“Dicabuli Sejak 4 Tahun Yang Lalu”
RANTAU – Entah setan apa yang merasuki pikirannya, seorang
ayah kandung tega mencabuli darah dagingnya sendiri. Adalah Endang Supriatin
(36), penduduk Dusun III Sei Toras, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat,
Kabupaten Labuhanbatu Selatan, mencabuli anak kandungnya bernama Aisyah (9),
yang masih duduk di kelas 1V salah satu SD Negeri di Kecamatan Kampung Rakyat. Akibat perbuatannya, ayah bejat itu kini
mendekam ditahanan Mapolres Labuhanbatu setelah istrinya Kasimah (32)
melaporkan perbuatannya pada Sabtu (2/6) lalu.
Kepada METRO, tersangka Endang Supriatin yang seharinya
bekerja sebagai buruh panen buah kelapa sawit itu mengakui perbuatan bejatnya.
Katanya, ia telah mencabuli Aisyah sejak 4 tahun yang lalu.
“Anak itu saya cabuli sejak dia masih duduk di kelas satu SD,”
ujar tersangka di tahanan Mapolres Labuhanbatu, Minggu (3/6).
Bupati Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Buyung Rahimah
Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Buyung Rahimah yang berlokasi di Jalan Adam Malik, Lingkungan Sumber Beji Terminal Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara – Rantauprapat, Minggu (3/6-12).
Bupati mengatakan, pada dasarnya pembangunan sebuah masjid bertujuan adalah pembinaan ummat khususnya generasi muda. Tetapi yang paling penting dari itu semua, kata Tigor, membangun sebuah masjid harus pula diiringi dengan pemakmurannya.
Kemakmuran sebuah masjid, katanya, ditandai dengan banyaknya jamaah melaksanakan sholat subuh pada pagi hari. “Kalau masjid sudah banyak jamaahnya pada saat sholat subuh itu pertanda bahwa masjid itu sudah makmur”, kata Tigor.
Pada bagian lain Tigor mengatakan, Pemkab Labuhanbatu telah meluncurkan program Gemar Mengaji, yakni Gerakan Magrib Mengaji yang artinya suatu gerakan mengaji (membaca Alqur’an) dilakukan pada waktu menjelang dan sesudah sholat Magrib.
“Mari kita dukung dan kembangkan gerakan ini, karena kegiatan mengaji pada waktu magrib sudah jarang kita dengar saat ini”, ungkap Tigor.
Pada kesempatan itu Bupati Tigor Panusunan Siregar kembali berpesan kepada seluruh jamaah masjid di mana saja agar jangan mengusir anak-anak karena bermain di masjid. “Biarkan mereka bermain di masjid, jangan diusir cukup diingatkan, karena dunia anak-anak adalah dunia bermain. Biarkan mereka bermain di masjid dari pada mereka bermain di play station”, ujar Tigor.
Sebelumnya ketua panitia pembangunan Drs H Ridwan Hasibuan menjelaskan, bahwa biaya pembangunan masjid Buyung Rahimah tersebut menelan biaya sebesar Rp 1,450 milyar. Infaq keluarga Almarhum H Buyung Ahmad Dalimunthe dan Hj Nalang Rahimah Harahap sebesar Rp 1,2 milyar termasuk tanah dan pembangunan masjid. Kekurangan biaya diharapkan sumbangan dari para donatur dan masyarakat sekitar sebesar Rp 250 juta.
Sementara ahli waris Alm Buyung Ahmad Dalimunthe, Tiofansyah Dalimunthe menjelasakan, bahwa pada awalnya masjid tersebut bernama Uswatun Hasanah yang saat ini kondisinya sudah perlu ditingkatkan kapasitasnya. Berkaitan dengan itu, katanya, seluruh keluarga bersepakat untuk menginfaqkan sebahagian harta milik Alm Buyung Ahmad Dalimunthe untuk pembangunan masjid Buyung Rahimah tersebut.
Berkaitan dengan penukaran nama dari Uswatun Hasanah menjadi Buyung Rahimah, Tiofansyah mengatakan, bahwa keluarga berkeinginan agar nama kedua orang tua mereka diabadikan menjadi nama masjid itu. “Atas persetujuan jamaah masjid dan masyarakat setempat nama tersebut ditukar menjadi Buyung Rahimah”, jelasnya.
