Anggota DPRD Labuhanbatu dari PKS mengadu ke Polisi
Papan Nama Fraksi Bintang Keadilan dicabut
Anggota DPRD Labuhanbatu dari PKS mengadu ke Polisi
RANTAU - Tak senang
papan nama Fraksi Bintang Keadilan yang terletak di
atas depan pintu ruang kantor
Fraksi
di cabut dan dirusak tanpa seizin , sejumlah
anggota DPRD Labuhanbatu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS),didampingi anggota Dewan dari Partai Demokrat dan Hanura
Labuhanbatu mengadukan Rudi Hartono Anggota DPRD labuhanbatu dari Partai Bntang Reformasi
ke Polres Labuhanbatu ,Kamis (23/2).
Informasi Yang dihimpun METRO di Mapolres Labuhanbatu , Sejumlah anggota DPRD dari Partai PKS
Yakni Puji Hartoyo, Marahalim dan Jakfar,
anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Akyar Simbolon dan Lahmuddin Hasibuan,
Fraksi Hanura Gunawan Hutabarat dan Ronalt Matio serta Syahmatnor Ritonga dari Fraksi Ampera sekira pukul 10.00 Wib bersama –sama mendatangi
ruang SPK Polres Labuhanbatu.
Kedatangan Wakil Rakyat Labuhanbatu itu membuat pengaduan atas perlakuan
anggota DPRD
Labuhanbatu dari Partai Bintang Reformasi Rudi Hartono yang dengan sengaja mencabut dan merusak Papan nama Fraksi Bintang Keadilan .
“ Kami melaporkannya ke Polres karena perbuatannya melakukan perusakan dan pencabutan nama Fraksi Bintang Keadilan sangat tidak patut, “ujar Ronalt Matio.
Puji Hartoyo selaku Ketua Fraksi Bintang Keadilan
kepada Petugas SPK Polres labuhanbatu
mengatakan , perusakan itu diketahui anggota Dewan sekira pukul
10.00 WIB, saat itu didepan ruang kantor
Fraksi sudah tidak terlihat lagi papan nama Fraksi Bintang Keadilan, lalu anggota Dewan Lahmuddin mempertanyakan kepada sesama rekan-rekan anggota Dewan lainnya,.
Tidak berselang beberapa lama, Rudi Hartono muncul dan mengatakan bahwa dia yang mencabut papan Nama Fraksi Bintang Keadilan tersebut, setelah ditanya apa alasan mencabut dan merusak
papan nama Fraksi sempat terjadi adu argument selanjutnya rudi pun mengatakan silahkan saja mengadu kalau tidak senang” kalau tak senang mengadu saja,
itulah kata Rudi
maka kami pun merasa sudah disepelekan “ ujar
Puji.
Ketua BKD (Badan Kehormatan Dewan) Labuhanbatu Jamilah
saat di temui METRO diruang kerjanya
menyesalkan adanya beberapa oknum dewan yang membuat penghaduan ke Polres labuhanbatu hanya karena persolan pencabutan papan nama “ Ya seharusnya mereka lapor dululah ke BKD,lalu dari situ nanti kita sahuti dan kita beritahu kepada Pimpinan Dewan, berarti mereka mengangap BKD dan Pimpinan Dewan tidak ada
,”ujar Jamilah .
Terpisah Ketua DPRD Labuhanbatu Eliarossa Siregar membenarkan adanya pengaduan anggota Dewan ke Polres Labuhanbatu “ya saya dengar ada anggota Dewan mengadu,karena tadi saya dapat info dari Waka Polres Labuhanbatu melalui telepon, bahkan Waka juga menganjurkan agar permasalahan ini diselesaikan secara Intern dulu” ujarnya seraya mengatakan dia juga belum ketemu dengan sejumlah anggota Dewan yang membuat pengaduan ke Polres Labuhanbatu tersebut.
