Laman

Tigor Diminta Pikirkan Honor Guru Mengaji

RANTAU – Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar diminta untuk peka dan dapat memikirkan honor para guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid di Kabupaten Labuhanbatu. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRD Propinsi Sumatera Utara H Isma Fadli Pulungan dalam resesnya di Dusun Persiluangan II Desa Gunung Selamat, Bilah Hulu, Minggu (9/2) lalu. “Sudah seharusnya bupati selaku kepala pemerintahan di kabupaten labuhanbatu dapat menghargai jasa-jasa para guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid dengan memberikan honorer kepada mereka,” ujarnya. Dikatakannya, sebagai wujud kerja nyata dan kepedulian terhadap masyarakat Labuhanbatu, sudah sepantasnya Bupati Labuhanbatu memikirkan nasib para guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut. “Bupati jangan hanya bereporia dengan hanya melakukan pelantikan-pelantikan saja. Karena yang diperlukan masyarakat saat ini adalah kerja nyata dari Bupati Labuhanbatu yang dipilih oleh rakyat,” ungkapnya. Menurutnya, jika Bupati Labuhanbatu dapat mewujudkan permintaan masyarakat tersebut, tentunya akan menambah peluang kepada Tigor – Suhari untuk duduk kembali menjadi Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu dalam Pilkada tahun 2015 mendatang. “Saya yakin Tigor-Suhari akan kembali dipilih rakyat jika honor itu dapat diberikan,” tegasnya. Disampaikannya, sudah selayaknya Pemkab Labuhanbatu mengikuti Pemkab Labura dan Labusel yang telah merealisasikan pemberian honor kepada guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut. “Karena uang yang akan di berikan kepada guru mengaji, nazir mesjid, bilal mayit dan anak terlantar itu juga uang rakyat. Jadi permintaan masyarakat itu merupakan hal yang wajar,” jelasnya. Bupati Labuhanbatu Tigor Panusan Siregar melalui Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu Abdul Rahman mengaku jika pemberian honor kepada guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut belum dapat direalisasikan. Dengan alasan, minimnya anggaran Pemkab Labuhanbatu yang diketahui lebih besar dibebankan kepada belanja pegawai. “Anggaran kita minim, karena belanja pegawai kita cukup besar. Mungkin itu dapat diberikan pada tahun anggaran berikutnya,” ujarnya melalui seluler, Minggu (12/2). Sementara itu, Ketua DPRD Labuhanbatu Eliya Rosa Siregar menanggapi positif terkait permintaan pemberian honor guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut. Dikatakannya, minimnya anggaran Pemkab Labuhanbatu tentunya tidak menjadi alasan untuk tidak menanggapi permintaan masyarakat tersebut. Karena menurutnya, pemberian honor para guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut dapat juga diberikan dari pos anggaran dana hibah pemkab Labuhanbatu. “Dana hibah ada, namun belum di bahas untuk di realisasikan kemana khusus di bidang sosialnya,” ujarnya. Cr1

JELANG MUSDA KE-7 DPD AMPI GELAR BERBAGAI KEGIATAN

