Laman

TABRAKAN 5 BERUNTUN, 4 ORANG LUKA-LUKA

SLR News Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas tabrakan lima beruntun antara Truk Cold diesel BK 8566 QW dengan angkot BK 1190 YF, mini bus teras BRI B 1959 POB, Kijang Kapsul BK 1427 YG dan Kijang Senia BK 1976 YV di Jalinsum simpang desa Aek Buru kecamatan Bilah Barat sekira pukul 09.00 Wib, Jumat (14/12). Akibat, kecelakaan tabrakan Beruntun tersebut, terjadi kemacetan panjang sejauh 5 KM. Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban tewas, 4 orang mengalami luka. Menurut Warga sekitar yang melihat kejadian, darno (34) dan Yanto (38) mengatakan, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekira pukul 09.00 Wib. Warga yang berada disekitar mendengar suara dentuman keras, sehingga warga pun langsung beramai-ramai kelokasi. “ kami sedang diwarung hendak sarapan, tiba-tiba saya dengar suara dentuman keras. Lalu kami lihat ke jalan ternyata lima mobil tabrakan secara beruntun. Lalu, kami lihat supir angkot itu terluka parah. Kakinya kanannya patah dan warga pun langsung melarikannya kerumah sakit, sedangkan 3 penumpang angkot itu hanya mengalami luka ringan. Dan kami bawa mereka ke puskesmas,” kata Darno. Hal serupa juga dikatakan seorang penumpang yang selamat, Ridwan (27) saat diwawancarai menceritakan dirinya sedang berada di angkot dari marbau hendak ke rantau. secara tiba-tiba angkot yang ditumpanginya ditabrak oleh truk Cold Diesel dari belakang. “kami didalam angkot ada 6 orang, saat itu ada truk cold diesel dibelakang angkot kami, tiba-tiba truck cold diesel itu menambarak dari belakang. Lalu, angkot kami menabrak mobil kijang xenia yang ada didepan kami.sedangkan mobil xenia itu menabrak bagian belakang mobil kijang kapsul yang berada di depannya. Setelah itu, angkot kami oleng kekanan tepat ditengah badan jalan. Tiba-tiba datang mobil mini bus dari arah berlawanan dan langsung menghantam bagian depan angkot kami. Dan angkot yang saya tumpangi lalu berhenti di pinggir kanan badan jalan. Lalu, saya turun dan menyelamatkan penumpang yang selamat dibantu oleh warga. Untunglah tak ada yang tewas, hanya saja supir angkot kami yang agak parah, kaki kanannya patah” kata Ridwan Sementara, seorang petugas Rumah sakit yang tak mau namanya dikorankan saat dikonfirmasi melalui seluler membenarkan adanya seorang korban lalu lintas sedang dirawat. “ benar bang ada korban lalu lintas. Supir angkot bernama fahmi rakisi warga desa simpang marbau dusun suka bangsa. Kondisinya kakinya patah dan saat ini sedang dirawat,” kata seorang petugas tersebut. Pantantauan wartawan dilokasi, Akibat tabrakan beruntun tersebut terjadi kemacetan sepanjang 5 KM. sepuluh personil petugas lalu lintas diturunkan kelokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Hingga sore arus mulai normal. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Terpisah, Kanit laka Polres Labuhanbatu Iptu Guntur Siagian saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. “ benar ada kecelakaan di simpang Aek buru. Saat ini petugas sedang berada dilokasi,” katanya.( IN )

Terkait Kritikan Kepada Pemkab Labuhanbatu

Massa Dukung Tigor Dibayar 50 Ribu RANTAUPRAPAT – Terkait gencarnya pemberitaan disejumlah media massa atas dugaan buruknya kinerja Bupati Pemkab Labuhanbatu dan beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga mengarah adanya dugaan tindakan korupsi uang negara, kini muncul massa tandingan yang mendukung penuh Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar dan kinerja jajaran pemerintahan setempat. Seperti halnya aksi puluhan massa yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli Labuhanbatu (Mapela) saat berorasi ke kantor Bupati, kantor DPRD, kantor Dinas Pendidikan serta melakukan konvoi dipertengahan kota Rantauprapat, Rabu (24/10) terembus