Laman

Pekerjaan Proyek Pengerasan Jalan Sei Rakyat Labuhanbatu Rampung 80 Persen

Kontraktor pengerjaan Proyek pengerasan badan jalan Sei Rakyat menuju Labuhanbilik Kecamatan Panai Tengah hingga ke Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu terkesan mengeluh. Pasalnya, meski pengerjaan telah rampung sekira 80 persen dari total sepanjang 7 kilometer, namun pencairan dana masih terkesan jauh dari harapan. “Kita baru menerima 20 persen. Dan kontraktor sebelumnya 20 persen,” ungkap Asiong kontraktor yang mendapat kepercayaan melanjutkan pengerjaan proyek tersebut, Rabu (8/2) di Rantauprapat. Katanya, pihaknya hanya melanjutkan pekerjaan pihak PT Ambi Praja yang sebelumnya selaku pemenang tender yang dilakukan pihak ULP Labuhanbatu. “Kita melanjutkan pekerjaan PT Ambi Praja,” tambahnya. Padahal, menurut dia setelah proyek itu mereka kerjakan kwalitasnya membaik jika dibanding dengan hasil kerjaan kontraktor sebelumnya. Sebab diakuinya armada yang dimiliki PT Ambi Praja sangat minim sebagai pengangkut material tanah timbun. “Mereka minim sarana. Sedangkan kita sedikitnya mengerahkan 20 unit truk interkuler. Beberapa truk coltdiesel dan menyewa boomark (alat pemadat tanah). Tak kurang dari 40 truk perhari yang membawa material tanah timbun,” ungkapnya. Dia mengakui pekerjaan proyek yang memiliki pagu anggaran Rp12 miliar itu mengalami keterlambatan penyelesaian. Itu dikarenakan keterkendalaan faktor cuaca dan medan yang memiliki tanah 'sabun'. “Ya, terkendala penyelesaiannya karena faktor cuaca,” jelasnya. Pihak kontraktor PT Ambi Praja sebelumnya telah menghubungi beberapa pihak untuk melanjutkan pekerjaan itu. Tapi, terkesan enggan karena situasi yang ada. “Sebelumnya PT Ambi menghubungi beberapa pihak. Tapi tak bersedia melanjutkannya,” katanya. Mengenai statusnya sebagai pihak yang melanjutkan pekerjaan itu, dia terkesan tertutup. Dan menyarankan agar mempertanyakannya ke pihak Dinas Bina Marga Labuhanbatu. “Silahkan tanya ke Dinas,” ujarnya. Dan, kondisi belum dibayarkannya hasil pekerjaan proyek itu juga telah disampaikannya langsung ke Bupati Labuhanbatu. Terakhir dia hanya pasrah dengan hasil keuntungan yang akan diperoleh dari pekerjaan itu. Selebihnya, tambah dia hanya ingin mengharapkan kondisi jalan disana dapat membantu warga setempat. “Tentang untung rugi masalah belakangan. Utamanya saya bangga masyarakat gembira dengan jalan yang telah dapat dilalui. Sehingga, nilai penjualan hasil perkebunan warga meningkat,” tandasnya. Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Tigor P Siregar ketika dikonfirmasi melalui pesan singkatnya terkait belum terbayarkannya hasil pekerjaan kontraktor tersebut terkesan enggan membalas pesan singkat yang terkirim ke ponsel pribadinya. Padahal, dalam beberapa kali kesempatan, Tigor terkesan bangga dengan hasil pekerjaan itu. Sebab, dia menilai jalan penghubung pesisir Labuhanbatu itu sudah membaik dari sebelumnya. Demikian halnya dengan Kepala Dinas Bina Marga Labuhanbatu, Safrin. Ketika dikonfirmasi alasan dilakukannya subkontak pengerjaan proyek tersebut kepada rekanan lain, terkesan enggan membalas pesan singkat yang terkirim ke ponselnya. Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Reformasi (AMPERA) meminta semua elemen masyarakat turut mengawasi proyek pengerasan Jalan Sei Rakyat itu. Spesifikasi teknis pengerjaan proyek yang didana APBN anggaran tahun 2011 itu harus benar-benar diawasi dan diperhatikan dari unsur manipulasi. Karena menyangkut spesifikasi tehknis ini dinilai kerap dipermainkan oknum rekanan nakal untuk mencari keuntungan. “Perusahaan pememang tender pun perlu ditelusuri apakah pernah masuk daftar black list. Maka harus diawasi secara ketat untuk meningkatkan kwalitas isfrastruktur jalan di Labuhanbatu,” kata Isa Anshari Ketua Ampera kepada wartawan beberapa waktu lalu. Menurutnya, dugaan kwalitas infrastruktur jalan rendah hingga nantainya mengakibatkan badan jalan cepat rusak. Sehingga, pengawasan pembangunan jalan itu harus dilakukan sejak rekanan memulai pengerjaan. “Sebenarnya saat inilah pengawasan itu dilakukan lebih ketat, ketimbang setelah siap baru diawasai tak seberapa lagi manfaatnya,”ujarnya. Menurutnya pengerjaan pengerasan jalan itu semestinya memiliki ketebalan 75 cm. Selain itu lebar badan jalan yang ditimbun diduga mengalami perbedaan dari proyek sebelumnya. Yakni, dari lebar 8 meter pada TA 2010, di TA 2011 menjadi 6 meter. Serta, material tanah timbunan juga terjadi perubahan dari tahun sebelumnya. Keterangan poto: Pengerasan – Bupati Labuhanbatu membanggakan hasil pengerasan badan jalan penghubung kecamatan Panai Hulu menuju Panai Hilir. Tapi, kontraktor hanya dibayar 20 persen dari nilai pagu anggaran (medanbisnis/fajardameharahap)

