Laman

Bupati Labuhanbatu Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV

Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD kembali melantik pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemkab Labuhanbatu yang berlangsung di ruang data dan karya kantor bupati, Jum’at (1/6-12). Para pejabat eselon III tersebut terdiri dari Kepala Kantor (Kakan), Camat dan Kepala Bidang (Kabid). Pada pelantikan tersebut Tigor kembali mengingatkan semua pihak khususnya kepada para pejabat yang dilantik, bahwa mutasi dan rotasi yang dilakukan adalah semata untuk penyegaran dan membentuk team work yang kuat dan solid. Tigor mengatakan, perobahan di tingkat pimpinan dari eselon IV ke eselon III perlu adanya adaptasi, baik dari perubahan pola pikir maupun pola tindak sehingga dapat mendalami perkerjaan di tempat yang baru. Demikian juga pimpinan pada eselon III khususnya pada SKPD teknis agar cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja, tambah wawasan dan bergaul dengan masyarakat. Sebagai pimpinan, Baperjakat akan memberikan reward (penghargaan) kepada pejabat eselon bila berprestasi, tetapi juga akan diberikan punishment (hukuman) apabila tidak berprestasi atau melanggar aturan yang digariskan. “Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi pejabat eselon III di SKPD teknis”, tegas Tigor. Khusus kepada camat, Tigor berharap agar secepatnya mendekatkan diri dengan masyarakat, bergaul dan mencari tahu apa keinginan masyarakat. Selain itu, tambahnya, camat juga harus mengaktifkan kembali PKK. “PKK harus mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat”, katanya. Sebagai perpanjanghan tangan bupati di kecamatan, camat harus mampu menyampaikan informasi pembangunan ke tengah-tengah masyarakat di tingkat desa. “Sampaikan program, rencana dan kegiatan yang sedang dilakukan serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, kata Tigor. Terkait dengan pelayan kesehatan grtis, Tigor minta kepada seluruh camat supaya senantiasa berkordinasi dengan Kepala Puskesmas agar tercipta pelayanan terbaik kepada masyarakat. Disamping itu, camat juga harus mampu mendeteksi secara dini situasi dan kondisi wilayah masing-masing. “Saudara harus mengetahui semua yang terjadi di tingkat desa secara dini. Oleh karena itu perbanyaklah komuniasi dengan seluruh lapisan masyarakat”, harap Tigor. Pada pelantikan kali ini para pejabat yang diangkat sebahagian besar adalah untuk mengisi jabatan yang kosong. Adapun para pejabat yang dilantik tersebut antara lain : Kakan Satpol PP Abdul Haris Nst sebelumnya Sekretaris pada Kakan Satpol PP, Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi M Idris Lubis sebelumnya sebegai sekretaris pada kantor tersebut. Kabag Pembangunan Setdakab Hery AP sebelumnya sebagai Camat Rantau Selatan, Camat Rantau Selatan Drs H Ikramsyah P Nasution sebelumnya sebagai Camat Pangkatan, Camat Rantau Utara Drs Taufik Siregar sebelumnya sebagai staf pada Bagian Orta Setdakab, Camat Bilah Barat Drs M Yusuf Lubis sebelumnya sebagai Sekcam Bilah Barat, Camat Bilah Hulu H Asman Siregar SE, Camat Panai Hilir Gunawan SmHk sebelumnya Lurah Sioldengan, Camat Panai Hulu Sulkan Borotan Nst SSP, Camat Pangkatan Abdul Syarif SH sebelumnya sebagai Lurah Padang Bulan.(AR). Teks foto : Bupati dr Tigor Panusunan Siregar SpPD menyematkan tanda jabatan kepada Camat Rantau Selatan Drs H Ikramsyah Putra Nasution.

