Satpol PP L.Batu Amankan 26 Pasangan Mesum
Tim Terpadu Pemkab Labuhanbatu yang dipimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat mengamankan 26 pasangan mesum dari berbagai lokasi di daerah tersebut, Sabtu (10/3) dinihari.
Tim terpadu berhasil menjaring 13 orang perempuan dan 13 pria yang. Mereka rata-rata diamankan dari sejumlah tempat penginapan/hotel dan kafé remang-remang yang tersebar di kawasan Rantauprapat dan Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu.
Pasangan yang diamankan dari dalam hotel rata-rata sedang berduaan. Bahkan terdapat dianataranya sedang ditemukan memakai pakaian minim bersama pasangan laki-lakinya di dalam hotel, seperti yang terdapat di Hotel Terang, Aek Nabara dan Hotel Murni di Jalan SM Raja Rantauprapat.
Kasat Pol PP Saiful SP di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, operasi yang meraka lakukan adalah razia rutin untuk membasmi penyakit masyarakat (pekat) yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat di daerah ini.
Menurutnya, intensitas dan volume penertiban terhadap praktik tuna susila dan razia minuman keras (miras) pada tahun 2012 ini. Hal ini untuk menampung aspirasi masyarakat akan tuntutan ‘dibersihkannya’ L.Batu dari praktik-praktik maksiad dimaksud.
Dengan meningkatnya intensitas dan volume kegiatan tim terpadu dalam memberantas penyakit masyarakat pada tahun 2012 ini, tambah Saiful, menunjukkan bahwa Pemkab L.B atu dalam hal ini tim terpadu sangat aspiratif terhadap harapan masyarakat yang meminta agar Pemkab L.Batu tidak main-main dalam pemberantasan ‘pekat’ tersebut.
“Kita tidak hanya sekedar menjalankan tugas dalam hal pemberantasan pekat ini, tidak formalitas, kita sungguh-sungguh karena semakin dinamisnya harapan masyarakat akan penegakan peraturan daerah khususnya terhadap praktik tuna susila dan miras,” paparnya.
Kepala Badan Kesbang Linmas, Hasnul Basri S. Sos mengatakan, untuk semua yang diamankan akan diperiksa darahnya supaya diketahui apakah mereka menginap penyakit kelamin atau tertular HIV/AIDS.
Dia mengatakan, setelah diberi pembinaan agama dan pemeriksaan kesehatan, semua yang diamankan petugas itu akan dipulangkan kepada keluaga masing-masing. ()
Bupati Labuhanbatu Buka Liga Pelajar Indonesia
Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD membuka secara resmi bergulirnya Liga Pelajar Indonesia (LPI) Tingkat Kabupaten Labuhanbatu di Stadio Bina Raga Rantauprapat, Kamis (8/3-12).
Liga Pelajar yang diikuti sebanyak 43 tim kesebelasan itu dirangkai dengan pelapasan Tim Poslab Junior untuk mengikuti Kompetisi Piala Suratin di Medan. Tim Poslab Junior berhasil masuk ke babak selanjutnya setelah pada babak penyisihan di Group D berhasil mengalahkan Paluta dan Palas di Stadion Bina Raga masing-masing dengan skor 5-0 dan 6-1.
Bupati Tigor Panusunan Siregar dalam sambutannya mengatakan, melalui olah raga yang terus menerus kita giatkan, khususnya olah raga sepak bola, saya berharap makin ke depan kita harus mencetak prestasi yang membanggakan.
Oleh karena itu, Liga Pendidikan Indonesia ini benar-benar menjadi wahana untuk mencapai tujuan-tujuan yang baik, tujuan untuk memperkuat karakter bangsa, tujuan untuk meningkatkan perstuan dan persaudaraan dan tujuan untuk meningkatkan prestasi olah raga sepak bola di Labuhanbatu.
Tigor juga menyampaikan dukungannya terhadap digelarnya Liga Pelajar Indonesia itu dan berharap dapat melahirkan pemain-pemain masa depan yang berbakat, berdedikasi tinggi, berkarakter dan memiliki kepribadian mulia.
“Olah raga adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam membangun watak bangsa, karena olah raga mengembangkan sportivitas, sifat kesatria dan kepatuhan kepada aturan main”, ujarnya.
