Sekdakab : Pemberitaan Pers Harus Mencerdaskan dan Berimbang
Plt Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH meminta pemberitaan lembaga pers agar mencerdaskan rakyat, berimbang, tidak menghakimi dan memberikan pencerahan kepada pembacanya.
“Harapan saya ke depan, lembaga pers sebagai media informasi harus mampu memberi inspirasi dan mencerdaskan warga”, ujarnya saat menerima audiensi Wakil Pimpinan Perusahaan PT Harian Tribun Medan Fauzan Marasabessy di ruang kerjanya, Rabu (14/3-12).
Ditambahkannya, bahwa pers yang menyajikan liputan dan pilihan informasi cerdas di tengah masyarakat adalah hal yang patut disyukuri. “Masyarakat membutuhkan media yang mampu memberi inspirasi, mencerdaskan dan mencerahkan”, kata Ali Usman.
Pemkab Labuhanbatu, tambahnya, memperoleh dua keuntungan dengan adanya pemberitaan pers ini yakni dapat menyampaikan informasi apa yang akan, sedang dan telah dikerjakan. Sementara dilain pihak pers juga dapat memberikan kritikan yang sifatnya membangun.
“Tidak ada yang sempurna di dunia ini, oleh sebab itu kritikan dari pers sangat membantu kita apabila ada terjadi penyimpangan dalam melaksanakan tugas”, ungkapnya.
Pada bagian lain Ali Usman mengatakan, bahwa penomena saat ini sungguh sudah jauh menyimpang dari yang diharapkan. Penomena itu antara lain kehadiran pemerintah dianggap tidak ada disaat-saat masyarakat menghadapi problema.
Padahal, katanya, pemerintah sudah hadir jauh-jauh hari sebelum masalah itu lahir. “Penomena seperti ini kalau dibiarkan terus akan menimbulkan sikap apatis dari personil yang melaksanakan tugas di lapangan yang pada akhirnya akan merugikan semua pihak”, kata Ali Usman.
Sementara itu Fauzan Marasabessy mengatakan, tujuan mereka melakukan audiensi selain untuk menjalin silaturrahmi serangkaian dengan road show mereka keliling Sumut, juga memperkenalkan harian ini di setiap daerah.
Fauzan juga menyampaikan rencana Kompas Gramedia untuk melakukan pameran buku di Rantauprapat yang akan dikemas dalam bentuk “Kompas Gramedia Fair – KGF). Pada pameran itu juga akan melibatkan perusahaan otomotif, perhotelan, penerbitan dan lain sebaginya.
Disampaikannya juga, bahwa saat ini pers selain berorientasi idealisme juga berorientasi profit, dimana pers harus mampu menghidupi karyawan dan reporternya. Oleh sebab itu, katanya, kami sangat ketat dalam melakukan pembinaan kepada karyawan dan repoter.
Turut hadir pada audiensi itu Kabag Humas Abdurrahman dari Pemkab Labuhanbatu, sementara dari PT Tribun Medan adalah Manager Sirkulasi Dendi Nugroho Widisaputro, dan Account Executif Coodinator Andrey Saragih.
Teks foto : Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH didampingi Kabag Humas Infokom Abdurrahman ketika menerima Wakil Pimpinan Perusahaan PT Harian Tribun Medan.
2 File telah Dilampirkan| 315KB
Bupati Labuhanbatu : Satpol PP Harus Bertindak Tegas Namun Santun
Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas harus bertindak tegas namun tetap menjaga sopan santun.
Hal itu disampaikan Tigor saat menyampaikan sambutannya pada acara resepsi hari ulang tahun (HUT) Satpol PP ke-62 di halaman kantor tersebut, Rabu (14/3-12).
Tigor mengatakan, bahwa julukan yang disampaikan kepada Satpol PP selama ini adalah institusi yang arogan. Hal itu harus kita kikis jauh-jauh, karena di zaman demokrasi saat ini semua pekerjaan harus terukur dan memiliki landasan hukum yang jelas.
Untuk itulah, kata Tigor, Satpol PP sebagai institusi pengak peraturan daerah (Perda) harus mampu bersikap tegas namun santun kepada siapa saja, karena yang dihadapi bukanlah musuh tetapi masyarakat sipil yang membutuhkan arahan dan bimbingan dari kita.
