Aparatur Pemerintah Harus Ramah, Santun dan Bersifat Mengayomi
RANTAUPRAPAT, SLR : Dalam melayani masyarakat fenomena yang berkembang saat ini pada umumnya yakni tuntutan masyarakat terhadap sikap dan perilaku aparatur pemerintah yang ramah, santun dan bersifat mengayomi serta jauh dari sikap arogan dan ingin menang sendiri, karena dengan sikap demikian akan mendekatkan hubungan emosional antara masyarakat dengan aparatur pemerintah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa.
Demikian dikatakan Plt Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH pada upacara hari kesadaran nasional di lapangan Diklat BKD, Kamis (17/1).
Ali Usman juga mengingatkan para pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Labuhanbatu agar melakukan kajian secara mendalam baik secara administratif maupun normatif dengan memerhatikan berbagai peraturan dan undang-undang yang berlaku supaya tidak tersandung masalah, karena melaksanakan tugas kedinasan dengan baik sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku merupakan salah satu upaya mencapai kebenaran melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki.
Dengan Hari Kesadaran Nasional ini, kata Ali Usman, setiap aparatur negara bisa menyadari dirinya sebagai pelayan masyarakat dan bisa mengembangkan semangat patriotisme kebangsaan. “Mudah-mudahan dengan upacara ini bisa memberikan kesadaran kepada seluruh aparatur negara agar dapat melayani masyarakat dan dapat mengelola berbagai dinamika sosial yang ada ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara arif dan bijaksana, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya”, ujar Ali Usman.
Ditambahkannya, untuk mewujudkan fungsi pelayanan tersebut setiap aparatur pemerintahan khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu harus meningkatkan kemampuan dan pemahaman dari setiap peraturan. Adanya penyimpangan dalam praktek pelayanan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh faktor kesengajaan namun sering terjadi karena adanya salah prosedur administrasi dan bedanya pemahaman terhadap peraturan.
Oleh karena itu setiap aparatur pemerintah harus dapat memahami sebuah peraturan dengan baik, melalui berbagai sosialisasi, Bintek dan penandatanganan fakta integritas yang telah dan akan kita lakukan. “Saya berharap kesalahan-kesalahan pemahaman tersebut bisa hilang sehingga pelayanan kepada masyarakat pun bisa diberikan secara maksimal”, harapnya.
Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional di Lingkungan Pemkab Labuhanbatu itu dihadiri sejumlah Kepala SKPD diantaranya, Kepala BKD Aswad Siregar SE MAP, Kepala BP2KB Hj Heli Fenida SKM MKes, Kaban PMD/K Zaid Harahap S Sos, Kaban Penanaman Modal dan Palayanan Perizinan Terpadu Faizal Amri Siregar ST, Plt Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang H Mas’ud ST, Kadis Kehutanan Ir Jumingan, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informasi Saipul SP, Kasat Pol PP Aminullah Haris SH, Kepala KIPP Charles Tampubolon SST dan Staf Ahli Bupati Bidang Pertanian Drs H Borkat Pane MM serta para Kabag dilingkungan Setdakab Labuhanbatu.(AR).
Teks foto : Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap SH ketika menyampaikan amanatnya pada upacara bendera Hari Kesadaran Nasional di lapangan Diklat BKD, Kamis (17/1-13).
SETAHUN, POSKESDES JALAN KARTINI TIDAK DIAKTIFKAN
RANTAU-SLR
Warga jalan Kampung Baru kelurahan Kartini kecamatan Rantau Utara mengeluhkan Poskesdes Kartini tidak aktif selama satu tahun. Akibatnya, warga yang ingin berobat pada saat sedang sakit, terpaksa harus pergi ke rumah sakit umum Rantauprapat.
Heri (30) warga Kampung Baru saat ditemui, mengatakan dirinya kecewa dengan tidak aktifnya Poskesdes kartini sejak setahun terakhir. Sebab, dirinya terpaksa berobat kerumah sakit umum Rantauprapat ketika sedang sakit.