Sementara itu Ketua KONI Labuhanbatu Zainul Arifin Hasibuan mengatakan, sepak bola di Labuhanbatu pernah mengalamai kejayaan di tahun 70-an. Pada masa itu, kata Zainul, kita memiliki pemain-pemain yang berkualitas yang mengharumkan nama Labuhanbatu di tingkat Nasional maupun regional.
Tidak mengherankan, tambahnya, pada masa itu tim-tim kesebelasan dari Malaysia dan Singapura sering melakukan pertandingan persahabatan di Rantauprapat yang dilaksanakan di stadion Ika Bina yang merupakan satu-satunya stadion di daerah ini pada masa itu.
Saat ini, katanya, kita telah memiliki stadion yang cukup megah dan merupakan salah satu stadion termegah di Sumatera Utara. Oleh karena itu sudah selayaknya kita memiliki kesebelasan yang mampu mengangkat daerah ini di tingkat Sumatera Utara maupun nasional.
“Kita harus kembalikan kejayaan itu dengan melakukan berbagai pembinaan dan kompetisi yang rutin, seperti kegiatan Liga Pelajar Indonesia ini”, ungkapnya.
Hadir pada kesempatan itu antara lain Wakil Bupati Suhari Pane SIP, Kapolres AKBP Hirbak Wahyu Setyawan SIK, Dan Dim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua, Ketua TP PKK Hj Fitra Laila SpTHT, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH dan para Kepala SKPD serta ribuan penonton yang memadati Stadion Bina Raga pada sore itu.
Teks foto : Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika menyalami satu pesatu pemain Poslab Junior yang akan berlaga pada babak penyisihan Kompetisi Piala Suratin di Medan.
Puluhan Kios di Pasar Glugur belum Ditempati
Rantauprapat,Paska relokasi pedagang Pasar Baru ke Pasar Glugur Rantauprapat, aktivitas pada pedagang kian meningkat. Meski demikian, puluhan lods dan lapak terlihat masih kosong dan belum ditempati pemiliknya. Dampaknya kerap memunculkan tanya sesama pedagang terkait pemilik dan alas an belum mengoperasionalkan lokasi tersebut. Selain itu, sejak pengoperasionalannya per 20 Februari 2012, belum terjadi kutipan berbagai retribusi kepada para pedagang.
Misalnya, BS seorang pedagang mengaku heran banyaknya lokasi yang belum ditempati oleh pemiliknya. “Ya, hingga sekarang masih banyak yang belum difungsikan. Masih banyak lapak dan kios yang kosong,” ungkapnya.
Uniknya, beredar informasi jika pihak Dinas Pasar dan Kebersihan Labuhanbatu belum melakukan pendataan ulang jumlah pedagang dan penyebab masih banyaknya lapak yang ditengarai kosong tanpa kegiatan perniagaan di lokasi itu. “Kurang logika jika pedagang tidak ingin berjualan lagi. Atau kan lebih bagus disewakan kepada pedagang yang tidak kebagian tempat,” tambahnya, Selasa (6/3).
Meski terlihat hamper 50 persen lapak dan lods yang tersedia sudah melakukan aktivitas. Namun, pantauan di lokasi kompleks Pasar Glugur lapak-lapak yang terbuat dari beton yang berada di lantai I masih banyak yang kurang tertata dan bahkan dibiarkan kosong. Demikian halnya untuk lantai II, rata-rata lods yang ada masih tertutup. Meski demikian, pada pintu pintu penutup dari aluminium tertulis keterangan nama pemilik kios dan atau keterangan akan disewakan dengan mencantumkan nomor handphone serta alamat lengkap. Sementara, suasana bertolakbelakang malah dapat dilihat disetiap gang antara kios dan pagar pembatas dinding lantai. Disana malah dipadati pedagang dari berbagai jenis dagangan. Bahkan tepat dipenghujung tangga sudah dipenuhi oleh pedagang, padahal lokasi tersebut tidak untuk lapak berjualan.