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 DPD AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Muda Indonesia) Kabupaten Labuhanbatu yang direncanakan tgl 25 Februari 2012 DPD AMPI menggelar berbagai kegiatan demi membangkitkan dan menunjukan eksistensi AMPI di Kabupaten Labuhanbatu, kegiatan tersebut antara lain perlombaan BMX RACE 2012 yang memperebutkan piala Ketua DPD AMPI Kabupaten Labuhanbatu dan uang pembinaan jutaan rupiah. "kegiatan BMX RACE 2012 ini akan dilaksanakan di Lapangan Bina Raga, Rantauprapat tanggal 18-19 Februari di Lapangan Bina Raga, Rantauprapat, dan semua lapisan masyarakat Labuhanbatu dapat berpartisipasi dalam perlombaan ini"ungkap Ketua DPD AMPI Labuhanbatu H. Ruben Simangunsong, SH kepada pers di Rumah Dinas Ketua DPRD Labuhanbatu, Jumat,10/2. Lebih lanjut Ruben menjelaskan, sesuai dengan amanat dari DPD AMPI Sumut yang mengharuskan DPD AMPI Kab/Kota se-Sumut untuk melakukan konsolidasi dan reorganisasi kepengurusan AMPI, maka DPD AMPI Labuhanbatu telah mengadakan rapat kepengurusan guna membentuk panita Musda AMPI Labuhanbatu ke-7 "persiapan kita sudah rampung 80 % menjelang musda, dan DPD AMPI juga sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi di semua rayon (kecamatan), sehingga diharapkan pelaksanaan Musda yang rencananya dihadiri langsung Ketua DPD AMPI Labuhanbatu M. Syaf Lubis dapat terlaksana dengan lancar"terang Ruben. Dalam waktu dekat ini DPD AMPI Labuhanbatu akan memberangkatkan atlet Pancho hasil binaan AMPI Labuhanbatu untuk berangkat ke Kota Balikpapan an Asrul Apandi Ritonga guna mengikuti Kejurnas Pancho mewakili Sumatera Utara, "atlet binaan kita ini diharapkan mampu membawa nama Labuhanbatu di kancah nasional"ujar Ruben. Sementara itu Ketua Panitia Musda, Ir. H. Syaiful Azwar Tambunan didampingi Sekretaris Panitia Zulkifli Peranginangin, S.Sos menambahkan, Musda AMPI tahun ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan demi eksistensi AMPI sekaligus menata ulang kepengurusan yang ada "AMPI Labuhanbatu mempunyai cita-cita menjadi barometernya AMPI di Sumut, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan program kerja yang harus dirancang bersama pengurus rayon dalam musda" terang Syaiful Syaiful berharap, para Kader-kader AMPI Labuhanbatu dan keluarga besar Partai Golkar Labuhanbatu diharapkan mendukung penuh pelaksanaan Musda ini demi jayanya AMPI di Kabupaten Labuhanbatu, "Musda AMPI tahun ini diharapkan sebagai awal atau moment kebangkitan AMPI"ungkap Syaiful

Kantor Guru dan Kelas SD Negeri Sei Baru Rubuh

Kelas dan Kantor Guru SD Negeri Sei Baru Rubuh Dua Siswa Luka Berat Akibat Tertimpa Reruntuhan PANAI HILIR - Sebuah ruangan kelas dan ruangan kantor guru di SD Negeri nomor 116914, Desa Sei Baru Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu rubuh, Kamis (9/2) pagi, sekitar pukul 09.30 wib. Akibatnya, dua orang siswa mengalami luka berat karena tertimpa reruntuhan.
Rubuhnya dua ruangan berdinding papan itu diduga akibat kondisi material bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Seluruh tiang bangunan dua ruangan itu tumbang, sementara atap seng berterbangan hanya karena diterpa hujan disertai angin yang tidak begitu kencang. "Memang dua ruangan itu sudah hampir 19 tahun, yakni sejak tahun 1983, tidak pernah direhab atau diperbaiki, jadi wajarlah kalau bangunan itu tumbang hanya karena diterpa angin dan hujan," terang Kepala Sekolah SD Negeri 116914 Sei Baru, Azwar, Jumat (10/2) di halaman sekolah tersebut. Dikatakannya, kekhawatiran akan rubuhnya ruangan yang sudah lapuk itu sudah diantisipasinya sejak beberapa bulan yang lalu, dengan tidak lagi mempergunakan atau mengosongkan ruangan kelas dan kantor guru tersebut. "Sejak beberapa bulan yang lalu kami memang sudah tidak lagi memakai ruangan itu. Karena saya sudah menduga ruangan itu suatu waktu pasti akan tumbang karena