Tiga Perwira Aniaya Anggota Sat Intelkam
RANTAU - Tiga perwira di jajaran Mapolres Labuhanbatu, masing-masing Wakapolres Labuhanbatu Kompol Yusup Saprudin, Kabag Ops Polres Labuhanbatu Kompol R Pandiangan dan Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Triyadi dituding telah menganiaya seorang anggota Satuan Intelkam Polres Labuhanbatu Bripka Riki hingga terpaksa dirawat di RSU Rantauprapat, Senin (13/2) pagi, sekitar pukul 09.30 wib.
Bripka Riki saat ditemui METRO di RSU Rantauprapat menceritakan tindakan penganiayaan yang dilakukan tiga oknum perwira tersebut.
Dikatakannya, pagi itu, dirinya bersama puluhan anggota Polres lainnya sedang mengikuti pelatihan Dalmas di halaman Mapolres Labuhanbatu.
Saat mengikuti pelatihan itu, Wakapolres Labuhanbatu Kompol Yusup Saprudin bersama Kanit Reskrim Polsek Bilah Hulu Ipda Dedi kemudian mendatanginya.
Disitulah Bripka Riki mengaku ditampar oleh Wakapolres Labuhanbatu Kompol Yusup Saprudin karena dituduh telah membuat onar di Mapolsek Bilah Hulu.
"Waktu itu Pak wakalpolres menampar pipi saya sambil berkata "Jadi ini polisi mabuk yang bawa-bawa parang ke polsek itu ya," ujar Bripka Riki menirukan perkataan Kompol Yusup Saprudin.
Diungkapkan Bripka Riki, tindakan kekerasan itu kemudian berlanjut ketika Kabag Ops Kompol R Pandiangan dan Kasat Lantas AKP Triyadi juga datang ke halaman Mapolres Labuhanbatu tersebut.
Bripka Riki mengaku, selain telah ditampar Kompol Saparudin, dia juga ditampar Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Triayadi.
Belum hilang rasa sakit akibat tamparan itu, tiba-tiba Kabag Ops Polres Labuhanbatu Kompol R Pandiangan membantingkan tubuh Bripka Riki hingga pinggangnya terhempas jatuh ketanah.
"Setelah dibantingkan itulah saya mulai sempoyongan dan hampir tak sadarkan diri," ungkap Bripka Riki.
Ditambahkannya, aksi kekerasan yang dilakukan tiga perwira itu juga disaksikan oleh puluhan anggota Dalmas yang saat itu sedang menggelar latihan di halaman Mapolres tersebut.
"Semua polisi yang ad dihalaman Mapolres itu menyaksikan, boleh ditanya," ujarnya.
Menurutnya, ketiga perwira itu melakukan penganiayaan terhadap dirinya atas laporan Kanit Reskrim Polsek Bilah Hulu Ipda Dedi, yang menuduhnya telah melakukan keonaran di Polsek Bilah Hulu beberapa hari yang lalu.
"Mungkin Kanit itu mengadu kepada atasan saya, kalau saya telah membuat onar dengan membawa parang datang ke polsek bilah hulu. Memang pernah saya datang ke polsek bilah hulu bawa parang, tapi bukan mau merusuh, melainkan mengantarkan parang barang bukti yang dibawa anggota PP saat berkelahi dengan anggota SPSI di aek nabara," terangnya.
Diakuinya Bripka Riki, jika telah terjadi perselisihan antara dirinya dengan Ipda Dedi sejak beberapa minggu yang lalu.
"Jujur, saya memang lagi ada masalah sama Ipda Dedi, karena dia pernah datang ke rumah saya dan memaki istri saya," ungkapnya.
Hal tersebut juga dibenarkan Yenida yuspita (34), Istri Bripka Riki, yang mengatakan jika suaminya itu sebelumnya sempat cek cok dengan Ipda Dedi.
"Waktu itu memang pernah Pak Kanit itu datang kerumah mencari suami saya, namun karena suami saya tidak dirumah, dia langsung marah-marah sama saya. Kedatangannya itu kemudian saya laporkan kepada suami saya hingga mereka sempat cek cok melalui handphone," jelas Yunida saat menemani suaminya di RSU Rantauprapat.
