Bupati Labuhanbatu Buka Kegiatan Raimuna Cabang Pramuka
Bupati Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu membuka secara resmi acara Raimuna Cabang bagi Pramuka Penegak dan Pandega di lapangan bola kaki Kompi 125/KC Rantauprapat, Selasa (27/12).
Raimuna yang berasal dari bahasa Ambai, daerah Yapen Timur, Kabupaten Yapen Waropen Papua, terdiri dari dua suku kata yakni Raid an Muna. Rai berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama. Sedangkan Muna adalah daya kekuatan jiwa yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Jadi, Raimuna adalah sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh daya kekuatan yang selalu member semangat tinggi dalam mencapai tujuan.
Dalam pidato arahannya, Bupati Tigor Panusunan Siregar mengatakan, kegiatan Raimuna Cabang Tahun 2011 yang diikuti anggota Pramuka penegak/pandega dari Labuhanbatu, Labura dan Labusel merupakan kegiatan yang positif bagi generasi muda.
Pada Raimuna ini, kata Tigor, adik-adik penegak dan pandega akan disuguhi berbagai kegiatan yang menarik dan menantang seperti Giat Prestasi, Observasi, aneka permainan, penghijauan, ceramah Narkoba, penanggulangan bencana dan pentas seni yang semuanya itu menjadi pengalaman berharga untuk bekal perjalan hidup kalian setelah dewasa nanti.
Gerakan Pramuka juga merupakan salah satu kegiatan untuk memupuk rasa cinta tanah air dan bela Negara. “Kalau keuangan Negara memungkinkan Negara kita sudah melaksanakan wajib militer, tetapi karena keuangan negara terbatas maka kita mensiasatinya dengan melakukan pembinaan melalui Gerakan Pramuka dengan memberikan pendidikan berkarakter kebangsaan kepada generasi muda yang tergabung di dalamnya”, kata Tigor.
Pada kesempatan itu Tigor secara khusus meminta kepada para penegak dan pandega untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan, karena dalam kegiatan di alam terbuka seperti Raimuna ini kondisi kesehatan harus terjaga dengan baik.
Ketua Panitia Pelaksana Raimuna Cabang Tahun 2011 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Labuhanbatu yang juga Kepala Dinas Pendidikan Drs Iskandar dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta dalam kegiatan Raimuna itu sebanyak 713 orang yang terdiri dari peserta putra 307 orang, putri 356 orang, pembina pendamping 22 orang putra dan 28 putri.
Iskandar mengatakan, tujuan dilaksanakannya Raimuna itu adalah untuk memberikan wawasan dan pengalaman anggota Pramuka Penegak dan Pandega dalam hal keterampilan serta menumbuhkan kesadaran disiplin hidup sehat dan menjaga lingkungan.
Raimuna yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 27-30 Desember 2011 itu dilaksanakan di komplek Gedung Olah Raga Rantauprapat, sementara acara pembukaan dan penutupan dilaksanakan di lapangan Kompi Senapan C 126/KC Rantauprapat.
Selesai upacara pembukaan Bupati dan Unsur Muspida lainnya melakukan peninjauan ke lokasi perkemahan Raimuna. Pada peninjauan secara khusus Bupati memberikan tips kepada adik-adik penegak dan pandega dalam menjaga kebugaran tubuh, seperti minum Oralit selesai berolah raga.
Hadir pada acara itu para Unsur Pimpinan Daerah, Bupati Labura yang diwakili oleh Sekdakab H Amran Matondang SH MHum, Wakil Bupati yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu, para kepala SKPD dan undangan lainnya.(AR).
Teks foto : Bupati Dr H Tigor Panusunan Siregar SPPD didampingi Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Suhari Pane SIP dan Unsur Pimpinan Daerah lainnya ketika memberikan arahan kepada adik-adik peserta Raimuna.
Wewenang Penjatuhan Disiplin PNS Adalah Tanggung Jawab Atasan Langsung
RANTAUPRAPAT, ML : Saat ini wewenang penjatuhan pegawai negeri sipil (PNS) bukan hanya pada inspektorat maupun badan kepegawaian, tetapi sudah menjadi wewenang dan tanggung jawab atasn langsung. Untuk itu, setipa pejabat structural mulai dari eselon II sampai eselon IV wajib memahani peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010.
Demikian antara lain pidato sambutan tertulis bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD yang dibacakan oleh Plt Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH pada acara SosialisasiPeraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Balai Diklat BKD Labuhanbatu, Selasa (27/12).
