Laman

Plt Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH meminta para kepala kelurahan dan camat khususnya di wilayah kecamatan Rantau Utara dan Rantau Selatan untuk lebih proaktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan asri. Hal itu diungkapkan Ali Usman pada rapat persiapan penilaian Adipura di ruang data dan karya kantor bupati, Rabu (29/2-12). Diungkapkannya juga, bahwa kondisi kota Rantauprapat saat ini pasca pemindahan Pasar Baru ke Pasar Gelugur sedikit bersih, namun masih terdapat tumpukan sampah di berbagai sudut kota, baik itu sampah dari pertokoan maupun rumah tangga. Kesadaran masyarakat kita, kata Ali Usman, perlu ditingkatkan dalam menjaga kebersihan lingkungan ini, seperti membuang sampah pada tempatnya serta memisahkan jenis sampah antara sampah organik dan unorganik. “Para Lurah dan Camat hendaknya dapat menghimbau masyarakat mulai saat ini akan pentingnya penyediaan tong sampah organik dan unorganik di rumah masing-masing agar proses pengolahan sampah lebih mudah dilakukan. Ke depan penanggulangan sampah menjadi tanggung jawab penuh para lurah di wilayahnya amsing-masing”, kata Ali Usman. Ali Usman juga meminta para kepala sekolah untuk dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan asri. Dari pantauan kami, katanya, sudah ada sekolah yang mampu menciptakan sekolah seperti ini, namun masih ada juga sekolah yang belum melaksanakan seperti apa yang kita harapkan. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Romiduk Sitompul SH mengatakan, pihaknya sudah memantau ke sejumlah lokasi yang menjadi titik pantau Adipura, yaitu perumahan, pasar, terminal, rumah sakit, perkantoran, taman kota, jalan dan stasiun kereta api. Dari hasil pantauan itu, jelasnya, seluruhnya masih sangat memprihatinkan terutama di jalan pusat kota seperti jalan Sudirman, Ahmad Dahlan dan Diponegoro serta di Pasar Gelugur, Pasar Lama dan Pasar Baru. Ditambahknnya, bahwa penilaian Adipura tahun ini difokuskan pada tiga kriteria, yaitu green issue, white issue dan brown issue. Brown issue terkait dengan pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara. Green issue, antara lain soal ruang terbuka hijau (hutan kota, taman kota, estetika kota, rencana tata ruang kota). Adapun white issue meliputi pemerintah daerah dan masyarakat. Menurut Romiduk, piala yang diperlombakan itu hanyalah sebagai motivasi untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Namun, hal yang terpenting adalah pemikiran (mindset) masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Penilaian Adipura tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Semula, penilaian hanya mencakup kebersihan dan keteduhan. Tahun ini penilaian lebih kompleks, karena mencakup keseluruhan unsur untuk menciptakan ‘eco city’ atau kota yang sehat, hijau, dan bersahabat dengan lingkungan

Sekdakab Buka Forum SKPD Labuhanbatu · Prioritas Pembangunan Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2013 Percepatan Pembangunan Infrastruktur Transportasi dan Prasarana Pelayanan Umum