Sementara Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan saat dikomfirmasi membantah tudingan Bripka Riki yang mengaku telah dianiaya oleh tiga perwira tersebut.
"gak betul itu, bos ada - ada saja isunya dan itu juga masalah internal polres terkait dengan masuk rumah sakit karena gulanya sedang naik" jawabnya melalui pesan singkat.
Namun ketika ditanya siapa oknum yang melakukan pemukulan terhadap Bripka Riki hingga masuk rumah sakit, Hirbak tidak lagi menjawab pesan singkat wartawan.
Sementara dari catatan di UGD RSU Rantauprapat, Bripka Riki mengalami luka lecet dibawah telinga kanan, bengkak dibawah telinga kanan, keluhan perut sakit Dan tekanan darah mencapai 160/100 mhg.CR1
Poslab Siap Hadapai Permainan Keras Medan Jaya · Kepemimpinan Wasit Buruk, Poslab Labuhanbatu Hempaskan Medan United
LUBUK PAKAM, ML : Poslab Labuhanbatu siap menghadapi permainan keras yang diperagakan Medan Jaya pada lanjutan Kompetisi PSSI Divisi Satu Liga Indonesia di Stadion Bahaoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Rabu 15 Februari 2012. Demikian dikatakan pelatih kepala Poslab Labuhanbatu Zainul Arifin di Mess Pemda, Jalam HM Joni Medan, Senin (13/2-12).
Zainul mengatakan, bahwa Poslab Labuhanbatu telah mempersiapkan mental pemain untuk menghadapi permainan keras seperti yang dilakukan oleh Medan United pada pertandingan sebelumnya. “Poslab siap secara fisik dan mental untuk menghadapi Medan Jaya”, tegas Zainul.
Secara teknik, katanya, Poslab tidak kalah dengan kesebelasan lain yang berlaga di Group II Divisi I Liga Indonesia ini, tetapi dari segi fisik dan mental Poslab lebih unggul dari kesebelasan lainnya.
Sementara pada pertandingan sebelumnya Kesebelasan Poslab Labuhanbatu berhasil menghempaskan kesebelasan Medan United dengan kemenangan 1-0 pada lanjutan kompetisi PSSI Divisi I Geoup II Wilayah Sumatera yang dilaksanakan di Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam, Sabtu (11/2) lalu.
Dengan kemenangan ini Poslab berhasil mengangkat posisinya dari papan bawah klasmen sementara menjadi peringkat dua. Sementara Medan United terhempas menempati juru kunci pada Group II ini.
Poslab Labuhanbatu mengawali pertandingan babak pertama menurunkan pemain terbaiknya berhasil mengurung pertahanan Medan United yang terlihat gugup mendapatkan serangan bertubi-tubi dari penyerang Poslab.
Gempuran pemain-pemain Poslab ini selalu kandas berkat permainan sapu bersih yang dilakukan oleh pemain bertahan Medan United. Memasuki menit ke 30 babak pertama permainan terlihat berimbang dengan serangan silih berganti dilakukan oleh kedua kesebelasan yang menyebabkan permainan enak ditonton.
Namun, pertandingan yang mendapat simpati penonton itu dirusak oleh kepemimpinan wasit, Syarial, yang terlihat tidak siap memimpin pertandingan pada sore hari itu. Syahrial terlihat memihak kepada Medan United dibuktikan dengan tidak memberikan freekick atau peringatan kepada pemain Medan United yang melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Poslab Labuhanbatu.
Di babak kedua permainan terlihat didominasi oleh Medan United namun selalu kandas di lini pertahanan Poslab Labuhanbatu yang di kawal oleh M Yusuf. Dengan kebuntuan ini Medan United melakukan pergantian pemain, namun tidak tidak berhasil merobah keudukan tetap 0-0.
Pada babak kedua, wasit yang memimpin pertangan masih saja melakukan keputusan yang merugikan Poslab Labuhanbatu. Hal itu tentu saja memicu emosi penonton, termasuk official Poslab.