Bupati mengatakan, pejabat yang berwenang menghukum wajib menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin, apabila tidak dilakukan maka pejabat tersebut harus dijatuhi hukuman disiplin oleh atasannya.
Oleh karena itu, kata bupati, melalui sosialisasi ini diharapkan semua kepala SKPD, kepala bagian dan kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) di lingkungan pemerintah kabupaten Labuhanbatu mengerti dan memahami peraturan tersebut dan memahami wewenang dan tanggung jawabnya.
Sementara itu kepala badan kepegawaian daerah kabupaten Labuhanbatu Aswad Siregar SE MAP mengatakan, tujuan sosialisasi PP Nomor 53 Tahun 2010 itu dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman aparatur terhadap disiplin PNS sehingga dapat diterapkan di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.
Dikatakannya, bahwa peserta sosialisasi itu terdiri dari kepala SKPD, seluruh kepala bagian Setdakab, Kasubbag Kepegawaian pada seluruh SKPD, seluruh kepala cabang dinas, seluruh kepala Puskesmas dan unsure-unsur yang berwenang terhadap disiplin PNS.
Sementara Narasumber adalah Endang Susilowati, Asisten Deputi Penegakan Integritas SDM Aparatur Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Agus Praptana S Sos, Kabid SK dan Pensiun Badan Kepegawaian Negara Regional IV Sumatera Utara.
Turut hadir pada kesempatan itu Asisten Ekbang dan Kesra Setdakab Labuhanbatu Drs Edi Sampurna Rambe MSi.(AR).
MPW ICMI Sumut Lantik MPD ICMI L.Batu
Ketua Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (MPW ICMI) Provinsi Sumatera Utara Prof DR HM Arif Nasution melantik Pengurus Majelis (Majelis Pengurus Daerah (MPD) ICMI Kabupaten Labuhanbatu Periode 2011-2016, Jumat (23/12) sore di Gedung Nasional Rantauprapat.
Pelantikan ICMI L.Batu di bawah pimpinan Suhari Pane SIP dan Sekretaris Rahmat Hidayat Rambe, S Pd itu juga dihadiri Ketua Dewan Pakar ICMI Sumut Prof DR Subhilhar, MA dan Adde Maruf Wirasenjaya (Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Bupati L.Batu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD yang diwakili Plt Sekdakab H Ali Usman SH, Asisten Ekbang dan Kessos Drs Edi Sampurna Rambe M Si, unsur SKPD dan lainnya.
HM Arif Nasution dalam sambutannya menyampaikan, ICMI bukanlah organisasi yang berorientasi kepada kekuasaan, melainkan wadah yang menjadi dapur pemikiran (think thang) guna mencari solusi atas permasalahan bangsa yang otomatis menjadi permasalahan umat khususnya umat Islam.
ICMI juga bukan tempat berkumpul orang-orang yang memiliki gelar akademis semata, melainkan sebagai wadah bagi orang-orang yang mau menyediakan dirinya untuk memberikan kontribusi kemajuan kepada bangsa.
Ketua ICMI L.Batu Suhari Pane usai dilantik menegaskan, dilantiknya ICMI L.Batu jangan dianggap sebagai langkah kuda-kuda untuk gerakan politik apalagi untuk Pilkada mendatang.
“Tolong hilangkan anggapan itu dan ICMI sendiri akan membuktikan bahwa organisasi ini sebagaimana organisasi lainnya berupaya memb erikan kontribusi positif kepada pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten L.Batu,” ujarnya.
Dalam wawancara khusus, Suhari menyampaikan, ke depan ICMI L.Batu akan memprogramkan seribu sarjana dan program magang ke Jepang bagi pemuda-pemuda L.Batu untuk membentuk angkatan kerja siap pakai yang memiliki life skills.
“Program ini bisa berjalan apabila semua pihak mendukung program tersebut,” katanya seraya menambahkan, ICMI Kabupaten Batubara yang difasilitasi Pemkab setempat telah melaksanakan program magang ke Jepang tersebut.
Sementara Prof DR. Subhilhar dan Adde Maruf Wirasenjaya sebagai narasumber dalam seminar nasional ICMI L.Batu bertema “Hijrah Moral Untuk Kebangkitan Indonesia” dengan moderator Tatang Hidayat Pohan M Si, inti ceramah keduanya menegaskan, kemajuan, kedigdayaan dan tercapainya masyarakat madani di republik ini adalah apabila syarat mutlak berupa etika, kemudian hukum yang berlandaskan etika dapat dipenuhi dan ditegakkan.