Rudi Hartono yang ditemui METRO di Halaman Gedung DPRD Labuhanbatu mengatakan dia mencabut Papan nama itu karena Fraksi Bintang Keadilan sudah sah dibubarkan dan telah diganti dengan Fraksi Bintang Pelopor Bangsa. “
semalam uda Rapat Paripurna Hasilnya fraksi Bintang Keadilan sudah dirubah menjadi Bintang Pelopor Bangsa” ujarnya .
Anggota Dewan
lainnya Irwansyah, Ali Akbar dan Hasbullah mengatakan bahwa Fraksi Bintang Keadilan secara otomatis sudah dibubarkan dan telah dibentuk Fraksi Bintang Pelopor Bangsa sesuai dengan PP no 16 tahun 2010 c/q Peraturan Tatib DPRD Labuhanbatu
Pasal 8 Poin 2 .”
kemarin dalam rapat Raripurna sudah dibentuk Fraksi Bintang Pelopor Bangsa, dan rapat Paripurna itu mengacu dari hasil Rapat Panitia Banmus tanggal 8 Februari 2012 kemarin "ucap Irwansah selaku Ketua Komisi A membidangi Hukum seraya mengatakan seharusnya anggota Dewan mengurusi rakyat.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu melalui Kasubbag Humas AKP MT Aritonang kepada METRO membenarkan
ada sejumlah anggota DPRD Labuhanbatu membuat laporan ke Polres Labuhanbatu
tentang perusakan papan nama Fraksi.CR1
Bupati Minta Perusahaan Peduli Kepada Dunia Pendidikan di Labuhanbatu
Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD meminta dunia usaha khususnya company perusahaan perkebunan meningkatkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di daerah itu.
Tigor mengatakan, bahwa terbatasnya keuangan daerah membuat langkah Pemkab Labuhanbatu untuk melakukan perbaikan terhadap ruang kelas belajar dan meubelair di berbagai sekolah menjadi tersendat.
“Untuk itulah kami mengundang saudara-saudara ikut memikirkan bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini”, kata Tigor pada malam ramah-tamah dengan dunia usaha yang dilaksanakan di pendopo, Selasa (21/2-12) malam.
Tigor juga berharap dunia usaha dapat memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi seperti yang dilakukan oleh Tanoto Poundation. “Tanoto Poundation tidak hanya memberikan beasiswa kepada siswa yang berada di lingkungan perusahaannya, tetapi juga yang berada diluar perusahaannya”, jelas Tigor.
Berkaitan dengan data sekolah rusak serta siswa berprestasi itu, Tigor berjanji akan memberikannya kepada perusahaan yang diharapkan dapat melakukan perbaikan sendiri dan memberikan beasiswa langsung kepada anak tersebut.
“Kami dapat berikan data, kalau masalah perehaban sekolahnya silahkan bapak-bapak yang melakukannya sendiri agar tidak menimbulkan kecurigaan nantinya”, kata Tigor.
Disamping itu, Tigor juga meminta dunia usaha dapat berpartisipasi kepada pembinaan kepemudaan dan olah raga di Labuhanbatu. Saat ini, kata Tigor, Poslab tengah berlaga mengikuti kompetisi PSSI Divisi I Group II di Kisaran Asahan.
Dana untuk mengikuti kompetisi itu sampai berakhir diperkiarakan mencapai Rp 1,8 milyar, sementara kemampuan Pemkab Labuhanbatu untuk mensuport pendanaan hanya Rp 500 juta. “Sebagai perusahaan yang berada di Labuhanbatu sudah selayaknya memiliki rasa kepedulian terhadap Poslab”, ungkap Tigor.
Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Setkab Labuhanbatu Drs Karlos Siahaan menjelaskan, bahwa pertemuan itu adalah dalam rangka menyamakan persepsi dan cara pandang Pemkab Labuhanbatu dengan dunia usaha.
Pemkab Labuhanbatu, kata Karlos, tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa bantuan dari dunia usahan yang diperkirakan mencapai 60 perusahaan yang terdiri perusahaan perkebunan, perhotelan dan usaha pribadi.