“ sudah setahun poskesdes ini tidak pernah di aktifkan. Warga kampung baru yang ingin berobat terpaksa harus ke rumah sakit umum rantauprapat, dikarenakan poskesdes tersebut tidak pernah lagi aktif sejak setahun terakhir. Padahal, poskesdes itu berdiri sudah lima tahun lebih, namun setahun terakhir ini, poskesdes itu tidak pernah lagi aktif,” kata Heri
Hal serupa juga dikatakan Zimmy (35) dan Alvin hasibuan (40) saat ditemui, warga mengaku prihatin dengan kondisi bangunan poskesdes yang tidak terawat karena tidka difungsikan.
“ bangunan poskesdes itu akan hancur jika tidak difungsikan. Bahkan, meteran listrik yang ada di poskesdes itu sudah tidak berfungsi lagi dikarenakan tidak dipergunakan lagi. Untuk itu, Kami meminta kepada pemerintah kabupaten labuhanbatu agar mengaktifkan kembali poskesdes itu secepatnya. sebab, masyarakat sangat membutuhkan poskesdes itu diaktifkan kembali agar masyarakat tidak perlu jauh lagi berobat ke rumah sakit umum Rantauprapat,” kata Zimmy.
Terpisah, Kepala Puskesmas kecamatan Rantau Utara Dr.Liana Limbong saat dikonfirmasi terkait tidak diaktifkannya poskesdes kartini, membantah poskesdes tersebut tidak difungsikan.
“ poskesdes kartini itu aktif hingga saat ini, siapa yang bilang poskesdes itu tidak aktif. saat ini petugas yang menjaga poskesdes kartini adalah bidan Nani. Muingkin ibu itu sudah pulang. Mangkanya kantor poskesdes kartini tutup,” kata Dr.Liana sambil memutuskan selulernya
foto : salah seorang warga menunjuk poskesdes kartini tidak di aktifkan
Ketua Kwarcab Pramuka Labuhanbatu Buka Outbond Bagi Pramuka Penegak
RANTAUPRAPAR; SLR Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Labuhanbatu Suhari Pane SIP membuka kegiatan outbond bagi Pramuka Penegak yang dilaksanakan di lapangan Diklat BKD, Sabtu (11/1-13). Kegiatan yang bekerja sama dengan My Club Medan itu diikuti sebanyak 250 orang Pramuka Penegak dari 9 Kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu.
Suhari Pane yang juga Wakil Bupati Labuhanbatu dalam sambutannya mengingatkan para pelajar di daerah ini khususnya para peserta outbond untuk senantiasa memgikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dikatakannya, teknologi informasi saat ini sudah demikian pesatnya merambah kehidupan kita khususnya para generasi muda.
Saat ini, katanya, teknologi sudah menyusup ke seluruh pelosok daerah. Dengan jaringan internet kita dapat mengikuti kejadian dan perkembangan daerah lain di saat yang bersamaan. “Ini sebenarnya tantangan sekaligus peluang, tergantung bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan kita sebagai pelajar dan generasi muda”, kata Suhari.
Suhari mengingatkan para peserta outbond dalam melakukan kegiatan berselancar di dunia maya atau kita berada di internet entah itu browsing, download, games online ataupun hanya sekadar bersosialisasi dengan menggunakan facebook, twitter, dan lain sebagainya agar senantiasa menggunakan internet sehat, yakni internet yang bernilai positif mengedepankan norma agama maupun budaya Ketimuran yang menganut sopan santun.
Pada kesempatan itu Suhari mengucapkan terima kasihnya kepada panitia dan para instruktur yang berhasil mengemas acara itu sehingga terselenggara dengan baik. “Semoga acara ini besar manfaatnya bagi seluruh peserta untuk dikembangkan di daerah masing-masing”, harap Suhari.
Lebih jauh Suhari mengatakan, kegiatan outbond ini merupakan salah satu upaya Kwarcab Gerakan Pramuka untuk menyikapi program Bupati Labuhanbatu, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Meningkatnya kualitas SDM Labuhanbatu pasti akan berdampak kepada naiknya kualitas investasi di daerah ini. Potensi investasi di Labuhanbatu terbilan besar, karena itu peningkatan SDM menjadi penting sekarang ini”, jelas Suhari.
Sementara itu Syahrul Camara, salah seorang instruktur dari My Club mengatakan, kegiatan outbond yang dikemas dalam “Integrated In Hous Outbond Training Scout” itu mengajarkan kepada peserta bagaimana hidup secar mandiri dan hidup saling ketergantungan dengan orang lain, bagainana mengemas kreativitas dan membangun karakter.