kondisinya yang sudah lapuk. Makanya saat kejadian hanya ada dua siswa yang terkena reruntuhan," ucapnya. Diungkapkannya, sekolah negeri yang berdiri sejak tahun 1983 itu kini hanya memiliki 5 ruang kelas dan terpaksa menjadikan gudang sekolah berukuran 2 x 4 meter itu menjadi ruang kantor guru. "Sejak ruangan kelas itu tidak dipergunakan, terpaksa murid kelas dua jadwal masuk sekolahnya siang hari, karena ruang kelasnya hanya tinggal lima. Sementara para guru terpaksa menjadikan gudang sekolah sebagai kantor," ungkapnya. sejumlah rumah dinas para guru juga tampak lapuk dan butuh perehaban. "Ada tujuh orang guru yang mengajar di sekolah ini, dua diantaranya berstatus PNS dan tinggal dirumah dinas yang juga sudah lapuk itu," paparnya. Azwar berharap,selain dapat memperbaiki kelas dan kantor guru yang telah roboh itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu juga dapat merehab rumah dinas para guru tersebut. "Kita juga takut kalau nanti tiba-tiba rumah dinas itu juga rubuh. Makanya kita berharap agar rumah itu dapat diperbaiki," harapnya. 2 Siswa Luka Berat Tertimpa Reruntuhan Muhammad Riki (7) dan Armansyah (8),dua orang siswa kelas II SD Negeri 116914 Sei Baru tersebut mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan material dua ruangan sekolah yang rubuh pada Kamis (9/2) lalu. Tiurma Br Hutabarat (39), ibu kandung Muhammad Riki, mengaku khawatir terhadap kondisi kesehatan anak ke enam dari tujuh bersaudara itu, meskipun pihak sekolah telah membawa kedua siswa yang menjadi korban tertimpa reruntuhan itu ke Puskesmas Sei Barombang, Panai Hilir. "Luka-luka di bagian kepala,di bibir, dan di bagian tubuh lainnya masih belum sembuh akibat tertimpa reruntuhan bangunan itu. Belum lagi badannya terkilir karena ditimpa kayu balok besar," ujar Tiurma saat ditemui di rumahnya di Desa Sei Sakat, Panai Hilir, Jumat (10/2). Dikatakannya, hingga kini Muhammad Riki masih shock usai peristiwa naas tersebut. Pasalnya, rubuhnya bangunan sekolah itu terjadi secara tiba-tiba saat anaknya Muhammad Riki bersama temannya Armansyah asyik bermain bola tepat di dekat bangunan yang telah lapuk tersebut. Bahkan, dari informasi sejumlah warga dilingkungan sekolah menyebutkan, Muhammad Riki sempat Tak sadarkan diri usai tertimpa reruntuhan bangunan itu. "Warga di dekat sekolah itu bilang kalau anak saya sempat teriak-teriak minta tolong karena badannya tertimpa broti, sehabis itu dia langsung pingsan Dan langsung dibawa pihak sekolah ke puskesmas," jelasnya. Solehuddin (41), seorang petani kencur, ayah kandung Muhammad Riki, mengatakan jika dirinya kali pertama mendapati kabar anaknya telah dirawat di puskesmas karena tertimpa reruntuhan bangunan milik sekolah itu dari salah seorang warga yang mendatanginya saat sedang berada diladang kencur di desa Sei Sakat, Panah Hilir. Mendapati laporan warga, dengan tergesa-gesa Solehuddin bersama istrinya Tiurma mendatangi Puskemas tempat Muhammad Riski dirawat. "Di Puskemas itu, luka anak saya diobati. Karena kata perawat anak saya sudah bisa dibawa pulang, makanya dia saya rawat di rumah," ucap Solehuddin. Hal hampir serupa disampaikan Siti (42), warga Sei Baru, Panai Hilir, ibu kandung Armansyah, yang juga menjadi korban luka akibat tertimpa reruntuhan. Dikatakannya, akibat peristiwa itu, anaknya Armansyah hingga kini belum dapat hadir ke sekolah untuk mengikuti pelajaran seperti biasa karena luka disejumlah bagian