“Kalau masing-masing perusahaan dapat menyalurkan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), maka permasalahan dunia pendidikan dan pembinaan kepemudaan/olah raga di daerah ini akan dapat teratasi”, kata Karlos.
Sementara itu Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Ir Suyanto pada kesempatan itu mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tengah berjuang ke pemerintah pusat agar pajak ekspor CPO (crud palm oil) yang begitu besar dapat disalurkan kembali ke daerah.
Selama ini, jelasnya, pajak ekspor CPO itu dikembalikan ke daerah dalam jumlah yang sangat minim, lain halnya dengan bagi hasil pertambangan minyak. “Oleh sebab itu kami sangat berharap dukungan dari masing-masing bupati/walikota yang banyak perusahaan perkebunan kelapa sawitnya agar usaha kami ini dapat terwujud”, jelas Suyanto.
Hadir pada kesempatan itu selain para Pimpinan Perusahaan BUMN/BUMD, juga dihadiri para kepala badan, dinas dan kantor serta camat se kabupaten Labuhanbatu.(AR).
Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika memberikan sambutan pada cara temu ramah dengan pimpinan perusahaan.
2 File telah Dilampirkan| 336KB
Pemkab Labuhanbatu Akan Bentuk Tim Untuk Meneliti PKS Yang Cemari Lingkungan
Pemkab Labuhanbatu dalam waktu dekat akan membentuk tim untuk meneliti dan melihat secara langsung pabrik kelapa sawit (PKS) yang terindikasi mencemari lingkungan.
Demikian salah satu butir kesimpulan yang dicapai dalam rapat terbatas terkait dengan keluhan masyarakat Desa Teluk Sentosa dan Sungai Sentosa Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu terhadap limbah PKS PTPN IV Kebun Ajamu yang terindikasi mencemari lingkungan di daerah itu.
Asisten Pemerintahan Drs Karlos Siahaan yang memimpin rapat mengatakan, Pemkab Labuhanbatu pada dasarnya dapat merasakan keluhan masyarakat di Panai Hulu, namun kita masih menunggu hasil uji laboratorium di Medan apakah limbah cair dari PKS PTP IV Ajamu yang dialirkan ke sungai masih dalam ambang batas atau tidak.
“Kita dalam menentukan sikap dan tindakan harus jelas dasar hukumnya dan jelas pula pokok permasalahnnya agar tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari”, ungkap Kalos.
Ditanya tentang 15 butir kesepakatan yang dicapai antara pihak PTPN IV Ajamu dengan masyarakat Desa Teluk Sentosa dan Sungai Sentosa, Karlos berharap agar kedua belah pihak dapat melaksanakan kesepakatan itu, karena apabila salah satu saja dilanggar pasti gejolak yang selama ini terjadi akan terulang kembali.
“Pemkab Labuhanbatu menyambut baik kesepakatan itu dan kami berharap dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya”, ungkap Karlos, seraya menyampaikan terima kasihnya kepada Muspika khususnya Camat Panai Hulu Khairul Fahmi SH yang telah memfasilitasinya.
Terkait adanya laporan masyarakat bahwa pihak PTP IV Kebun Ajamu melakukan pembuangan limbah padat (solid) dan pembakaran janjang sawit di areal perkebunan, Karlos mengatakan, bahwa hal itu tidak diperkenankan, karena telah melanggar ketentuan yang berlaku.
“Sepengetahuan kami PTP IV Kebun Ajamu memiliki alat untuk pembakaran janjang sawit dan izinya juga telah dikeluarkan, mengapa harus di lahan perkebunan”, kata Karlos bertanya.
Salah seorang warga Desa Perkebunan Ajamu yang tidak ingin disebutkan namanya kepada media ini menjelaskan, bahwa kolam penampungan limbah PKS itu saat ini sudah mengalami pendangkalan, karena tidak pernah dilakukan pemeliharaan seperti pengorekan.