Tigor juga mengajak Satpol PP menjalankan amanah tugas lebih profesional, kompeten dan berintegritas tinggi. Hal ini dimungkinkan karena sebagai individu, personil Satpol PP merupakan garda terdepan dalam penegakan peraturan daerah serta penyelenggara ketertiban umum.
Pada bagian lain Tigor meminta masalah kesejahteraan personil Satpol PP untuk diperhatikan, karena tugas personil Satpol PP tidak mengenal hari dan waktu. “Mereka harus siap bertugas kapan saja dan dimana saja dalam waktu 24 jam”, kata Tigor.
Pada kesempatan itu Tigor menegaskan honor personil Satpol PP ke depan harus diatas upah minimum kabupaten (UMR). “Saya minta Sekda dan Kadis Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dapat menaikkan honor mereka diatas UMR”, kata Tigor yang mendapat aplaus dari personil Satpol PP yang memenuhi halam kantor tersebut.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP Saiful SP menjelaskan, bahwa kegiatan resepsi itu merupakan permintaan para personilnya, karena pada saat HUT Satpol PP yang lalu mereka tidak bisa hadir di Gubernuran disebabkan adanya tugas-tugas pengamanan dan penertiban pemindahan pasar Gelugur.
Saiful juga menyampaikan terima kasihnya kepada bupati, karena perhatiannya yang cukup tinggi terhadap pembinaan personil Satpol PP selama ini. “Rasa percaya diri personil dalam menjalankan tugas cukup tinggi disebabkan dukungan penuh dari bapak bupati”, ujar Saiful.
Hadir pada acara itu antara lain Sekdakan H Ali Usman Harap SH, Asisten Pemerintahan Drs Karlos Siahaan, Kaban BLH Romiduk Sitompul SH, Kadis PPKAD Erwin Siregar SH, Kepala BKD Aswad Siregar SE MAP, Kadis Pertanian Ir Leo Sunatra, Kaban Penanaman Modal dan Pengelolaan Perizinan Terpadu Saiful Amri ST, Kadis Nakersostrans Darpinsyah SH, Kadis Perindag Drs Borkat Pane MM, Kaban Kesbangpol Linmas Hasnul Basri S Sos, Kakan Hanpang Syahbela Hasibuan SP, Kepala Bappeda Drs Muhammad Kahfi, Kadis Kesehatan dr H Alwi Mujahid Hasibuan MKes, Kepala RSUD dr HM Natsir Pohan SpB dan Direktur PDAM Tirta Bina Amin Prastyo.(AR).
Teks foto : Bupati Tigor Pansusunan Siregar ketika menyampaikan arahan didepan personil Satpol PP Labuhanbatu.
Pemkab Labuhanbatu Intensifkan Razia Pekat
Pemkab Labuhanbatu melalui Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Linmas, TNI dan Polres Labuhanbatu selama satu bulan terakhir terus mengintensifkan razia penyakit masyarakat (Pekat).
Razia ini dilakukan untuk mendukung program Bupati-Wakil Bupati Labuhanbatu Tigor-Suhari berupa peningkatan ahlak dan moral sebagai salah satu pilar pembangunan. Disamping itu, kegiatan ini juga sebagai upaya penegakan peraturan daerah (Perda) Kabupaten Labuhanbatu Nomor 31 dan 32 Tahun 2008 tentang Penyakit Masyarakat.
Pada tahun 2011 yang lalu Tim Gabungan melakukan sebanyak 6 kali razia disamping razia-razia rutin yang dilakukan oleh Stapol PP sendiri. Pada saat itu Tim berhasil menangkap sebanyak 200 pasangan mesum dari berbagai tempat hiburan, hotel dan kafe.
Sementara sampai dengan Maret 2012 Tim Gabungan telah melakukan dua kali razia Pekat masing-masing tanggal 10 dan 13 Maret 2012. Pada tanggal 10 Maret 2012 tim berhasil mengamankan 26 pasangan sementara pada tanggal 13 Maret 2012 mengamankan 19 pasangan yang didapat dari sejumlah tempat penginapan/hotel dan kafé remang-remang yang tersebar di kawasan Rantauprapat dan Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu.