tubuhnya belum sembuh. "Terpaksalah anak saya itu tidak masuk sekolah karena luka di kepala Dan kakinya belum sembuh," ujarnya. Diharapkannya, dengan adanya peristiwa rubuhnya bangunan sekolah yang mengakibatkan dua siswa mengalami luka berat itu, pemerintah kabupaten labuhanabatu dapat segera memperbaiki bangunan sekolah yang tidak layak huni khusunya di daerah pesisir Labuhanbatu. "Karena banyak sekolah di daerah pantai ini yang kondisi bangunannya sama seperti bangunan yang rubuh di sekolah anak saya itu. Kalau keadaan itu dibiarkan, pastinya akan ada lagi siswa yang mengalami nasib yang sama seperti anak saya," ucapnya.Cr1

Diduga jadi tempat maksiat dan sarang narkoba Kafe Karaoke di Perumahan Bukit Hijau Permai resahkan warga

RANTAUPRAPAT,M24 Keberadaan Kafe Karaoke di perumahan Bukit Hijau Permai ,Jalan Adam Malik By Pass Rantauprpapat kini sangat meresahkan warga sekitar komplek perumahan itu, selain bising, lokasi itu juga diduga jadi tempat maksiat dan lokasi peredaran narkoba. Warga Setempat H.Jakfar yang bermukim di perumahan Bukit Hijau Permai (BHP), Jalan H Adam Malik (By Pass) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu mengeluhkan suara karaoke didaerah itu hingga larut malam,""suara bising yang timbul dari salah satu rumah tentangganya persis berada dibelakang Block C yang membuka warung plus karaoke hampir setiap malam.,sudah pernah saya kasih tahu juga Kapolres Labuhanbatu melalui SMS (pesan singkat). Waktu itu sudah diperintahkan Kapolres supaya Tutup, tapi herannya belakangan dibuka lagi oleh pemiliknya,” ujarnya kepada M24, Jum’at (10/2). Menurutnya, akibat suara bising yang ditimbulkan dari warung plus karaoke tersebut, pihaknya tidak bisa melakukan ibadah sholat serta mengaji dengan khusuk pada malam hari. Bahkan katanya, akibat tak tahan mendegarkan suara bising, dia telah menyurati kepala kelurahan agar dapat memberi peringatan kepada pemilik rumah yang menyulap bagian terasnya menjadi warung plus karaoke. “Saya sudah persiapkan surat pemberitahuan kepada Bupati Tigor agar pemilik warung plus karaoke itu ditutup Sat Pol PP. Karena saya menduga izin oiperasinya sebagai karaoke tidak ada,” tegasnya. Selain itu kata Jakpar, dia menengarai disekitar komplek menjadi lokasi mesum. Sebab katanya, kalau wanita cantik yang masuk kedalam lingkungan komplek tersebut, penjaga pintu tidak meminta KTP sebagai salah satu syarat bagi tamu yang berkunjung. “Saya menduga disekitaran perumahan itu ada transaksi mesum dan narkoba. Kecurigaan saya karena kalau wanita cantik yang berkunjung kedalam tidak diminta petugas KTPnya. Saya pernah melihat dengan mata saya sendiri, wanita berpakaian minim itu hanya memberi sebungkus rokok bisa masuk kedalam. Sedangkan, ibu Ketua DPRD aja bertamu kesana meninggalkan KTP dipos jaga,”ungkap Jakpar . Humas Pemkab Labuhanbatu Abdurrahman Hasibuan ketika dikonfirmasi mengatakan, Pemkab Labuhanbatu tidak pernah mengelurakan izin karaoke di komplek perumahan. “Setahu saya pemkab tidak mengeluarkan izin karaoke di komplek atau perumahan. Perlu juga itu dicek dulu,” tegasnya. Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan melalui Kasat Intel AKP Mijer ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengecek lokasi karaoke yang dikeluhkan anggota DPRD tersebut. “Waktu kita cek karaokenya tidak sampai larut malam dan saya lihat sudah ditembok pembatas dengan rumah anggota warga itu,” tandasanya.

