi Golkar. Kita patut mengapresiasi apa yang dilakukan oleh dr Tigor ini, selain memiliki komitmen yang tinggi untuk membuka daerah terisolir, beliau juga berkeinginan besar untuk memajukan dunia pendidikan. Kami dengar, tambahnya, tahun ini Pemkab Labuhanbatu juga meluncurkan program beasiswa bagi siswa berprestasi, yakni siswa yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan. Dana untuk program ini juga cukup besar, yakni sekitar Rp 4 milyar lebih. Program seperti ini sudah sepantasnya kita apresiasi dan dukung. “Apa yang dilakukan oleh dr Tigor ini hendaknya dapat dicontoh oleh daerah lain. Kami juga berharap Gubsu Gator Pujonugroho tidak lupa dengan pembangunan di Labuhanbatu”, ujarnya. Terkait dengan program Labuhanbatu Mengaji yang telah dilounching beberapa waktu yang lalu, Isma Fadli berjanji akan memberikan support dalam bentuk penambahan Alqu’an kepada masjid-masjid yang melaksanakan program Labuhanbatu Mengaji tersebut. “Kita akan upayakan tambahan Alqu’an kepada masjid-masjid yang melaksanakan program Labuhanbatu Mengaji ini”, ujarnya. Sementara itu Bupati Tigor Panusunan Siregar dalam eksposnya menjelaskan, setelah dua tahun Pemkab Labuhanbatu fokus terhasap pembangunan infrastruktur di pedesaan, maka pada tahun 2013 ini Pemkab Labuhanbatu akan mengalihkan pembangunannya ke daerah perkotaan. “Sebahagian besar pembangunan pada tahun 2013 yang didanai dari DAU akan dilaksanakan di kota”, jelas Tigor, seraya menjelaskan untuk tahun 2014 Pemkab Labuhanbatu akan fokus pada pembangunan ekonomi kerakyatan. Ditambahkannya, untuk rehabilitasi Pasar Sigambal dan Pasar Aek Nabara yang dianggap sudah tidak layak lagi dibutuhkan dana yang cukup besar, sementara keuangan Pemkab Labuhanbatu tidak memungkinan untuk melakukan rehab tersebut. Oleh sebab itu, kata Tigor, Pemkab Labuhanbatu akan berupaya mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Apabila WTP ini kita peroleh, maka kita akan mengajukan pinjaman kepada Kementerian Keuangan melalui dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yakni Badan Layanan Umum dibawah Kementerian Keuangan. Pada kesempatan itu Tigor juga menyampaikan kepada DPRD Sumut, bahwa sampai saat ini pembebasan lahan Eks HGU PTPN III Aek Nabara untuk pembangunan Bandar Udara dan tempat Perkuburan Muslim dan Kristen belum juga tuntas. “Pembebasan lahan ini cukup sulit dan melelahkan, walau usulan telah ditandatangani Gubsi, tetapi pihak PTPN III belum bisa melepaskannya, karena harus ada izin dari menteri BUMN”, ungkapnya, seraya menjelasakan bahwa pihaknya akan terus berupaya sampai pembebasan lahan tersebut tercapai. Disampaikannya juga, bahwa pada tahun 2013 ini Pemkab labuhanbatu akan membangun Lampu Jalan LED dengan Solar Cells Panel (lampu jalan dengan tenaga surya/matahari) dari Labuhanbilik -Sei Berombang. Sementara di Desa Tanjng Haloban akan dibangun SMK dan di Sei Berombang akan dibangun kembali Pasar yang terbakar beberapa waktu yang lalu. Di Bilah Hulu dalam waktu dekat akan diresmikan Puskesmas, di Desa Pematang Seleng dan Talun akan dibangun SMA dan SMP. Demikian juga jaringan listrik di beberapa desa di kecamatan Panai Hilir pada tahun 2013 segera akan dibangun. Sementara Jalan dari Sidomulyo ke Sei Jawijawi akan diaspal pada tahun 2014. “Pengaspalan jalan ini selain akan mempermudah arus trasportasi bagi warga Labuhanbatu, juga akan membantu warga Labuhanbatu Utara mengangkut hasil pertaniannya”, kata Tigor. Pertemuan yang diakhiri tanya jawab itu dihadiri oleh Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap, Asisten Pemerintahan Drs H Sarbaini, Asisten Administrasi Ekbang dan Kesos H Burhanuddin SH, Asisten Administrasi Umum Elfin Riswan dan para kepala SKPD, sementara dari DPRD Sumut yang hadir antara lain Drs Ikhyar Hasibuan dari Fraksi Demokrat, H Isma Fadli Pulungan SAg dan H A Hasan Maturidy dari Fraksi PPP. (AR). Teks foto : Bupati Tigor Pansusunan Siregar dan Isma Fadli Pulungan disaksikan Ikhyar Hasibuan berbincang serius usai melakukan pertemuan di ruang data dan karya kantor bupati Labuhanbatu.