kabar massa mengaku dibayar Rp50 ribu jika mengikuti aksi tersebut. Pengakuan sejumlah massa yang mayoritas pengemudi Becak Bermotor (Betor) saat ditemui disekitaran kantor DPRD, bahwa mereka dibayar oleh seseorang sebesar Rp50 ribu jika ikut dalam gabungan masyarakat yang mengatasnamakan masyarakat peduli tersebut. “Lima puluh ribu, lumayan lah. Kenapa rupanya bang,” jawabnya. Ditanya apakah uang bayaran itu diberikan setelah selesai aksi atau sesudah ikut berorasi, mereka mengaku terdiri dari dua kelompok. Sebahagian ada yang dibayar dahulu, sementara satu kelompok lagi dibayar setelah ikut berkeliling sambil membawa becak bermotornya. “Kalau kami nanti setelah putar-putar, tapi ada juga kawan yang ngaku sudah dibayar waktu kami kumpul sambil mendengar arahan apa yang mau kami bilangkan,” akunya yang saat itu memakai jaket berwarna kehitaan yang mulai memudar. Lebih jauh dibeberkan beberapa orang massa, awalnya mereka bingung terkait apa sebenarnya yang mereka minta, tetapi setelah diberitahukan oleh rekannya seprofesi, mereka akhirnya memahaminya. Keinginan mereka juga diperkuat untuk mengolok-olok pejabat serta anggota DPRD yang dinilai mereka tidak perduli. “Untungnya ya kami dapat duit, karena kalau narikpun belum tentu dapat segitu. Kalau masalah peduli, tidak kami pikirilah, karena pemerintahpun tidak perdulinya sama masyarakat,” celetuk mereka yang tanpa sepengetahuannya pengakuan polos itu telah direkam insan pers. Amatan dihalaman gedung DPRD, Koordinator Mapela Hasanuddin Hasibuan meminta kepada elemen masyarakat untuk menghentikan pembodohan dan pembohongan public, hindari fitnah dan penjoliman, agar mengatakan yang benar, jangan usil atas pembangunan Labuhanbatu, berbuat dan berikan yang terbaik untuk Kabupaten Labuhanbatu, mari mendukung dan mensukseskan pembangunan, harus bekerja sesuai tupoksi serta bergandengantangan membangun Labuhanbatu. Selain itu, massa juga membagikan selebaran yang berisikan pengakuan prihatin serta menyesalkan terhadap oknum-oknum yang ingin menghancurkan Labuhanbatu. Mereka menolak dan menentang keras atas penjoliman dan perusakan nama baik Labuhanbatu baik pemerintahan maupun pandangan pihak luar. Menurut Mapela, Bupati Pemkab Labuhanbatu dan Wakilnya sudah merealisasikan janji kampanye terdahulu diantaranya mengadakan pendidikan gratis sejak SD, SMP dan SMA, berobat gratis, membuka akses jalan kedaerah terpencil yang semuanya untuk meningkatkan perekonomian sejalan dengan motto rakyat tidak sakit, tidak lapar dan tidak bodoh. “Kami siap membela kebenaran untuk mewujudkan Labuhanbatu Mandiri 2015, menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020 dengan berperan serta mensukseskan pembangunan disegala bidang. Isu bupati korupsi 124 miliard adalah pembodohan,” teriak Hasanuddin Hasibuan yang notabene adalah wartawan serta pengurus disalahsatu LSM pemerhati kinerja aparat pemerintah. Selain diikuti oleh mayoritas penarik becak bermotor, aksi yang berlangsung pada saat jam kerja itu juga terlihat diikui oleh seorang oknum PNS bertugas dilingkungan kantor Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu berinisial PD. Dimana, oknum PNS tersebut juga diketahui berprofesi sebagai wartawan surat kabar mingguan terbitan Medan. Koordinator Aksi Hasanuddin Hasibuan ketika dikonfirmasi wartawan membantah bahwa massa yang ikut berorasi dibayar sebesar Rp50 ribu. “Tidak benar itu, tidak ada yang dibayar itu murni. Itu sebahagian anggota LSM ku, termasuk dari pantai dan sebahgaiannya tukang becak,” akunya dari seberang telepon.NIKO FOTO: Koordinator Aksi Masyarakat Peduli Labuhanbatu (Mapela) Hasanuddin Hasibuan saat sedang berorasi di halaman kantor DPRD Labuhanbatu. Namun belakangan terhembus jika massa aksi tersebut dibayar Rp50 ribu untuk mengikuti unjukrasa tersebut.