Plt Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH atas nama bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD membuka secara resmi Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum SKPD) yang dilaksanakan di ruang data dan karya kantor bupati, Rabu (29/2-12). Dalam sambutan tertulisnya Bupati mengatakan, bahwa prioritas pembangunan tahun 2013 masih ditujukan kepada percepatan pembangunan infrastruktur transportasi dan prasarana pelayanan umum. Disamping itu, kata bupati, prioritas juga ditujukan kepada peningkatan aksebilitas pendidikan dengan sasaran peningkatan angka partisipasi sekolah, peningkatan kualitas tenaga pendidik serta pelaksanaan pengawasan terpadu terhadap pendidikan gratis yang telah dilaksanakan pada tahun 2012. “Demikian juga terhadap peningkatan pelayanan kesehatan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat masih dalam skala prioritas pembangunan yang kita laksanakan”, kata bupati seperti yang dibacakan Ali Usman. Berkenaan dengan skala prioritas pembangunan tersebut bupati meminta agar dalam penyusunan Renja SKPD harus jelas indikator kinerja program baik indikator keluaran maupun indikator hasil yang akan dicapai sehingga dapat dilakukan pengukuran kinerja terhadap setiap kegiatan dalam rangka menilai tingkat keberhasilan SKPD. Ketua panitia pelaksana Forum SKPD Drs H Muhammad Ridwan Rambe Msi dalam laporannya menyampaikan, bahwa acara tersebut diikuti sebanyak 120 orang peserta yang terdiri dari utusan kecamatan, desa/kelurahan, SKPD, perguruan tinggi, ormas, LSM, pemuka masyarakat dan tokoh masyarakat. Dijelaskan juga maksud dan tujuan pelaksanaan Forum SKPD ini adalah merupakan Sub Sistem Mekanisme Perencanaan Pembangunan Daerah, maksudnya adalah sebagai Forum Musyawarah Daerah para pemangku kepentingan (Stakeholders) di tingkat Kabupaten dalam rangka mematangkan rancangan awal RKPD di Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2013. Sedangkan tujuan Forum SKPD ini adalah mensinkronisasikan dan mengintergrasikan program kegiatan yang diusulkan oleh SKPD, Kecamatan dan pokok – pokok pikiran anggota DPRD Tahun 2013. Disampaikan juga bahwa Forum SKPD ini akan dijadikan kajian dan sekaligus kesepakatan dalam musyawarah perencanaan pembangunan sebagai bahan masukan rancangan akhir rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Labuhanbatu.