Selain itu, di lantai I, II maupun basement (lantai dasar) penataan pedagang terkesan tidak tertata. Dimana, penetapan jenis barang niaga para pedagang masih acak-acakan. Dampaknya, tak jarang calon konsumen kesulitan mencari barang yang ingin dibeli untuk keperluan rumah tangga dari Pasar tersebut. “Tidak seperti di Pasar Baru dulu, kalau kita mau cari sayuran sudah gampang mencari tempatnya, karena hampir disatu tempat. Kalau disini berpencar-pencar, bahkan ada yang pindah lagi tempatnya,” aku Sari seorang ibu rumahtangga.
Belum Dikutip Retribusi
Pantauan di lokasi, beberapa pedagang mengaku belum dikutip berbagai retribusi oleh pihak terkait sejak perelokasian ke Pasar semi modern itu. Padahal, Pasar tersebut merupakan poros ekonomi yang juga penyumbang PAD untuk Labuhanbatu. “Belum ada kutipan resmi untuk pedagang,” ujar seorang pedagang di komplek itu. Dia tidak mengetahui secara pasti penyebabnya, meski demikian dia mensinyalir karena belum adanya perangkat Perda yang resmi untuk melakukan kutipan retribusi kepada para pedagang. “Mungkin belum ada Perda untuk itu,” imbuh pedagang.
Sebelumnya, Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia mengharapkan Pengelolaan Pasar Glugur dilakukan dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati. Selain itu, selaku pengelola diharapkan dengan mendirikan Perusahaan Daerah (PD). “Sebaiknya pengelolaannya lebih professional. Dikelola oleh Perusahaan Daerah,” ujar Supardi sitohang.
Sehingga, komplek Pasar Glugur nantinya tidak berpotensi sebagai lahan konflik sesama pedagang. Serta kepastian kutipan retribusi yang menjadi pendapatan asli daerah (PAD)nya. “Jika ada Perda, maka lokasi yang dilarang sebagai tempat berdagang dapat dikonsistenkan tidak disalahgunakan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kadis Pasar dan Kebersihan Labuhanbatu Edi Sampurna Rambe didampingi Kamal Ilham Sekretaris Dispaskeb, Rabu (7/3) mengakui jika pihaknya belum melakukan pengutipan retribusi kepada para pedagang. Baik retribusi pasar maupun retribusi sampah. “Belum ada dilakukan pengutipan,” jelas Edi.
Kata dia, kutipan tersebut akan diefektifkan per 1 April 2012 mendatang. Dan itu bahagian dari Perda yang telah ada sebelumnya. Terkait besaran kutipan retribusi tersebut, dia mengaku terjadi perbedaan sesuai ukuran dan jenis barang niagaan para pedagang di komplek pasar itu. Namun, Edi tidak memaparkan besaran kutipan-kutipan tersebut. “Berbeda besaran kutipannya,” ujarnya.
Pihaknya, aku dia juga sedang mendekati para pedagang untuk dilakukan penataan ulang terkait penyusunan ulang lapak-lapak pedagang sesuai jenis barang dagangan yang ada. “Sehingga, untuk dagangan ikan dan sejenisnya menjadi satu tempat dan berbeda dengan jenis dagangan lainnya,” tambahnya.
Pihaknya, kata Edi akan menerima dan menjadikan bahan masukan terkait penataan Pasar tersebut diterapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup). Baik tentang penataan lapak dan jenis dagangan maupun kepastian dan landasan pelarangan beberapa lokasi-lokasi untuk dijadikan sebagai lapak berjualan. “Itu akan menjadi masukan untuk dijadikan pembahasan,” tambahnya seraya mengatakan Pemkab sedang melobi pihak PT Bank Sumut untuk memberikan kucuran kredit kepada pihak pedagang PAsar Glugur dalam menata lapak yang lebih ideal. “Kita sudah mengusulkan kepada Bank Sumut untuk memberikan kredit guna pembuatan lapak pedagang yang lebih rapid an seragam. Tapi, kembali kepada pedagang apakah bersedia untuk hal itu,” tandasnya.
Puluhan Kios di Pasar Glugur belum Ditempati
Rantauprapat,Paska relokasi pedagang Pasar Baru ke Pasar Glugur Rantauprapat, aktivitas pada pedagang kian meningkat. Meski demikian, puluhan lods dan lapak terlihat masih kosong dan belum ditempati pemiliknya. Dampaknya kerap memunculkan tanya sesama pedagang terkait pemilik dan alas an belum mengoperasionalkan lokasi tersebut. Selain itu, sejak pengoperasionalannya per 20 Februari 2012, belum terjadi kutipan berbagai retribusi kepada para pedagang.