Kepala Satpol PP Saiful SP menegaskan, bahwa razia yang dilakukan merupakan agenda rutin. “Diminta atau tidak kami terus melakukan razia, karena ini merupakan tugas pokok dan fungsi kami sebagai penegak Perda”, kata Saiful.
Dijelaskannya, bahwa upaya penertiban terhadap potensi yang dapat melanggar aturan seperti penyakit masyarakat, pedagang kaki lima, minuman keras dan anak bolos sekolah akan terus dilakukan.
“Kita akan intesifkan terus patroli dan razia tempat-tempat yang diduga menjadi ajang penyakit masyarakat dan PKL yang melanggar aturan”, ungkap Saiful.
Sementara itu Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu Abdurrahman mengatakan, bahwa razia yang dilakukan oleh Tim Gabungan merupakan agenda rutin dari Pemkab Labuhanbatu dalam upaya meminimalisir praktek-praktek asusila dan peredaran minuman keras.
Ditanya tentang banyaknya permintaan masyarakat agar Pemkab Labuhanbatu melakukan razia secara rutin di tempat-tempat hiburan malam dan hotel, Abdurrahman mengatakan, bahwa itu memang sudah menjadi agenda Pemkab Labuhanbatu.
“Itu sudah menjadi agenda rutin kita dalam hal ini Satpol PP”, ujarnya, seraya meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Pemkab Labuhanbatu, jelasnya, memiliki keterbatasan personil, sementara agenda penertiban harus mengedepankan skala prioritas. “Untuk itulah kita minta bantuan personil dari Polri dan TNI”, katanya.
Kepala Badan Kesbangpol Linmas, Hasnul Basri S. Sos mengatakan, untuk semua yang diamankan akan diperiksa darahnya supaya diketahui apakah mereka mengidap penyakit kelamin atau tertular HIV/AIDS.(AR).
Teks foto : Petugas dari Bandan Kesbangpol Linmas melakukan pendataan dan pemeriksaan kepada mereka yang terjaring dalam razia yang dilakukan oleh Tim Gabungan baru-baru ini.
1 Lampirkan file| 198KB
Diduga Mobil Hasil Penggelapan Diamankan Polisi
Satu unit mobil Avanza diduga hasil penggelapan, diamankan dari lokasi parkir Hotel Garuda di kawasan Jalan A Yani, Rantauprapat, Selasa (13/3).
Disinyalir untuk mengelabui pihak tertentu, ketika ditemukan mobil yang memiliki Nopol BK 1712 YL itu telah dipasangi Nopol aspal lainnya, yakni BM 1089 RC.
Disebutkan, penemuan mobil tersebut berawal dari kecurigaan Hendri selaku pemilik sah mobil itu. Dimana, dia menemukan kenderaan terparkir yang mirip mobil miliknya. Sejurus kemudian dia lalu menghubungi pihak Polisi. Bermodal remote control (RC) yang ada, dirinya memastikan alarm yang terpasang di mobil. “Ketika ditekan remote, menyala alarm di mobil,” ungkap Hendri.
Guna memastikan kebenarannya, lalu dilakukan pemeriksaan dan penyesuaian nomor mesin di fisik mobil dengan yang tertera di surat tanda nomor kenderaan (STNK).
Katanya, pada tanggal 31 Desember 2011 lalu, mobil tersebut direntalkan melalui salahsatu penyedia jasa rental mobil di Jalan SM Raja, Rantauprapat.
Namun, beberapa hari kemudian mobil miliknya tidak dikembalikan. Karena pihak perusahaan rental berkilah dengan berbagai alasan, lalu Hendri membuat Pelaporan ke Mapolres tertanggal 14 Feb 2012 lalu.
Sumber di Mapolres menyebutkan karena laporan Hendri sebelumnya, pihak manajemen perusahan rental mobil tersebut ditetapkan jadi tersangka. Tapi sumber tidak merinci lebih jauh tentang pasal yang dikenakan kepada pihak perusahaan rental. “Ya, sudah ditetapkan jadi tersangka,” ungkap sumber.
Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak W Setiawan dan Kasat Reskrim AKP Wahyudi ketika dikonfirmasi hingga berita ini terkirim ke meja redaksi belum bersedia membalas pesan singkat yang dikirim melalui ponselnya.
Satpol PP L.Batu Amankan 26 Pasangan Mesum
Tim Terpadu Pemkab Labuhanbatu yang dipimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat mengamankan 26 pasangan mesum dari berbagai lokasi di daerah tersebut, Sabtu (10/3) dinihari.
Tim terpadu berhasil menjaring 13 orang perempuan dan 13 pria yang. Mereka rata-rata diamankan dari sejumlah tempat penginapan/hotel dan kafé remang-remang yang tersebar di kawasan Rantauprapat dan Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu.
Pasangan yang diamankan dari dalam hotel rata-rata sedang berduaan. Bahkan terdapat dianataranya sedang ditemukan memakai pakaian minim bersama pasangan laki-lakinya di dalam hotel, seperti yang terdapat di Hotel Terang, Aek Nabara dan Hotel Murni di Jalan SM Raja Rantauprapat.
Kasat Pol PP Saiful SP di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, operasi yang meraka lakukan adalah razia rutin untuk membasmi penyakit masyarakat (pekat) yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat di daerah ini.
Menurutnya, intensitas dan volume penertiban terhadap praktik tuna susila dan razia minuman keras (miras) pada tahun 2012 ini. Hal ini untuk menampung aspirasi masyarakat akan tuntutan ‘dibersihkannya’ L.Batu dari praktik-praktik maksiad dimaksud.
Dengan meningkatnya intensitas dan volume kegiatan tim terpadu dalam memberantas penyakit masyarakat pada tahun 2012 ini, tambah Saiful, menunjukkan bahwa Pemkab L.B atu dalam hal ini tim terpadu sangat aspiratif terhadap harapan masyarakat yang meminta agar Pemkab L.Batu tidak main-main dalam pemberantasan ‘pekat’ tersebut.
“Kita tidak hanya sekedar menjalankan tugas dalam hal pemberantasan pekat ini, tidak formalitas, kita sungguh-sungguh karena semakin dinamisnya harapan masyarakat akan penegakan peraturan daerah khususnya terhadap praktik tuna susila dan miras,” paparnya.
Kepala Badan Kesbang Linmas, Hasnul Basri S. Sos mengatakan, untuk semua yang diamankan akan diperiksa darahnya supaya diketahui apakah mereka menginap penyakit kelamin atau tertular HIV/AIDS.
Dia mengatakan, setelah diberi pembinaan agama dan pemeriksaan kesehatan, semua yang diamankan petugas itu akan dipulangkan kepada keluaga masing-masing. ()
Bupati Labuhanbatu Buka Liga Pelajar Indonesia
Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD membuka secara resmi bergulirnya Liga Pelajar Indonesia (LPI) Tingkat Kabupaten Labuhanbatu di Stadio Bina Raga Rantauprapat, Kamis (8/3-12).
Liga Pelajar yang diikuti sebanyak 43 tim kesebelasan itu dirangkai dengan pelapasan Tim Poslab Junior untuk mengikuti Kompetisi Piala Suratin di Medan. Tim Poslab Junior berhasil masuk ke babak selanjutnya setelah pada babak penyisihan di Group D berhasil mengalahkan Paluta dan Palas di Stadion Bina Raga masing-masing dengan skor 5-0 dan 6-1.
Bupati Tigor Panusunan Siregar dalam sambutannya mengatakan, melalui olah raga yang terus menerus kita giatkan, khususnya olah raga sepak bola, saya berharap makin ke depan kita harus mencetak prestasi yang membanggakan.
Oleh karena itu, Liga Pendidikan Indonesia ini benar-benar menjadi wahana untuk mencapai tujuan-tujuan yang baik, tujuan untuk memperkuat karakter bangsa, tujuan untuk meningkatkan perstuan dan persaudaraan dan tujuan untuk meningkatkan prestasi olah raga sepak bola di Labuhanbatu.
Tigor juga menyampaikan dukungannya terhadap digelarnya Liga Pelajar Indonesia itu dan berharap dapat melahirkan pemain-pemain masa depan yang berbakat, berdedikasi tinggi, berkarakter dan memiliki kepribadian mulia.