Seharusnya limbah cair yang mengalir dari pabrik dapat ditampung lebih lama di kolam pertama, kedua dan seterusnya sebelum mengalir ke kolam lainnya. Namun, katanya, antara kolam pertama sampai kolam terakhir hampir tidak ada pengendapan telebih dahulu disebabkan pendangkalan, sehingga limbah yang mengalir ke parit maupun sungai diperkirakan masih diatas ambang batas yang diperbolehkan.
Hadir pada kesempatan itu antara lain Kadis BLH, Kadis Sosnakertrans, Kabag Pemerintahan, Kabag Humas, Camat Panai Hulu, Kades Teluk Sentosa, Teluk Sentosa dan Kades Perk.Ajamu.(AR).
Pemindahan Pedagang ke Pasar Gelugur Berjalan Lancar
Menyusul pemindahan pedagang Pasar Baru ke Pasar Gelugur Rantauprapat, Senin (20/2-12) berlangsung lancar dan aman meskipun sebelumnya ada beberapa pedagang yang keberatan dengan rencana tersebut.
Dari pemantuan media ini, para pedagang tampak menempati kios masing-masing sesuai lokasi yang telah disediakan. Bahkan para pedagang tampak saling bercengkrama mengisi kios, blok dan lapak yang telah diberi nomor dan nyaris tidak ada permasalahan sehubungan apa yang menjadi tuntutan dan keluhan mereka telah dipenuhi oleh Pemkab Labuhanbatu termasuk fasilitas umum yang dibutuhkan.
Salah seorang pedagang ikan asin U br Ginting mengatakan, pada awalnya mereka sempat khawatir jika pemindahan kali ini kembali gagal, karena sudah berulang kali rencana pemindahan itu dilakukan tetapi selalu gagal. Terlebih lagi ketika sejumlah pedagang yang enggan pindah dan meminta sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.
“Terus terang memang pada awalnya kita sempat khawatir dengan rencana pindah yang sering tertunda-tunda, namun ternyata semua berjalan lancar,” ungkapnya.
Salah seorang pedagang ikan basah yang tak ingin disebut namanya kepada media ini menyampaikan rasa puasnya, karena pemindahan dapat berjalan lancar sesuai rencana. “Setelah kami pindah ternyata tidak ada permasalahan, para pembeli juga ramai”, ujarnya.
Lain halnya dengan Ahmad Husin alias A Hock (47) pemilik ruko di jalan Diponegoro menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkab Labuhanbatu. “Selama ini kami merasa tidak nyaman dengan menumpuknya PDK 5 (pedagang kaki lima) depan ruko kami, sehingga pendapatan kami turun drastis”, ungkapnya.
Kasat Pol PP, Syaiful, ketika ditanya tentang pengamanan pemindahan pedagang ini menjelaskan, sebelum melakuan pemindahan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI, Kesbang Linmas serta Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika untuk melakukan berbagai persiapan anti sipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Saiful menjelaskan, gabungan pihak keamanan dan ketertiban telah membuka beberapa Posko yang ditempatkan di sekeliling Pasar Gelugur dan depan kantor Dinas Pasar dan Kebersihan serta sepanjang ruas jalan masuk ke Pasar Gelugur.
“Posko ini selain untuk menjaga dan mengawasi keamanan, juga mengarahkan mobil pengangkut bahan dagangan dari arah luar yang masuk ke Pasar Gelugur. Sebanyak 150 orang petugas setiap harinya secara bergantian terus menerus melakukan pengamanan di lokasi ini”, jelasnya.
Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD yang melakukan meninjau sejak dini hari, Senin (20/2-12), merasa puas atas kerja keras petugas dan mengucapkan terima kasih kepada pedagang yang telah menempati kios-kios yang telah dibagikan secara transparan.
Ketika melakukan peninjauan pada siang hari tampak para pedagang berbincang-bincang dengan Bupati dan bahkan ada yang memeluk seraya mengucapkan terima kasihnya. “Terima kasih pak, akhirnya kami pindah juga”, ujar ibu Siahaan kepada Tigor sambil memeluk bupati.