Misalnya, BS seorang pedagang mengaku heran banyaknya lokasi yang belum ditempati oleh pemiliknya. “Ya, hingga sekarang masih banyak yang belum difungsikan. Masih banyak lapak dan kios yang kosong,” ungkapnya.
Uniknya, beredar informasi jika pihak Dinas Pasar dan Kebersihan Labuhanbatu belum melakukan pendataan ulang jumlah pedagang dan penyebab masih banyaknya lapak yang ditengarai kosong tanpa kegiatan perniagaan di lokasi itu. “Kurang logika jika pedagang tidak ingin berjualan lagi. Atau kan lebih bagus disewakan kepada pedagang yang tidak kebagian tempat,” tambahnya, Selasa (6/3).
Meski terlihat hamper 50 persen lapak dan lods yang tersedia sudah melakukan aktivitas. Namun, pantauan di lokasi kompleks Pasar Glugur lapak-lapak yang terbuat dari beton yang berada di lantai I masih banyak yang kurang tertata dan bahkan dibiarkan kosong. Demikian halnya untuk lantai II, rata-rata lods yang ada masih tertutup. Meski demikian, pada pintu pintu penutup dari aluminium tertulis keterangan nama pemilik kios dan atau keterangan akan disewakan dengan mencantumkan nomor handphone serta alamat lengkap. Sementara, suasana bertolak belakang malah dapat dilihat disetiap gang antara kios dan pagar pembatas dinding lantai. Disana malah dipadati pedagang dari berbagai jenis dagangan. Bahkan tepat dipenghujung tangga sudah dipenuhi oleh pedagang, padahal lokasi tersebut tidak untuk lapak berjualan.
Selain itu, di lantai I, II maupun basement (lantai dasar) penataan pedagang terkesan tidak tertata. Dimana, penetapan jenis barang niaga para pedagang masih acak-acakan. Dampaknya, tak jarang calon konsumen kesulitan mencari barang yang ingin dibeli untuk keperluan rumah tangga dari Pasar tersebut. “Tidak seperti di Pasar Baru dulu, kalau kita mau cari sayuran sudah gampang mencari tempatnya, karena hampir disatu tempat. Kalau disini berpencar-pencar, bahkan ada yang pindah lagi tempatnya,” aku Sari seorang ibu rumahtangga.
Belum Dikutip Retribusi
Pantauan di lokasi, beberapa pedagang mengaku belum dikutip berbagai retribusi oleh pihak terkait sejak perelokasian ke Pasar semi modern itu. Padahal, Pasar tersebut merupakan poros ekonomi yang juga penyumbang PAD untuk Labuhanbatu. “Belum ada kutipan resmi untuk pedagang,” ujar seorang pedagang di komplek itu. Dia tidak mengetahui secara pasti penyebabnya, meski demikian dia mensinyalir karena belum adanya perangkat Perda yang resmi untuk melakukan kutipan retribusi kepada para pedagang. “Mungkin belum ada Perda untuk itu,” imbuh pedagang.
Sebelumnya, Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia mengharapkan Pengelolaan Pasar Glugur dilakukan dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati. Selain itu, selaku pengelola diharapkan dengan mendirikan Perusahaan Daerah (PD). “Sebaiknya pengelolaannya lebih professional. Dikelola oleh Perusahaan Daerah,” ujar Supardi sitohang.
Sehingga, komplek Pasar Glugur nantinya tidak berpotensi sebagai lahan konflik sesama pedagang. Serta kepastian kutipan retribusi yang menjadi pendapatan asli daerah (PAD)nya. “Jika ada Perda, maka lokasi yang dilarang sebagai tempat berdagang dapat dikonsistenkan tidak disalahgunakan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kadis Pasar dan Kebersihan Labuhanbatu Edi Sampurna Rambe didampingi Kamal Ilham Sekretaris Dispaskeb, Rabu (7/3) mengakui jika pihaknya belum melakukan pengutipan retribusi kepada para pedagang. Baik retribusi pasar maupun retribusi sampah. “Belum ada dilakukan pengutipan,” jelas Edi.