Pelantikan ICMI L.Batu di bawah pimpinan Suhari Pane SIP dan Sekretaris Rahmat Hidayat Rambe, S Pd itu juga dihadiri Ketua Dewan Pakar ICMI Sumut Prof DR Subhilhar, MA dan Adde Maruf Wirasenjaya (Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Bupati L.Batu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD yang diwakili Plt Sekdakab H Ali Usman SH, Asisten Ekbang dan Kessos Drs Edi Sampurna Rambe M Si, unsur SKPD dan lainnya.
HM Arif Nasution dalam sambutannya menyampaikan, ICMI bukanlah organisasi yang berorientasi kepada kekuasaan, melainkan wadah yang menjadi dapur pemikiran (think thang) guna mencari solusi atas permasalahan bangsa yang otomatis menjadi permasalahan umat khususnya umat Islam.
ICMI juga bukan tempat berkumpul orang-orang yang memiliki gelar akademis semata, melainkan sebagai wadah bagi orang-orang yang mau menyediakan dirinya untuk memberikan kontribusi kemajuan kepada bangsa.
Ketua ICMI L.Batu Suhari Pane usai dilantik menegaskan, dilantiknya ICMI L.Batu jangan dianggap sebagai langkah kuda-kuda untuk gerakan politik apalagi untuk Pilkada mendatang.
“Tolong hilangkan anggapan itu dan ICMI sendiri akan membuktikan bahwa organisasi ini sebagaimana organisasi lainnya berupaya memb erikan kontribusi positif kepada pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten L.Batu,” ujarnya.
Dalam wawancara khusus, Suhari menyampaikan, ke depan ICMI L.Batu akan memprogramkan seribu sarjana dan program magang ke Jepang bagi pemuda-pemuda L.Batu untuk membentuk angkatan kerja siap pakai yang memiliki life skills.
“Program ini bisa berjalan apabila semua pihak mendukung program tersebut,” katanya seraya menambahkan, ICMI Kabupaten Batubara yang difasilitasi Pemkab setempat telah melaksanakan program magang ke Jepang tersebut.
Sementara Prof DR. Subhilhar dan Adde Maruf Wirasenjaya sebagai narasumber dalam seminar nasional ICMI L.Batu bertema “Hijrah Moral Untuk Kebangkitan Indonesia” dengan moderator Tatang Hidayat Pohan M Si, inti ceramah keduanya menegaskan, kemajuan, kedigdayaan dan tercapainya masyarakat madani di republik ini adalah apabila syarat mutlak berupa etika, kemudian hukum yang berlandaskan etika dapat dipenuhi dan ditegakkan.
Indonesia sejahtera akan dapat dicapai jika masyarakat kita menjadi masyarakat dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas
Pembangunan ekonomi harus merupakan suatu pembangunan yang tidak merusak sosial budaya suatu bangsa. Demikian dikatakan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ibu Nila F. Moeloek yang dibacakan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Labuhanbatu Ny Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun Dhama Wanita Persatuan Ke-12 Tahun 2011 di pendopo, Jum’at (16/12).
Ditambahkannya, bahwa tanggungjawab sosial perusahaan (Cooperate Social Responsibility) dapat dikerjakan bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) memberikan nilai positif bagi masyarakat dan nilai produktif bagi perusahaan.
Integrasi program ini merupakan langkah nyata yang diambil oleh Dharma Wanita Persatuan untuk menambah daya ungkit dalam mewujudkan impian menjadi pembawa inspirasi dan perubahan bangsa menjadi sejahtera.
Indonesia sejahtera akan dapat dicapai jika masyarakat kita menjadi masyarakat dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melihat dalam mencapai kesejahteraan terdapat kesenjangan diantara negara ataupun di dalam masyarakat suatu negara. Untuk itu dibuat Pembangunan Millenium atau disebut Millenium Development Goals (MDGs) dengan target yang harus dicapai pada masing masing negara.
MDGs mempunyai 8 (delapan) butir yang harus dicapai pada tahun 2015. Butir pertama, eradikasi kemiskinan dan pengurangan kelaparan akan dapat dicapai jika butir lainnya yang berisi kesehatan, pendidikan dan lingkungan dilakukan bersama atau bermitra sesuai dengan butir ke delapan.
Untuk mencapai target MDGs yang akan berakhir dengan didapatkannya SDM berkualitas diperlukan kerja keras dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dengan langkah yang tepat. Butir ke-tiga adalah gender dimana diperlukan mitra sejajar antara kaum laki-laki dan perempuan.