Dengan keputusan yang merugikan Poslab itu, penonton dengan spontan meneriaki wasit dan linesman dengan makian dan sumpah serapah yang mengakibatkan hakim di tengah lapangan ini terlihat gugup sehingga selalu salah dalam memberikan keputusan. Merasa kesal dengan keputusan wasit, manajer Poslab Labuhanbatu melakukan protes keras, namun pertandingan masih dapat dilanjutkan.
Memasuki satu menit babak kedua berakhir, umpan terobos dari lini tengah berhasil dimanfaatkan striker Poslab, Saddam Rizal. Saddam berhasil lolos dari sergapan pemain bawah Medan United. Namun sebelum memasuki kotak finalti pemain Poslab ini diganjal dengan keras dari belakang oleh pemain Medan United.
Pelanggaran pemain bawah ini tentu saja mendapat protes dari pemain Poslab dan Official. Pemain bawah Medan United tersebut hanya diberi ganjaran kartu kuning dan hukuman tendangan bebas yang selayaknya diberi kartu merah, karena pelanggaran dilakukan ketika pemain telah berhadapan dengan penjaga gawang.
Tendangan bebas yang diberikan kepada Poslab ini tidak disia-siakan oleh Saddam Rizam, dengan tenang dia mengeksekusi bola berhasil melewati lima pagar pemain bawah Medan United, dan gol. Gol indah ke gawang Medan United yang dikawal Jalsias Hutauruk itu mengingatkan kita kepada tendangan bebas yang dilakukan oleh Patrick Wanggai pada partai semi final melawan Thailand pada Asean Games U-23 yang lalu.
Manajer Poslab Ir Andi Suhaimi, kepada media ini menyampaikan rasa puasnya kepada seluruh pemain yang telah berjuang keras untuk mengalahkan Medan United. “Kami puas terhadap permainan anak-anak”, kata Andi Suhaimi.
Menanggapi kepemimpinan wasit yang terlihat berat sebelah, Andi meminta PSSI untuk menurunkan wasit yang benar-benar netral dan sanggup memberikan keputusan tegas kepada siapa saja. “Kita berharap kompetisi berjalan lancar dengan kepemimpinan wasit yang netral”, katanya.
Poslab kembalai akan bermain dengan Medan Jaya pada hari Rabu 15 Februari 2012 dan Jum’at 17 Februari 2012 melawan PSSA Asahan yang dilaksanakan di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam.
“Kami berharap masyarakat Labuhanbatu dimana saja berada dapat menonton langsung dan memberikan dukungan kepada pemain kita atau paling tidak dapat mendoakan agar kemenangan dapat diraih”, harap Andi Suhaimi.(AR).
Teks foto : Para pemain Poslab Labuhanbatu yang bertanding di Kompetisi PSSI Divisi I Group II Wilayah Sumatera.
Tigor Diminta Pikirkan Honor Guru Mengaji
RANTAU – Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar diminta untuk peka dan dapat memikirkan honor para guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid di Kabupaten Labuhanbatu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRD Propinsi Sumatera Utara H Isma Fadli Pulungan dalam resesnya di Dusun Persiluangan II Desa Gunung Selamat, Bilah Hulu, Minggu (9/2) lalu.
“Sudah seharusnya bupati selaku kepala pemerintahan di kabupaten labuhanbatu dapat menghargai jasa-jasa para guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid dengan memberikan honorer kepada mereka,” ujarnya.
Dikatakannya, sebagai wujud kerja nyata dan kepedulian terhadap masyarakat Labuhanbatu, sudah sepantasnya Bupati Labuhanbatu memikirkan nasib para guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut.
“Bupati jangan hanya bereporia dengan hanya melakukan pelantikan-pelantikan saja. Karena yang diperlukan masyarakat saat ini adalah kerja nyata dari Bupati Labuhanbatu yang dipilih oleh rakyat,” ungkapnya.
Menurutnya, jika Bupati Labuhanbatu dapat mewujudkan permintaan masyarakat tersebut, tentunya akan menambah peluang kepada Tigor – Suhari untuk duduk kembali menjadi Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu dalam Pilkada tahun 2015 mendatang.