Kata dia, kutipan tersebut akan diefektifkan per 1 April 2012 mendatang. Dan itu bahagian dari Perda yang telah ada sebelumnya. Terkait besaran kutipan retribusi tersebut, dia mengaku terjadi perbedaan sesuai ukuran dan jenis barang niagaan para pedagang di komplek pasar itu. Namun, Edi tidak memaparkan besaran kutipan-kutipan tersebut. “Berbeda besaran kutipannya,” ujarnya.
Pihaknya, aku dia juga sedang mendekati para pedagang untuk dilakukan penataan ulang terkait penyusunan ulang lapak-lapak pedagang sesuai jenis barang dagangan yang ada. “Sehingga, untuk dagangan ikan dan sejenisnya menjadi satu tempat dan berbeda dengan jenis dagangan lainnya,” tambahnya.
Pihaknya, kata Edi akan menerima dan menjadikan bahan masukan terkait penataan Pasar tersebut diterapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup). Baik tentang penataan lapak dan jenis dagangan maupun kepastian dan landasan pelarangan beberapa lokasi-lokasi untuk dijadikan sebagai lapak berjualan. “Itu akan menjadi masukan untuk dijadikan pembahasan,” tambahnya seraya mengatakan Pemkab sedang melobi pihak PT Bank Sumut untuk memberikan kucuran kredit kepada pihak pedagang PAsar Glugur dalam menata lapak yang lebih ideal. “Kita sudah mengusulkan kepada Bank Sumut untuk memberikan kredit guna pembuatan lapak pedagang yang lebih rapid an seragam. Tapi, kembali kepada pedagang apakah bersedia untuk hal itu,” tandasnya.
Keterangan Poto:
BUTUH PERDA – Pengelolaan Pasar Glugur Rantauprapat membutuhkan adanya penerbitan Perda. Sehingga, pengelolaan dan penataan serta kutipan berbagai retribusi dapat dilakukan sebagai kawasan poros ekonomi kota Rantauprapat (MedanBisnis/fajar dame harahap)
Bupati Labuhanbatu : Ketidaksiapan dan Rasa Pesimis Akan Terlindas Perubahan
Perubahan menuju arah yang lebih baik telah dimulai dan akan terus berjalan. Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, baik yang optimis maupun yang pesimis semua akan dilanda perubahan.
Birokrasi yang lama, berkarat dan menguntungkan beberapa pihak dengan cara yang tidak benar akan berubah menjadi birokrasi yang efektif dan mendukung profesionalisme disertai pengawasan yang akurat dan kompensasi yang tepat.
Ketidaksiapan dan rasa pesimis hanya akan membuat kita tertinggal dan terlindas perubahan. Demikian kata Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Aswad Siregar SE MAP pada upacara gabungan di halaman balai diklat BKD, Senin(5/3-12).
Tigor menambahkan, bahwa keseriusan pemerintah tampak jelas dalam dua tahun terakhir ini. Ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan sebagai tulang punggung atau landasan hukum untuk mengusung visi reformasi birokrasi tersebut, baik itu Perpres, Permenpan, Peraturan BKN, bahkan rancangan undang-undang Aparatur Negeri Sipil yang saat ini dalam pembahasan di DPR.
Disebutkannya, bahwa tujuan reformasi birokrasi adalah menciptakan birokrasi pemerintah yang professional dengan karakteristik adaptif, berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi dan memegang teguh nilai-nilai dasar kode etik aparatur negara.
Dalam mencapai visi dan tujuan tersebut, tambah Bupati, reformasi birokrasi mempunyai salah satu misi, yakni melakukan penataan dan penguatan organisasi, tata laksana, manajemen sumber daya aparatur, pengawasan, akuntabilitas, kualitas pelayanan publik, mind set dan cultur set.
Konsekuensi dari misi tersebut adalah peraturan bersama Menpan dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan tentang Penundaan Sementara Penerimaan CPNS.
Dalam masa penundaan sementara itu (1 September 2011 – 31 Desember 2012), setiap instansi pemerintah (pusat dan daerah) diwajibkan melakukan penghitungan jumlah kebutuhan PNS yang tepat berdasarkan analisa jabatan.