Oleh karena itu perlu disadari peran serta posisi strategis seorang perempuan, termasuk di dalam organisasi masyarakat Dharma Wanita Persatuan selaku aset pembangunan untuk mengubah perilaku bangsa menjadi sumber daya manusia yang lebih baik dan berkualitas.
Sementara itu bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH mengatakan, DWP sebagai kitra kerja pemerintah harus ikut berkiprah dn mengambil peran dalam pembangunan, mau membangun dan mengembangkan kemitraan dan menjalin komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Perlu disadari, kata bupati, bahwa saat ini perempuan haruscerdas dalam menerima dan memaknai berbagai informasi, sehingga dapat mengarahkan keluarganya serta bertindah cepat dan tepat tanpa mengabaikan nilai-nilai moral yang harus dijunjung tinggi.
“Memiliki SDM yang berkualitas merupakan tujuan kita dan ini hanya dapat dibentuk melalui pembangunan ketahanan keluarga”, kata Bupati.
Ketua panitia pelaksana HUT ke-12 Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Labuhanbatu Ny Hj Khairani Ali Usman dalam laporannya menjelaskan, bahwa berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka HUT ke-12 DWP di kabupaten Labuhanbatu seperti penanaman pohon di lapangan Ika Bina, Stadion Bina Raga, Taman Makam Pahlawan dan Panti Werda Rantauprapat.
Hadir pada kesempatan itu antara lain Ketua PKC, Ketua Wanita Bhayangkari, para Asisten, para kepala SKPD, pengurus dan anggota DWP dan pengurus serta anggota TP PKK Labuhanbatu.(AR).
Teks foto : Ketua Dharma Wanita Labuhanbatu Ny Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT didampingi ketua pelaksana Ny Hj Khairani Ali Usman ketika memotong nasi tumpeng pada peringatan HUT ke-12 DWP Kabupaten Labuhanbatu di pendopo.
Sebanyak 36 pengurus Gugus Depan Pramuka se Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Panaihilir di Sungai Berombang telah di lantik
Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Labuhanbatu, H Ahmad Muflih SH, Sabtu sore (17/12), melantik 36 pengurus Gugus Depan Pramuka se Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Panaihilir di Sungai Berombang.
Pelantikan 36 Gugus Depan ini, dihadiri sejumlah pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu dan Dewan Kerja Cabang Labuhanbatu, Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Panaihilir, Jamaluddin SPd, Ketua Majelis Pembimbing Ranting Gerakan Pramuka Panaihilir, Zaid Harahap SSos, sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan pemuda dan undangan lainnya.
36 Gugus Depan yang dilantik itu, terdiri dari tingkat Siaga (usia 7 – 10 tahun atau tingkat SD), tingkat Penggalang (usia 11 – 15 tahun atau tingkat SMP) dan tingkat Penegak (usia 16 – 20 tahun atau tingkat SMU).
Pengurus gugus depan yang dilantik tersebut, merupakan guru dimasing-masing tingkatan sekolah, serta pejabat dilingkungan Desa dan Kelurahan serta beberapa pegawai lingkungan UPT (Unit Pelaksana Tehis) Dinas Pendidikan Kecamatan serta pihak-pihak yang peduli dengan Gerakan Pramuka.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu, H Ahmad Muflih SH mengatakan, gugus depan merupakan organic terdepan, berbasis komunitas yang memiliki anggota di lingkungan masyarakat sekitar, seperti : sekolah-sekolah, karang taruna dan sebagainya.
Katanya, Gerakan Pramuka yang kini berusia lebih dari 50 tahun, kini secara hukum telah diakui keberadaannya, yaitu sejak lahirnya Undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramua.
"Dengan lahirnya UU Gerakan Pramuka, maka eksistensi Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan kepramukaan bagi anak dan generasi muda, akan lebih memperoleh perhatian dari pemerintah", kata Ahmad Muflih yang juga menjabat sebagai Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu.
Selain itu lanjutnya, pada pasal 36 Undang-undang nomor 12 tahun 2010 disebutkan, pemerintah dan pemerintah daerah bertugas : menjamin kebebasan berpendapat dan berkarya dalam pendidikan kepramukaa. Membimbing, mendukung, dan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Membantu ketersediaan tenaga, dana, fasilitas yang diperlukan untuk pendidikan keparmukaan.
Oleh karena itu katanya, kepada semua pihak diminta untuk lebih meningkatkan perannya dalam mendukung kegiatan dan program Gerakan Pramuka didaerah tugas dan wilayah tempat tinggalnya.