Anggota DPRD Labuhanbatu dari PKS mengadu ke Polisi

Papan Nama Fraksi Bintang Keadilan dicabut Anggota DPRD Labuhanbatu dari PKS mengadu ke Polisi RANTAU - Tak senang papan nama Fraksi Bintang Keadilan yang terletak di atas depan pintu ruang kantor Fraksi di cabut dan dirusak tanpa seizin , sejumlah anggota DPRD Labuhanbatu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS),didampingi anggota Dewan dari Partai Demokrat dan Hanura Labuhanbatu mengadukan Rudi Hartono Anggota DPRD labuhanbatu dari Partai Bntang Reformasi
ke Polres Labuhanbatu ,Kamis (23/2). Informasi Yang dihimpun METRO di Mapolres Labuhanbatu , Sejumlah anggota DPRD dari Partai PKS Yakni Puji Hartoyo, Marahalim dan Jakfar, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Akyar Simbolon dan Lahmuddin Hasibuan, Fraksi Hanura Gunawan Hutabarat dan Ronalt Matio serta Syahmatnor Ritonga dari Fraksi Ampera sekira pukul 10.00 Wib bersama –sama mendatangi ruang SPK Polres Labuhanbatu. Kedatangan Wakil Rakyat Labuhanbatu itu membuat pengaduan atas perlakuan anggota DPRD Labuhanbatu dari Partai Bintang Reformasi Rudi Hartono yang dengan sengaja mencabut dan merusak Papan nama Fraksi Bintang Keadilan . “ Kami melaporkannya ke Polres karena perbuatannya melakukan perusakan dan pencabutan nama Fraksi Bintang Keadilan sangat tidak patut, “ujar Ronalt Matio. Puji Hartoyo selaku Ketua Fraksi Bintang Keadilan kepada Petugas SPK Polres labuhanbatu mengatakan , perusakan itu diketahui anggota Dewan sekira pukul 10.00 WIB, saat itu didepan ruang kantor Fraksi sudah tidak terlihat lagi papan nama Fraksi Bintang Keadilan, lalu anggota Dewan Lahmuddin mempertanyakan kepada sesama rekan-rekan anggota Dewan lainnya,. Tidak berselang beberapa lama, Rudi Hartono muncul dan mengatakan bahwa dia yang mencabut papan Nama Fraksi Bintang Keadilan tersebut, setelah ditanya apa alasan mencabut dan merusak papan nama Fraksi sempat terjadi adu argument selanjutnya rudi pun mengatakan silahkan saja mengadu kalau tidak senang” kalau tak senang mengadu saja, itulah kata Rudi maka kami pun merasa sudah disepelekan “ ujar Puji. Ketua BKD (Badan Kehormatan Dewan) Labuhanbatu Jamilah saat di temui METRO diruang kerjanya menyesalkan adanya beberapa oknum dewan yang membuat penghaduan ke Polres labuhanbatu hanya karena persolan pencabutan papan nama “ Ya seharusnya mereka lapor dululah ke BKD,lalu dari situ nanti kita sahuti dan kita beritahu kepada Pimpinan Dewan, berarti mereka mengangap BKD dan Pimpinan Dewan tidak ada ,”ujar Jamilah . Terpisah Ketua DPRD Labuhanbatu Eliarossa Siregar membenarkan adanya pengaduan anggota Dewan ke Polres Labuhanbatu “ya saya dengar ada anggota Dewan mengadu,karena tadi saya dapat info dari Waka Polres Labuhanbatu melalui telepon, bahkan Waka juga menganjurkan agar permasalahan ini diselesaikan secara Intern dulu” ujarnya seraya mengatakan dia juga belum ketemu dengan sejumlah anggota Dewan yang membuat pengaduan ke Polres Labuhanbatu tersebut. Rudi Hartono yang ditemui METRO di Halaman Gedung DPRD Labuhanbatu mengatakan dia mencabut Papan nama itu karena Fraksi Bintang Keadilan sudah sah dibubarkan dan telah diganti dengan Fraksi Bintang Pelopor Bangsa. “ semalam uda Rapat Paripurna Hasilnya fraksi Bintang Keadilan sudah dirubah menjadi Bintang Pelopor Bangsa” ujarnya . Anggota Dewan lainnya Irwansyah, Ali Akbar dan Hasbullah mengatakan bahwa Fraksi Bintang Keadilan secara otomatis sudah dibubarkan dan telah dibentuk Fraksi Bintang Pelopor Bangsa sesuai dengan PP no 16 tahun 2010 c/q Peraturan Tatib DPRD Labuhanbatu Pasal 8 Poin 2 .” kemarin dalam rapat Raripurna sudah dibentuk Fraksi Bintang Pelopor Bangsa, dan rapat Paripurna itu mengacu dari hasil Rapat Panitia Banmus tanggal 8 Februari 2012 kemarin "ucap Irwansah selaku Ketua Komisi A membidangi Hukum seraya mengatakan seharusnya anggota Dewan mengurusi rakyat. Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu melalui Kasubbag Humas AKP MT Aritonang kepada METRO membenarkan ada sejumlah anggota DPRD Labuhanbatu membuat laporan ke Polres Labuhanbatu tentang perusakan papan nama Fraksi.CR1