Dijelaskannya, dalam 5-7 tahun terakhir, outbound training menjadi salah satu primadona training di Indonesia. Banyak sekali manajemen perusahaan yang melirik dan menginvestasikan training karyawannya melalui outbound training atau kegiatan manajemen outbound training. Metode experential learning dalam bentuk outbound training yang satu ini mampu menghadirkan nuansa baru dengan kemasan berbeda dibanding training konvensional selama ini, hanya di dalam kelas, formal dan membosankan (kadang-kadang bikin ngantuk).
Dari kegiatan ini para peserta belajar melalui proses mengalami sendiri (outbound training), berinteraksi secara intens sambil belajar dengan rekan sehari-hari dalam pekerjaan melalui simulasi game outbound yang dilakukan di out door maupun in door.(AR).
Teks foto : Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Labuhanbatu Suhari Pane SIP memberikan ucapan selamat kepada dua orang perwakilan Pramuka Penegak usai menyematkan tanda peserta.
Teks foto : Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Labuhanbatu Suhari Pane SIP ketika memberikan sambutan pada pembukaan Outbond Training Scout di Aula BKD Labuhanbatu.
KARENA TAK PERNAH NGANTOR DAN BEREDARNYA CEK KOSONG, BENDAHARA HAMPANG DI GANTI
RANTAUPRAPAT; SLR
Akibat tak pernah masuk kerja dan beredarnya cek kosong yang digunakan oleh bendahara Hampang Syafii Syam, bendahara ketahanan pangan labuhanbatu diganti. Hal itu dikatakan Kasubag Tata Usaha ketahanan pangan Gustiani erni harahap kepada WARTAWAN , Jumat (11/13).
Dikatakan Gustiani, pergantian bendahara ketahanan pangan labuhanbatu dari Syafii Syam ke Ade Kurniawan. Pergantian tersebut di lakukan karena bendahara lama tak pernah masuk kantor selama sebulan terakhir.
“ sejak tanggal 15 Desember 2012 bendahara ketahanan Pangan Labuhanbatu Syafii Syam tidak pernah menandatangani daftar absen sampai hari ini. Sehingga jabatan Bendahara yang dipangkunya digantikan oleh Ade Kurniawan. Bahkan sejak bulan oktober usai memperingati hari pangan sedunia Syafii sudah jarang masuk kantor. Beliau hanya datang menandatangani absen, setelah itu dia pulang. Dan tanggal 14 Desember 2012 dia terakhir kali menandatangani absen,” katanya
Dijelaskan Gustiani, beredarnya cek kosong dan jarangnya masuk kerja Syaifii Syam merupakan salah satu alasan menganti jabatannya dari Bendahara menjadi Kasi Distribusi dan Harga Pangan.
“sejak beredarnya cek kosong dan jarangnya masuk kerja Syafii Syam, sehingga dirinya diganti dari bendahara menjadi Kasi Distribusi dan harga pangan pada tanggal 15 desember 2012. dan sejak tanggal 15 Desember 2012, Plt bendahara adalah Ade kurniawan. Jadi, isu tentang beredarnya cek kosong yang dilakukan oleh Syafii Syam adalah suruhan dari Kepala Kantor, saya tak berani menjawabnya. Coba tanyakan saja langsung kepada pak kepala,” katanya.
Sementara Kepala Kantor Ketahanan Pangan Labuhanbatu Syahbela hasibuan saat dikonfirmasi membantah dirinya yang menyuruh Syafii Syam untuk menyebarkan cek kosong.
“ tidak benar, saya menyuruh Syafii Syam mengedarkan cek kosong itu kepada si Awi. Jika mau cari tau kebenaranya, jumpai saja Syafii Syam,” kata Syahbela sambil memutuskan selulernya.
Terpisah, Kepala Kantor Badan Kepegawaian Daerah melalui Kabid dokumentasi & informasi kepegawaian Sofyan saat dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya oknum PNS di kantor ketahanan pangan tidak masuk kerja selama dua bulan.