Selain itu, kata Tigor, masing-masing instansi pemerintah juga diwajibkan menyusun proyeksi kebutuhan PNS selama 5 tahun ke depan yang pemenuhannya dilakukan secara berkesinambungan dengan sasaran prioritas per tahun yang jelas sesuai dengan kemampuan keuangan negara dan hasilnya disampaikan paling lambat 30 Juni 2012.
Hadir pada apel gabungan itu antara lain Asisten Pemerintahan Drs Karlos Siahaan, Kadis Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Erwin Siregar SH, Kadis Hutbun Ir Jumingan, Kepala KIPP Charles Tampubolon SST, Kasat Pol PP Saiful SP, para eselon III dan IV serta staf.
Teks foto : Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Labuhanbatu Aswad Siregar SE MAP ketika membacakan sambutan tertulis Bupati Labuhanbatu pada apel gabungan, Senin (5/3-12).
2 File telah Dilampirkan| 325KB
Asisten Administrasi Umum Buka Sosialisasi Pengisian Formulir Analisis Jabatan
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Ahmad Muflih SH atas nama bupati membuka secara resmi sosialisasi pengisian formulir analisa jabatan dan analisa beban kerja yang dilaksanakan di Aula BKD, Senin (5/3-12).
Bupati Tigor Panusunan Siregar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ahmaf Muflih mengatakan, pemerintah sejak 1 September – 31 Desember 2012 melakukan penudaan sementara penerimaan CPNS.
Selama masa penundaan itu, pemerintah pusat maupun daerah diwajibkan untuk penghitungan jumlah kebutuhan PNS yang tepat berdasarkan analisa jabatan dan analisa beban kerja serta evaluasi jabatan.
Tugas ini adalah tuigas Negara yang menuntut peran serta seluruh aspek aparatur Negara sampai ke lini terendah, setiap pemangku jabatan dari eselon dua hingga empat untuk jabatan struktural, juga pemangku jabatan fungsional tertentu dan fungsional umum (staf) harus kooperatif dalam memberikan informasi jabatan yang dibutuhkan.
Disamping itu, kata bupati, setiap pemangku jabatan struktural dan fungsional harus menguasai Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) jabatannya dan juga mempelajari beberapa panduan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta BKN sehubungan dengan analisis jabatan yang akan dilakukan.
Kepala BKD mengatakan, tujuan sosialisasi itu dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada aparatur tentang pengisian formulir analisa jabatan dan analisa beban kerja di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.
Adapun narasumber terdiri dari PNS di lingkungan Pemkab Labuhanbatu yang terdiri 2 orang dari Bagian Ortala, 2 orang dari BKD, 2 orang dari Diknas dan 1 orang dari Dinas Kesehatan. “Mereka ini telah mengikuti pelatihan (workshop) analisis jabatan, analisis beban kerja dan evaluasi jabatan yang dilaksanakan BKN Regional VI Medan”, kata Aswad.
Sementara para peserta adalah Kasubbag Kepegawaian seluruh SKPD, para kepala cabang dinas pendidikan dan seluruh kepala cabang dinas kesehatan.(AR).
4 Perwira Polres L.Batu Diganti, 36 Polisi Terbaik Menerima Piagam Penghargaan
Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan, SIK SH mengganti 4 perwira pada serah terima jabatan (sertijab) di ruang kamtibmas mapolres dan memberikan 36 piagam penghargaan kepada personil polri yang bertugas di jajaran hukum Polres Labuhanbatu.
Sertijab para perwira tersebut yaitu Kapolsek Kota Pinang dari Kompol Abdul Kadir Tanjung SH menjabat jabatan baru sebagai Kanit Narkoba Poldasu. Jabatan Kapolsek dijabat oleh Kompol Janner Panjaitan, SH. M.Hum sebelumnya Kabag Sarpras Poldasu.
Kasat Lantas dari AKP Triyadi SH menjabat Kapolsek Patumbak Polresta Medan. Jabatan Kasat Lantas digantikan oleh AKP Faidil Zikri, SH, SIK yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Langkat.