Penyerahan Beasiswa dan Renovasi SD Warnai Peringatan K3 di Labuhanbatu

Penyerahan Beasiswa dari PT Jamsostek Cabang Kisaran dan penyerahan secara simbolis Piagam Tanoto Foundation dan Renovasi 5 ruang kelas SD Negeri 112179 S3 Aek Nabara Selatan dan 5 ruang kelas SDS Negeri 112238 Indo Sepadan Jaya dari PT Asian Agri mewarnai peringan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Labuhanbatu, Kamis (9/2-12). Sementara Beasiswa dari PT Jamsostek tersebut diberikan kepada 20 orang anak karyawan, masing-masing sebesar Rp 1.800.000,- kepada PT SMA sebanyak 2 orang, PT Pangkatan Indonesia 1 orang, PT Sinar Pendawa Kebun 1 orang, PT Indo Sepadan Jaya 1 orang. Selebihnya akan diserahkan pada saat peringatan Hari Pendidikan Nasional mendatang. Selain itu PT SMA juga menyerahkan 1000 ekor bibit ikan nila kepada Desa Kali Bening, Kecamatan Rantau Selatan. Di tempat yang sama PT SMA juga menyerahkan 115 set meja dan kursi kepada SD Negeri 112117 Aek Nabara sebanyak 25 set, SD Negeri 112178 Aek Nabara sebanyak 25 set, SD Negeri 115494 Sukadame sebanyak 40 set dan SD Negeri 116878 Kali Bening sebanyak 25 set. Pemberian Beasiswa dari Tanoto Foundation juga diberikan kepada anak karyawan PT SMA, PT Indo Sepadan Jaya, PT Hari Sawit Jaya masing-masing Rp 160.000,- per bulan kepada 9 murid SD, Rp 200.000,- per bulan kepada 6 siswa SLTP, Rp 300.000,- per bulan kepada siswa SLTA dan Rp 500.000,- per bulan kepada 1 orang mahasiswa. Menteri Tenaga Kerja RI dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Labuhanbatu Suhari Pane SIP mengatakan, di penghujung tahun 2011, tepatnya tanggal 26 November 2011, kita semua tersentak atas runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang mengakibatkan korban jiwa lebih dari 20 orang dan harta benda. Salah satu penyebab kejadian ini adalah pelaksaan K3 pada pekerjaan perawatan kurang memadai. Kejadian ini harus kita jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Oleh karena itu, saya sebagai pemegang policy nasional K3, berdasarkan Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, menghimbau dan menyerukan kepada semua pihak harus lebih meningkatkan K3 di semua kegiatan mulai dari perencanaan, pembuatan/pemasangan, pengoperasian/ pemakaian dan pemeliharaan terhadap seluruh peralatan produksi dalam upaya menjamin keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja. Berdasarkan laporan ILO bahwa setiap hari terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban fatal kurang lebih 6.000 kasus, sementara di Indonesia 100.000 kasus, maka tingkat keparahan kecelakaan kerja diseluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya masih cukup tinggi. Kalkulasi yang dilakukan oleh ILO, kerugian akibat kecelakaan kerja di negara berkembang mencapai 4% dari GNP. Ini adalah angka yang cukup besar maka pelaksanaan K3 ditempat kerja harus mendapatkan perhatian serius oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses produksi. Untuk itu, Saya harapkan kepada para pengusaha dan tenaga kerja hendaknya lebih banyak mengambil inisiatif dalam meningkatkan kinerja K3 ditempat kerjanya masing-masing. Peringatan hari K3 yang dipusatkan di lapangan bola kaki PT Supra Matra Abadi (PT SMA) anak perusahaan PT Asian Agri Aek Nabara Selatan itu dihadiri oleh Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Edi Sampurna Rambe MSi, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Darpinsyah Siregar SH, Kaban Lingkungan Hidup Romiduk Sitompul SH, Kepala BKD Aswad Siregar SE MAP, Kadis Pertanian Ir Leo Sunatra, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Ir Esty Pancaningdyah MSi, Kadis Perindagkop Drs Borkat Pane MM, Camat Bilah Hulu Rabiul Amin S Sos, para pimpinan perusahaan dan undangan lainnya.(AR). Teks foto : Wakil Bupati Suhari Pane SIP didampingi Wakapolres, Kasdim 0209, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Ekbang Drs Edi Sampurna Rambe MSi dan Kadis Sosnakertrans Darpinsyah Siregar SH menyerahkan meubilair kepada beberapa sekolah pada acara peringatan K3 di PT SMA. 2 File telah Dilampirkan| 480KB