Pemerintah Segera Akan Angkat Tenaga Honorer Menjadi CPNS

RANTAUPRAPAT, RSL: Pemerintah dalam waktu dekat segera akan mengangkat tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pengangkatan itu sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 56 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah nomor 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil pada tanggal 16 Mei 2012. Peraturan pemerintah itu ditindaklanjuti dengan peraturan kepala badan kepegawaian Negara nomor 9 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan calon pegawai negeri sipil. “Ini berarti tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai dari APBN dan APBD (tenaga honorer kategori I) diangkat menjadi CPNS formasi tahun anggaran 2012”, kata Sekdakab H Ali Usman Harahap SH ketika menyampaikan arahan dan bimbingannya pada aepl gabungan di lapangan Diklat BKD, Senin (25/3-13). Ali Usman mengatakan, pada akhir tahun 2012 yang lalu tenaga honorer Pemkab Labuhanbatu kategori I yang telah lulus verifikasi dan validasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah melengkapi data administrasi untuk diangkat menjadi CPNS. Berkas tersebut telah dikirimkan Pemkab Labuhanbatu ke BKN Regional IV Medan untuk diproses mendapatkan nomor induk pegawai (NIP). Dari berkas yang telah dikirmkan tersebut, kata Ali Usman, ada kemungkinan masih terdapat kekurangan-kekurangan berkas/data administrasi yang harus kita penuhi. Oleh karena itu, tambahnya, diharapkan kepada kepala SKPD yang memiliki tenaga honorer kategori I untuk menginformasikan dan memberi pengertian agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berdampak negatif. Saat ini kita semua menunggu proses dari BKN dan diharapkan kesabaran kita semua terutama tenaga honorer kategori I untuk menunggu proses tersebut. Sementara itu, kata Ali Usman, untuk tenaga honorer yang penghasilannya tidak dibiayai dari anggaran APBD dan APBD (tenaga honorer kategori II) dapat diangkat menjadi CPNS sesuai dengan kemampuan keuangan Negara berdasarkan formasi sampai dengan tahun anggaran 2014 melalui pemeriksaan kelengkapan administrasi dan lulus seleksi ujian tertulis kompetensi dasar dan kompetensi bidang sesame tenaga honorer. Tenaga Honorer Kategori II Pemkab Labuhanbatu yang datanya telah dikirim ke BKN dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebanyak 600 orang tediri dari tenaga teknis, penyuluh, kesehatan dan guru. Dalam waktu dekat, jelasnya, nama-nama tenaga honorer kategori II tersebut akan diumumkan dan diuji publik. Apabila terdapat pengaduan-pengaduan bahwa tenaga honorer tersebut tidak benar bekerja, maka data tenaga honorer tersebut akan ditinjau kembali. Oleh karena itu, diminta kepada kepala SKPD agar jeli dan hati-hati mengeluarkan surat pernyataan aktif sebagai tenaga honorer tersebut. Apabila membuat pernyataan yang tidak benar, maka kepala SKPD akan dijatuhi sanksi oleh Pemkab Labuhanbatu dan tentu saja akan dituntut secara pidana karena telah merugikan keuangan Negara. Pada kesempatan itu Ali Usman menegaskan, bahwa dalam waktu dekat Pemkab Labuhanbatu akan membentuk tim monitoring pelaksanaan apel pagi dan apel sore. Tim monitoring tersebut bertugas untuk mengevaluasi tingkat kehadiran PNS pada apel pagi dan sore. Selanjutnya , Satuan Polisi Pamong Praja dan anggota Linmas akan ditugaskan untuk merazia PNS dan CPNS yang berada diluar kantor pada saat jam kerja. Pada bagian lain arahannya Ali Usman mengatakan, perubahan menuju arah yang lebih baik telah dimulai dan akan terus berjalan. Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, baik yang optimis ataupun yang pesimis, semua akan dilanda perubahan. Birokrasi yang lama berkarat dan menguntungkan beberapa pihak dengan cara yang tidak benar akan berubah menjadi birokrasi yang efektif dan mendukung profesionalisme disertai pengawasan yang akurat dan kompensasi yang tepat. “Ketidaksiapan dan rasa pesimis hanya akan membuat kita tertinggal dan terlindas perubahan itu sendiri”, tegas Ali Usman.(AR). Teks foto : Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap ketika menyampaikan arahan dan bimbingannya pada apel gabungan di Lapangan Diklat BKD, Senin (25/3-12).