“Saya yakin Tigor-Suhari akan kembali dipilih rakyat jika honor itu dapat diberikan,” tegasnya.
Disampaikannya, sudah selayaknya Pemkab Labuhanbatu mengikuti Pemkab Labura dan Labusel yang telah merealisasikan pemberian honor kepada guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut.
“Karena uang yang akan di berikan kepada guru mengaji, nazir mesjid, bilal mayit dan anak terlantar itu juga uang rakyat. Jadi permintaan masyarakat itu merupakan hal yang wajar,” jelasnya.
Bupati Labuhanbatu Tigor Panusan Siregar melalui Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu Abdul Rahman mengaku jika pemberian honor kepada guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut belum dapat direalisasikan. Dengan alasan, minimnya anggaran Pemkab Labuhanbatu yang diketahui lebih besar dibebankan kepada belanja pegawai.
“Anggaran kita minim, karena belanja pegawai kita cukup besar. Mungkin itu dapat diberikan pada tahun anggaran berikutnya,” ujarnya melalui seluler, Minggu (12/2).
Sementara itu, Ketua DPRD Labuhanbatu Eliya Rosa Siregar menanggapi positif terkait permintaan pemberian honor guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut.
Dikatakannya, minimnya anggaran Pemkab Labuhanbatu tentunya tidak menjadi alasan untuk tidak menanggapi permintaan masyarakat tersebut. Karena menurutnya, pemberian honor para guru mengaji, bilal mayit dan nazir masjid tersebut dapat juga diberikan dari pos anggaran dana hibah pemkab Labuhanbatu.
“Dana hibah ada, namun belum di bahas untuk di realisasikan kemana khusus di bidang sosialnya,” ujarnya. Cr1
JELANG MUSDA KE-7 DPD AMPI GELAR BERBAGAI KEGIATAN
Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 DPD AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Muda Indonesia) Kabupaten Labuhanbatu yang direncanakan tgl 25 Februari 2012 DPD AMPI menggelar berbagai kegiatan demi membangkitkan dan menunjukan eksistensi AMPI di Kabupaten Labuhanbatu, kegiatan tersebut antara lain perlombaan BMX RACE 2012 yang memperebutkan piala Ketua DPD AMPI Kabupaten Labuhanbatu dan uang pembinaan jutaan rupiah.
"kegiatan BMX RACE 2012 ini akan dilaksanakan di Lapangan Bina Raga, Rantauprapat tanggal 18-19 Februari di Lapangan Bina Raga, Rantauprapat, dan semua lapisan masyarakat Labuhanbatu dapat berpartisipasi dalam perlombaan ini"ungkap Ketua DPD AMPI Labuhanbatu H. Ruben Simangunsong, SH kepada pers di Rumah Dinas Ketua DPRD Labuhanbatu, Jumat,10/2.
Lebih lanjut Ruben menjelaskan, sesuai dengan amanat dari DPD AMPI Sumut yang mengharuskan DPD AMPI Kab/Kota se-Sumut untuk melakukan konsolidasi dan reorganisasi kepengurusan AMPI, maka DPD AMPI Labuhanbatu telah mengadakan rapat kepengurusan guna membentuk panita Musda AMPI Labuhanbatu ke-7 "persiapan kita sudah rampung 80 % menjelang musda, dan DPD AMPI juga sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi di semua rayon (kecamatan), sehingga diharapkan pelaksanaan Musda yang rencananya dihadiri langsung Ketua DPD AMPI Labuhanbatu M. Syaf Lubis dapat terlaksana dengan lancar"terang Ruben.
Dalam waktu dekat ini DPD AMPI Labuhanbatu akan memberangkatkan atlet Pancho hasil binaan AMPI Labuhanbatu untuk berangkat ke Kota Balikpapan an Asrul Apandi Ritonga guna mengikuti Kejurnas Pancho mewakili Sumatera Utara, "atlet binaan kita ini diharapkan mampu membawa nama Labuhanbatu di kancah nasional"ujar Ruben.