Kasus Sertifikasi 1.143 Guru Belum Dibayar

Iskandar Diduga Raup Keuntungan Bunga Deposit Ratusan Juta Kasus belum dibayarkannya dana sertrifikasi 1.143 guru di Labuhanbatu masih menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan. Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Iskandar diduga telah mengambil keuntungan dengan tidak dibayarkannya dana sertifikasi guru tersebut, yakni dengan sengaja mendepositkan dana sertifikasi itu ke salah satu bank hingga meraih keuntungan milyaran rupiah. “Karena Kepala Dinas Pendidikan adalah kuasa pengguna anggara yang bertanggungjawab. Jadi wajar kalau kita menduga uang itu telah diendapkan oknum kadis tersebut,” ujar Perwakilan Kelompok Masyarakat Anti Korupsi Labuhanbatu Zimmi A Panjaitan, Selasa (16/10). Kata Zimmi, Dinas Pendidikan Labuhanbatu hingga kini belum juga membayarkan satu bulan pembayaran dana sertifikasi bagi 1.143 guru pada triwulan pertama yang nilainya berkisar Rp3,2 milyar lebih. Dimana menurutnya, jika uang senilai Rp3,2 milyar tersebut di depositokan selama satu tahun ke salah satu bank, maka dapat menghasilkan bunga berkisar Rp240 juta. “Karena jika uang sebanyak Rp3,2 milyar itu di depositokan, maka biasanya memperoleh keuntungan bunga berkisar Rp20 juta perbulannya. Jika dikalikan selama satu tahun maka keuntungannya berkisar Rp240 juta,” jelasnya. Menurut Zimmi, alasan pihak Dinas Pendidikan yang menyatakan adanya kenaikan gaji guru pada bulan April 2012 lalu menjadi penyebab tidak cukupnya pembayaran dana sertifikasi pada triwulan pertama itu sangat tidak rasional dan dinilai hanya pembenaran semata. Pasalnya, sesuai proses dan mekanisme penyaluran dana sertifikasi, pihak Dinas Pendidikan lebih dahulu mengusulkan data dan jumlah uang dana sertifikasi guru pertriwulannya kepada Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Labuhanbatu. Setelah data penerima tunjangan sertifikasi guru itu diterima pihak DPPKAD, barulah pemerintah pusat mentransfer dana sertifikasi guru yang bersumber dari APBN tersebut. “Jadi sangat tidak mungkin dana yang dikirim dari pusat itu kurang dengan alasan adanya kenaikan gaji guru. Karena Disdik lebih dulu mengirimkan data dan jumlah uang yang harus diterima, barulah pusat mentransfer dana tersebut. Kan gak masuk akal pusat mengirimkan dana tidak sesuai dengan jumlah data yang diusulkan,” terangnya. Untuk itu, Zimmi kembali meminta kepada aparat penegak hukum agar dapat mengusut dugaan penyelewengan dana sertifikasi bagi 1.143 pendidik itu. “Karena mengendapkan uang negara juga tindakan korupsi dan bahkan bisa masuk dalam ranah tindakan penggelapan. Makanya Polisi dan Kejaksaan jangan tutup mata terkait dana sertifikasi guru ini, apalagi menyangkut dunia pendidikan,” ucapnya. Sementara seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Iskandar membantah pihaknya telah mengendapkan dana sertifikasi guru. Iskandar juga mengklarifikasi terkait tudingan belum dibayarkannya dana sertifikasi selama satu bulan pada triwulan ke II, seperti yang telah diberitakan. “Bukan tidak dibayarkan, melainkan telah terjadi penundaan pembayaran. Dan itu bukan pada triwulan ke II, tapi pada triwulan I,” ungkapnya. Dimana jelasnya, tunjangan sertifikasi satu bulan pada triwulan I itu bukan disengaja untuk tidak dibayarkan kepada para guru, melainkan karena adanya kenaikan gaji guru pada bulan April 2012 lalu, sehingga dana yang ada hanya cukup untuk pembayaran dua bulan. “Dan kenaikan gaji guru itu terjadi secara nasional. Dan memang hal ini sedikit menjadi permasalahan hampir di semua daerah,” terangnya. Namun katanya, dana tunjangan sertifikasi selama satu bulan yang tertunda dibayarkan itu, oleh Pemerintah akan ditransfer setelah disahkannya APBN Perubahan. Diperkirakan, pada triwulan IV