Pada acara peletakan batu pertama pembangunan masjid Buyung Rahimah yang berukuran 20 x 20 meter dengan luas tanah 800 m2 itu terkumpul biaya sebesar Rp 200 juta yang berasal dari para tokoh masyarakat dan pengusaha serta undangan antara lainnya antara lain dari H Tutur Parapat sebesar Rp 20 juta dan dari Pengusaha Pasada sebesar Rp 50 juta.
Hadir pada acara itu antara lain Wakil Bupati Suhari Pane, Asisten Administrasi Pemerintahan H Sarbaini, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Saiful, Sekwan H Fuad Siregar, Kaban Kesbangpol Linmas Hasnul Basri, Kepala BKD Aswad Siregar, Kadis PPKAD Ahmad Muflih dan Lurah Padang Bulan Syarif.(AR).
Bupati Labuhanbatu Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV
Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD kembali melantik pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemkab Labuhanbatu yang berlangsung di ruang data dan karya kantor bupati, Jum’at (1/6-12). Para pejabat eselon III tersebut terdiri dari Kepala Kantor (Kakan), Camat dan Kepala Bidang (Kabid).
Pada pelantikan tersebut Tigor kembali mengingatkan semua pihak khususnya kepada para pejabat yang dilantik, bahwa mutasi dan rotasi yang dilakukan adalah semata untuk penyegaran dan membentuk team work yang kuat dan solid.
Tigor mengatakan, perobahan di tingkat pimpinan dari eselon IV ke eselon III perlu adanya adaptasi, baik dari perubahan pola pikir maupun pola tindak sehingga dapat mendalami perkerjaan di tempat yang baru. Demikian juga pimpinan pada eselon III khususnya pada SKPD teknis agar cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja, tambah wawasan dan bergaul dengan masyarakat.
Sebagai pimpinan, Baperjakat akan memberikan reward (penghargaan) kepada pejabat eselon bila berprestasi, tetapi juga akan diberikan punishment (hukuman) apabila tidak berprestasi atau melanggar aturan yang digariskan.
“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi pejabat eselon III di SKPD teknis”, tegas Tigor.
Khusus kepada camat, Tigor berharap agar secepatnya mendekatkan diri dengan masyarakat, bergaul dan mencari tahu apa keinginan masyarakat. Selain itu, tambahnya, camat juga harus mengaktifkan kembali PKK.
“PKK harus mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat”, katanya.
Sebagai perpanjanghan tangan bupati di kecamatan, camat harus mampu menyampaikan informasi pembangunan ke tengah-tengah masyarakat di tingkat desa. “Sampaikan program, rencana dan kegiatan yang sedang dilakukan serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, kata Tigor.
Terkait dengan pelayan kesehatan grtis, Tigor minta kepada seluruh camat supaya senantiasa berkordinasi dengan Kepala Puskesmas agar tercipta pelayanan terbaik kepada masyarakat. Disamping itu, camat juga harus mampu mendeteksi secara dini situasi dan kondisi wilayah masing-masing. “Saudara harus mengetahui semua yang terjadi di tingkat desa secara dini. Oleh karena itu perbanyaklah komuniasi dengan seluruh lapisan masyarakat”, harap Tigor.
Pada pelantikan kali ini para pejabat yang diangkat sebahagian besar adalah untuk mengisi jabatan yang kosong. Adapun para pejabat yang dilantik tersebut antara lain : Kakan Satpol PP Abdul Haris Nst sebelumnya Sekretaris pada Kakan Satpol PP, Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi M Idris Lubis sebelumnya sebegai sekretaris pada kantor tersebut.
Kabag Pembangunan Setdakab Hery AP sebelumnya sebagai Camat Rantau Selatan, Camat Rantau Selatan Drs H Ikramsyah P Nasution sebelumnya sebagai Camat Pangkatan, Camat Rantau Utara Drs Taufik Siregar sebelumnya sebagai staf pada Bagian Orta Setdakab, Camat Bilah Barat Drs M Yusuf Lubis sebelumnya sebagai Sekcam Bilah Barat, Camat Bilah Hulu H Asman Siregar SE, Camat Panai Hilir Gunawan SmHk sebelumnya Lurah Sioldengan, Camat Panai Hulu Sulkan Borotan Nst SSP, Camat Pangkatan Abdul Syarif SH sebelumnya sebagai Lurah Padang Bulan.(AR).