Sementara itu Ketua Panitia Musda, Ir. H. Syaiful Azwar Tambunan didampingi Sekretaris Panitia Zulkifli Peranginangin, S.Sos menambahkan, Musda AMPI tahun ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan demi eksistensi AMPI sekaligus menata ulang kepengurusan yang ada "AMPI Labuhanbatu mempunyai cita-cita menjadi barometernya AMPI di Sumut, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan program kerja yang harus dirancang bersama pengurus rayon dalam musda" terang Syaiful
Syaiful berharap, para Kader-kader AMPI Labuhanbatu dan keluarga besar Partai Golkar Labuhanbatu diharapkan mendukung penuh pelaksanaan Musda ini demi jayanya AMPI di Kabupaten Labuhanbatu, "Musda AMPI tahun ini diharapkan sebagai awal atau moment kebangkitan AMPI"ungkap Syaiful
Kantor Guru dan Kelas SD Negeri Sei Baru Rubuh
Kelas dan Kantor Guru SD Negeri Sei Baru Rubuh
Dua Siswa Luka Berat Akibat Tertimpa Reruntuhan
PANAI HILIR - Sebuah ruangan kelas dan ruangan kantor guru di SD Negeri nomor 116914, Desa Sei Baru Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu rubuh, Kamis (9/2) pagi, sekitar pukul 09.30 wib. Akibatnya, dua orang siswa mengalami luka berat karena tertimpa reruntuhan. Rubuhnya dua ruangan berdinding papan itu diduga akibat kondisi material bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Seluruh tiang bangunan dua ruangan itu tumbang, sementara atap seng berterbangan hanya karena diterpa hujan disertai angin yang tidak begitu kencang.
"Memang dua ruangan itu sudah hampir 19 tahun, yakni sejak tahun 1983, tidak pernah direhab atau diperbaiki, jadi wajarlah kalau bangunan itu tumbang hanya karena diterpa angin dan hujan," terang Kepala Sekolah SD Negeri 116914 Sei Baru, Azwar, Jumat (10/2) di halaman sekolah tersebut.
Dikatakannya, kekhawatiran akan rubuhnya ruangan yang sudah lapuk itu sudah diantisipasinya sejak beberapa bulan yang lalu, dengan tidak lagi mempergunakan atau mengosongkan ruangan kelas dan kantor guru tersebut.
"Sejak beberapa bulan yang lalu kami memang sudah tidak lagi memakai ruangan itu. Karena saya sudah menduga ruangan itu suatu waktu pasti akan tumbang karena kondisinya yang sudah lapuk. Makanya saat kejadian hanya ada dua siswa yang terkena reruntuhan," ucapnya.
Diungkapkannya, sekolah negeri yang berdiri sejak tahun 1983 itu kini hanya memiliki 5 ruang kelas dan terpaksa menjadikan gudang sekolah berukuran 2 x 4 meter itu menjadi ruang kantor guru.
"Sejak ruangan kelas itu tidak dipergunakan, terpaksa murid kelas dua jadwal masuk sekolahnya siang hari, karena ruang kelasnya hanya tinggal lima. Sementara para guru terpaksa menjadikan gudang sekolah sebagai kantor," ungkapnya.
sejumlah rumah dinas para guru juga tampak lapuk dan butuh perehaban.
"Ada tujuh orang guru yang mengajar di sekolah ini, dua diantaranya berstatus PNS dan tinggal dirumah dinas yang juga sudah lapuk itu," paparnya.
Azwar berharap,selain dapat memperbaiki kelas dan kantor guru yang telah roboh itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu juga dapat merehab rumah dinas para guru tersebut.
"Kita juga takut kalau nanti tiba-tiba rumah dinas itu juga rubuh. Makanya kita berharap agar rumah itu dapat diperbaiki," harapnya.
2 Siswa Luka Berat Tertimpa Reruntuhan
Muhammad Riki (7) dan Armansyah (8),dua orang siswa kelas II SD Negeri 116914 Sei Baru tersebut mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan material dua ruangan sekolah yang rubuh pada Kamis (9/2) lalu.