Bupati Minta Perusahaan Peduli Kepada Dunia Pendidikan di Labuhanbatu

Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD meminta dunia usaha khususnya company perusahaan perkebunan meningkatkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di daerah itu. Tigor mengatakan, bahwa terbatasnya keuangan daerah membuat langkah Pemkab Labuhanbatu untuk melakukan perbaikan terhadap ruang kelas belajar dan meubelair di berbagai sekolah menjadi tersendat. “Untuk itulah kami mengundang saudara-saudara ikut memikirkan bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini”, kata Tigor pada malam ramah-tamah dengan dunia usaha yang dilaksanakan di pendopo, Selasa (21/2-12) malam. Tigor juga berharap dunia usaha dapat memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi seperti yang dilakukan oleh Tanoto Poundation. “Tanoto Poundation tidak hanya memberikan beasiswa kepada siswa yang berada di lingkungan perusahaannya, tetapi juga yang berada diluar perusahaannya”, jelas Tigor. Berkaitan dengan data sekolah rusak serta siswa berprestasi itu, Tigor berjanji akan memberikannya kepada perusahaan yang diharapkan dapat melakukan perbaikan sendiri dan memberikan beasiswa langsung kepada anak tersebut. “Kami dapat berikan data, kalau masalah perehaban sekolahnya silahkan bapak-bapak yang melakukannya sendiri agar tidak menimbulkan kecurigaan nantinya”, kata Tigor. Disamping itu, Tigor juga meminta dunia usaha dapat berpartisipasi kepada pembinaan kepemudaan dan olah raga di Labuhanbatu. Saat ini, kata Tigor, Poslab tengah berlaga mengikuti kompetisi PSSI Divisi I Group II di Kisaran Asahan. Dana untuk mengikuti kompetisi itu sampai berakhir diperkiarakan mencapai Rp 1,8 milyar, sementara kemampuan Pemkab Labuhanbatu untuk mensuport pendanaan hanya Rp 500 juta. “Sebagai perusahaan yang berada di Labuhanbatu sudah selayaknya memiliki rasa kepedulian terhadap Poslab”, ungkap Tigor. Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Setkab Labuhanbatu Drs Karlos Siahaan menjelaskan, bahwa pertemuan itu adalah dalam rangka menyamakan persepsi dan cara pandang Pemkab Labuhanbatu dengan dunia usaha. Pemkab Labuhanbatu, kata Karlos, tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa bantuan dari dunia usahan yang diperkirakan mencapai 60 perusahaan yang terdiri perusahaan perkebunan, perhotelan dan usaha pribadi. “Kalau masing-masing perusahaan dapat menyalurkan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), maka permasalahan dunia pendidikan dan pembinaan kepemudaan/olah raga di daerah ini akan dapat teratasi”, kata Karlos. Sementara itu Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Ir Suyanto pada kesempatan itu mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tengah berjuang ke pemerintah pusat agar pajak ekspor CPO (crud palm oil) yang begitu besar dapat disalurkan kembali ke daerah. Selama ini, jelasnya, pajak ekspor CPO itu dikembalikan ke daerah dalam jumlah yang sangat minim, lain halnya dengan bagi hasil pertambangan minyak. “Oleh sebab itu kami sangat berharap dukungan dari masing-masing bupati/walikota yang banyak perusahaan perkebunan kelapa sawitnya agar usaha kami ini dapat terwujud”, jelas Suyanto. Hadir pada kesempatan itu selain para Pimpinan Perusahaan BUMN/BUMD, juga dihadiri para kepala badan, dinas dan kantor serta camat se kabupaten Labuhanbatu.(AR). Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika memberikan sambutan pada cara temu ramah dengan pimpinan perusahaan. 2 File telah Dilampirkan| 336KB

Pemkab Labuhanbatu Akan Bentuk Tim Untuk Meneliti PKS Yang Cemari Lingkungan

Pemkab Labuhanbatu dalam waktu dekat akan membentuk tim untuk meneliti dan melihat secara langsung pabrik kelapa sawit (PKS) yang terindikasi mencemari lingkungan. Demikian salah satu butir kesimpulan yang dicapai dalam rapat terbatas terkait dengan keluhan masyarakat Desa Teluk Sentosa dan Sungai Sentosa Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu terhadap limbah PKS PTPN IV Kebun Ajamu yang terindikasi mencemari lingkungan di daerah itu. Asisten Pemerintahan Drs Karlos Siahaan yang memimpin rapat mengatakan, Pemkab Labuhanbatu pada dasarnya dapat merasakan keluhan masyarakat di Panai Hulu, namun kita masih menunggu hasil uji laboratorium di Medan apakah limbah cair dari PKS PTP IV Ajamu yang dialirkan ke sungai masih dalam ambang batas atau tidak. “Kita dalam menentukan sikap dan tindakan harus jelas dasar hukumnya dan jelas pula pokok permasalahnnya agar tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari”, ungkap Kalos. Ditanya tentang 15 butir kesepakatan yang dicapai antara pihak PTPN IV Ajamu dengan masyarakat Desa Teluk Sentosa dan Sungai Sentosa, Karlos berharap agar kedua belah pihak dapat melaksanakan kesepakatan itu, karena apabila salah satu saja dilanggar pasti gejolak yang selama ini terjadi akan terulang kembali. “Pemkab Labuhanbatu menyambut baik kesepakatan itu dan kami berharap dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya”, ungkap Karlos, seraya menyampaikan terima kasihnya kepada Muspika khususnya Camat Panai Hulu Khairul Fahmi SH yang telah memfasilitasinya. Terkait adanya laporan masyarakat bahwa pihak PTP IV Kebun Ajamu melakukan pembuangan limbah padat (solid) dan pembakaran janjang sawit di areal perkebunan, Karlos mengatakan, bahwa hal itu tidak diperkenankan, karena telah melanggar ketentuan yang berlaku. “Sepengetahuan kami PTP IV Kebun Ajamu memiliki alat untuk pembakaran janjang sawit dan izinya juga telah dikeluarkan, mengapa harus di lahan perkebunan”, kata Karlos bertanya. Salah seorang warga Desa Perkebunan Ajamu yang tidak ingin disebutkan namanya kepada media ini menjelaskan, bahwa kolam penampungan limbah PKS itu saat ini sudah mengalami pendangkalan, karena tidak pernah dilakukan pemeliharaan seperti pengorekan. Seharusnya limbah cair yang mengalir dari pabrik dapat ditampung lebih lama di kolam pertama, kedua dan seterusnya sebelum mengalir ke kolam lainnya. Namun, katanya, antara kolam pertama sampai kolam terakhir hampir tidak ada pengendapan telebih dahulu disebabkan pendangkalan, sehingga limbah yang mengalir ke parit maupun sungai diperkirakan masih diatas ambang batas yang diperbolehkan. Hadir pada kesempatan itu antara lain Kadis BLH, Kadis Sosnakertrans, Kabag Pemerintahan, Kabag Humas, Camat Panai Hulu, Kades Teluk Sentosa, Teluk Sentosa dan Kades Perk.Ajamu.(AR).