Pekerjaan Proyek Pengerasan Jalan Sei Rakyat Labuhanbatu Rampung 80 Persen

Kontraktor pengerjaan Proyek pengerasan badan jalan Sei Rakyat menuju Labuhanbilik Kecamatan Panai Tengah hingga ke Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu terkesan mengeluh. Pasalnya, meski pengerjaan telah rampung sekira 80 persen dari total sepanjang 7 kilometer, namun pencairan dana masih terkesan jauh dari harapan. “Kita baru menerima 20 persen. Dan kontraktor sebelumnya 20 persen,” ungkap Asiong kontraktor yang mendapat kepercayaan melanjutkan pengerjaan proyek tersebut, Rabu (8/2) di Rantauprapat. Katanya, pihaknya hanya melanjutkan pekerjaan pihak PT Ambi Praja yang sebelumnya selaku pemenang tender yang dilakukan pihak ULP Labuhanbatu. “Kita melanjutkan pekerjaan PT Ambi Praja,” tambahnya. Padahal, menurut dia setelah proyek itu mereka kerjakan kwalitasnya membaik jika dibanding dengan hasil kerjaan kontraktor sebelumnya. Sebab diakuinya armada yang dimiliki PT Ambi Praja sangat minim sebagai pengangkut material tanah timbun. “Mereka minim sarana. Sedangkan kita sedikitnya mengerahkan 20 unit truk interkuler. Beberapa truk coltdiesel dan menyewa boomark (alat pemadat tanah). Tak kurang dari 40 truk perhari yang membawa material tanah timbun,” ungkapnya. Dia mengakui pekerjaan proyek yang memiliki pagu anggaran Rp12 miliar itu mengalami keterlambatan penyelesaian. Itu dikarenakan keterkendalaan faktor cuaca dan medan yang memiliki tanah 'sabun'. “Ya, terkendala penyelesaiannya karena faktor cuaca,” jelasnya. Pihak kontraktor PT Ambi Praja sebelumnya telah menghubungi beberapa pihak untuk melanjutkan pekerjaan itu. Tapi, terkesan enggan karena situasi yang ada. “Sebelumnya PT Ambi menghubungi beberapa pihak. Tapi tak bersedia melanjutkannya,” katanya. Mengenai statusnya sebagai pihak yang melanjutkan pekerjaan itu, dia terkesan tertutup. Dan menyarankan agar mempertanyakannya ke pihak Dinas Bina Marga Labuhanbatu. “Silahkan tanya ke Dinas,” ujarnya. Dan, kondisi belum dibayarkannya hasil pekerjaan proyek itu juga telah disampaikannya langsung ke Bupati Labuhanbatu. Terakhir dia hanya pasrah dengan hasil keuntungan yang akan diperoleh dari pekerjaan itu. Selebihnya, tambah dia hanya ingin mengharapkan kondisi jalan disana dapat membantu warga setempat. “Tentang untung rugi masalah belakangan. Utamanya saya bangga masyarakat gembira dengan jalan yang telah dapat dilalui. Sehingga, nilai penjualan hasil perkebunan warga meningkat,” tandasnya. Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Tigor P Siregar ketika dikonfirmasi melalui pesan singkatnya terkait belum terbayarkannya hasil pekerjaan kontraktor tersebut terkesan enggan membalas pesan singkat yang terkirim ke ponsel pribadinya. Padahal, dalam beberapa kali kesempatan, Tigor terkesan bangga dengan hasil pekerjaan itu. Sebab, dia menilai jalan penghubung pesisir Labuhanbatu itu sudah membaik dari sebelumnya. Demikian halnya dengan Kepala Dinas Bina Marga Labuhanbatu, Safrin. Ketika dikonfirmasi alasan dilakukannya subkontak pengerjaan proyek tersebut kepada rekanan lain, terkesan enggan membalas pesan singkat yang terkirim ke ponselnya. Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Reformasi (AMPERA) meminta semua elemen masyarakat turut mengawasi proyek pengerasan Jalan Sei Rakyat itu. Spesifikasi teknis pengerjaan proyek yang didana APBN anggaran tahun 2011 itu harus benar-benar diawasi dan diperhatikan dari unsur manipulasi. Karena menyangkut spesifikasi tehknis ini dinilai kerap dipermainkan oknum rekanan nakal untuk mencari keuntungan. “Perusahaan pememang tender pun perlu ditelusuri apakah pernah masuk daftar black list. Maka harus diawasi secara ketat untuk meningkatkan kwalitas isfrastruktur jalan di Labuhanbatu,” kata Isa Anshari Ketua Ampera kepada wartawan beberapa waktu lalu. Menurutnya, dugaan kwalitas infrastruktur jalan rendah hingga nantainya mengakibatkan badan jalan cepat rusak. Sehingga, pengawasan pembangunan jalan itu harus dilakukan sejak rekanan memulai pengerjaan. “Sebenarnya saat inilah pengawasan itu dilakukan lebih ketat, ketimbang setelah siap baru diawasai tak seberapa lagi manfaatnya,”ujarnya. Menurutnya pengerjaan pengerasan jalan itu semestinya memiliki ketebalan 75 cm. Selain itu lebar badan jalan yang ditimbun diduga mengalami perbedaan dari proyek sebelumnya. Yakni, dari lebar 8 meter pada TA 2010, di TA 2011 menjadi 6 meter. Serta, material tanah timbunan juga terjadi perubahan dari tahun sebelumnya. Keterangan poto: Pengerasan – Bupati Labuhanbatu membanggakan hasil pengerasan badan jalan penghubung kecamatan Panai Hulu menuju Panai Hilir. Tapi, kontraktor hanya dibayar 20 persen dari nilai pagu anggaran (medanbisnis/fajardameharahap)

Penyerahan Beasiswa dan Renovasi SD Warnai Peringatan K3 di Labuhanbatu

Penyerahan Beasiswa dari PT Jamsostek Cabang Kisaran dan penyerahan secara simbolis Piagam Tanoto Foundation dan Renovasi 5 ruang kelas SD Negeri 112179 S3 Aek Nabara Selatan dan 5 ruang kelas SDS Negeri 112238 Indo Sepadan Jaya dari PT Asian Agri mewarnai peringan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Labuhanbatu, Kamis (9/2-12). Sementara Beasiswa dari PT Jamsostek tersebut diberikan kepada 20 orang anak karyawan, masing-masing sebesar Rp 1.800.000,- kepada PT SMA sebanyak 2 orang, PT Pangkatan Indonesia 1 orang, PT Sinar Pendawa Kebun 1 orang, PT Indo Sepadan Jaya 1 orang. Selebihnya akan diserahkan pada saat peringatan Hari Pendidikan Nasional mendatang. Selain itu PT SMA juga menyerahkan 1000 ekor bibit ikan nila kepada Desa Kali Bening, Kecamatan Rantau Selatan. Di tempat yang sama PT SMA juga menyerahkan 115 set meja dan kursi kepada SD Negeri 112117 Aek Nabara sebanyak 25 set, SD Negeri 112178 Aek Nabara sebanyak 25 set, SD Negeri 115494 Sukadame sebanyak 40 set dan SD Negeri 116878 Kali Bening sebanyak 25 set. Pemberian Beasiswa dari Tanoto Foundation juga diberikan kepada anak karyawan PT SMA, PT Indo Sepadan Jaya, PT Hari Sawit Jaya masing-masing Rp 160.000,- per bulan kepada 9 murid SD, Rp 200.000,- per bulan kepada 6 siswa SLTP, Rp 300.000,- per bulan kepada siswa SLTA dan Rp 500.000,- per bulan kepada 1 orang mahasiswa. Menteri Tenaga Kerja RI dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Labuhanbatu Suhari Pane SIP mengatakan, di penghujung tahun 2011, tepatnya tanggal 26 November 2011, kita semua tersentak atas runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang mengakibatkan korban jiwa lebih dari 20 orang dan harta benda. Salah satu penyebab kejadian ini adalah pelaksaan K3 pada pekerjaan perawatan kurang memadai. Kejadian ini harus kita jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Oleh