Dalam kesempatan in i dia juga mengharapkan, agar berbagai pihak memiliki panggilan jiwa untuk mengingat kembali dan selalu mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa melalui kegiatan kepramukaan.
Gerakan Pramuka lanjutnya, dapat diharapkan menjadi salah satu lembaga pendidikan, untuk meningkatkan kharakter bangsa.
Ahmad Muflih, menyambut positif keseriusan Majlis pembimbing Ranting dan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Panaihilir. Karena baru saja beberapa waktu lalu dilantik, sudah berhasil membentuk penegurusan tingkat Gugus Depan.
"Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Majlis Pembimbing Ranting dan Kwartir Ranting, dalam memajukan Gerakan Pramuka di Kecamatan Panaihilir", tegas Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu, Ahmad Mufkih SH dalam mengakhiri sambutannya.
(YAS)
Pelantikan 36 Gugus Depan ini, dihadiri sejumlah pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu dan Dewan Kerja Cabang Labuhanbatu, Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Panaihilir, Jamaluddin SPd, Ketua Majelis Pembimbing Ranting Gerakan Pramuka Panaihilir, Zaid Harahap SSos, sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan pemuda dan undangan lainnya.
36 Gugus Depan yang dilantik itu, terdiri dari tingkat Siaga (usia 7 – 10 tahun atau tingkat SD), tingkat Penggalang (usia 11 – 15 tahun atau tingkat SMP) dan tingkat Penegak (usia 16 – 20 tahun atau tingkat SMU).
Pengurus gugus depan yang dilantik tersebut, merupakan guru dimasing-masing tingkatan sekolah, serta pejabat dilingkungan Desa dan Kelurahan serta beberapa pegawai lingkungan UPT (Unit Pelaksana Tehis) Dinas Pendidikan Kecamatan serta pihak-pihak yang peduli dengan Gerakan Pramuka.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu, H Ahmad Muflih SH mengatakan, gugus depan merupakan organic terdepan, berbasis komunitas yang memiliki anggota di lingkungan masyarakat sekitar, seperti : sekolah-sekolah, karang taruna dan sebagainya.
Katanya, Gerakan Pramuka yang kini berusia lebih dari 50 tahun, kini secara hukum telah diakui keberadaannya, yaitu sejak lahirnya Undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramua.
"Dengan lahirnya UU Gerakan Pramuka, maka eksistensi Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan kepramukaan bagi anak dan generasi muda, akan lebih memperoleh perhatian dari pemerintah", kata Ahmad Muflih yang juga menjabat sebagai Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu.
Selain itu lanjutnya, pada pasal 36 Undang-undang nomor 12 tahun 2010 disebutkan, pemerintah dan pemerintah daerah bertugas : menjamin kebebasan berpendapat dan berkarya dalam pendidikan kepramukaa. Membimbing, mendukung, dan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Membantu ketersediaan tenaga, dana, fasilitas yang diperlukan untuk pendidikan keparmukaan.
Oleh karena itu katanya, kepada semua pihak diminta untuk lebih meningkatkan perannya dalam mendukung kegiatan dan program Gerakan Pramuka didaerah tugas dan wilayah tempat tinggalnya.
Dalam kesempatan in i dia juga mengharapkan, agar berbagai pihak memiliki panggilan jiwa untuk mengingat kembali dan selalu mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa melalui kegiatan kepramukaan.
Gerakan Pramuka lanjutnya, dapat diharapkan menjadi salah satu lembaga pendidikan, untuk meningkatkan kharakter bangsa.
Ahmad Muflih, menyambut positif keseriusan Majlis pembimbing Ranting dan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Panaihilir. Karena baru saja beberapa waktu lalu dilantik, sudah berhasil membentuk penegurusan tingkat Gugus Depan.
"Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Majlis Pembimbing Ranting dan Kwartir Ranting, dalam memajukan Gerakan Pramuka di Kecamatan Panaihilir", tegas Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu, Ahmad Mufkih SH dalam mengakhiri sambutannya.