Tiurma Br Hutabarat (39), ibu kandung Muhammad Riki, mengaku khawatir terhadap kondisi kesehatan anak ke enam dari tujuh bersaudara itu, meskipun pihak sekolah telah membawa kedua siswa yang menjadi korban tertimpa reruntuhan itu ke Puskesmas Sei Barombang, Panai Hilir.
"Luka-luka di bagian kepala,di bibir, dan di bagian tubuh lainnya masih belum sembuh akibat tertimpa reruntuhan bangunan itu. Belum lagi badannya terkilir karena ditimpa kayu balok besar," ujar Tiurma saat ditemui di rumahnya di Desa Sei Sakat, Panai Hilir, Jumat (10/2).
Dikatakannya, hingga kini Muhammad Riki masih shock usai peristiwa naas tersebut. Pasalnya, rubuhnya bangunan sekolah itu terjadi secara tiba-tiba saat anaknya Muhammad Riki bersama temannya Armansyah asyik bermain bola tepat di dekat bangunan yang telah lapuk tersebut. Bahkan, dari informasi sejumlah warga dilingkungan sekolah menyebutkan, Muhammad Riki sempat Tak sadarkan diri usai tertimpa reruntuhan bangunan itu.
"Warga di dekat sekolah itu bilang kalau anak saya sempat teriak-teriak minta tolong karena badannya tertimpa broti, sehabis itu dia langsung pingsan Dan langsung dibawa pihak sekolah ke puskesmas," jelasnya.
Solehuddin (41), seorang petani kencur, ayah kandung Muhammad Riki, mengatakan jika dirinya kali pertama mendapati kabar anaknya telah dirawat di puskesmas karena tertimpa reruntuhan bangunan milik sekolah itu dari salah seorang warga yang mendatanginya saat sedang berada diladang kencur di desa Sei Sakat, Panah Hilir. Mendapati laporan warga, dengan tergesa-gesa Solehuddin bersama istrinya Tiurma mendatangi Puskemas tempat Muhammad Riski dirawat.
"Di Puskemas itu, luka anak saya diobati. Karena kata perawat anak saya sudah bisa dibawa pulang, makanya dia saya rawat di rumah," ucap Solehuddin.
Hal hampir serupa disampaikan Siti (42), warga Sei Baru, Panai Hilir, ibu kandung Armansyah, yang juga menjadi korban luka akibat tertimpa reruntuhan.
Dikatakannya, akibat peristiwa itu, anaknya Armansyah hingga kini belum dapat hadir ke sekolah untuk mengikuti pelajaran seperti biasa karena luka disejumlah bagian tubuhnya belum sembuh.
"Terpaksalah anak saya itu tidak masuk sekolah karena luka di kepala Dan kakinya belum sembuh," ujarnya.
Diharapkannya, dengan adanya peristiwa rubuhnya bangunan sekolah yang mengakibatkan dua siswa mengalami luka berat itu, pemerintah kabupaten labuhanabatu dapat segera memperbaiki bangunan sekolah yang tidak layak huni khusunya di daerah pesisir Labuhanbatu.
"Karena banyak sekolah di daerah pantai ini yang kondisi bangunannya sama seperti bangunan yang rubuh di sekolah anak saya itu. Kalau keadaan itu dibiarkan, pastinya akan ada lagi siswa yang mengalami nasib yang sama seperti anak saya," ucapnya.Cr1
Diduga jadi tempat maksiat dan sarang narkoba Kafe Karaoke di Perumahan Bukit Hijau Permai resahkan warga
RANTAUPRAPAT,M24
Keberadaan Kafe Karaoke di perumahan Bukit Hijau Permai ,Jalan Adam Malik By Pass Rantauprpapat kini sangat meresahkan warga sekitar komplek perumahan itu, selain bising, lokasi itu juga diduga jadi tempat maksiat dan lokasi peredaran narkoba.
Warga Setempat H.Jakfar yang bermukim di perumahan Bukit Hijau Permai (BHP), Jalan H Adam Malik (By Pass) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu mengeluhkan suara karaoke didaerah itu hingga larut malam,""suara bising yang timbul dari salah satu rumah tentangganya persis berada dibelakang Block C yang membuka warung plus karaoke hampir setiap malam.,sudah pernah saya kasih tahu juga Kapolres Labuhanbatu melalui SMS (pesan singkat). Waktu itu sudah diperintahkan Kapolres supaya Tutup, tapi herannya belakangan dibuka lagi oleh pemiliknya,” ujarnya kepada M24, Jum’at (10/2).