karena itu, saya sebagai pemegang policy nasional K3, berdasarkan Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, menghimbau dan menyerukan kepada semua pihak harus lebih meningkatkan K3 di semua kegiatan mulai dari perencanaan, pembuatan/pemasangan, pengoperasian/ pemakaian dan pemeliharaan terhadap seluruh peralatan produksi dalam upaya menjamin keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja. Berdasarkan laporan ILO bahwa setiap hari terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban fatal kurang lebih 6.000 kasus, sementara di Indonesia 100.000 kasus, maka tingkat keparahan kecelakaan kerja diseluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya masih cukup tinggi. Kalkulasi yang dilakukan oleh ILO, kerugian akibat kecelakaan kerja di negara berkembang mencapai 4% dari GNP. Ini adalah angka yang cukup besar maka pelaksanaan K3 ditempat kerja harus mendapatkan perhatian serius oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses produksi. Untuk itu, Saya harapkan kepada para pengusaha dan tenaga kerja hendaknya lebih banyak mengambil inisiatif dalam meningkatkan kinerja K3 ditempat kerjanya masing-masing. Peringatan hari K3 yang dipusatkan di lapangan bola kaki PT Supra Matra Abadi (PT SMA) anak perusahaan PT Asian Agri Aek Nabara Selatan itu dihadiri oleh Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Edi Sampurna Rambe MSi, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Darpinsyah Siregar SH, Kaban Lingkungan Hidup Romiduk Sitompul SH, Kepala BKD Aswad Siregar SE MAP, Kadis Pertanian Ir Leo Sunatra, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Ir Esty Pancaningdyah MSi, Kadis Perindagkop Drs Borkat Pane MM, Camat Bilah Hulu Rabiul Amin S Sos, para pimpinan perusahaan dan undangan lainnya.(AR). Teks foto : Wakil Bupati Suhari Pane SIP didampingi Wakapolres, Kasdim 0209, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Ekbang Drs Edi Sampurna Rambe MSi dan Kadis Sosnakertrans Darpinsyah Siregar SH menyerahkan meubilair kepada beberapa sekolah pada acara peringatan K3 di PT SMA. 2 File telah Dilampirkan| 480KB

Polisi Diharapkan Profesional Mengawasi Proyek di Diskanlak Labuhanbat

Kepolisian diharapkan dapat lebih profesional dalam mengawasi dan memantau pengerjaan proyek milik pemerintah yang mempergunakan keuangan negara dan keuangan daerah. Khususnya, dalam pengerjaan proyek pembuatan tiang-tiang penyandaran kapal (steger) milik Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan (Diskanlaknak) Labuhanbatu di kecamatan Panai Tengah dan Panai Hilir, Labuhanbatu. “Kepolisian diharap lebih profesional dalam fungsinya terkait pengawasan proyek itu,” terang Hardi Munthe, Kordinator Swaka Indonesia, Selasa (7/2). Terlebih, tambah dia, adanya laporan warga setempat terkait dugaan banyaknya tiang-tiang penyandaran kapal tersebut yang tumbang dampak indikasi tak berkwalitasnya pengerjaan proyek tersebut. Hardi meminta Kepolisian Resort Labuhanbatu agar mempublikasikan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang telah dilakukan. Sehingga masyarakat dapat mengetahui hasil penyelidikan yang ada. “Perlu dilakukan publikasinya agar masyarakat tidak bertanya-tanya,” bebernya. Ke pihak Setdakab Labuhanbatu, Hardi juga mengharapkan agar segera menginventarisir jumlah proyek-proyek yang terindikasi bermasalah. Khususnya