Terkait adanya keributan pada sore hari dari beberapa oknum yang mengaku pedagang yang tidak mendapat kios, Kabag Humas Infokom Abdurrahman mengatakan, bahwa mereka itu adalah PDK 5 yang tidak terdata oleh tim yang terdiri dari Pemkab, DPRD, Dinas Pasar, Kepolisian dan PDK 5 sendiri.
“Mereka ini adalah pedagang musiman yang saat pendataan tidak ada berjualan, karena petugas dari PDK 5 sendiri tidak mengenali mereka”, jelas Abdurrahman.
Rahman meminta para pedagang agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, karena ada beberapa pedagang mengaku tidak mendapat kios, tetapi setelah dicek ternyata dia dapat.
“Kalau ada hal-hal yang tidak jelas, tanyakan saja kepada petugas yang berjaga 24 jam di tempat itu. Jangan langsung melakukan tindakan yang memancing keributan. Kalau suasana kondusif pasti pembeli akan datang berduyun-duyun ke tempta itu”, kata Rahman.(AR-Rel).
Teks foto : Transaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli di Pasar Gelugur setelah dilakukan pemindahan.
3 File telah Dilampirkan| 668KB
Jambret dan Pelaku Curanmor Di “Dor” Petugas.
hal inilah yang dirasakan tersangka Bagus Satria Alias Agus (26), warga Perumnas Padang Pasir Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, pasalnya, tidak berhasil lakukan aksi, malah bagian betis kaki kanannya terpaksa di “Dor” petugas saat mencoba melarikan diri ketika hendak ditangkap.
Hal itu dikatakan Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK kepada sejumlah wartawan, Senin (20/2) sat paparannya di Halaman Mapolres Labuhanbatu mengatakan, tersangka Agus dan 3 (tiga) rekannya yakni Abdi Lubis,18 , Asrinal ,18, dan Rhido, 21 sudah berulang kali melakukan kejahatan menjambret dan pencurian sepeda motor di seputar Kota Rantauprapat.
“ Mereka ini sudah spsecialis melakukan aksi penjambretan dan pencurian sepeda motor, si Agus ini terpaksa di Door (tembak) karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap” ujar Hirbak .
Dikatakan Hirbak, dalam melakukan aksinya , para tersangka tidak memandang lokasi, dari hasil pengembangan petugas para tersangka mengaku sejak Tahun 2012 telah melakukan sebanyak 20 kali aksi penjambretan di seputaran Kota Rantauprapat.
” Aksi mereka dilakukan di mall-mall, didepan toko ,dipersimpangan-persimpangan jalan ,bahkan ditempat-tempat ibadah seperti Masjid dengan menggunakan sepeda motor hasil kejahatan “ tegasnya.
Melalui penangkapan itu, didapati dari tangan keempat tersangka diamankan barang bukti berupa, 1(satu) unit Handphone Balck Berry, 1 (unit) Handphone Nokia, 1 (satu) unit Sepeda Motor Suzuku satria warna biru tanpa plat dan 1 (satu) Sepeda Motor Honda Merk Supra BK 4876 YAO.(CR1)
Paparkan: Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK didampingi Wakapolres Kompol Yusup Saprudin SIK dan Kasubag Humas AKP MT Aritonang SH beserta tersangka jambret dan curanmor saat dipaparkan di halaman Mapolres setempat.
Ketua KONI Sumut Lantik Pengurus KONI Labuhanbatu Periode 2011-2015
Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu Ak MM melantik Pengurus KONI Labuhanbatu periode 2011-2015 di Gedung Nasional Rantauprapat, Sabtu (18/2-12) malam.
Pelantikan yang dihadiri Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dan Wakil Bupati Suhari Pane SIP serta Unsur Pimpinan Daerah, Pengurus KONI Sumut, Ketua KONI Asahan, Langkat, Tanjung Balai dan para Pengurus Cabang Olag Raga se-kabupaten Labuhanbatu.