Menurutnya, akibat suara bising yang ditimbulkan dari warung plus karaoke tersebut, pihaknya tidak bisa melakukan ibadah sholat serta mengaji dengan khusuk pada malam hari. Bahkan katanya, akibat tak tahan mendegarkan suara bising, dia telah menyurati kepala kelurahan agar dapat memberi peringatan kepada pemilik rumah yang menyulap bagian terasnya menjadi warung plus karaoke.
“Saya sudah persiapkan surat pemberitahuan kepada Bupati Tigor agar pemilik warung plus karaoke itu ditutup Sat Pol PP. Karena saya menduga izin oiperasinya sebagai karaoke tidak ada,” tegasnya.
Selain itu kata Jakpar, dia menengarai disekitar komplek menjadi lokasi mesum. Sebab katanya, kalau wanita cantik yang masuk kedalam lingkungan komplek tersebut, penjaga pintu tidak meminta KTP sebagai salah satu syarat bagi tamu yang berkunjung.
“Saya menduga disekitaran perumahan itu ada transaksi mesum dan narkoba. Kecurigaan saya karena kalau wanita cantik yang berkunjung kedalam tidak diminta petugas KTPnya. Saya pernah melihat dengan mata saya sendiri, wanita berpakaian minim itu hanya memberi sebungkus rokok bisa masuk kedalam. Sedangkan, ibu Ketua DPRD aja bertamu kesana meninggalkan KTP dipos jaga,”ungkap Jakpar .
Humas Pemkab Labuhanbatu Abdurrahman Hasibuan ketika dikonfirmasi mengatakan, Pemkab Labuhanbatu tidak pernah mengelurakan izin karaoke di komplek perumahan.
“Setahu saya pemkab tidak mengeluarkan izin karaoke di komplek atau perumahan. Perlu juga itu dicek dulu,” tegasnya.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan melalui Kasat Intel AKP Mijer ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengecek lokasi karaoke yang dikeluhkan anggota DPRD tersebut.
“Waktu kita cek karaokenya tidak sampai larut malam dan saya lihat sudah ditembok pembatas dengan rumah anggota warga itu,” tandasanya.
Pekerjaan Proyek Pengerasan Jalan Sei Rakyat Labuhanbatu Rampung 80 Persen
Kontraktor pengerjaan Proyek pengerasan badan jalan Sei Rakyat menuju Labuhanbilik Kecamatan Panai Tengah hingga ke Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu terkesan mengeluh. Pasalnya, meski pengerjaan telah rampung sekira 80 persen dari total sepanjang 7 kilometer, namun pencairan dana masih terkesan jauh dari harapan. “Kita baru menerima 20 persen. Dan kontraktor sebelumnya 20 persen,” ungkap Asiong kontraktor yang mendapat kepercayaan melanjutkan pengerjaan proyek tersebut, Rabu (8/2) di Rantauprapat.
Katanya, pihaknya hanya melanjutkan pekerjaan pihak PT Ambi Praja yang sebelumnya selaku pemenang tender yang dilakukan pihak ULP Labuhanbatu. “Kita melanjutkan pekerjaan PT Ambi Praja,” tambahnya.
Padahal, menurut dia setelah proyek itu mereka kerjakan kwalitasnya membaik jika dibanding dengan hasil kerjaan kontraktor sebelumnya. Sebab diakuinya armada yang dimiliki PT Ambi Praja sangat minim sebagai pengangkut material tanah timbun. “Mereka minim sarana. Sedangkan kita sedikitnya mengerahkan 20 unit truk interkuler. Beberapa truk coltdiesel dan menyewa boomark (alat pemadat tanah). Tak kurang dari 40 truk perhari yang membawa material tanah timbun,” ungkapnya.