masyarakat berharap hasil reses anggota DPRD propsu dapat di realisasikan

Masyarakat Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, hingga kini masih hidup dalam keterisoliran. Pasalnya, pemukiman penduduk yang didiami sekitar 300 kepala keluarga itu, belum bisa dimasuki kenderaan bermotor, baik roda dua maupun roda empat keatas. Karena, satu-satunya jalan, dari dan ketampat itu, harus menyeberangi Sungai Bilah selebar 125 meter. Dan ditempat itu, belum ada jembatan. Warga masyarakat yang hendak menyeberangi Sungai Bilah, terpaksa harus menggunakan perahu penyeberangan atau disebut warga setempat dengan istilah getek. "Kami sebagai warga masyarakat Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan mengharapkan, agar Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, bisa membangun jembatan gantung (rambin) penyeberangan di Sungai Bilah. Untuk menghubungkan dusun tempat tinggal kami, dengan jalan propinsi menuju ibukota kecamatan", kata salah seorang tokoh masyarakat setempat, Janes Siregar, kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara, Hajjah Ida Budi Ningsih, yang melakukan kunjungan kerja dalam rangka mengisi waktu reses kedua tahun 2012, ke Desa Pangkatan, Rabu (29/5). Menurut Janes Siregar, bila Sungai Bilah meluap karena banjir kiriman, masyarakat setempat otomatis tidak bisa bepergian dari dusun tempat tinggalnya. Kegiatan masyarakat menjadi lumpuh. Sehingga hal ini sangat merugikan masyarakat. Termasuk anak-sekolah. Mereka terpaksa libur, kalau terjadi banjir di Sungai Bilah. Selain itu, dia juga mengharapkan, agar Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, memperbaiki tanggul pembatas Sungai Bilah dengan pemukiman penduduk, yang jebol sejak beberapa waktu lalu. Tanggul tersebut sudah mengalami kerusakan sejak beberapa lama. Tetapi hingga kini belum juga mendapatkan perbaikan. Akibatnya, bila Sungai Bilah meluap karena banjir, pemukiman penduduk disekitarnya menjadi terendam. Demikian pula, dengan lahan persawahan dan rumah ibadah (gereja, mesjid) yang ada ditempat ini. Menanggapi harapan masyarakat, anggota DPRD Sumatera Utara, Ida Budi Ningsih menyatakan keprihatinannya. Karena katanya, hingga kini masyarakat bila hendak bepergian dari dusun tempat tinggalnya tersebut, harus naik getek penyeberangan. Hal ini jelas membahayakan warga. Apalagi anak-anak sekolah. Untuk itu lanjutnya, dalam rapat paripurna DPRD Sumatera Utara beberapa hari kedepan, dia akan menyampaikan informasi masyarakat, yang diterimanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan tersebut.Dengan harapan, agar bisa ditindak lanjuti Pemerintah Propinsi Sumatera Utara,untuk membangun jembatan gantung (rambin) dan memperbaiki tanggul yang jebol di tempat tersebut. Hajjah Ida Budi Ningsih SH, yang pernah bertugas di Kabupaten Labuhanbatu ini, dalam kunjungan kerjanya mengikuti masa reses DPRD Sumatera Utara ke Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan tersebut, didampingi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Pangkatan, Parluhutan Lubis. ( )

Sebanyak 686 Peserta Ramaikan Kontes Burung Berkicau Tingkat Nasional di Labuhanbatu ● Medan Tim dan Bintang Aceh Raih Juara Umum Bird Club dan Single Fighter