“Olah raga adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam membangun watak bangsa, karena olah raga mengembangkan sportivitas, sifat kesatria dan kepatuhan kepada aturan main”, ujarnya.
Sementara itu Ketua KONI Labuhanbatu Zainul Arifin Hasibuan mengatakan, sepak bola di Labuhanbatu pernah mengalamai kejayaan di tahun 70-an. Pada masa itu, kata Zainul, kita memiliki pemain-pemain yang berkualitas yang mengharumkan nama Labuhanbatu di tingkat Nasional maupun regional.
Tidak mengherankan, tambahnya, pada masa itu tim-tim kesebelasan dari Malaysia dan Singapura sering melakukan pertandingan persahabatan di Rantauprapat yang dilaksanakan di stadion Ika Bina yang merupakan satu-satunya stadion di daerah ini pada masa itu.
Saat ini, katanya, kita telah memiliki stadion yang cukup megah dan merupakan salah satu stadion termegah di Sumatera Utara. Oleh karena itu sudah selayaknya kita memiliki kesebelasan yang mampu mengangkat daerah ini di tingkat Sumatera Utara maupun nasional.
“Kita harus kembalikan kejayaan itu dengan melakukan berbagai pembinaan dan kompetisi yang rutin, seperti kegiatan Liga Pelajar Indonesia ini”, ungkapnya.
Hadir pada kesempatan itu antara lain Wakil Bupati Suhari Pane SIP, Kapolres AKBP Hirbak Wahyu Setyawan SIK, Dan Dim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua, Ketua TP PKK Hj Fitra Laila SpTHT, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH dan para Kepala SKPD serta ribuan penonton yang memadati Stadion Bina Raga pada sore itu.
Teks foto : Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika menyalami satu pesatu pemain Poslab Junior yang akan berlaga pada babak penyisihan Kompetisi Piala Suratin di Medan.
Puluhan Kios di Pasar Glugur belum Ditempati
Rantauprapat,Paska relokasi pedagang Pasar Baru ke Pasar Glugur Rantauprapat, aktivitas pada pedagang kian meningkat. Meski demikian, puluhan lods dan lapak terlihat masih kosong dan belum ditempati pemiliknya. Dampaknya kerap memunculkan tanya sesama pedagang terkait pemilik dan alas an belum mengoperasionalkan lokasi tersebut. Selain itu, sejak pengoperasionalannya per 20 Februari 2012, belum terjadi kutipan berbagai retribusi kepada para pedagang.
Misalnya, BS seorang pedagang mengaku heran banyaknya lokasi yang belum ditempati oleh pemiliknya. “Ya, hingga sekarang masih banyak yang belum difungsikan. Masih banyak lapak dan kios yang kosong,” ungkapnya.
Uniknya, beredar informasi jika pihak Dinas Pasar dan Kebersihan Labuhanbatu belum melakukan pendataan ulang jumlah pedagang dan penyebab masih banyaknya lapak yang ditengarai kosong tanpa kegiatan perniagaan di lokasi itu. “Kurang logika jika pedagang tidak ingin berjualan lagi. Atau kan lebih bagus disewakan kepada pedagang yang tidak kebagian tempat,” tambahnya, Selasa (6/3).
Meski terlihat hamper 50 persen lapak dan lods yang tersedia sudah melakukan aktivitas. Namun, pantauan di lokasi kompleks Pasar Glugur lapak-lapak yang terbuat dari beton yang berada di lantai I masih banyak yang kurang tertata dan bahkan dibiarkan kosong. Demikian halnya untuk lantai II, rata-rata lods yang ada masih tertutup. Meski demikian, pada pintu pintu penutup dari aluminium tertulis keterangan nama pemilik kios dan atau keterangan akan disewakan dengan mencantumkan nomor handphone serta alamat lengkap. Sementara, suasana bertolakbelakang malah dapat dilihat disetiap gang antara kios dan pagar pembatas dinding lantai. Disana malah dipadati pedagang dari berbagai jenis dagangan. Bahkan tepat dipenghujung tangga sudah dipenuhi oleh pedagang, padahal lokasi tersebut tidak untuk lapak berjualan.