(YAS)
H. ISMA FADLI PULUNGGAN " pendidikan bagi anak cacat yang ingin berfrestasi juga perlu di perhatikan pemerintah juga sentuhan kepedulian para donatur "
Pendidikan merupakan hak bagi setiap anak yang di berikan oleh orang tua bagi anak anaknya,yang juga merupakan sebahagian tugas pemerinah pusat , demikian juga pemerinah daerah. namun tak terlepas sumbangsih para donatur agar anak - anak yang kurang mampu dapat merasakan pendidikan mereka juga mempunyai cita cita sebagai generasi penerus bangsa ini , demikian di ungkapkan salah seorang anggota DPRD Propsu dari fraksi golkar H. isma fadli pulungan yang di temui secara tidak sengaja berada di SMPN 3 rantau utara daerah kabupaten labuhanbatu( minggu 17/12/ 2011 ).
kedatangan isma fadli kesekolah ini karena mendapatkan laporan dari masyarakat dan adik adik yang bernaung di GPS gerakan peduli sosial labuhanbau yang tergabung dari pelajar - pelajar labuhanbatu yang juga turut menggalang dana untuk salah seorang pelajar siswi di SMPN 3 ratu anjani siswi kelas 1yang menggalami kecelakaan beberapa tahun lalu sehingga cacat kehilangan kaki kanannya.
isma fadli merasa terharu melihat keadaan anjani,salah seorang pelajar SMP3 ratu yang tidak lagi memiliki ayah karena telah meninggal dunia " keadaan ini bukan harus membuat anjani putus asa dan harus tetap semangat belajar untuk meraih cita - cita, agar kelak bisa menjadi anggota DPR ungkap isma pada anjani seraya tersenyum " anjani menjawab ia ingin menjadi seorang dokter,anjani merasa terharu atas kunjungan anggoa DPR Propsu ini kesekolahnya dan peduli terhadap keadaannya. ia mengucapkan terimakasih kepada isma fadli pulungan yang telah memberikan bantuannya untuk membeli sebuah kaki palsu,sehingga ia bisa lebih aktif melakukan semua akifitas layaknya anak normal lain yang memiliki dua kaki . ucapan yang sama kepada ketua kwarcap pramuka kabupaten labuhanbatuyang juga wakil bupati labuhanbatu suharipane SIP , kadis pendidikan kabupaten labuhanbatu seluruh masyarakat labuhanbatu yang telah memberikan sumbangannya melalui kegiatan menggamen di jalan - jalan yang dilakukan oleh anak -anak GPS labuhanbatuuntuk menggalang dana buatnya.
ia juga berharap kepada para donaur lain dapat ikut serta memberikan perhatiannya kepada teman - teman senasib dengannya " KAMI JUGA INGIN MEMBAGUN LABUHANBATU INI KELAK SEBAGI PENERUS ANAK BANGSA"
Ismajuga memberikan tanggapan positif kepada anak - anak yang tergabung di GPS gerakan peduli sosial ( GPS juga terdiri dari anak-anak kwarcappramuka )labuhanbatu . menurutnya apa yang di lakukan oleh adik adik GPS ini mendapat sambutan dan dukungan dari semua pihak sepanjang tujuan dan nait baik serta jutuan mulia , karena semua orang yang berkedudukan di pemerintahan tidak dapat menggetahui apa yang terjadi di masyarakat luas di labuhanbatu ini jika tidak ada laporan dari masyarakat juga apakah dari lembaga kelompok kelompok sosaillainnyajuga teman - teman media. jika semua bekerja sama insyaallah dengan pelan - pelan kita sampai pada tujuan seperti apa yang di harapkan oleh pemimpin daerah ini tigor suhari dalam visi misi mereka.
Masyarakat labuhanbatu masih menunggu hasil labfor poldasu, terkait dengan meledaknya SPBU simpang mangga.
Masyarakat labuhanbatu masih menunggu hasil dari pihak kepolisian apa yang menjadi penyebab terjadinya ledakan di Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 14.214.280 Simpang Mangga, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, yang terjadi Minggu (18/9) pukul 16.00 WIB yang lalu.
menurut salah seorang warga Pendirian SPBU ini Ditolak Warga demikian juga di dapat informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menerangkan, bahwa surat HO (ijin gangguan) serta Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) serta lainnya tidak dikantungi SPBU 14.214.280 itu.
Bahkan, sejak wal berdirinya SPBU itu sempat terjadi penolakan dari warga sekitar. “Iya, penghujung tahun 2008 dan awal tahun 2009 lalu, kita menolak pendirian SPBU itu,” ujar Erik warga yang bersebelahan dengan lokasi kejadian , Penolakan itu disadari dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.
pihak polres hingga saat ini belum dapat menjelaskan penyebab ledakakan tersebut, karena munurutnya pihak polres labuhanbatu masih menunggu hasil labfor poldasu dan saat ini juga masih di gelar di poldasu demikian di sampaikan Kapolres Labuhan Batu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK melalui pesan singkat ( sms ) ketika di konfirmasi .