Club pecinta burung berkicau Medan Tim, Medan dan Bintang Aceh, Banda Aceh berhasil meraih juara umum Bird Club dan Single Fighter pada Pameran dan Kontes Burung Berkicau Tingkat Nasional memperebutkan Piala Bupati Labuhanbatu “Bupati Cup I” yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Stadion Bina Raga Rantauprapat, Minggu (20/5-12). Kepada juara umum selain mendapatkan piala bergilir Bupati Labuhanbatu, juga mendapatkan piala tetap serta uang pembinaan. Peraih juara kelas Bupati memperoleh piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 15 juta. Sedangkan untuk kelas Kapolres, Dandim dan Kajari memperoleh uang pembinaan masing-masing Rp 5 juta. Kontes burung berkicau memperebutkan total hadiah sebesar Rp 200 juta itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional sekaligus mempromosikan Kabupaten Labuhanbatu di tingkat nasional. Acara itu dibuka secara resmi oleh Bupati Tigor Panusunan Siregar ditandai dengan pemasangan sangkar burung ke arena kontes oleh Bupati diikuti Komandan Kodim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua dan Kapolres AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK serta Ketua Panitia Thong Seng. Dalam sambutannya Tigor menyambut positif diselenggarakannnya acara itu sebagai wahana silaturahmi dan rekreasi. Diharapkan melalui lomba tersebut komunitas kicau mania semakin maju dan berkembang serta lebih mencintai lingkungan, utamanya dalam menjaga kelestarian populasi burung berkicau. Dikatakannya, bahwa Kontes ini merupakan salah satu cara kita dalam melestarikan flora dan fauna, karena kedua-duanya saling ketergantungan. Kita masih bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menyaksikan burung-burung berkicau ini yang diperkirakan semakin hari semakin berkurang disebabkan semakin berkurangnya lahan hutan yang kita miliki. Tigor meminta seluruh kontestan untuk tidak melihat nilai hadiah yang disediakan, tetapi lebih kepada rasa kebersamaan untuk melestarikan populasi burung berkicau tersebut. “Mari kita lestarikan dengan melakukan penangkaran yang baik sehingga anak cucu kita masih dapat melihat dan menikmati keindahan warna dan kicauannya nanti”, ajak Tigor. Secara khusus Tigor meminta dewan juri untuk melakukan penilaian dengan jujur dan adil. “Para peserta ini datang dari jauh, oleh sebab itu jangan dicedrai dengan penilaian yang tidak adil. Lakukanlah penilaian dengan jujur dan seadil-adilnya”, kata Tigor. Pada bagian lain Tigor menjelaskan, bahwa kawasan Stadion Bina Raga selain akan dijadikan komplek kegiatan olah raga, juga akan dibangun sebagai kawasan hutan kota. “Tahun depan kawasan ini akan lebih baik, karena saat ini sedang dilakukan berbagai pembangunan dan perbaikan agar terlihat lebih asri dan nyaman”, ujarnya. Ketua II Panitia Pelaksanan Kontes Ichun menjelaskan, Kontes Burung Berkicau itu diikuti sebanyak 686 peserta lokal maupun luar daerah diantaranya Banda Aceh, Medan, Kisaran, Padang Sidempuan, Panyabungan, Pekan Baru, Padang, Jambi, Palembang, Bandung dan Rantauprapat sebagai tuan rumah. Lomba mempertandingkan 20 kelas melipti kelas Bupati, Dan Dim, Kapolres dan Kajari. Jenis burung yang dikonteskan murai batu, kacer, love bird, cucak hijau kepala kuning, cendet, kapas tombak, cucak hijau polos, kenari dan lain-lain. Secara keseluruhan lomba berjalan lancar, semua peserta merasa puas dengan hasil penilaian tim juri yang didatangkan dari DKI Jakarta, Padang, Pekan Baru, Banda Aceh dan Bandung. Hadir pada kesempatan itu Ketua Tim Penggerak PKK dr Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT, Ketua Bhayangkari Ny Riri Hirbak Wahyu Setiawan, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Ir Jumingan, Kadis Cipta Karya Ir Mahini Rizal, Kadis Perikanan, Kelautan dan Peternakan Ir Nirwan Latif, Ketua KONI Zainul Arifin Hasibuan, Ketua KNPI Muhammad Risfan dan ribuan penonton yang memadati arena tersebut.(AR). Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD menyerahkan Piala Bergilir “Bupati Cup I” kepada Pimpinan Medan Tim sebagai juara umum Bird Club pada Kontes Burung Berkicau di Stadion Bina Raga Rantauprapat. 3 File telah Dilampirkan| 688KB