Teks foto : Bupati dr Tigor Panusunan Siregar SpPD menyematkan tanda jabatan kepada Camat Rantau Selatan Drs H Ikramsyah Putra Nasution.
masyarakat berharap hasil reses anggota DPRD propsu dapat di realisasikan
Masyarakat Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, hingga kini masih hidup dalam keterisoliran. Pasalnya, pemukiman penduduk yang didiami sekitar 300 kepala keluarga itu, belum bisa dimasuki kenderaan bermotor, baik roda dua maupun roda empat keatas. Karena, satu-satunya jalan, dari dan ketampat itu, harus menyeberangi Sungai Bilah selebar 125 meter. Dan ditempat itu, belum ada jembatan. Warga masyarakat yang hendak menyeberangi Sungai Bilah, terpaksa harus menggunakan perahu penyeberangan atau disebut warga setempat dengan istilah getek.
"Kami sebagai warga masyarakat Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan mengharapkan, agar Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, bisa membangun jembatan gantung (rambin) penyeberangan di Sungai Bilah. Untuk menghubungkan dusun tempat tinggal kami, dengan jalan propinsi menuju ibukota kecamatan", kata salah seorang tokoh masyarakat setempat, Janes Siregar, kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara, Hajjah Ida Budi Ningsih, yang melakukan kunjungan kerja dalam rangka mengisi waktu reses kedua tahun 2012, ke Desa Pangkatan, Rabu (29/5).
Menurut Janes Siregar, bila Sungai Bilah meluap karena banjir kiriman, masyarakat setempat otomatis tidak bisa bepergian dari dusun tempat tinggalnya. Kegiatan masyarakat menjadi lumpuh. Sehingga hal ini sangat merugikan masyarakat. Termasuk anak-sekolah. Mereka terpaksa libur, kalau terjadi banjir di Sungai Bilah.
Selain itu, dia juga mengharapkan, agar Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, memperbaiki tanggul pembatas Sungai Bilah dengan pemukiman penduduk, yang jebol sejak beberapa waktu lalu. Tanggul tersebut sudah mengalami kerusakan sejak beberapa lama. Tetapi hingga kini belum juga mendapatkan perbaikan. Akibatnya, bila Sungai Bilah meluap karena banjir, pemukiman penduduk disekitarnya menjadi terendam. Demikian pula, dengan lahan persawahan dan rumah ibadah (gereja, mesjid) yang ada ditempat ini.
Menanggapi harapan masyarakat, anggota DPRD Sumatera Utara, Ida Budi Ningsih menyatakan keprihatinannya. Karena katanya, hingga kini masyarakat bila hendak bepergian dari dusun tempat tinggalnya tersebut, harus naik getek penyeberangan. Hal ini jelas membahayakan warga. Apalagi anak-anak sekolah.
Untuk itu lanjutnya, dalam rapat paripurna DPRD Sumatera Utara beberapa hari kedepan, dia akan menyampaikan informasi masyarakat, yang diterimanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan tersebut.Dengan harapan, agar bisa ditindak lanjuti Pemerintah Propinsi Sumatera Utara,untuk membangun jembatan gantung (rambin) dan memperbaiki tanggul yang jebol di tempat tersebut.
Hajjah Ida Budi Ningsih SH, yang pernah bertugas di Kabupaten Labuhanbatu ini, dalam kunjungan kerjanya mengikuti masa reses DPRD Sumatera Utara ke Kampung Batu Nas, Dusun 5, 6 dan 7 Desa Pangkatan tersebut, didampingi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Pangkatan, Parluhutan Lubis. ( )
Sebanyak 686 Peserta Ramaikan Kontes Burung Berkicau Tingkat Nasional di Labuhanbatu ● Medan Tim dan Bintang Aceh Raih Juara Umum Bird Club dan Single Fighter
Club pecinta burung berkicau Medan Tim, Medan dan Bintang Aceh, Banda Aceh berhasil meraih juara umum Bird Club dan Single Fighter pada Pameran dan Kontes Burung Berkicau Tingkat Nasional memperebutkan Piala Bupati Labuhanbatu “Bupati Cup I” yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Stadion Bina Raga Rantauprapat, Minggu (20/5-12).