pihak inspektorat agar meninjau langsung ke proyek pembangunan tiang penyandaran kapal tersebut dan selanjutnya melaporkan hasil temuan yang ada untuk menjadi bahan evaluasi Kepala Daerah setempat. “Hasil laporan inspektorat akan menjadi bahan evaluasi untuk Bupati Labuhanbatu. Hasil Evaluasi tersebut juga menentukan langkah hukum yang akan diberlakukan. Apakah akan mengganti Kadis dan PPK di Dinas tersebut,” jelasnya. Hardi mengkomentari hal itu terkait tumbangnya sejumlah steger atau tiang penyandar dan juga pengikat kapal boat bermotor yang baru saja dibangun di wilayah pesisir pantai Labuhanbatu beberapa waktu lalu. Padahal, dikabarkan pihak Polres Labuhanbatu telah memanggil pihak terkait guna mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket). Ketua DPP Lembaga Independen Penyelamat Aset Negara (LIPAN) Samsul Bahri Sitepu sebelumnya juga sudah menyurati pejabat terkait serta perangkat hukum dilingkungan Pemkab Labuhanbatu dan Sumut terkait tumbangnya tiang penyangga kapal itu. Investigasi yang dilakukannya, steger tumbang sebelum dilakukan berita acara. Bahkan dari pengakuan satu kepala desa yang ada, menjelaskan perangkat desa tersebut memperoleh satu paket pekerjaan dengan imbalan biaya sekitar Rp105 juta, padahal pengerjaan proyek itu dimenangkan oleh perusahaan rekanan dengan anggaran yang bersumber dari APBD 2011 sebesar Rp272.763.000 per paketnya. Data yang dimiliki DPP LIPAN seperti yang dilayangkan ke aparat hukum dilengkapi dengan poto dan CD steger yang tumbang, disebutkan, pembangunan tiang beton di Desa Sei Sakat dikerjakan oleh CV N dengan Direktur Er Manurung dan Desa Sei Sanggul oleh CV KM dengan Direktur Ir Mr Marpaung yang keduanya terletak di Kecamatan Panai Hilir. Sementara, satu paket dengan pembangunan yang sama terletak dipinggiran sungai Desa Sungai Merdeka, Kecamatan Panai Tengah dikerjakan oleh CV SB dengan Direktur RL Gultom dengan anggaran masing-masing berkisar Rp273 juta lebih. Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan ketika dikonfirmasi terkait hal itu belum memberikan keterangan resminya sejauh mana hasil lidik dan Pulbaket yang telah dilakukan pihak kepolisian setempat. Meski pesan singkat terkirim ke ponsel pribadinya. Senada, Bupati Labuhanbatu Tigor P Siregar enggan memberikan komentarnya terkait proyek tersebut. Proyek Diskanlak yang Berpolemik Data yang diperoleh, menyebutkan proyek-proyek milik Diskanlak Labuhanbatu terkesan kurang optimal. Selain pengerjaan steger, proyek pengadaan bantuan kapal bermotor untuk para nelayan di Kecamatan Panai Hilir juga sempat mengundang polemik berkepanjangan. Selain itu, laporan hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan Pemkab Labuhanbatu TA 2010 lalu juga sempat menyarankan Bupati Tigor P Siregar agar menegur Kepala Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan Labuhanbatu terkait pelaksanaan kegiatan rehab balai benih ikan (BBI) lokal di dinas itu serta memberikan sanksi kepada PPK dan pengawas kegiatan proyek itu. Disebutkan, BPK RI menuding PPK dan Pengawas Lapangan tidak cermat dalam meneliti dan menguji hasil pelaksanaan perkerjaan yang dibayarkan dan Kadis kuyrang melakukan pengendalian dan pengawasan belanja BBI. Sebab, mengakibatkan kelebihan pembayaran pekerjaan rehab BBI lokal senilai Rp23.345.508 yang berindikasi merugikan keuangan daerah.