Kapolsek Bilah Hulu dari AKP Subroto SH menjabat staf Dit Binmas Poldasu. Jabatan kapolsek Bilah Hulu digantikan oleh AKP Ahmadi Yahya Harahap yang sebelumnya menjabat kapolsek Tiga Juhar Polres Deli Serdang.
Kasat Reskrim dari Kompol Tito Travolta Hutauruk, SIK, SH menjabat staf Irwasda Poldasu. Jabatan Kasat Reskrim digantikan oleh AKP Wahyudi SH, SIK yang sebelumnya menjabat Kanit Ekonomi Polresta Medan.
Kapolsek Aek Natas dari AKP Torang Nababan menjabat sebagai Pama Polres Labuhanbatu. Jabatan Kapolsek dijabat Iptu Hery Sugiarto, SH yang sebelumnya menjabat Ka.Orbin Ops Polres Labuhanbatu
Kapolres dalam amanatnya menyatakan bahwa serah terima jabatan merupakan prosesi hal yang biasa ditubuh polri. “ Perpindahan tugas jadikan sebagai cambuk untuk meraih prestasi yang lebih baik,” paparnya.
Sebagai aparat penegak hukum, urainya, polri merupakan bagian sistim peradilan pidana dan diharap ke depan kinerja polri yang bertugas di Labuhanbatu bisa menunjukkan jati diri lebih profesional dalam menjalankan amat yang diemban kepada masyarakat. “ Personil polri harus mampu menjaga dan memelihara citra polri,” katanya.
Sebelum sertijab 4 perwira tersebut, Kapolres Labuhanbatu telah memberikan piagam penghargaan kepada 35 personil Polres Labuhanbatu dan seorang dokter di halaman mapolres sesuai dengan Surat keputusan Kapolres Labuhanbatu Nomor : KEP/05/III/2012.
Piagam penghargaan diberikan kepada dokter yang respon dalam membantu tugas dan mengungkap kasus pembunuhan di Aek Natas pada 8 Oktober 2011 diberikan kepada Dr. Reinhard JD Hutahaean SH, SpF kepala intalasi jenajah dan kedoteran forensik dari RSU Djasmen Saragih Pematang Siantar, brigadir teladan yaitu Brigadir S. Sitindaon, Aipda Yasir Ritonga.
Personil aktif dan bertanggung jawab kepada tugas diberikan penghargaan kepada Aiptu Kristianto, Bripka Ramses Tamba, Brigadir Adhe Alamsyah. Personil berhasil mengungkap dan menyidik kasus ranmor yaitu Iptu ST. Panggabean, Bripka Benny AZ, Brigpol Mazlan, Briptu M. Irpan, Brigpol Ober Sihaloho, Bripka Cerry C Rajagukguk, Bripka Elisman Sitanggang.
Personil yang berhasil mengungkap dan menyidik kasus pembunuhan di Aek Pamingke diberikan penghargaan kepada Iptu Dodi Nainggolan, Aiptu O. Sigalingging, Brigpol Hengki Dalimunte, Brigpol Andi Permana Karokaro, Brigadir Pirdaus Barus, Briptu Amri Mutakin Siregar, Brigpol Sudung Silitonga dan Brigpol Hariadi.
Personil yang berhasil mengungkap kasus kepemilikan senpi revolver di Jalinsum Kampung Yaman Kec. Aek Natas yaitu Aiptu Panondang, Bripka Hermanto Syahputra, Brigpol Fuji Saleh, Brigpol Handodi Tarigan dan Briptu Awaluddin.
Personil yang berhasil mengungkap dan menyidik kasus pencurian dengan kekerasan di Pasar I Sumberjo Asam Jawa Torgamba yaitu Iptu Sastrawan Tarigan, Aiptu Habnur, Aipda CH. Suhartono, Brigpol Sudarwin Sinaga dan Birptu Sukimin.
Personil yang berhasil mengungkap kasus kepemilikan narkoba jenis ganja seberat 70 kg di Jalinsum Aek Natas diberikan penghargaan kepada Brigadir Harison Simanjuntak dan Briptu J.M. Simanjuntak. (a17)
Rantauprapat, 05 Maret 2012
Pengirim berita,
Neirul Nizam Aru
Langganan:
Postingan (Atom)