Nilai-Nilai Kebangsaan Selama 104 Tahun Banyak Mengalami Pasang Surut

Jika dihitung dari titik awal kebangkitan nasional tahun 1908, maka pada tahun 2012 ini, kita sudah lebih seratus tahun berproses dalam kesadaran maupun kehidupan kita untuk menjadi bangsa yang berdaulat, menjadi bangsa yang memiliki identitas dan jatidiri dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Wajah dan corak ke-Indonesian-kita pun tentunya telah banyak mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perjalanan waktu. Demikian halnya, nilai-nilai kebangsaan selama 104 tahun tersebut tentunya telah mengalami pasang surutnya, seiring dengan perubahan jaman dan tuntutan masyarakat itu sendiri. Demikian sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring yang dibacakan Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang dilaksanakan di Lapangan Ika Bina Rantauprapat, Senin (21/5-12). Lebih lanjut dikatakannya, perubahan dan tuntutan ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, pasti akan berada dan menyatu dalam proses perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Kita telah sama-sama mengalami dan merasakan betapa perjalanan bangsa Indonesia yang telah berkali-kali mendapatkan gangguan, tantangan, hambatan dan bahkan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Oleh karena itulah, dalam rangka tetap menjaga konsistensi dan kesinambungan nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu kita, tentunya sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, kita tidak boleh lengah dan lupa akan makna hakiki nilai-nilai kebangsaan tersebut, secara khusus hal ini sangat penting dalam menyikapi dan menghadapi era perubahan dan kemajuan yang terjadi dewasa ini, dan yang akan terus menerus terjadi di masa-masa mendatang. Ditambahkannya, bahwa gerakan 1908 dan 1928 yang dipelopori oleh kaum terpelajar yang bercita-cita Indonesia merdeka, menjadi pemicu dan pemacu dalam membangun nasionalisme melalui pikiran dan cita-cita yang digerakkan dalam organisasi pemuda. Kristalisasi pemikiran-pemikiran cerdas kaum muda tersebut, membangkitkan semangat dan energi besar bagi kaum muda, untuk terus berjuang bagi terbangunnya fondasi nasionalisme melalui tetesan darah melawan kaum penjajah dalam revolusi kemerdekaan. Menapaki perjalanan sejarah kebangkitan nasional Indonesia, maka cara berfikir nasionalis dalam membangun Indonesia baru di masa depan adalah bagaimana mengutamakan kepentingan kehidupan nasional. Dalam hal ini, seyogianya cara berpikir nasionalis adalah antitesis dari cara berpikir individual atau perorangan, antitesis dari cara berpikir kedaerahan, antitesis dari cara berpikir kepartaian atau golongan, dan mutlak antitesis dari cara berpikir kolonial. Peringatan Harkitnas yang ke 104 tahun 2012 ini menjadi penting, apabila nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan, nilai-nilai kejujuran, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri ke-Indonesia-an kita, yang telah dipelopori oleh para pendahulu kita melalui gerakan “Boedi Oetomo” tersebut, dapat dijadikan suatu enerji bagi langkah-langkah kita kedepan. Juga sekaligus menjadi renungan dan evaluasi, sejauh mana semangat nasionalisme tersebut terimplementasi dalam setiap potensi, profesi, tugas dan tanggung jawab perilaku masing-masing individu warganegara Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Peringatan Harkitnas yang dipusatkan di Lapangan Ika Bina Rantauprapat itu dihadiri oleh Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar SPd, Dan Dim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua, Kapolres AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK, Kajari Bambang Sudradjat SH, Ketua Pengadilan Negeri Sabarulina Ginting SH, Wakil Bupati Suhari Pane SIP, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Pemerintahan Drs Karlos Siahaan, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH, para Kadis, Kaban, Kantor, Perwira Polres, Perwira Kodim 0209, PNS, OKP, pelajar dan mahasiswa.(AR). Teks foto : Unsur Pimpina Daerah Kabupaten Labuhanbatu melakukan penghormatan pada acara ziarah ke Taman Makam Pahlawan Rantauprapat usai melaksankan upacara Harkitnas. 2 File telah Dilampirkan| 461KB