Bupati Labuhanbatu Buka Liga Pendidikan Indonesia

RANTAUPRAPAT, SLR : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD membuka secara resmi turnamen sepak bola antar pelajar SLTA, Liga Pendidikan Indonesia (LPI) di stadion Bina Raga Rantauprapat, Sabtu (23/3-13) sore. Pembukaan turnamen ditandai dengan penekanan sirene oleh bupati, pemukulan Gordang Sambilan oleh unsur pimpinan daerah dan pelepasan balon berhadiah oleh Ketua Tim Penggerak PKK dr Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT. Bupati Tigor Panusunan Siregar dalam pidato arahannya mengatakan, berolah raga tidak hanya membuat tubuh sehat dan kuat, tetapi dengan mengikuti pertandingan olah raga juga akan menumbuhkan rasa sportifitas yang tinggi, jiwa kepahlawanan dan mau mengakui kelebihan lawan serta kekurangan diri sendiri. Ditegaskannya, turnamen yang dilaksanakan setiap tahun itu hendaknya dapat melahirkan pemain-pemain yang berkualitas, berkarakter dan memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk berprestasi demi mengharumkan nama Labuhanbatu di tingkat Sumatera Utara maupun di tingkat nasional. Dalam membangun, tambahnya, kita sangat membutuhkan orang-orang yang berdedikasi, berkarakter, sportif, loyal, memiliki disiplin yang tinggi serta memiliki ilmu pengetahuan dan beriman. Untuk mendapatkan sumber daya manusia seperti itu tentu tidak dengan instan, tetapi perlu proses yang panjang. “Liga Pendidikan Indonesia ini merupakan salah satu proses untuk menciptakan manusia yang diharapkan tersebut”, ujarnya. Tigor juga berpesan kepada para pelajar yang memenuhi standion Bina Raga tersebut, baik yang mengikuti turnamen maupun sebagai supporter agar senantiasa belajar dengan sungguh-sungguh. Pemkab Labuhanbatu, jelas Tigor, akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. Berbagai program telah diluncurkan, seperti program pendidikan gratis dan beasiswa bagi pelajar berprestasi. “Oleh sebab itu adik-adik harus merebut kesempatan dan peluang ini dengan mengukir prestasi setinggi-tingginya”, himbaunya. Di akhir pidatonya, Tigor meminta kepada para peserta agar bermain dengan sportifitas yang tinggi. “Kalah menang itu hal yang biasa, tetapi nilai-nilai kebersamaan dan sportifitas harus kita junjung tinggi”, tegasnya. Ketua panitia pelaksana yang juga Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Drs H Sarimpunan MPd melaporkan, bahwa turnamen tersebut dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk mengembangkan dan membina sepak bola usia muda yang terarah, terpadu, berjenjang dan berkesinambungan. Menciptakan kompetisi yang bermutu di tingkat SLTA agar mampu menghasilkan pemain usia muda yang berkualitas sebagai wahana penunjang prestasi. Mendorong terciptanya satuan kegiatan olah raga sepak bola di sekolah dan mendorong terciptanya sepak bola sebagai industri. Dijelaskannya, bahwa kegiatan itu dilaksanakan selama 18 hari, diikuti sebanyak 30 kesebelasan dari 9 kecamatan se-kabupaten Labuhanbatu, baik yang berasal dari SLTA Negeri maupun Swasta. Turnamen tersebut akan memperebutkan hadiah berupa Piala bergilir Bupati Labuhanbatu, piala tetap dan uang pembinaan dengan total hadiah sebesar Rp 22 juta. “Khusus kepada juara I bapak bupati akan memberikan hadiah khusus berupa study tour ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat”, kata Sarimpunan. Adapun peserta yang mengikuti turnamen tersebut adalah SMA Negeri I Rantau Utara, SMA Negeri 2 Rantau Utara, SMA Negeri 3 Rantau Utara, SMA Negeri 1 Rantau Selatan, SMA Negeri 2 Rantau