“ saya tidak tau ada pegawai yang tidak masuk kerja selama dua bulan. Sebab, hingga saat ini kantor ketahanan pangan tidak pernah memberitahukan hal itu. Jika ada PNS yang tidak masuk kerja sampai dua bulan, maka sudah layak untuk diberhentikan sesuai dengan PP NO 53 tahun 2010 pasal 10 tentang Disiplin PNS, dimana selama 46 hari tidak masuk kerja, maka akan diberhentikan secara tidak hormat. Yang jelasnya, nanti kita ketemu pulang saya sari medan,” kata Sofyan sambil memutuskan selulernya
Bupati Labuhanbatu Sampaikan Nota Keuangan R-APBD TA 2013
RANTAUPRAPAT,SLR : Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD menyampaikan pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2013 pada Rapat Paripurna DPRD, Senin (7/1-13). Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar SPd itu dihadiri oleh Wakil Bupati Suhari Pane SIP, para Wakil Ketua DPRD Syawaluddin Hasibuan SE dan Aminuddin Manurung, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap, Asisten Pemerintahan Drs H Sarbaini, Asisten Administrasi Ekbang dan Kesos H Burhanuddin SH, Asisten Administrasi Umum Elvin Riswan SE, para kepala SKPD dan insan pers.
Tigor mengatakan, rancangan peraturan daerah tentang APBD Kabupaten Labuhanbatu TA. 2013 yang diajukan kepada dewan memuat berbagai kebijakan yang disinkronisasikan dengan kebijakan pemerintah atasan, namun yang mempengaruhi cukup signifikan terhadap pemerintah daerah adalah rencana kenaikan gaji dan tunjangan CPNS Daerah/PNS Daerah serta penerimaan CPNS Daerah dari pegawai honor katagori I, dimana besaran kenaikan gaji dan tunjangan CPNSD/PNSD tersebut disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.
“Oleh karena itu dengan adanya kebijakan tersebut dukungan pemerintah melalui dana alokasi umum (dau) pada TA. 2013 direncanakan meningkat alokasinya sebesar 12,74% bila dibandingkan pada TA. 2012”, ujarnya.
Disamping itu, kata Tigor, dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan maupun percepatan pembangunan daerah pemerintah pusat mengalokasikan dana alokasi khusus (DA) pada TA. 2013 adalah sebesar Rp.49.738.450.000,- namun porsi terbesar dana alokasi khusus tersebut dialokasikan pada bidang pendidikan, hal ini sejalan dengan amanat undang-undang dasar tahun 1945 dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ditambahkannya, kebijakan pemerintah daerah yang cukup mempengaruhi alokasi belanja daerah pada R-APBD Kabupaten Labuhanbatu TA. 2013 disesuaikan dengan penetapan prioritas pembangunan daerah pada tahun 2013 berdasarkan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) yaitu : pembangunan pendidikan yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan pendidikan dengan sasaran peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik, prasarana dan sarana pendidikan, dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui program pendidikan gratis dan bantuan kepada mahasiswa yang berprestasi.
Pembangunan kesehatan yaitu peningkatan pelayanan kesehatan dengan sasaran pelayanan kesehatan yang berkualitas di rumah sakit dan puskesmas serta jaringannya, meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong tumbuhnya paradigma hidup sehat dan mensukseskan program keluarga berencana dan kesehatan remaja, pembangunan ekonomi kerakyatan, pertanian dan infrastuktur yaitu peningkatan penguatan kapasitas permodalan dan peralatan maupun SDM pengusaha ekonomi, sedangkan pembangunan infrastuktur bertujuan untuk peningkatan sarana dan prasarana transportasi khususnya pada kawasan strategis serta kawasan tertinggal.
Pembangunan ketertiban dan keamanan dengan sasaran peningkatan ketertiban dan keamanan, kesadaran hukum dalam tatanan kehidupan masyarakat, kewaspadaan dan kemampuan penanggulangan bencana, dan meningkatkan wawasan kebangsaan dan solidaritas kehidupan sosial, budaya dan keagamaan serta pembangunan kualitas sumber daya aparatur dan pelayanan publik dengan sasaran meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan taat hukum, meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah dan meningkatkan penyebaran informasi pembangunan dan penyelenggaraan pemerintah kepada masyarakat.
Pendapatan Daerah.