Pemkab Labuhanbatu dapat merasakan kepedihan yang di rasakan korban bahkan masyarakat di seketar kejadian tersebut yang menjadi trauma , ungkap wakil bupati labuhanbatu Suhari Pane. ia juga menjelaskan perusahaan SPBU harus menjamin keselamatan lingkungan sekitar, pekerja sesuai ketentuan , terkait dengan penyebab ledakan tersebut harus di ikuti prosesnya sesuai nanti hasil labfor poldasu.
menurut salah seorang warga Pendirian SPBU ini Ditolak Warga demikian juga di dapat informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menerangkan, bahwa surat HO (ijin gangguan) serta Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) serta lainnya tidak dikantungi SPBU 14.214.280 itu.
Bahkan, sejak wal berdirinya SPBU itu sempat terjadi penolakan dari warga sekitar. “Iya, penghujung tahun 2008 dan awal tahun 2009 lalu, kita menolak pendirian SPBU itu,” ujar Erik warga yang bersebelahan dengan lokasi kejadian , Penolakan itu disadari dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.
pihak polres hingga saat ini belum dapat menjelaskan penyebab ledakakan tersebut, karena munurutnya pihak polres labuhanbatu masih menunggu hasil labfor poldasu dan saat ini juga masih di gelar di poldasu demikian di sampaikan Kapolres Labuhan Batu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK melalui pesan singkat ( sms ) ketika di konfirmasi .
Pemkab Labuhanbatu dapat merasakan kepedihan yang di rasakan korban bahkan masyarakat di seketar kejadian tersebut yang menjadi trauma , ungkap wakil bupati labuhanbatu Suhari Pane. ia juga menjelaskan perusahaan SPBU harus menjamin keselamatan lingkungan sekitar, pekerja sesuai ketentuan , terkait dengan penyebab ledakan tersebut harus di ikuti prosesnya sesuai nanti hasil labfor poldasu.
HUT PGRI ke 66 di laksanakan meriah di labuhanbatu.
kemampuan guru menyentuh masa depan walaupun hanya mendapatkan rasa tanggung jawab yang besar namun mulia , sebab kemampuan dan kesempatan tersebut tidak dimiliki yang lainnya. Pada diri guru tertumpuh beban tanggung jawab menyiapkan generasi bangsa untuk masa depan yang baik, yaitu dengn berfungsi sebagai jembatan bagi peserta didik untuk melintas menuju masa depan mereka. Demikian disampaikan bupati labuhanbatu Dr.H.Tigor Panusunan Siregar,Sp.PD . dalam arahan dan bimbingannya ketika pada peringatan Hari Guru Nasional ke 17 dan HUT PGRI 66 di Peringati di Lapangan Ika BIna Rantauprapat Senin ( 5/12 ).
Tigor juga menambahkan , guru dapat merasakan dan menyentuh kepada masa depan melalui peran sertamya sebagai tenaga pendidik yakni dengan upaya menyiapkan generasi penerus yang siap menyambut masa depan yang lebih baik, berbudaya dan membangun peradaban , ungkap Bupati labuhanbatu tigor panusunan siregar .
Sementara itu Ketua PGRI Labuhanbatu Drs.H.M Yusuf Rangkuti dalam sambutanya menyampaikan, Tema peringatan hari Guru Nasional tahun 2011 dari HUT PGRI ke 66 adalah "Pengembangan Peran Strategi Guru untuk Membangun Karekter Bangsa". Tema ini diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada berbagai pihak tentabng pentingnya peran strategis guru dalam pembangunan untuk kemajuan bangsa diperlukan pendidikan bermutu, sedangkan pendidikan bermutu membutuhkan guru profesional. Untuk mewujudkan semua itu, diperlukan organisasi profesi guru yang kuat . PGRI menyadari bahwa untuk membangun pendidikan yang bermutu, diperlukan kekuatan dan kebersamaan, tidak ada kemenangan tanpa kekuatan, tidak ada kekuatan tanpa persatuan.
maka di perlukan , adanya rasa dalam satu persatuan, tidak terpecah belah dalam berbagai kelompok, organisasi, asosiasi, ikatan maupun forum. PGRI yakin bahwa kekuatan, kemajuan, moral, karekter dan martabat suatu bangsa merupakan efek kumulatif sebagai upaya pendidikan dan pengajaran , namun demikian PGRI tidak menepikan bahwa kemajuan pendidikan dan pengajaran nasional juga sangat bergantung pada kebijakkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta peran serta dukungan aktif dari masyarakat , papar ketua PGRI Labuhanbatu Drs.H.M Yusuf Rangkuti .