Kepada juara umum selain mendapatkan piala bergilir Bupati Labuhanbatu, juga mendapatkan piala tetap serta uang pembinaan. Peraih juara kelas Bupati memperoleh piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 15 juta. Sedangkan untuk kelas Kapolres, Dandim dan Kajari memperoleh uang pembinaan masing-masing Rp 5 juta.
Kontes burung berkicau memperebutkan total hadiah sebesar Rp 200 juta itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional sekaligus mempromosikan Kabupaten Labuhanbatu di tingkat nasional. Acara itu dibuka secara resmi oleh Bupati Tigor Panusunan Siregar ditandai dengan pemasangan sangkar burung ke arena kontes oleh Bupati diikuti Komandan Kodim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua dan Kapolres AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK serta Ketua Panitia Thong Seng.
Dalam sambutannya Tigor menyambut positif diselenggarakannnya acara itu sebagai wahana silaturahmi dan rekreasi. Diharapkan melalui lomba tersebut komunitas kicau mania semakin maju dan berkembang serta lebih mencintai lingkungan, utamanya dalam menjaga kelestarian populasi burung berkicau.
Dikatakannya, bahwa Kontes ini merupakan salah satu cara kita dalam melestarikan flora dan fauna, karena kedua-duanya saling ketergantungan. Kita masih bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menyaksikan burung-burung berkicau ini yang diperkirakan semakin hari semakin berkurang disebabkan semakin berkurangnya lahan hutan yang kita miliki.
Tigor meminta seluruh kontestan untuk tidak melihat nilai hadiah yang disediakan, tetapi lebih kepada rasa kebersamaan untuk melestarikan populasi burung berkicau tersebut. “Mari kita lestarikan dengan melakukan penangkaran yang baik sehingga anak cucu kita masih dapat melihat dan menikmati keindahan warna dan kicauannya nanti”, ajak Tigor.
Secara khusus Tigor meminta dewan juri untuk melakukan penilaian dengan jujur dan adil. “Para peserta ini datang dari jauh, oleh sebab itu jangan dicedrai dengan penilaian yang tidak adil. Lakukanlah penilaian dengan jujur dan seadil-adilnya”, kata Tigor.
Pada bagian lain Tigor menjelaskan, bahwa kawasan Stadion Bina Raga selain akan dijadikan komplek kegiatan olah raga, juga akan dibangun sebagai kawasan hutan kota. “Tahun depan kawasan ini akan lebih baik, karena saat ini sedang dilakukan berbagai pembangunan dan perbaikan agar terlihat lebih asri dan nyaman”, ujarnya.
Ketua II Panitia Pelaksanan Kontes Ichun menjelaskan, Kontes Burung Berkicau itu diikuti sebanyak 686 peserta lokal maupun luar daerah diantaranya Banda Aceh, Medan, Kisaran, Padang Sidempuan, Panyabungan, Pekan Baru, Padang, Jambi, Palembang, Bandung dan Rantauprapat sebagai tuan rumah.
Lomba mempertandingkan 20 kelas melipti kelas Bupati, Dan Dim, Kapolres dan Kajari. Jenis burung yang dikonteskan murai batu, kacer, love bird, cucak hijau kepala kuning, cendet, kapas tombak, cucak hijau polos, kenari dan lain-lain. Secara keseluruhan lomba berjalan lancar, semua peserta merasa puas dengan hasil penilaian tim juri yang didatangkan dari DKI Jakarta, Padang, Pekan Baru, Banda Aceh dan Bandung.
Hadir pada kesempatan itu Ketua Tim Penggerak PKK dr Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT, Ketua Bhayangkari Ny Riri Hirbak Wahyu Setiawan, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Ir Jumingan, Kadis Cipta Karya Ir Mahini Rizal, Kadis Perikanan, Kelautan dan Peternakan Ir Nirwan Latif, Ketua KONI Zainul Arifin Hasibuan, Ketua KNPI Muhammad Risfan dan ribuan penonton yang memadati arena tersebut.(AR).
Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD menyerahkan Piala Bergilir “Bupati Cup I” kepada Pimpinan Medan Tim sebagai juara umum Bird Club pada Kontes Burung Berkicau di Stadion Bina Raga Rantauprapat.
3 File telah Dilampirkan| 688KB
Nilai-Nilai Kebangsaan Selama 104 Tahun Banyak Mengalami Pasang Surut
Jika dihitung dari titik awal kebangkitan nasional tahun 1908, maka pada tahun 2012 ini, kita sudah lebih seratus tahun berproses dalam kesadaran maupun kehidupan kita untuk menjadi bangsa yang berdaulat, menjadi bangsa yang memiliki identitas dan jatidiri dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Wajah dan corak ke-Indonesian-kita pun tentunya telah banyak mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perjalanan waktu. Demikian halnya, nilai-nilai kebangsaan selama 104 tahun tersebut tentunya telah mengalami pasang surutnya, seiring dengan perubahan jaman dan tuntutan masyarakat itu sendiri.
Demikian sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring yang dibacakan Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang dilaksanakan di Lapangan Ika Bina Rantauprapat, Senin (21/5-12).
Lebih lanjut dikatakannya, perubahan dan tuntutan ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, pasti akan berada dan menyatu dalam proses perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Kita telah sama-sama mengalami dan merasakan betapa perjalanan bangsa Indonesia yang telah berkali-kali mendapatkan gangguan, tantangan, hambatan dan bahkan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Oleh karena itulah, dalam rangka tetap menjaga konsistensi dan kesinambungan nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu kita, tentunya sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, kita tidak boleh lengah dan lupa akan makna hakiki nilai-nilai kebangsaan tersebut, secara khusus hal ini sangat penting dalam menyikapi dan menghadapi era perubahan dan kemajuan yang terjadi dewasa ini, dan yang akan terus menerus terjadi di masa-masa mendatang.
Ditambahkannya, bahwa gerakan 1908 dan 1928 yang dipelopori oleh kaum terpelajar yang bercita-cita Indonesia merdeka, menjadi pemicu dan pemacu dalam membangun nasionalisme melalui pikiran dan cita-cita yang digerakkan dalam organisasi pemuda. Kristalisasi pemikiran-pemikiran cerdas kaum muda tersebut, membangkitkan semangat dan energi besar bagi kaum muda, untuk terus berjuang bagi terbangunnya fondasi nasionalisme melalui tetesan darah melawan kaum penjajah dalam revolusi kemerdekaan.
Menapaki perjalanan sejarah kebangkitan nasional Indonesia, maka cara berfikir nasionalis dalam membangun Indonesia baru di masa depan adalah bagaimana mengutamakan kepentingan kehidupan nasional. Dalam hal ini, seyogianya cara berpikir nasionalis adalah antitesis dari cara berpikir individual atau perorangan, antitesis dari cara berpikir kedaerahan, antitesis dari cara berpikir kepartaian atau golongan, dan mutlak antitesis dari cara berpikir kolonial.
Peringatan Harkitnas yang ke 104 tahun 2012 ini menjadi penting, apabila nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan, nilai-nilai kejujuran, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri ke-Indonesia-an kita, yang telah dipelopori oleh para pendahulu kita melalui gerakan “Boedi Oetomo” tersebut, dapat dijadikan suatu enerji bagi langkah-langkah kita kedepan. Juga sekaligus menjadi renungan dan evaluasi, sejauh mana semangat nasionalisme tersebut terimplementasi dalam setiap potensi, profesi, tugas dan tanggung jawab perilaku masing-masing individu warganegara Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Peringatan Harkitnas yang dipusatkan di Lapangan Ika Bina Rantauprapat itu dihadiri oleh Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar SPd, Dan Dim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua, Kapolres AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK, Kajari Bambang Sudradjat SH, Ketua Pengadilan Negeri Sabarulina Ginting SH, Wakil Bupati Suhari Pane SIP, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Pemerintahan Drs Karlos Siahaan, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH, para Kadis, Kaban, Kantor, Perwira Polres, Perwira Kodim 0209, PNS, OKP, pelajar dan mahasiswa.(AR).