Selatan, SMA Negeri 1 Bilah Barat, SMA Negeri 1 Bilah Hulu, SMA Negeri 1 Bilah Hilir, SMA Negeri 1 Pangkatan, SMA Negeri 1 Panai Hulu, SMA Negeri 1 Panai Tengah, SMA Negeri 1 Panai Hilir, SMK Negeri 1 Rantau Utara, SMK Negeri 2 Rantau Utara, SMK Negeri 1 Panai Hilir, SMK PGRI Rantauprapat, SMK Siti Banun Rantauprapat, SMK Raudhatul Ulum Aek Nabara, SMK Kharisma Sigambal, SMK Yapim Rantauprapat, SMK Teladan Rantauprapat, SMK Kesehatan Sartika Rantauprapat, SMK Harapan Sigambal, SMK Citra Bangsa Aek Nabara, SMK Pemda Rantauprapat, MAN Rantauprapat, SMA Swasta Bhayangkari Rantauprapat, SMA Swasta PPR Rantauprapat dan SMA Swasta HAS Sepakat.(AR). Teks foto : Bupati Tigor Panusunan Siregar menekan tombol sirene tanda dibukanya Turnamen Sepak Bola Antar Pelajar SLTA se-Kabupaten Labuhanbatu, Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Tahun 2013.

Bupati Labuhanbatu Kembali Lantik 30 Orang Pejabat Eselon III dan IV

RANTAUPRAPAT, SLR: Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD kembali melantik 30 orang pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemkab Labuhanbatu. Pelantikan yang berlangsung di aula BKD, Jum’at (22/3-13) itu pada umumnya mengisi posisi jabatan yang kosong disebabkan pejabat sebelumnya telah memasuki usia pensiun. Pelantikan yang sedianya dilaksanakan pukul 08.30 Wib, tetapi baru pukul 10.20 Wib bupati memasuki ruangan aula BKD tersebut dan langsung melakukan pelantikan. Atas keterlambatan itu Tigor menjelaskan, bahwa beliau baru saja menerima perwakilan AusAID (Australian Agency for International Development) di ruang kerjanya. Pertemuan itu membahas kerja sama bidang pendidikan dengan pemerintah Australia khususnya bagi sekolah madrasyah. Dari hasil pertemuan itu, katanya, AusAID berjanji akan membantu 18 Madrasyah dalam 5 tahun ke depan. “Pemkab Labuhanbatu juga akan membantu 22 dari 40 Madrasyah pada tahun 2013. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen saya agar rakyat tidak bodoh”, ujarnya. Pemberian bantuan oleh Pemerintah Australia ini, kata Tigor, karena mereka melihat keseriusan kita dalam memajukan dunia pendidikan di daerah ini, seperti program pendidikan gratis berupa peningkatan mutu pendidikan dan pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi. Kepada pejabat yang dilantik Tigor meminta untuk serius melaksanakan tugas. “Apa yang saudara ucapkan dalam sumpah tadi bukan main-main, itu bukan sumpah di hadapan manusia dunia saja, tetapi diketahui oleh Allah SWT. Apa yang saudara ucapkan diketahui oleh Allah dan apa yang tersembunyi di hati saudara diketahui oleh Allah”, katanya. Amanah yang diberikan ini pegang dan jagalah dengan baik. Apabila amanah ini tidak dipegang teguh tentu Kepala SKPD saudara akan melakukan evaluasi terhadap saudara. Sebagai PNS yang memegang jabatan, loyalitas dan kinerja yang baik menjadi tolok ukur keberhasilan dalam meniti karir. Semua kita akan mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan, baik kepada manusia maupun kepada Allah SWT. Saya sendiri melakukan pertanggungjawaban kepada DPRD setiap tahun, demikian juga saudara akan dievaluasi setiap tahun oleh atasan saudara. “Apabila ini dipegang teguh maka saudara akan selamat menjalankan tugas”, tegas Tigor. Pada kesempatan itu Tigor meminta seluruh pejabat di daerah ini untuk bekerja dalam dalam satu tim. “Saya minta tidak ada pejabat yang berpikir sendiri, bekerja sendiri dan akhirnya hancur sendiri. Kita semua adalah satu sistem yang berkaitan satu dengan lainnya. Apapun yang