Polisi Diharapkan Profesional Mengawasi Proyek di Diskanlak Labuhanbat

Kepolisian diharapkan dapat lebih profesional dalam mengawasi dan memantau pengerjaan proyek milik pemerintah yang mempergunakan keuangan negara dan keuangan daerah. Khususnya, dalam pengerjaan proyek pembuatan tiang-tiang penyandaran kapal (steger) milik Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan (Diskanlaknak) Labuhanbatu di kecamatan Panai Tengah dan Panai Hilir, Labuhanbatu. “Kepolisian diharap lebih profesional dalam fungsinya terkait pengawasan proyek itu,” terang Hardi Munthe, Kordinator Swaka Indonesia, Selasa (7/2). Terlebih, tambah dia, adanya laporan warga setempat terkait dugaan banyaknya tiang-tiang penyandaran kapal tersebut yang tumbang dampak indikasi tak berkwalitasnya pengerjaan proyek tersebut. Hardi meminta Kepolisian Resort Labuhanbatu agar mempublikasikan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang telah dilakukan. Sehingga masyarakat dapat mengetahui hasil penyelidikan yang ada. “Perlu dilakukan publikasinya agar masyarakat tidak bertanya-tanya,” bebernya. Ke pihak Setdakab Labuhanbatu, Hardi juga mengharapkan agar segera menginventarisir jumlah proyek-proyek yang terindikasi bermasalah. Khususnya pihak inspektorat agar meninjau langsung ke proyek pembangunan tiang penyandaran kapal tersebut dan selanjutnya melaporkan hasil temuan yang ada untuk menjadi bahan evaluasi Kepala Daerah setempat. “Hasil laporan inspektorat akan menjadi bahan evaluasi untuk Bupati Labuhanbatu. Hasil Evaluasi tersebut juga menentukan langkah hukum yang akan diberlakukan. Apakah akan mengganti Kadis dan PPK di Dinas tersebut,” jelasnya. Hardi mengkomentari hal itu terkait tumbangnya sejumlah steger atau tiang penyandar dan juga pengikat kapal boat bermotor yang baru saja dibangun di wilayah pesisir pantai Labuhanbatu beberapa waktu lalu. Padahal, dikabarkan pihak Polres Labuhanbatu telah memanggil pihak terkait guna mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket). Ketua DPP Lembaga Independen Penyelamat Aset Negara (LIPAN) Samsul Bahri Sitepu sebelumnya juga sudah menyurati pejabat terkait serta perangkat hukum dilingkungan Pemkab Labuhanbatu dan Sumut terkait tumbangnya tiang penyangga kapal itu. Investigasi yang dilakukannya, steger tumbang sebelum dilakukan berita acara. Bahkan dari pengakuan satu kepala desa yang ada, menjelaskan perangkat desa tersebut memperoleh satu paket pekerjaan dengan imbalan biaya sekitar Rp105 juta, padahal pengerjaan proyek itu dimenangkan oleh perusahaan rekanan dengan anggaran yang bersumber dari APBD 2011 sebesar Rp272.763.000 per paketnya. Data yang dimiliki DPP LIPAN seperti yang dilayangkan ke aparat hukum dilengkapi dengan poto dan CD steger yang tumbang, disebutkan, pembangunan tiang beton di Desa Sei Sakat dikerjakan oleh CV N dengan Direktur Er Manurung dan Desa Sei Sanggul oleh CV KM dengan Direktur Ir Mr Marpaung yang keduanya terletak di Kecamatan Panai Hilir. Sementara, satu paket dengan pembangunan yang sama terletak dipinggiran sungai Desa Sungai Merdeka, Kecamatan Panai Tengah dikerjakan oleh CV SB dengan Direktur RL Gultom dengan anggaran masing-masing berkisar Rp273 juta lebih. Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan ketika dikonfirmasi terkait hal itu belum memberikan keterangan resminya sejauh mana hasil lidik dan Pulbaket yang telah dilakukan pihak kepolisian setempat. Meski pesan singkat terkirim ke ponsel pribadinya. Senada, Bupati Labuhanbatu Tigor P Siregar enggan memberikan komentarnya terkait proyek tersebut. Proyek Diskanlak yang Berpolemik Data yang diperoleh, menyebutkan proyek-proyek milik Diskanlak Labuhanbatu terkesan kurang optimal. Selain pengerjaan steger, proyek pengadaan bantuan kapal bermotor untuk para nelayan di Kecamatan Panai Hilir juga sempat mengundang polemik berkepanjangan. Selain itu, laporan hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan Pemkab Labuhanbatu TA 2010 lalu juga sempat menyarankan Bupati Tigor P Siregar agar menegur Kepala Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan Labuhanbatu terkait pelaksanaan kegiatan rehab balai benih ikan (BBI) lokal di dinas itu serta memberikan sanksi kepada PPK dan pengawas kegiatan proyek itu. Disebutkan, BPK RI menuding PPK dan Pengawas Lapangan tidak cermat dalam meneliti dan menguji hasil pelaksanaan perkerjaan yang dibayarkan dan Kadis kuyrang melakukan pengendalian dan pengawasan belanja BBI. Sebab, mengakibatkan kelebihan pembayaran pekerjaan rehab BBI lokal senilai Rp23.345.508 yang berindikasi merugikan keuangan daerah.

Pemberian Ang Pao, Atraksi Barongsai dan Kembang Api Ramaikan Perayaan Imlek di Rantauprapat