Teks foto : Unsur Pimpina Daerah Kabupaten Labuhanbatu melakukan penghormatan pada acara ziarah ke Taman Makam Pahlawan Rantauprapat usai melaksankan upacara Harkitnas.
2 File telah Dilampirkan| 461KB
Bupati Labuhanbatu Sampaikan LKPJ TA 2011
Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2011 pada rapat paripuran DPRD yang berlangsung di ruang rapat Paripurna, Senin (21/5-12).
Dalam pengantarnya Tigor menyampaikan, bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi Kabupaten Labuhanbatu atas dasar harga konstanta pada tahun 2010 sebesar 5,12 % yang menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 0,24 % dari tahun 2009, sedangkan laju pertumbuhan ekonomi atas dasar harga berlaku tahun 2010 sebesar 14,29 % mengalami kenaikan sebesar 4,72 % dari tahun 2009.
Untuk PDRB tahun 2010 atas dasar harga konstan mencapai Rp 3,26 trilyun dan atas harga berlaku mencapai Rp 7,61 trilyun. Apabila dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai Rp 3,10 trilyun atas harga konstan dan Rp 6,65 trilyun atas dasar harga berlaku menunjukkan bahwa PDRB tahun 2010 mengalami kenaikan.
Dari aspek kesehatan, kata Tigor, umur harapan hidup mencapai 69,5 tahun pada tahun 2010 yang berarti lebih tinggi dari tahun 2009, yaitu 69,2 tahun. Untuk aspek pendidikan yang dilihat dari angka partisipasi sekolah pada tahun 2010 APS SD 98,51 %, APS SLTP 84,04 % dan APS SLTA 58,05 , sedangkan tahun 2009 dimana APS SD 98,10 %, APS SLTP 85,85 dan APS SLTA 58,20 %. Dari aspek ketenagakerjaan angka pengangguran terbuka Kabupaten Labuhanbatu menurun dari 8,88 % menjadi 7,04 % pada tahun 2010.
Dijelaskan juga, bahwa pengelolaan pendapatan daerah, target dan realisasi pendapatan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Nomor 31 Tahun 2011 tentang APBD TA 2011, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 627,17 milyar dan sesaui Peraturan Daerah Nomor 44 TAhun 2011 tentang penjabaran P-APBD TA 2011 bertambah menjadi 683,72 milyar. Dari target tersebut dapat direalisasikan sebesar Rp 670,12 milyar atau 98,01 %.
Belanja daerah Kabupaten Labuhanbatu ditargetkan sebesar Rp 636,27 milyar dan ditambah pada P-APBD TA 2011 menjadi 683,26 milyar. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 386,71 milyar dan belanja langsung sebesar Rp 296,55 milyar. Sampai dengan Desember 2011 realisasi belanja sesuai dengan surat perintah pencairan dana (SP2D) yang dikeluarkan sebesar Rp 632,35 milyar yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 378,84 milyar dan realisasi belanja langsung sebesar Rp 253,62 milyar.
Hasil yang dicapai pada urusan wajib TA 2011 sebesar Rp 277,24 milyar dan realisasi sebesar Rp 273,20 milyar. Sedangkan hasil yang dicapai pada pelaksanaan urusan pilihan TA 2011 sebesar Rp 19,32 milyar terealisasi sebesar Rp 16,31 milyar. Dengan demikian total anggran urusan wajib dan pilihan TA 2011 adalah sebesar Rp 296,55 milyar dan realisasinya sebesar Rp 253,51 milyar. Dijelaskan, bahwa program yang tidak terlaksana pada TA 2011 sebahagian besar dibawakan kembali pada tahun 2012.
Sidang paripurna yang dipimpin dan dibuka oleh Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Syawaluddin Hasibuan, Unsur Muspida, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH, Asisten Pemerintahan Drs KArlos Siahaan, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH, para kepala SKPD dan insan pers.(AR).
Teks foto : Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar menyerahkan dokumen LKPJ kepada Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Syawaluddin Hasibuan.
Langganan:
Postingan (Atom)