Dia mengakui pekerjaan proyek yang memiliki pagu anggaran Rp12 miliar itu mengalami keterlambatan penyelesaian. Itu dikarenakan keterkendalaan faktor cuaca dan medan yang memiliki tanah 'sabun'. “Ya, terkendala penyelesaiannya karena faktor cuaca,” jelasnya.
Pihak kontraktor PT Ambi Praja sebelumnya telah menghubungi beberapa pihak untuk melanjutkan pekerjaan itu. Tapi, terkesan enggan karena situasi yang ada. “Sebelumnya PT Ambi menghubungi beberapa pihak. Tapi tak bersedia melanjutkannya,” katanya.
Mengenai statusnya sebagai pihak yang melanjutkan pekerjaan itu, dia terkesan tertutup. Dan menyarankan agar mempertanyakannya ke pihak Dinas Bina Marga Labuhanbatu. “Silahkan tanya ke Dinas,” ujarnya.
Dan, kondisi belum dibayarkannya hasil pekerjaan proyek itu juga telah disampaikannya langsung ke Bupati Labuhanbatu. Terakhir dia hanya pasrah dengan hasil keuntungan yang akan diperoleh dari pekerjaan itu. Selebihnya, tambah dia hanya ingin mengharapkan kondisi jalan disana dapat membantu warga setempat. “Tentang untung rugi masalah belakangan. Utamanya saya bangga masyarakat gembira dengan jalan yang telah dapat dilalui. Sehingga, nilai penjualan hasil perkebunan warga meningkat,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Tigor P Siregar ketika dikonfirmasi melalui pesan singkatnya terkait belum terbayarkannya hasil pekerjaan kontraktor tersebut terkesan enggan membalas pesan singkat yang terkirim ke ponsel pribadinya.
Padahal, dalam beberapa kali kesempatan, Tigor terkesan bangga dengan hasil pekerjaan itu. Sebab, dia menilai jalan penghubung pesisir Labuhanbatu itu sudah membaik dari sebelumnya.
Demikian halnya dengan Kepala Dinas Bina Marga Labuhanbatu, Safrin. Ketika dikonfirmasi alasan dilakukannya subkontak pengerjaan proyek tersebut kepada rekanan lain, terkesan enggan membalas pesan singkat yang terkirim ke ponselnya.
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Reformasi (AMPERA) meminta semua elemen masyarakat turut mengawasi proyek pengerasan Jalan Sei Rakyat itu. Spesifikasi teknis pengerjaan proyek yang didana APBN anggaran tahun 2011 itu harus benar-benar diawasi dan diperhatikan dari unsur manipulasi. Karena menyangkut spesifikasi tehknis ini dinilai kerap dipermainkan oknum rekanan nakal untuk mencari keuntungan. “Perusahaan pememang tender pun perlu ditelusuri apakah pernah masuk daftar black list. Maka harus diawasi secara ketat untuk meningkatkan kwalitas isfrastruktur jalan di Labuhanbatu,” kata Isa Anshari Ketua Ampera kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dugaan kwalitas infrastruktur jalan rendah hingga nantainya mengakibatkan badan jalan cepat rusak. Sehingga, pengawasan pembangunan jalan itu harus dilakukan sejak rekanan memulai pengerjaan. “Sebenarnya saat inilah pengawasan itu dilakukan lebih ketat, ketimbang setelah siap baru diawasai tak seberapa lagi manfaatnya,”ujarnya.
Menurutnya pengerjaan pengerasan jalan itu semestinya memiliki ketebalan 75 cm. Selain itu lebar badan jalan yang ditimbun diduga mengalami perbedaan dari proyek sebelumnya. Yakni, dari lebar 8 meter pada TA 2010, di TA 2011 menjadi 6 meter. Serta, material tanah timbunan juga terjadi perubahan dari tahun sebelumnya.
Keterangan poto:
Pengerasan – Bupati Labuhanbatu membanggakan hasil pengerasan badan jalan penghubung kecamatan Panai Hulu menuju Panai Hilir. Tapi, kontraktor hanya dibayar 20 persen dari nilai pagu anggaran (medanbisnis/fajardameharahap)
Langganan:
Postingan (Atom)