Pemberian Ang Pao kepada kerabat, adik atau orang kurang mampu diyakini akan membawa rezeki berlipat pada tahun-tahun mendatang. Jadi tidak mengherankan perayaan Imlek kali ini juga dimeriahkan dengan pemberian Ang Pao, atraksi Barongsai dan penyulutan Kembang Api yang dilaksanakan di Vihara Budha Jayanti Rantauprapat, Senin (6/2-12) malam. Secara harfiah, ang pao berarti amplop yang berwarna merah. Ang pao telah menjadi salah satu simbol Tahun Baru Imlek. Pada hari raya ini, ada tradisi bahwa seseorang yang telah menikah memberikan ang pao yang berisi uang kepada orang yang lebih muda dan belum menikah. Soal jumlah, hal ini tergantung pada kemampuan dan kerelaan dari sang pemberi. Bagi Etnis Tionghoa Ang Pao memiliki makna filosofi transfer kesejahteraan atau energi. Transfer kesejahteraan dari orang mampu ke tidak mampu, dari orang tua ke anak-anak, dari anak-anak yang sudah menikah ke orangtua. Perayaan Tahun Baru Imlek yang dipusatkan di Vihara Budha Jayanti, Jalan Gatot Subroto Rantauprapat itu dihadiri oleh bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan SpPD, Dan Dim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua, Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar SPd, Ketua Tim Penggerak PKK dr Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs H Edi Sampurna MSi, Kadis Cipta Karya Ir Mahini Rizal, Kadis Kesehatan dr H Alwi Mujahit Hasibuan MKes, Kepala RSUD dr HM Natsir Pohan SpB, Camat Rantau Utara Haris Topan Hasibuan SH, tokoh masyarakat H Tutur Parapat, Sujian, Ahwat Guntur dan ribuan masyarakat etnis Tionghoa berbaur dengan masyarakat pribumi untuk menyaksikan acara yang disajikan. Bupati Tigor Panusunan Siregar mengatakan, perayaan Imlek yang kita laksanakan kali ini merupakan bentuk toleransi yang tinggi diantara kita. Hal ini dikatakan bupati, karena peserta yang hadir merayakan kegiatan itu tidak hanya dari etnis Tionghoa tetapi turut juga masyarakat pribumi yang berdomisili di sekitar Vihara tersebut. Pemkab Labuhanbatu, kata Tigor, tidak membeda-bedakan antara etnis yang satu dengan etnis lainnya. “Pemkab Labuhanbatu berdiri di atas semua etnis”, tegasnya, sambil menjelaskan bahwa etnis Tionghoa juga telah banyak berbuat untuk kemajuan Kabupaten Labuhanbatu. Sementara itu Sujian alias Acan salah seorang tokoh Etnis Tionghoa Labuhanbatu dalam sambutannya menjelaskan, bahwa Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi Etnis Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama dan berakhir dengan Cap Go Meh, yakni hari ke kelima belas (pada saat bulan purnama) di penanggalan Tionghoa. Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun". Bagi Etnis Tionghoa yang beragam adat dan tradisi, perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya pada intinya bertujuan untuk memeriahkan malam tahun baru itu, seperti jamuan makan malam serta penyulutan kembang api.(AR). Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dan Ibu Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT beserta unsur Muspida lainnya foto bersama dengan panitia perayaan Cap Go Meh di Vihara Budha Jayanti Rantauprapat. 2 File telah Dilampirkan| 715KB