Pemindahan Pedagang ke Pasar Gelugur Berjalan Lancar

Menyusul pemindahan pedagang Pasar Baru ke Pasar Gelugur Rantauprapat, Senin (20/2-12) berlangsung lancar dan aman meskipun sebelumnya ada beberapa pedagang yang keberatan dengan rencana tersebut. Dari pemantuan media ini, para pedagang tampak menempati kios masing-masing sesuai lokasi yang telah disediakan. Bahkan para pedagang tampak saling bercengkrama mengisi kios, blok dan lapak yang telah diberi nomor dan nyaris tidak ada permasalahan sehubungan apa yang menjadi tuntutan dan keluhan mereka telah dipenuhi oleh Pemkab Labuhanbatu termasuk fasilitas umum yang dibutuhkan. Salah seorang pedagang ikan asin U br Ginting mengatakan, pada awalnya mereka sempat khawatir jika pemindahan kali ini kembali gagal, karena sudah berulang kali rencana pemindahan itu dilakukan tetapi selalu gagal. Terlebih lagi ketika sejumlah pedagang yang enggan pindah dan meminta sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. “Terus terang memang pada awalnya kita sempat khawatir dengan rencana pindah yang sering tertunda-tunda, namun ternyata semua berjalan lancar,” ungkapnya. Salah seorang pedagang ikan basah yang tak ingin disebut namanya kepada media ini menyampaikan rasa puasnya, karena pemindahan dapat berjalan lancar sesuai rencana. “Setelah kami pindah ternyata tidak ada permasalahan, para pembeli juga ramai”, ujarnya. Lain halnya dengan Ahmad Husin alias A Hock (47) pemilik ruko di jalan Diponegoro menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkab Labuhanbatu. “Selama ini kami merasa tidak nyaman dengan menumpuknya PDK 5 (pedagang kaki lima) depan ruko kami, sehingga pendapatan kami turun drastis”, ungkapnya. Kasat Pol PP, Syaiful, ketika ditanya tentang pengamanan pemindahan pedagang ini menjelaskan, sebelum melakuan pemindahan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI, Kesbang Linmas serta Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika untuk melakukan berbagai persiapan anti sipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Saiful menjelaskan, gabungan pihak keamanan dan ketertiban telah membuka beberapa Posko yang ditempatkan di sekeliling Pasar Gelugur dan depan kantor Dinas Pasar dan Kebersihan serta sepanjang ruas jalan masuk ke Pasar Gelugur. “Posko ini selain untuk menjaga dan mengawasi keamanan, juga mengarahkan mobil pengangkut bahan dagangan dari arah luar yang masuk ke Pasar Gelugur. Sebanyak 150 orang petugas setiap harinya secara bergantian terus menerus melakukan pengamanan di lokasi ini”, jelasnya. Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD yang melakukan meninjau sejak dini hari, Senin (20/2-12), merasa puas atas kerja keras petugas dan mengucapkan terima kasih kepada pedagang yang telah menempati kios-kios yang telah dibagikan secara transparan. Ketika melakukan peninjauan pada siang hari tampak para pedagang berbincang-bincang dengan Bupati dan bahkan ada yang memeluk seraya mengucapkan terima kasihnya. “Terima kasih pak, akhirnya kami pindah juga”, ujar ibu Siahaan kepada Tigor sambil memeluk bupati. Terkait adanya keributan pada sore hari dari beberapa oknum yang mengaku pedagang yang tidak mendapat kios, Kabag Humas Infokom Abdurrahman mengatakan, bahwa mereka itu adalah PDK 5 yang tidak terdata oleh tim yang terdiri dari Pemkab, DPRD, Dinas Pasar, Kepolisian dan PDK 5 sendiri. “Mereka ini adalah pedagang musiman yang saat pendataan tidak ada berjualan, karena petugas dari PDK 5 sendiri tidak mengenali mereka”, jelas Abdurrahman. Rahman meminta para pedagang agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, karena ada beberapa pedagang mengaku tidak mendapat kios, tetapi setelah dicek ternyata dia dapat. “Kalau ada hal-hal yang tidak jelas, tanyakan saja kepada petugas yang berjaga 24 jam di tempat itu. Jangan langsung melakukan tindakan yang memancing keributan. Kalau suasana kondusif pasti pembeli akan datang berduyun-duyun ke tempta itu”, kata Rahman.(AR-Rel). Teks foto : Transaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli di Pasar Gelugur setelah dilakukan pemindahan. 3 File telah Dilampirkan| 668KB