Hut PGRI ke 66 tahun ini peringati sangat meriah jika dibandingkan tahun sebelumnya hal tersebut disemarakkan dengan beberapa jenis kegiatan perlombaan yang di ikuti oleh PGRI di 9 kecamatan . Ketua Pelaksana Drs. Sanuddin Disky dalam laporanya menyampaikan, kegiatan Hari Guru Nasional ke 17 dan HUT PGRI ke 66 Tahun ini diselenggaran mulai dari tanggal 25 November s/d 5 Desember 2011, yang diawali dengan upacara HGN dan HUT PGRI ke 66 disekolah-sekolah baik pada Tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK, Seminar Peningkatan Kwalitas Pendidikan dan Kesehatan dengan Narasumber dari Dinkes Labuhanbatu dan Ibu Bupati Labuhanbatu Dr.Fitria Laila,S.Pog, Gerak Jalan Massal yang diikuti lebih kurang ribuan massa, serta pertandingan Volli Ball Pa/pi, Tarik Tambang Pa/pi, serta Lomba paduan suara Mars PGRI khusus putri antar Kecamatan yang kesemuanya peserta adalah Guru di Kabupaten Labuhanbatu .
Tigor juga menambahkan , guru dapat merasakan dan menyentuh kepada masa depan melalui peran sertamya sebagai tenaga pendidik yakni dengan upaya menyiapkan generasi penerus yang siap menyambut masa depan yang lebih baik, berbudaya dan membangun peradaban , ungkap Bupati labuhanbatu tigor panusunan siregar .
Sementara itu Ketua PGRI Labuhanbatu Drs.H.M Yusuf Rangkuti dalam sambutanya menyampaikan, Tema peringatan hari Guru Nasional tahun 2011 dari HUT PGRI ke 66 adalah "Pengembangan Peran Strategi Guru untuk Membangun Karekter Bangsa". Tema ini diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada berbagai pihak tentabng pentingnya peran strategis guru dalam pembangunan untuk kemajuan bangsa diperlukan pendidikan bermutu, sedangkan pendidikan bermutu membutuhkan guru profesional. Untuk mewujudkan semua itu, diperlukan organisasi profesi guru yang kuat . PGRI menyadari bahwa untuk membangun pendidikan yang bermutu, diperlukan kekuatan dan kebersamaan, tidak ada kemenangan tanpa kekuatan, tidak ada kekuatan tanpa persatuan.
maka di perlukan , adanya rasa dalam satu persatuan, tidak terpecah belah dalam berbagai kelompok, organisasi, asosiasi, ikatan maupun forum. PGRI yakin bahwa kekuatan, kemajuan, moral, karekter dan martabat suatu bangsa merupakan efek kumulatif sebagai upaya pendidikan dan pengajaran , namun demikian PGRI tidak menepikan bahwa kemajuan pendidikan dan pengajaran nasional juga sangat bergantung pada kebijakkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta peran serta dukungan aktif dari masyarakat , papar ketua PGRI Labuhanbatu Drs.H.M Yusuf Rangkuti .
Hut PGRI ke 66 tahun ini peringati sangat meriah jika dibandingkan tahun sebelumnya hal tersebut disemarakkan dengan beberapa jenis kegiatan perlombaan yang di ikuti oleh PGRI di 9 kecamatan . Ketua Pelaksana Drs. Sanuddin Disky dalam laporanya menyampaikan, kegiatan Hari Guru Nasional ke 17 dan HUT PGRI ke 66 Tahun ini diselenggaran mulai dari tanggal 25 November s/d 5 Desember 2011, yang diawali dengan upacara HGN dan HUT PGRI ke 66 disekolah-sekolah baik pada Tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK, Seminar Peningkatan Kwalitas Pendidikan dan Kesehatan dengan Narasumber dari Dinkes Labuhanbatu dan Ibu Bupati Labuhanbatu Dr.Fitria Laila,S.Pog, Gerak Jalan Massal yang diikuti lebih kurang ribuan massa, serta pertandingan Volli Ball Pa/pi, Tarik Tambang Pa/pi, serta Lomba paduan suara Mars PGRI khusus putri antar Kecamatan yang kesemuanya peserta adalah Guru di Kabupaten Labuhanbatu .
Langganan:
Postingan (Atom)