Etnis Tionghoa Puji Keberhasilan Tigor Membangun Labuhanbatu

Etnis Tionghoa memuji keberhasilan bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD membangun Kabupaten Labuhanbatu. Hal itu disampaikan Sujian alias Acan ketika menyampaikan kata sambutannya pada acara perayaan Imlek di Vihara Budha Jayanti, Senin (6/2-12) malam. Sujian mengatakan, apa yang disampaikan Tigor pada saat kampanye yang lalu seluruhnya telah dapat dipenuhi, seperti pelayanan KTP/KK Gratis, peningkatan kualitas listrik di daerah pantai, pengerasan jalan ke Bandar Kumbul, pengerasan jalan dari Labuhanbilik – Sungai Berombang, pemasangan lampu jalan dari Janji – Sigambal dan lain sebagainya. “Kualitas listrik pada waktu itu disebut warga setempat “mellep”, tetapi saat ini sudah dapat dinikmati masyarakat dengan terang benderang”, kata Sujian. Demikian juga jalan dari Labuhanbilik menuju Sungai Berombang saat ini telah dilakukan pengerasan sampai Sungai Lumut sepanjang 7 km. “Sisanya sepanjang 8 km lagi kami perkiarakan akan selesai pada tahun ini”, ungkap Sujian. Sujian juga mengatakan, bahwa sejak kepemimpinan Tigor perhatian Pemkab Labuhanbatu terhadap daerah pantai semakin besar. “Kalau selama ini arah pembangunan hanya dilakukan di daerah perkotaan dan daratan, tetapi kali ini diarahkan ke daerah pantai dan pegunungan untuk membuka daerah terisolir”, ungkapnya. “Kami menilai selama 2 tahun kepemimpinan Pak Tigor banyak perobahan telah dilakukan. Kalau ada yang menilai sebaliknya saya kira orang tersebut harus melihat langsung keadaan sebenarnya di Labuhanbatu”, ujarnya. Pada kesempatan itu Sujian juga meminta kepada Pemkab Labuhanbatu untuk melakukan perbaikan drainase di daerah Jalan Durian dan Ahmad Dahlan Rantauprapat. Disebutkannya, bahwa di kedua daerah itu kalau hujan turun akan terjadi banjir yang menggenangi rumah warga. Menanggapi permintaan itu, bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar mengatakan, bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan pemindahan pedagang dari Pasar Baru ke Pasar Gelugur. “Seluruh pedagang akan kita pindahkan ke pasar Gelugur mulai tanggal 20 Februari 2012 ini”, kata Tigor. Apabila seluruh pedagang sudah pindah, jelas Tigor, maka Pemkab Labuhanbatu akan segera melakukan perbaikan drainase di pusat kota khususnya di lokasi-lokasi yan sering terjadi banjir. Kalau hal ini dapat kita lakukan, maka masalah banjir yang selama ini membuat warga resah akan segera dapat teratasi.(AR).