Selain itu, di lantai I, II maupun basement (lantai dasar) penataan pedagang terkesan tidak tertata. Dimana, penetapan jenis barang niaga para pedagang masih acak-acakan. Dampaknya, tak jarang calon konsumen kesulitan mencari barang yang ingin dibeli untuk keperluan rumah tangga dari Pasar tersebut. “Tidak seperti di Pasar Baru dulu, kalau kita mau cari sayuran sudah gampang mencari tempatnya, karena hampir disatu tempat. Kalau disini berpencar-pencar, bahkan ada yang pindah lagi tempatnya,” aku Sari seorang ibu rumahtangga.
Belum Dikutip Retribusi
Pantauan di lokasi, beberapa pedagang mengaku belum dikutip berbagai retribusi oleh pihak terkait sejak perelokasian ke Pasar semi modern itu. Padahal, Pasar tersebut merupakan poros ekonomi yang juga penyumbang PAD untuk Labuhanbatu. “Belum ada kutipan resmi untuk pedagang,” ujar seorang pedagang di komplek itu. Dia tidak mengetahui secara pasti penyebabnya, meski demikian dia mensinyalir karena belum adanya perangkat Perda yang resmi untuk melakukan kutipan retribusi kepada para pedagang. “Mungkin belum ada Perda untuk itu,” imbuh pedagang.
Sebelumnya, Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia mengharapkan Pengelolaan Pasar Glugur dilakukan dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati. Selain itu, selaku pengelola diharapkan dengan mendirikan Perusahaan Daerah (PD). “Sebaiknya pengelolaannya lebih professional. Dikelola oleh Perusahaan Daerah,” ujar Supardi sitohang.
Sehingga, komplek Pasar Glugur nantinya tidak berpotensi sebagai lahan konflik sesama pedagang. Serta kepastian kutipan retribusi yang menjadi pendapatan asli daerah (PAD)nya. “Jika ada Perda, maka lokasi yang dilarang sebagai tempat berdagang dapat dikonsistenkan tidak disalahgunakan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kadis Pasar dan Kebersihan Labuhanbatu Edi Sampurna Rambe didampingi Kamal Ilham Sekretaris Dispaskeb, Rabu (7/3) mengakui jika pihaknya belum melakukan pengutipan retribusi kepada para pedagang. Baik retribusi pasar maupun retribusi sampah. “Belum ada dilakukan pengutipan,” jelas Edi.
Kata dia, kutipan tersebut akan diefektifkan per 1 April 2012 mendatang. Dan itu bahagian dari Perda yang telah ada sebelumnya. Terkait besaran kutipan retribusi tersebut, dia mengaku terjadi perbedaan sesuai ukuran dan jenis barang niagaan para pedagang di komplek pasar itu. Namun, Edi tidak memaparkan besaran kutipan-kutipan tersebut. “Berbeda besaran kutipannya,” ujarnya.
Pihaknya, aku dia juga sedang mendekati para pedagang untuk dilakukan penataan ulang terkait penyusunan ulang lapak-lapak pedagang sesuai jenis barang dagangan yang ada. “Sehingga, untuk dagangan ikan dan sejenisnya menjadi satu tempat dan berbeda dengan jenis dagangan lainnya,” tambahnya.
Pihaknya, kata Edi akan menerima dan menjadikan bahan masukan terkait penataan Pasar tersebut diterapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup). Baik tentang penataan lapak dan jenis dagangan maupun kepastian dan landasan pelarangan beberapa lokasi-lokasi untuk dijadikan sebagai lapak berjualan. “Itu akan menjadi masukan untuk dijadikan pembahasan,” tambahnya seraya mengatakan Pemkab sedang melobi pihak PT Bank Sumut untuk memberikan kucuran kredit kepada pihak pedagang PAsar Glugur dalam menata lapak yang lebih ideal. “Kita sudah mengusulkan kepada Bank Sumut untuk memberikan kredit guna pembuatan lapak pedagang yang lebih rapid an seragam. Tapi, kembali kepada pedagang apakah bersedia untuk hal itu,” tandasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