Ketua KONI Sumut, Gus Irawan Pasaribu Ak MM mengatakan, kepengurusan KONI Asahan Labuhanbatu dibawah kepemimpinan Zainul Arifin diyakini akan maju, apalagi wajah-wajah pengurusnya masih terlihat muda-muda yang berarti berenergi dan bersemangat.
“Saya yakin ditangan bung Zainul, KONI Labuhanbatu akan maju”, kata Gus Irawan seraya menjelaskan bahwa menjadi pengurus KONI adalah tugas pengabdian tanpa berharap balas jasa apapun.
Pada kesempatan itu Gus Irawan menjelaskan, bahwa dalam dalam mengurus organisasi kita dapat mencontoh pilosofi sepak bola. Dalam sepak bola, kata Gus Irawan, masing-masing orang memiliki tugas masing-masing mulai dari kiper, back, sayap, gelandang serta penyerang. Namun, jelasnya, masing-masing tugas itu tujuannya hanya satu, yakni menciptakan gol.
Demikian juga halnya dengan organisasi seperti KONI ini, seluruh pengurus hendaknya tahu tugas dan fungsi masing-masing, sehingga tugas yang kita jalankan tidak tumpang tindih dan tidak merebut tugas orang lain.
Pada bagian lain Gus Irawan meminta KONI Labuhanbatu untuk bekerja keras menghasilkan atlit-atlit kaliber dunia seperti tahun 90-an. Pada masa lalu Labuhanbatu merupakan gudang atlit kelas dunia, seperti Pranklin Simangunsong dan Hendrik Simangunsong yang berhasil menjadi juara Asia dari cabang olah raga tinju.
Dari cabang marathon, tambah Gus Irawan, Labuhanbatu juga pernah melahirkan atlit PON VIII/1973 atas nama Darlin Hasibuan. “Kami Pengurus KONI Sumut sangat berharap dari Labuhanbatu kembali lahir atlit-atlit berprestasi tingkat nasional dan dunia seperti dulu”, kata Gus Irawan.
Untuk melahirkan atlit berprestasi, ungkat Gus Irawan, dibutuhkan sarana pembinaan dan kompetisi yang rutin, seperti Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) dan event-event lainnya. Dari sini akan terseleksi pemain-pemain potensial untuk selanjutnya dilakukan pembinaan jangka panjang yang pada akhirnya akan menghasilkan atlit yang diharapkan.
Dari pembinaan itu akan dapat diukur keberhasilan KONI Labuhanbatu dalam menjalankan organisasinya. “Keberhasilan KONI Labuhanbatu dapat diukur dari berapa banyak atlitnya memperoleh medali emas pada Pekan Olah Raga Daerah Sumatera Utara (Posdasu) nanti”, kata Gus Irawan.
Mengenai kesejahteraan atlit, Gus Irawan menegaskan, bahwa saat ini pemerintah sangat memperhatikannya. Gus mencontohkan, bahwa peraih medali emas pada Sea Game lalu pemerintah pusat memberikan bonus sebesar Rp 200 juta per orang, sementara Pemkab Sumut juga memberikan sebesar Rp 100 juta.
“Jadi, dapat kita hitung kalau seorang atlit dapat meraih 2 emas saja sudah berapa uang yang diperolehnya”, ungkap Gus Irawan.
Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dalam kata sambutannya mengharapkan Pengurus KONI Labuhanbatu dapat bersinergi menjalankan organisasinya sesuai dengan Visi-Misi Pemkab Labuhanbatu, yakni tidak bodoh, tidak sakit dan tidak lapar.
Tidak sakit, kata Tigor, bermakna bagaimana KONI dapat mengembangkan olah raga sampai ke desa-desa agar para generasi muda di sana senang berolah raga yang pada akhirnya akan menciptakan generasi yang bugar dan sehat.
Untuk meraih prestasi, tambah Tigor, KONI perlu melakukan terobosan-terobosan seperti melakukan event-event secara berkala di tingkat lokal. “Pemkab Labuhanbatu akan mendukung sepenuhnya segala bentuk kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi olah raga di daerah ini”, tegas Tigor.