Dengan kebijakan dan prioritas tersebut, kata Tigor, maka rancangan peraturan daerah tentang APBD Kabupaten Labuhanbatu TA. 2013 diajukan dengan rencana pendapatan daerah sebesar Rp. 747.991.935.252,- bertambah sebesar Rp.72.496.235.151,- atau 10,73% dan rencana belanja daerah sebesar Rp.766.402.295.035,- bertambah sebesar Rp.56.131.857.064 atau 7,90% dari APBD TA. 2012. “Dengan demikian rancangan perturan daerah tentang APBD TA. 2013 yang diajukan kepada dewan mengalami defisit anggaran sebesar Rp.18.410.359.783,-, dimana defisit anggaran tersebut akan ditutupi dari surplus penerimaan pembiyaan daerah”, ungkap Tigor.
Adapun komposisi R-APBD Kabupaten Labuhanbatu TA. 2013 adalah sebagai berikut : pendapatan daerah secara keselurahan mengalami pertambahan, namun ada ayat penerimaan yang mengalami pengurangan yaitu dana alokasi khusus (DAK) berkurang sebesar 34,12% dari APBD TA. 2012, sehingga rencana pendapatan daerah dalam R-APBD Kabupaten Labuhanbatu TA. 2013 adalah sebesar Rp.747.991.935.252,- dengan uraian sebagai berikut : pendapatan asli daerah direncanakan bertambah sebesar Rp.7.441.178.152,- atau 14,88% dari APBD TA.2012 sehingga menjadi Rp.57.441.178.152,- yang terdiri dari : pajak daerah ditargetkan sebesar Rp.18.569.600.000,- bertambah sebesar Rp.839.913.900,- atau 4,74% dari APBD TA. 2012.
Retribusi daerah ditargetkan sebesar Rp.20.156.094.637,- bertambah sebesar Rp.6.232.899.252,- atau 44,77% dari tahun anggaran sebelumnya. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditargetkan sama dengan TA.2012. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp. 6.715.483.515,- bertambah sebesar Rp.368.365.000,- atau 5,80% dari APBD TA. 2012.
Dana perimbangan direncanakan sebesar Rp.622.550.757.100,- secara keseluruhan mengalami pertambahan sebesar Rp.33.055.056.000,- atau 5,61% dari APBD TA. 2012 yang terdiri dari : dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sumber daya alam ditargetkan sama dengan TA. 2012 sebesar Rp.52.354.788.100,. Dana alokasi umum ditargetkan Rp.461.644.282.000,- bertambah sebesar Rp. 58.813.237.000,- atau 12,74% dari APBD TA.2012. dana alokasi khusus (DAK) ditargetkan sebesar Rp.49.738.450.000,- berkurang sebesar Rp.25.758.180.000,- atau 34,12% dari APBD TA.2012.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp. 68.000.000.000,- yang diperoleh dari bagi hasil pajak pemerintah provinsi, sedangkan dana bantuan keuangan provinsi dan sumber-sumber dana lainnya tidak dibawakan pada R-APBD TA.2013, karena penetapannya belum diperoleh dari pemerintah atasan.
Dari kondisi rencana pendapatan daerah yang ditargetkan dalam rancangan peraturan daerah tentang APBD Kabupaten Labuhanbatu TA.2013 masih didominasi dari dana perimbangan dalam bentuk total perolehan pendapatan daerah akan tetap diatas peranan pendapatan asli daerah, dengan perkiraan komposisi 83,22% untuk dana perimbangan dan 7,68% pendapatan asli daerah dan komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 9,10%. Dengan demikian bahwa pembiayaan terhadap R-APBD Kabupaten Labuhanbatu TA. 2013 masih didominasi dari dana perimbangan.
Belanja Daerah.
Belanja daerah dalam R-APBD Kabupaten Labuhanbatu TA.2013 direncanakan sebesar Rp.766.402.295.035,- bertambah sebesar Rp.56.131.857.064,- atau 7,90% dari APBD TA.2012. Secara umum bahwa pertambahan belanja daerah tersebut dialokasikan pada kelompok belanja tidak langsung sebesar 4,69% yang digunakan antara lain untuk pembayaran kenaikan gaji PNSD/CPNSD, sedangkan belanja langsung bertambah sebesar 7,90% dari TA. 2012.