Klub Poslab Labuhanbatu disoal

Rantauprapat, Pengukuhan dan keberangkatan Kesebelasan Poslab Labuhanbatu mengikuti Kompetisi Divisi I Liga Indonesia , Sabtu (4/2-12) di Deli Serdang di Soal.pasalnya Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Labuhanbatu tidak mengetahuinya. Ketua Pengca PSSI Labuhanbatu, Hj Elya Rossa Siregar didampingi seketarisnya Ali Akbar Hasibuan kepada Wartawan di Rantauprapat, Senin (6/2) mengatakan ,sampai saat ini Pengcab PSSI Labuhanbatu belum mendapat pemberitahuan pengukuhan dan keberangkatan kesebelasan Poslab secara lisan maupun tulisan untuk mengikuti kompeteisi Divisi I Liga Indonesia ke Deli Serdang. “ Biasanya, setiap kesebelasan daerah yang akan mengikuti semua pertandingan maupun kompetisi layak diberitahukan kepada Pengcab PSSI setempat sebagai induk dari organisasi sepak bola yang diakui oleh pemerintah, walaupun itu hanya secara lisan.” jelas Elya. Anehnya, terang Elya sebagai ketua dan Ali Akbar Hasibuan sebagai pengurus harian Pengcab PSSI Labuhanbatu untuk periode 2011-2014 tidak mengetahui kapan Poslab mengikuti kompetisi ke Deli Serdang. “ Kami tidak kecil hati kalaupun tidak diajak untuk melepas maupun mengikuti setiap agenda kompetisi yang dikuti kesebelasan Poslab, tapi saya bertanya tanya, apa kepengurusan kami di Pengcab dianggap illegal, atau kami dianggap beban sehingga dengan tidak ikutnya kami dapat mengurangi biaya yang ada? ” ujar Ali sambil tertawa . Bukan hanya itu, bahkan pada pengukuhan pengurus harian Poslab untuk periode 2011-2015 beberapa waktu lalu , Pengcab PSSI Labuhanbatu juga tidak tahu kapan diadakan dan siapa yang mengukuhkannya. Padahal ketua Pengcab PSSI bukanlah wajah baru ataupun orang awam, karena selain ketua pengcab, Elya Rossa adalah ketua DPRD Labuhanbatu, tambah Ali akbar sambil tersenyum penuh arti. Mengakhiri peertemuan itu, Elya Rossa dan Ali akbar mengajak semua warga Labuhanbatu untuk mendukung dan mendoakan agar kesebelasan daerah petro dollar itu dalam kompetisi yang sedang diikuti mendapat tempat terhormat dalam Divisi I Liga Indonesia . Ketua Umum Klub Poslab Labuhanbatu Tigor Panusunan melalui Humas Klub Poslab Labuhanbatu Abdurrahman Hasibuan kepada Wartawan mengatakan, keberangkatan Poslab mengikuti Kompetisi Divisi I Liga Indonesia terburu buru karena adanya perubahan jadwal dari panitia kompetisi PSSI Divisi I Liga Indonesia tahun 2011-2012. ” Setahu saya, keberangktan itu terburu buru, tapi ada undangan yang ditujukan untuk cabang olah raga yang ada di labuhanbatu” katanya. () Foto : Ketua Pengcab PSSI Labuhanbatu Elliarossa Siregar

Bupati Labuhanbatu Serahkan Ambulance dan Fingerscan Kepada Puskesmas