Tigor menambahkan, bahwa beliau sangat menginginkan Poslab Labuhanbatu yang sedang bertanding pada Liga Indonesia Divisi I Group II di Lubuk Pakam dan Kisaran dapat masuk ke Divisi Utama.
“Keinginan ini sangat besar, karena apabila Poslab dapat berlaga di Divisi Utama, maka segala bentuk pembinaannya akan diserahkan kepada Konsorsium Perkebunan yang banyak terdapat di daerah ini”, harap Tigor.
Adapun pengurus yang dilantik tersebut antara lain, Ketua : Zainul Arifin Hasibuan Amd, Sekretaris : H Syamsuddin Efendi SPd dan Bendara : Bina Ginting. Pengurus KONI Labuhanbatu yang beranggotakan sebanyak 48 orang itu dibagi dalam beberapa bidang.(AR).
Teks foto : Pengurus KONI Labuhanbatu foto bersama dengan Ketua KONI Sumut Gus Irawan Ak MM dan Unsur Muspida usai pelantikan.
4 File telah Dilampirkan| 870KB
Eka Diansyah Raih Juara 1 Rantauprapat 10 K
RANTAUPRAPAT : Eka Diansyah berhasil meraih juara pertama putra umum lomba lagi 10 km (Rantauprapat 10 K) yang digelar dalam rangka memeriahkan pelantikan Pengurus KONI Labuhanbatu, Minggu (19/2-12).
Rantauprapat 10 K dengan titik start dan finish di Lapangan Ika Bina Rantauprapat itu diikuti sebanyak 1500 orang pelari yang memperlombakan 2 kategori, yakni umum dan pelajar putra-putri.
Untuk juara umum putri diraih oleh Sumalia Simangunsong, juara pelajar putra diraih oleh Rahmad Dani dari SMK Negeri 2 Rantau Utara, sementara juara pelajar putri diraih oleh Elly Marissa dari SMK Bintang Timur Rantauprapat.
Eka Diansyah yang merupakan pelari marathon itu meraih juara pertama setelah berhasil memasuki garis finish dengan waktu 26 menit 22 detik jauh meninggalkan lawan-lawannya. Eka Diansyah merupakan satu-satunya pelari umum yang berasal dari luar Rantauprapat pada lomba tersebut.
Sejak tanda start yang dilakukan oleh Ketua KONI Sumut Gus Irawan Ak MM dengan tembakan senapan ke udara dan kibasan bendera oleh Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD, Eka Diansyah langsung melesat meninggalkan kelompok pelari yang terus berupaya menyusul dari belakang.
Rantauprapat 10 K yang mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat Rantauprapat itu dimulai tepat pukul 07.00 Wib dilanjutkan dengan penarikan undian berhadiah dan lucky draw dari PT Bank Sumut Cabang Rantauprapat bagi penonton dan para pelari.
Selengkapnya para Rantauprapat 10 K adalah sebagai berikut : Kategori Umum Putra, juara 1 diraih oleh Eka Diansyah, juara 2 Sujar dan juara 3 Bahar. Kategori Umum Putri, juara 1 diraih oleh Sumalia Simangunsong, juara 2 Linawati dan juara 3 Meli.
Untuk Kategori Pelajar Putra, juara 1 diraih oleh Rahmad Dani dari SMK Negeri 2 Rantau Utara, juara 2 Mahadi dari SMA Negeri I Panai Hulu dan juara 3 Aidil Arianto dari SMK Negeri I Rantau Utara. Kategori Pelajar Putri, juara 1 Elly Marissa dari SMK Bintang Timur, juara 2 Sujen Ramsi Simangunsong dari SMA Negeri 1 Rantau Utara dan juara 3 Saur Marisi dari SMA Negeri I Panai Hulu.
Teks foto : Eka Diansyah, sang juara Rantauprapat 10 K mengangkat tangan sesaat memasuki garis finish pada urutan pertama.
Langganan:
Postingan (Atom)