Komposisi belanja daerah tersebut terurai sebagai berikut : belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp.418.031.436.619,- bertambah sebesar Rp. 18.718.112.504,- atau 4,69% dari APBD TA. 2012 dengan uraian sebagai berikut : belanja pegawai direncanakan sebesar Rp.391.699.577.702,- bertambah sebesar Rp.18.476.878.978,- atau 4,95% dari APBD TA. 2012.
Belanja bunga direncanakan sama dengan TA. 2012, sebesar Rp.77.079.917,-, sedangkan belanja subsidi tidak dialokasikan dalam R-APBD TA.2013. Belanja hibah direncanakan sebesar Rp.9.050.000.000,- bertambah sebesar Rp.727.000.000,- atau 8,73% dari tahun anggaran sebelumnya. Belanja bantuan sosial direncanakan sebesar Rp.5.314.000.000,- bertambah sebesar Rp.1.250.600.000,- atau 30,78% dari APBD TA.2012. Belanja bagi hasil kepada pemerintah desa direncanakan sebesar Rp.1.800.000.000,- berkurang sebesar Rp.2.700.000.000,- atau 60,00% dari APBD TA.2012. Pengurangan belanja ini merupakan pergeseran anggaran yang disesuaikan dengan Permendagri nomor 37 tahun 2012 tentang pedoman penyusunan APBD TA. 2013.
Belanja bantuan keuangan dialokasikan sebesar Rp.8.590.779.000,- atau bertambah sebesar Rp.3.500.000.000,- atau 61,46% dari APBD TA.2012. pertambahan belanja tersebut bersumber dari pergeseran anggaran dari belanja bagi hasil kepada pemerintah desa. Belanja tidak terduga direncanakan sebesar Rp.1.500.000.000,- pada APBD TA.2013.
Belanja langsung direncanakan sebesar Rp.348.370.858.416,- bertambah sebesar Rp.56.131.857.064 atau 7,90% dari APBD TA. 2012, dimana belanja modal direncanakan pada R-APBD TA. 2013 adalah sebesar rp.165.717.112.832,-.
Pembiayaan Daerah.
Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp.19.500.000.000,- dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.1.089.640.217,-. Pengeluaran penerimaan pembiayaan dialokasikan untuk pembayaran pokok utang adalah sebesar Rp.89.640.217,- dan penguatan modal bagi koperasi dan UKM adalah sebesar Rp.1.000.000.000,-. Dengan demikian pembiayaan netto pada TA.2013 yang digunakan untuk menutupi defisit anggaran adalah sebesar sebesar Rp.18.410.359.783,-.
Acara yang diawali dengan penandatanganan Kebijakan Umum APBD ( KUA ) serta Prioritas Plafond Anggara Sementara (PPA) itu dilanjutkan dengan tanggapan fraksi-fraksi yang dilaksanakan pada siang dan sore hari.(AR).
Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD disaksikan Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar, Wakil Bupati Suhari Pane SIP, para Wakil Ketua DPRD menandatangani KUA PPA pada Rapat Paripurna DPRD pembahasan R-APBD Kab. L.Batu TA 2013.
PROYEK PELEBARAN JALAN D.I PANJAITAN BARU SELESAI DIKERJAKAN
RANTAUPRAPAT; SLR
Proyek pelebaran jalan yang berada di jalan D.I Panjaitan kecamatan Rantau Utara, baru selesai dikerjakan oleh Dinas Bina Marga pengairan pertambangan dan Energi, jumat (4/13). Padahal didalam plang proyek kontrak pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV.Kontruksi desain seharusnya selesai dikerjakan pada akhir tahun 2012.
Menurut salah seorang pekerja Berinisial IL (30) mengaku, proyek pengerjaan pelebaran jalan yang berada di jalan D.I Panjaitan sudah di Berita Acarakan oleh pemborongnya.
“ proyek pelebaran jalan ini sudah di BA kan bang, namun pengerjaannya terkendala dikarenakan dananya cair 100 persen pada tanggal tiga semalam. Mangkanya hari ini dikerjakan sampai malam dan harus selesai satu hari ini pengaspalannya,” katanya IL kepada Metro.