Jambret dan Pelaku Curanmor Di “Dor” Petugas.

hal inilah yang dirasakan tersangka Bagus Satria Alias Agus (26), warga Perumnas Padang Pasir Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, pasalnya, tidak berhasil lakukan aksi, malah bagian betis kaki kanannya terpaksa di “Dor” petugas saat mencoba melarikan diri ketika hendak ditangkap. Hal itu dikatakan Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK kepada sejumlah wartawan, Senin (20/2) sat paparannya di Halaman Mapolres Labuhanbatu mengatakan, tersangka Agus dan 3 (tiga) rekannya yakni Abdi Lubis,18 , Asrinal ,18, dan Rhido, 21 sudah berulang kali melakukan kejahatan menjambret dan pencurian sepeda motor di seputar Kota Rantauprapat. “ Mereka ini sudah spsecialis melakukan aksi penjambretan dan pencurian sepeda motor, si Agus ini terpaksa di Door (tembak) karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap” ujar Hirbak . Dikatakan Hirbak, dalam melakukan aksinya , para tersangka tidak memandang lokasi, dari hasil pengembangan petugas para tersangka mengaku sejak Tahun 2012 telah melakukan sebanyak 20 kali aksi penjambretan di seputaran Kota Rantauprapat. ” Aksi mereka dilakukan di mall-mall, didepan toko ,dipersimpangan-persimpangan jalan ,bahkan ditempat-tempat ibadah seperti Masjid dengan menggunakan sepeda motor hasil kejahatan “ tegasnya. Melalui penangkapan itu, didapati dari tangan keempat tersangka diamankan barang bukti berupa, 1(satu) unit Handphone Balck Berry, 1 (unit) Handphone Nokia, 1 (satu) unit Sepeda Motor Suzuku satria warna biru tanpa plat dan 1 (satu) Sepeda Motor Honda Merk Supra BK 4876 YAO.(CR1) Paparkan: Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK didampingi Wakapolres Kompol Yusup Saprudin SIK dan Kasubag Humas AKP MT Aritonang SH beserta tersangka jambret dan curanmor saat dipaparkan di halaman Mapolres setempat.