mendatang, para guru akan menerima empat bulan tunjangan sertifikasi. Iskandar juga menjelaskan proses dan mekanisme penyaluran dana sertifikasi yang bersumber dari APBN dan ditransfer ke kas Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) per triwulan setelah sebelumnya diusulkan Dinas Pendidikan. Setelah dana masuk ke DPPKAD, DPPKAD kemudian menginformasikan ke Dinas Pendidikan. Oleh Dinas Pendidikan dilakukan proses pencairan dengan menyampaikan Surat Perintah Membayar (SPM) yang disertai berkas sertifikasi ke DPPKAD. Setelah berkas diverifikasi DPPKAD, DPPKAD mengeluarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) kepada Dinas Pendidikan. Selanjutnya Dinas Pendidikan dengan melampirkan daftar penerima dan nomor rekening para guru, meneruskan SP2D ke Bank Sumut untuk proses pencairan. Oleh Bank Sumut dilakukanlah transfer ke rekening masing-masing guru penerima tunjangan sertifikasi. “Jadi, jelaslah dana sertifikasi guru tidak singgah ke rekening Dinas Pendidikan, apalagi ke rekening pribadi,” tegasnya.

Hina Wartawati sebagai PSK Kadisdik Labuhanbatu H.Iskandar dipolisikan

Hina Wartawati sebagai Pekerja Sex Komersil (PSK) Kadis Pendidikan Labuhanbatu H.Iskandar di Laporkan Erine Indri Yani, 39, Wartawati Media Online Soorot News . warga Kampung Baru yang merupakan Korban Penghinaan Iskandar ke Polres Labuhanbatu Senin (15/10) sekitar pukul 20.30 dengan No.pol STPLP X 2012 RES LBH. Diungkapkan Indri kepada M24 Selasa (16/10) , penghinaan dan makian yang dilakukan Kadis Pendidikan Labuhanbatu H.Iskandar terjadi hari Minggu (14/10) lalu saat dirinya bersama dengan wartawan media cetak dan elektronik berkumpul dihalaman Ikabina Rantauprapat saat meliput kegiatan HUT Pemkab labuhanbatu,tiba-tiba Iskandar datang .lalu saat menghampiri Indri Iskandar mengucapkan bahwa jika dirinya ingin mendapat uang harus menelepon semua kepala SKPD dan mengajak tidur. Tidak hanya itu Iskandar juga meminta identitas Indri selaku wartawati, lalu Indri memberikan ID Card nya,tiba-tiba kartu yang sudah dipegang Iskandar sambil membaca ID card tersebut iskandar berkata cantik ia foto nya tapi ini lonte dan mencampakkan ID Card tersebut .”Kalau kau butuh uang bilang ,atau mau di cucuk aku pun siap niduri kau atau kau telepon kepala dinas semua,” kata Indri mengutip sepenggal perkataan Iskandar yang kala itu disaksikan Kepala Dinas Perhubungan Saipul SP. Lebih jauh diungkapkan Indri, iskandar juga mengancam akan meneriakkan bahwa dirinya seorang pekerja seks dihadapan semua Kepala SKPD jika melakukan peliputan kegiatan apapun. “Saya seorang wanita saya takut kalau ancaman itu saya biarkan terus “ujar Indri sambil berlinang Air mata sambil berkata Kalau Iskandar bertindak seperti itu karena Indri turut menyoroti masalah Dana Sertifikasi sebanyak 1.143 Guru Di labuhanbatu yang belum dibayarkan Dinas Pendidikan. “Kalau memang dia merasa pemberitaan tidak benar, silahkan membuat hak jawab, jangan main preman”jelas Indri lagi. Ternyata Teror yang dilakukan Kadis Pendidikan Tidak hanya pada Indri,rekannya Jimmi A panjaitan selaku Perwakilan Masayarakat Anti Korupsi, yang turut menyoroti Maslaha Cana Sertifikasi Guru Senin (15/10) juga dihampiri Iskandar ditempat yang sama . Entah apa pasalnya, Jimmi dihampiri Kadisdik tersebut dan melontarkan kata-kata tidak beretika dengan menyebutkan alat kelamin wanita. Disanalah diucapkan iskandar bahwa dirinya tidak perduli dengan posisinya sebagai Kadisdik, sebab dia adalah seorang preman. “Aku tak perduli sebagai kadis, karena aku preman, mau apa kau rupanya. Aku tidak taku laporan kalian, panggil itu Polisi, KPK, Bupati sendiripun aku tidak takut,” ungkap Jimmi . Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu melalui Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu AKP MT Aritonang Yang dihubungi M24 Melalui Ponselnya menanyakan Laporan Indri sudah ditangani sampai dimana menjawab kalau dirinya masih berada diluar kota. “saya belum mendapat informasi tentang hal itu, karena saya sedang berada di Padang Sidempuan bawa anggota PAM Pilkada”jawabnya. Kadis Pendidikan Labuhanbatu Iskandar yang dikonfirmasi M24 Melalui Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu Abdurahman Hasibuan mengatakan , melaporkan ke Polisi merupakan Hak yang merasa dirugikan, “ biarlah proses hukum yang berjalan, sebab masing-masing pihak mempunyai argumen dan yang menetukan bersalah tidaknya adalah Hakim”ujarnya (Bangun Hasibuan) Foto : Indri Aksi Solidaritas Wartawan kecam Kadisdik Labuhanbatu RANTAUPRAPAT,M24 Sejumlah Wartawan Media Cetak dan Elektronik ,Selasa (16/10) melakukan Aksi Solidaritas turun ke jalan dengan membawa berbagai Spnduk dan Poster yang berisikan kecaman terhadap kadis Pendidikan Labuhanbatu Iskandar yang telah melecehkan Profesi Wartawan . Selain turun ke jalan Puluhan Wartawan juga melakukan Aksi Protes sikap premanisme Kadis Pendidikan Yang juga mantan Guru Olah raga itu ke kantor Bupati dan kantor DPRD Labuhanbatu. Dikantor DPRD Labuhanbatu para kuli Tinta itu diterima Ketua DPRD Labuhanbatu Hj Elia Rossa Siregar didampingi 3 (tiga) Anggota DPRD Labuhanbatu Yakni Ali Akbar,Rudi S saragih dan Ronal Matio. Dalam dialog dengan sejumlah Anggota DPRD Itu Diceritakan Jimmi, aksi yang menimpa mereka diduga adanya pemberitaan sejumlah media massa terkait dugaan korupsi dana sertifikasi guru tahun 2012 sekitar Rp14 miliar, apalagi dirinya sudah melaporkan hal itu ke KPK, instansi dilingkungan Pemprovsu, kepolisian dan kejaksaan. “Saya akan membawa kasusu ini hingga ke persidangan demi menyelamatkan nasib guru,” tambahnya. Akibat sejumlah pemberitaan itu Iskandar Marah bahkan melakukan aksi pelarangan peliputan dilingkungan Disdik,ternyata pelarangan peliputan itu juga pernah disaksikan oleh seorang anggota DPRD yakni Ali Akbar Hasibuan. “Kayaknya ini tidak bisa didiamkan ketua, karena saya sendiri pernah melihat langsung ada wartawan yang diusir oleh Iskandar dari kantornya. Kita akan berupaya menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas,” katanya. Ditambahkan Rudi Saragih dari Komisi D, desakan yang dilakukan wartawan dijadikan sebagai pendorong permintaan agar Iskandar dicopot, terlebih mereka juga sempat membuat rekomendasi atas pencopotan yang sama terkait adanya temuan pengerjaan proyek yang dinilai tidak sesuai dengan dokumen. “Memang itu hak bupati, tapi saat ini situasinya sangat-sangat parah, ini harus direalisasikan,” tegas Saragih. Sementara Ketua DPRD Hj Ellya Rosa Siregar mengatakan pihaknya akan melaksanakan rapat internal dikalangan anggota dewan untuk mencari jalan yang terbaik. “Kami akan rapatkan ini secepatnya dan memberitahukan kepada kawan-kawan wartawan apa sikap yang akan kita buat. Memang kalau ini benar, sangat tidak mungkinlah Kadisdik dijabat orang seperti itu, apa nanti jadinya dunia pendidikan,” katanya.(Bangun Hasibuan)

Kepala Biro Aslab Harian SIB Beraudiensi Kepada Bupati Labuhanbatu

Kepala Biro Asahan Labuhanbatu (Aslab) Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Horas Simanjuntak beraudiensi kepada Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD di ruang kerjanya, Selasa (23/7-12). Dalam audiensi itu Bupati didampingi Kabag Humas Infokom Abdurrahman, sementara dari harian SIB terdiri dari Efran Simanjuntak yang bertugas di wilayah kota Rantauprapat, Fiktor Situmorang yang bertugas di wilayah Negeri Lama, Pangkatan, Panai Hulu, Panai Hilir dan Panai Tengah serta tiga orang lainnya yang bertugas di Asahan, Labura dan Labusel. Tigor mengatakan, bahwa dirinya merupakan