Sementara, Salah seorang warga D.I Panjaitan Wagimin (34) mengaku, ketebalan aspal proyek pelebaran jalan D.I Panjaitan sangat tipis.
“ aspal jalan itu sudah saya ukur ketebalanya. Menurut saya aspal itu sangat tipis. Sehingga saya prediksi aspal itu tidak akan memiliki ketahanan yang cukup lama. Saya curiga, jangan-jangan proyek pengaspalan itu di Mark Up,” katanya.
Sementara, Salah Seorang pegawai Dinas Bina Marga Pertambangan dan Energi berinisial AF (27) saat dikonfirmasi terkait Proyek Pelebaran jalan D.I Panjaitan mengaku laporan pengerjaannya telah selesai.
“ proyek pelebaran jalan itu dalam laporan sudah selesai dikerjakan akhir tahun 2012. Dan jumlah anggaran untuk proyek pelebaran jalan itu sebesar Rp. 1.310.000.000,. saya baru tahu ternyata proyek itu masih dikerjakan,” katanya.
Terpisah, kepala Dinas Bina Marga Pengairan Pertambangan dan energi Labuhanbatu Safrin Hasibuan hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait proyek pelebaran jalan yang berada di jalan D.I.Panjaitan.
DANA KONI 1,3 MILYAR TAHUN 2012 TAK JELAS PERTANGGUNG JAWABANYA, KOMISI D DPRD LABUHANBATU ANGGARKAN DANA KONI 360 JUTA TAHUN 2013
Rantauprapat; SLR Laporan dana koni tahun 2012 sebesar 1,3 miliyar tidak dapat dipertanggung jawabkan bahkan penarikan dana koni tidak sesuai regulasi. Hal itu dikatakan anggota komisi D DPRD labuhanbatu Ali Akbar Hasibuan kepada METRO, Rabu (9/13).
Dikatakan Ali Akbar, hasil pertemuan antara Komisi D DPRD Labuhanbatu dengan pihak pemkab labuhanbatu yang dihadiri oleh wakil bupati terkait laporan pertanggung jawaban dana koni sebesar 1,3 Milyar tidak sesuai dengan regulasi yang ada.
“ kami telah menyampaikan kepada pemkab labuhanbatu yang dihadiri oleh wakil bupati, terkait laporan pertanggung jawaban dana koni tahun 2012 sebesar 1,3 Milyar yang tak sesuai dengan regulasi yang ada. Jadi, wakil bupati juga berjanji akan mengusut tuntas laporan dana koni tersebut. Jika terbukti menyalahi regulasi maka akan diberikan sanki sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya
Dijelaskan Ali juga, anggaran tahun 2013 dana koni dikurangi dari 1,3 Milyar menjadi 360 juta untuk satu tahun, untuk 17 cabang olah raga.
“ untuk tahun ini dana koni akan kita kurangi menjadi 360 juta, dimana masing-masing cabang olah raga mendapatkan 20 juta dan koni sendiri juga mendapatkan 20 juta. Untuk apa Koni diberikan dana banyak, tetapi tidak terealisasi. Bahkan hingga saat ini ada beberapa Cabang olahraga yang belum mendapatkan dana tahun 2012 yang lalu. Jadi, jangan salahkan DPRD Labuhanbatu jika perestasi olahraga menurun karena anggaran yang sediakan sedikit. Salahkan saja koni labuhanbatu yang tidak becus dalam memajukan olah raga di labuhanbatu,” kata Ali.
Sementara, bendahara Koni Labuhanabatu Bina Ginting saat dikonfirmasi membantah koni labuhanbatu tidak merealisasikan dana koni kepada cabang olah raga.
“ saya membantah jika dana koni itu tidak disalurkan kepada seluruh cabang olah raga. Jika ada beberapa cabang olah raga yang belum memperoleh DPRD harus menanyakan kepada koni apa alasannya. Dan untuk pengurangan dana koni tahun 2013 dari 1,3 milyar menjadi 360 juta, hal itu menjadi kewenangan antara eksekutif dan legislative. Yang jelas, didalam proposal koni kami telah mengusulkan anggaran sebesar 2,5 Milyar untuk tahun 2013,” Kata Bina kepada WARTAWAN melalui via seluler. (CR-2)
Langganan:
Postingan (Atom)