saudara lakukan pasti akan berimbas kepada yang lain”, tegasnya. Khusus kepada kepala kelurahan Aek Paing, Tigor meminta agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Masyarakat kelurahan Aek Paing sangat homogen masyarakatnya dan karakteristik masyarakatnya berbeda dengan daerah lain. Jadi, bisa saja warga di sana meminta pelayanan dilakukan pada siang dan sore hari, karena hamper seluruh warganya bekerja di luar pada pagi hari. Kepada Kepala Puskesmas dan jajaran kesehatan agar senantiasa dekat dengan masyarakat, berikan pelayanan terbaik. Perhatikan perkembangan yang tejadi di masyarakat khususnya pada bidang kesehatan, seperti berkembangnya wabah penyakit. Adapun pejabat eselon III yang dilantik itu antara lain Syahrizal Hasibuan SE dilantik sebagai Kabid Penanggulangan dan Rehabilitasi pada Badan Kesbangpol Linmas, Faoma Liana Dachi AP sebagai Kabid Pemberdayaan Perempuan pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, Dra Hj Elida Rahmi sebagai Kabid Pemberdayaan Keluarga pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, Mazni Hairil SE sebagai Kabid Informasi, Pengawas dan Pengendalian Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Zunadi SPd sebagai Kabid Pendapatan dan Pembinaan Pedagang pada Dinas Paskeb, Haris Tua Siregar ST sebagai Kabid Pertambangan dan Energi pada Dinas Bina Marga, Pertambangan dan Energi, Sortauli Triana Manurung ST sebagai Kabid Amdal pada BLH. Sementara pejabat eselon IV yang dilantik adalah dr M Tri Kurnia BR sebagai Kabid Pelayanan Kesehatan dan Farmasi pada Dinkes, dr Mesniyati sebagai Kepala Puskesmas Lingga Tiga, dr Bima sebagai Kepala Puskesmas Tanjung Haloban, dr Irwan Efendi Batubara sebagai Kepala Puskesmas Pangkatan, Sri Sulistiowati sebagai Kasubbid Penanaman Modan Asing pada BPMP2T, Asnaida SE sebagai Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada BLH, M Ishak SE sebagai Kepala Kelurahan Aek Paing, Isfiwati SIP sebagai Kasubbag Keuangan pada Dinas Dukcapil, Fachrizal Aziz Hasibuan SE sebagai Kasubbag Tata Usaha pada kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi, Sukamto sebagai Kasubbid Penanggulangan dan Operasi pada Badan Kesbangpol Linmas, Nazrun Naim Pane SE sebagai Kasubbid Rehabilitasi dan Relokasi pada Badan Kesbangpol Linmas, Tiolina SIP sebagai Kasubbid Kesiagaan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Kesbangpol Linmas, Rudi Muharriza ST MSP sebagai Kasubbid Politik, Kemasyarakatan dan LSM pada Badan Kesbangpol Linmas, Elmi Tanjung SE sebagai Kasubbid Demokrasi Lembaga dan MAsyarakat pada Badan Kesbangpol Linmas, Nurmaya Hafni SE sebagai Kasubbag Keuangan pada Badan Kesbangpol Linmas. Richi Gunawan Siregar ST sebagai Kasi Irigasi pada Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi, Zuardani SE sebagai Kasi Penagihan dan Pendapatan pada Dinas Paskeb, M Irfan ST sebagai Kasi Pengangkutan dan Pengelolaan TPA pada Dinas Paskeb, Ali Nafiah sebagai Kasubbid Kelembagaan dan Kemandirian Perempuan/Gender pada BP2KB, Supardi Sitohang SE sebagai Kasi Trantib pada Kantor Camat Rantau Selatan, Syahrul Kamal SE sebagai Kasubbag Tata Usaha pada UPT Survey dan Laboratorium di Rantauprapat, Muhammad Roem ST sebagai Kasubbag Tata Usaha pada UPT Bina Marga dan Pengairan Wilayah II di Negeri Lama dan Nany Haryani Harahap SE sebagai Kasi Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan pada Kantor Kelurahan Rantauprapat.(AR). Teks foto : Bupati Tigor Panusunan Siregar memberikan ucapan selamat kepada para pejabat eselon III yang baru dilantik.