pelanggan harian SIB sejak remaja. “SIB merupakan menu makan siang saya”, katanya. Ketika ditanya mengapa makan siang pak biasanya untuk sarapan pagi, Tigor sambil berkelakar mengatakan, bahwa harian SIB sampai di Rantauprapat pada siang hari. Tigor pada kesempatan itu menjelaskan program Pemkab Labuhanbatu dibawah Tigor-Suhari dengan janji politik yang pernah diusungnya pada Pilkada lalu, yakni rakyat jangan lapar, jangan sakit dan jangan bodoh. Dijelaskannya, bahwa janji politik yang disampaikannya pada Pilkada lalu hampir seluruhnya telah terpenuhi, namun masih ada yang tersisa yang akan selesai pada tahun 2013 yang akan datang, yakni pengerasan jalan Sei Rakyat – Sei Berombang. Disebutkannya, bahwa salah satu upaya membuat agar rakyat tidak lapar adalah dengan membuka daerah-daerah terisolir. Dengan dibukanya daerah itu, maka roda perekonomian akan berputar. “Saat ini harga komoditi tandan buah segar kelapa sawit di daerah pantai sudah sama dengan di daerah darat. Hal itu disebabkan sudah terbukanya akses jalan di daerah pantai selama 24 jam, dengan demikian pendapatan petani akan semakin baik sehingga diharapkan mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya”, ujarnya. Terkait janji rakyat jangan sakit, Tigor menjelasakan, bahwa dirinya telah mencanangkan program pelayan kesehatan gratis mulai dari Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada Kelas III. “Di Labuhanbatu seluruh warga dapat berobat ke RSU secara cuma-cuma, seperti cuci darah yang memerlukan biaya cukup besar itu hanya dengan menunjukkan KTP”, jelas Tigor. Sementara jargon rakyat jangan bodoh, Tigor menjelaskan, bahwa hal itu telah dilaksanakannya dengan membuat program pendidikan gratis untuk tingkat SMA/SMK Negeri. “Perlu dicatat bahwa pendidikan gratis yang kita laksanakan itu merupakan upaya peningkatan mutu pendidikan di Labuhanbatu dengan harapan para siswa Labuhanbatu ke depan semakin banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri”, harapnya. Ketika ditanya, apakah program ini akan terus berlanjut, Tigor mengatakan, bahwa program pendidikan gratis akan diambil alih oleh pemerintah pusat pada tahun 2013. Dengan demikian, katanya, Pemkab Labuhanbatu akan mengalihkan dana program pendidikan gratis tersebut untuk program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. “Beasiswa ini akan kita berikan kepada mereka yang berprestasi khususnya mahasiswa yang kuliah di PTN tanpa memandatang latar belakang kehidupan sosial mahasiswa tersebut”, tegasnya. Tigor juga menjelaskan, bahwa salah satu janji politik beliau di daerah pantai adalah membuat arus listrik di daerah itu normal dan baik seperti di daerah perkotaan. “Janji itu telah saya penuhi. Saat ini telah terpasang pembangkit listrik berkapasitas 2x2,5 MW di Labuhanbilik yang mampu menerangi tiga kecamatan yakni Panai Hulu, Panai Tengah dan Panai Hilir dengan kualitas lebih baik dari di perkotaan”, katanya. Mendapat penjelasan Tigor, Kepala Biro Aslab Harian SIB Horas Simanjuntak kaget mengapa program yang demikian bagus tidak didengar oleh khalayak ramai khusunya masyarakat Sumut. “Ini kan program yang cukup bagus dan pantas diketahui oleh masyarakat Sumut, bahwa program pendidikan, pembuatan dokumen catatan sipil dan program pelayanan kesehatan gratis sudah berjalan di Labuhanbatu, bukan hanya slogan tetapi sudah menjadi kenyataan”, katanya. Mendapat pujian seperti itu, Tigor hanya berucap, “saya ini seperti bebek ketika bertelur walau besar tetapi tidak ribut. Bukan seperti ayam yang bertelur kecil tetapi heboh sekampung dibutanya”.(AR). Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika menjelaskan program Pemkab Labuhanbatu dibawah Tigor-Suhari kepada wartawan harian SIB yang dipimpin Kepala Biro Aslab Horas Simanjuntak.