Bupati Labuhanbatu Sampaikan LKPJ TA 2011

Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2011 pada rapat paripuran DPRD yang berlangsung di ruang rapat Paripurna, Senin (21/5-12). Dalam pengantarnya Tigor menyampaikan, bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi Kabupaten Labuhanbatu atas dasar harga konstanta pada tahun 2010 sebesar 5,12 % yang menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 0,24 % dari tahun 2009, sedangkan laju pertumbuhan ekonomi atas dasar harga berlaku tahun 2010 sebesar 14,29 % mengalami kenaikan sebesar 4,72 % dari tahun 2009. Untuk PDRB tahun 2010 atas dasar harga konstan mencapai Rp 3,26 trilyun dan atas harga berlaku mencapai Rp 7,61 trilyun. Apabila dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai Rp 3,10 trilyun atas harga konstan dan Rp 6,65 trilyun atas dasar harga berlaku menunjukkan bahwa PDRB tahun 2010 mengalami kenaikan. Dari aspek kesehatan, kata Tigor, umur harapan hidup mencapai 69,5 tahun pada tahun 2010 yang berarti lebih tinggi dari tahun 2009, yaitu 69,2 tahun. Untuk aspek pendidikan yang dilihat dari angka partisipasi sekolah pada tahun 2010 APS SD 98,51 %, APS SLTP 84,04 % dan APS SLTA 58,05 , sedangkan tahun 2009 dimana APS SD 98,10 %, APS SLTP 85,85 dan APS SLTA 58,20 %. Dari aspek ketenagakerjaan angka pengangguran terbuka Kabupaten Labuhanbatu menurun dari 8,88 % menjadi 7,04 % pada tahun 2010. Dijelaskan juga, bahwa pengelolaan pendapatan daerah, target dan realisasi pendapatan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Nomor 31 Tahun 2011 tentang APBD TA 2011, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 627,17 milyar dan sesaui Peraturan Daerah Nomor 44 TAhun 2011 tentang penjabaran P-APBD TA 2011 bertambah menjadi 683,72 milyar. Dari target tersebut dapat direalisasikan sebesar Rp 670,12 milyar atau 98,01 %. Belanja daerah Kabupaten Labuhanbatu ditargetkan sebesar Rp 636,27 milyar dan ditambah pada P-APBD TA 2011 menjadi 683,26 milyar. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 386,71 milyar dan belanja langsung sebesar Rp 296,55 milyar. Sampai dengan Desember 2011 realisasi belanja sesuai dengan surat perintah pencairan dana (SP2D) yang dikeluarkan sebesar Rp 632,35 milyar yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 378,84 milyar dan realisasi belanja langsung sebesar Rp 253,62 milyar. Hasil yang dicapai pada urusan wajib TA 2011 sebesar Rp 277,24 milyar dan realisasi sebesar Rp 273,20 milyar. Sedangkan hasil yang dicapai pada pelaksanaan urusan pilihan TA 2011 sebesar Rp 19,32 milyar terealisasi sebesar Rp 16,31 milyar. Dengan demikian total anggran urusan wajib dan pilihan TA 2011 adalah sebesar Rp 296,55 milyar dan realisasinya sebesar Rp 253,51 milyar. Dijelaskan, bahwa program yang tidak terlaksana pada TA 2011 sebahagian besar dibawakan kembali pada tahun 2012. Sidang paripurna yang dipimpin dan dibuka oleh Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Syawaluddin Hasibuan, Unsur Muspida, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Pemerintahan Drs KArlos Siahaan, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH, para kepala SKPD dan insan pers.(AR). Teks foto : Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar menyerahkan dokumen LKPJ kepada Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Syawaluddin Hasibuan.

AMPI Siap Bangun Labuhanbatu

Ketua DPC AMPI Kabupaten Labuhanbatu M Ruben Simangunsong mengatakan siap bergandengantangan dengan organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan serta pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Labuhanbatu kedepan. Keberadaan mereka juga dimintanya agar tidak dijadikan tandingan bagi OKP lainnya, melainkan sebagai mitra. Dikatakannya juga, sebagai amanah organisasi yang dipercayakan, dirinya merasa berkewajiban untuk melaksanakan tugas organisasi dan akan menjadikan AMPI sebagai organisasi yang fleksibel, terbuka dan menyatu ke tengah-tengah masyarakat. Namun semua itu dapat terwujud jika tidak ada kerjasama diantara semua pengurus. “Program apapun yang direncanakan tidak akan berhasil kalau tidak ada kerjasama yang baik diantara sesama pengurus dan anggota, terutama pengurus DPD AMPI Labuhanbatu yang baru dilantik. Mari kita rapatkan barisan dan satukan niat dalam hati untuk bersama-sama memajukan AMPI kedepan,” kata Ruben usai dilantik kemarin dilapangan Ika Bina Rantauprapat. Sementara Ketua DPD AMPI Sumut HM Syaf Lubis menyampaikan apresiasinya terhadap Pemkab Labuhanbatu mengingat kepedulian terhadap masyarakat dan organisasi kepemudaan. Syaf juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran kader AMPI Labuhanbatu untuk mendukung kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu agar dapat membangun serta mengawal jalannya program pemerintah dengan menjaga keutuhan NKRI menuju masyarakat sejahtera. Lebih lanjut Syaf mengatakan, AMPI Labuhanbatu harus besar dan berani untuk memajukan organisasi kepemudaan dan jangan ragu-ragu lagi untuk membesarkan AMPI serta harus mampu menjadikan AMPI di Kabupaten Labuhanbatu sebagai barometer dan kekuatan yang dapat diandalkan di Provinsi Sumatera Utara. “Meski Ruben baru memimpin organisasi sebagai Ketua DPD AMPI di Labuhanbatu, tetapi beliau sudah cukup sukses dan mampu menjadi pemimpin organisasi dengan memberikan tali kasih kepada para sesepuh di organisasi dan memberikan sembako kepada warga masyarakat kurang mampu,” jelas HM Syaf Lubis. Sedangkan Wakil Bupati Pemkab Labuhanbatu Suhari Pane dalam sambutannya mengharapkan kepada pengurus yang baru dilantik agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengemban tugas-tugas organisasi melalui program kerja yang disusun berdasarkan anggaran dasar/anggaran rumah tangga dengan penuh rasa tanggung jawab. Suhari juga berpesan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya intern organisasi, sesama organisasi lainnya serta masyarakat umum, serta waspadai isu-isu yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan yang sengaja dilakukan sekelompok orang tertentu melalui usaha interaksi terhadap masyarakat untuk memperuncing dan mempengaruhi suasana. Joko Rantauprapat, 27 Mai 2012