Tim Safari Ramadhan Pemkab Labuhanbatu Kunjungi Masjid Nurul Iman Desa Meranti

Tim Safari Ramadhan Pemkab Labuhanbatu yang dipimpin Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD di hari kedua mengunjungi Masjid Nurul Iman, Dusun Sidorejo, Desa Meranti, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (24/7-12) malam, setelah sehati sebelumnya mengunjungi Masjid Baitul ‘Ibad, Lingkungan Aek Paing Bawah II, Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara. Dalam kunjungan kali ini Bupati didampingi oleh Asisten Administrasi Ekbang dan Kesos H Burhanuddin SH, Kaban Kesbangpol Linmas Hasnul Basri S Sos, Kadis Kesehatan dr H Alwi Mujahid Hasibuan MKes, Kadis Pendidikan Drs Iskandar MPd, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu dr Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT, Sekretaris Dinas Dukcapil H Khairuddin SH, Sekretaris Dinas Bina Marga Ir Mas’ud, Alustadz Drs Badaruddin Baros S Ag, Camat Bilah Hulu Drs Hasman Siregar dan unsure Muspika Kecamatan Bilah Hulu. Pada kesempatan itu Bupati menyerahkan bantuan berupa Alqu’an beserta tafsirnya, buku Yasin, sajadah dan pemberian kain sarung kepada pengurus Badan Kenaziran Masjid dari keluarga dr Tigor. Di tempat yang sama Camat Bilah Hulu Drs Hasman Siregar juga menyerahkan zakat hartanya kepada warga yang berhak menerimanya. Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD menyampaikan terima kasihnya kepada masyarakat Desa Meranti yang telah berperan aktif melaksanakan pembangunan di daerah itu. “Saya bangga dan berterima kasih kepada Kepala Desa dan Masyarakat Desa Meranti yang membangun desa ini secara swadaya”, ucap Tigor. Desa Meranti ini sudah jauh berubah bila dibanding saat dua tahun lalu, kata Tigor. Inilah yang membuat Pemkab Labuhanbatu lebih fokus terhadap pembangunan di daerah lain. Saat ini Pemkab Labuhanbatu sedang memfokuskan pembangunan infrastruktur di daerah pantai dan pegunungan yang tidak mereka dapatkan semala 65 tahun sejak Indonesia Merdeka. “Jadi, sudah sewajarnya saudara-saudara kita di daerah pantai dan pegunungan mendapatkan perhatian dari Tigor-Suhari selama 2 tahun terakhir. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat dapat memaklumi ini”, kata Tigor, seraya menjelasakan bahwa pada tahun 2013 yang akan datang fokus pembangunan akan diarahkan ke lingkungan perumahan khususnya kota Rantauprapat dan kecamatan di sekitarnya. Ditambahkannya, bahwa tahun 2012 ini, Pemkab Labuhanbatu akan membangun satu unit Puskesmas yang akan dibangun di Desa Gunung Selamat. “Saya perkirakan pada bulan Februari – Mei 2013 Puskesmas ini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Meranti”, tambah Tigor. Pada kesempatan itu Tigor juga menawarkan kepada masyarakat Bilah Hulu khususnya desa Meranti dan sekitarnya untuk pembangunan satu unit sekolah SMA. “Kalau ada lahan tersedia, maka Pemkab Labuhanbatu akan membangun sekolah SMA di daerah ini agar anak kita tidak jauh-jauh lagi bersekolah ke luar daerah”, ungkapnya. Sementara itu Alustadz Badaruddin Baros Sag dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa ada tiga kekuatan dalam melawan setan yakni orang beriman karena bersih hatinya, perbanyak istikhfar, perbanyak membaca basmallah dan perbanyak berzikir. Ketika engkau melakukan satu keburukan maka dihatimu akan timbul titik hitam di hatimu, apabila engkau melakukan dua kali keburukan maka akan timbul dua titik hitam di hatimu. Demikian juga apabila engkau melakukan kejahatan/keburukan secara terus menerus maka akan menumpuk titik hitam di hatimu sehingga engkau tidak takut lagi akan dosa. “Apabila hati sudah kotor, maka hatimu akan tertutup dari kebaikan dan tidak akan dapat lagi menerima ajakan kebaikan dari siapapun”, kata Badaruddin.(AR). Teks foto : Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD menyampaikan program Pemkab Labuhanbatu baik yang telah, sedang dan akan dilaksanakan kepada jamaah Masjid Nurul Iman Dusun Sidorejo, Desa Meranti, Kecamatan Bilah Hulu. 3 File telah Dilampirkan| 913KB

Angin Puting Beliung Kembali Landa Labuhanbatu Tigor : Tetaplah Berpuasa Walau Tertimpa Musibah

Angin putting beliung kembali melanda Kabupaten Labuhanbatu, Selasa(24/7-12) malam. Kalau pada 23 Juni 2012 lalu angin putting beliung ini menghancurkan ratusan rumah di Lingkungan Panah Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan dan di Dusun Firdaus, Desa Lingga Tiga Kecamatan bIlah Hulu. Kali ini angin yang berputar dengan kecepatan tinggi itu melanda Dusun Aek Tayas, Desa Afdeling II, Kecamatan Bilah Hulu dan merusak 7 unit rumah penduduk setempat. Kepala Desa Afdeling II Alfin Sari kepada media ini mengatakan, angin dengan kecepatan tinggi disertai hujan lebat melanda daerah tersebut sekitar pukul 06.05 Wib merusak 7 unit rumah dengan kondisi 4 rusak ringan dan 3 rusak berat. “Angin kencang beserta hujan lebat ini berlangsung cepat tetapi cukup mengerikan, karena berhasil menumbangkan berbagai pohon di daerah ini seperti pohon jati dan karet namun alhamdulillah tidak ada korban jiwa”, jelas Alfin Sari. Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD mendengar kejadian itu sewaktu melakukan kegiatan Safari Ramadhan mengatakan langsung memerintahkan Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mahadi Sh untuk melakukan peninjauan ke lapangan. Demikian juga dengan Camat Bilah Barat langsung meluncur ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini. Pagi harinya, Rabu (25/7-12) Bupati langsung meninjau lokasi kejadian dan memberikan bantuan berupa beras, mie instan dan sejumlah uang. Bupati mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk kepedulain Pemkab Labuhanbatu terhadap warganya yang tetimpa musibah. Dijelaskannya, bahwa untuk bantuan perbaikan rumah Pemkab Labuhanbatu tidak akan melakukannya karena perumahan itu merupakan milik karyawan PTPN III Kebun Rantauprapat. “Kita tidak bisa meberikan bantuan perbaikan kepada perumahan milik perusahaan perkebunan ini”, jelas Tigor. Kepada karyawan yang tertimpa musibah, Tigor meminta agar tetap tabah dan tawakkal, karena musibah itu kapan saja bisa terjadi tanpa kita ketahui kapan datangnya. “Tetaplah berpuasa walau tertimpa musibah, karena bisa saja ini merupakan cobaan bagi kita”, kata Tigor. Sementara itu Asisten Kepala (Askep) PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Rantauprapat S. Sinurat menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkab Labuhanbatu khususnya kepada Bupati yang telah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap musibah yang melanda karyawannya. “Kami hanya dapat menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya semoga Allah Swt membalasnya dengan limpahan pahala dati Tuahn Yang Maha Esa”, ujarnya. Pada kunjungan itu Bupati didampingi oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Drs H Sarbaini, Asisten Administrasi Ekbang dan Kesos H Burhanuddin SH, Asisten Administrasi Umum Elfin Riswan SE, Kaban Kesbangpol Linmas Hasnul Basri S Sos, Kepala BKD Aswad Siregar SE MAP, Kadis PPKAD Ahmad Muflih SH, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Saiful SP, Sekretaris Dinas Bina Marga Ir Mas’ud dan Camat Bilah Barat Drs M Yusuf Lubis.(AR). Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD memberikan bantuan uang dan bahan makanan kepada para korban bencana puting beliung.