PBSI Labuhanbatu Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Bupati Cup I

Wakil Bupati Labuhanbatu H Suhari Pane S IP membuka secara resmi kejuaraan Bulutangkis Multi Cabang Wilayah III memperebutkan piala bupati Labuhanbatu (Bupati Cup I) yang dilaksanakan di gedung olah raga (GOR) Padang Matinggi Rantauprapat, Senin, (28/5-12). Kejuaraan tersebut digelar selama 4 hari dari tanggal 28-31 Mei 2012. Peserta kejuaran bulutangkis seluruhnya berjumlah 215 atlit yang diikuti dari 9 Kabupaten, terdiri dari Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Asahan, Tanjung Balai, Padang Sidempuan, Padang Lawas Selatan, Padang Lawas Utara dan Tapanuli Selatan. Para atlit terbagi dalam beberapa kategori sesuai kelompok umur yaitu Pemula, Remaja dan Taruna. Ketua Panitia, Tias dalam laporannya menyampaikan, kejuaraan ini diselenggarakan sebagai upaya pembinaan generasi muda sekaligus sebagai wadah bagi para atlit bulutangkis untuk mengembangkan potensi. Menurutnya, kejuaraan bulutangkis tahun ini lebih banyak diikuti oleh atlit-atlit kelompok usia muda. Jenis pertandingan meliputi pertandingan tunggal, ganda putra, ganda putri maupun ganda campuran dengan sistem gugur. Di tempat yang sama, Wakil Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) cabang Labuhanbatu Anto T Buaya SH, menjelaskan, dari hasil kejuaraan tersebut akan dipilih atlit-atlit berprestasi yang akan dikirim mengikuti kejuaraan di Tebing Tinggi pada Bulan September mendatang. Sementara itu Ketua KONI Labuhanbatu Zainul Aripin dalam sambutanya mengakui banyak remaja dan pemuda kita saat ini gemar olah raga bulutangkis. Karena itu, sangat perlu diadakan turnamen atau kejuaraan yang bertujuan menjaring bakat dan atlet yang bisa membawa nama baik Labuhanbatu. Ketua PBSI Sumut yang diwakili Muktar Aritonang menyampaikan rasa bangganya terhadap panitia yang dapat mengadakan kejuaraan antar kelompok umur ini dengan baik dan diikuti begitu banyak peserta. “Semoga kiranya ini dapat melahirnkan atlet bulutangkis berbakat dan dapat membawa nama Labuhanbatu serta Sumatera Utara”:, ujarnya. Wakil Bupati Labuhanbatu Suahari Pane S IP dalam sambutanya menyampaikan rasa rindunya dan bangga terhadap atlet atlet bulutangkis terdahulu begitu gigih membawa nama harum bangsa, mari kita contoh kegigihan mereka dengan sportifitas dan tidak kenal lelah terus berusaha dalam keahliannya di olahraga bulutangkis. Untuk itu diharapkan agar event ini benar-benar dapat menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit unggul sehingga mampu berbicara pada tingkat yang lebih tinggi sekaligus mampu mengharumkan nama daerah. Upacara Pembukaan dihadiri, Ketua Ketua KONI Labuhanbatu Zainul Aripin, Mewakili PBSI Sumut Muktar Aritonag, Wakil Ketua PBSI Labuhanbatu Anto T buaya SH, serta para Pengurus cabang olah raga Labuhanbatu dan undangan lainnya.(MS). Teks foto : Wakil Bupati (baju pramuka) ketika disambut di pintu masuk GOR Padang Matinggi Rantauprapat sebelum membuka kejuaraan bulu tangkis Bupati Cup I Multi Cabang Wilayah III Pengprov PBSI Sumut. 2 File telah Dilampirkan| 444KB