Laman

Rencana Penyerahan Bantuan Kapal Bermotor ke Nelayan Sei Berombang perlu Ditinjau Ulang

Rencana pemberian bantuan kapal motor kepada para nelayan tradisisional di Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu agar ditinjau ulang. Alasannya, diduga terjadinya mark up dalam pembuatan kapal tersebut. Serta, terindikasi kuat calon penerima bantuan ada yang bukan sebagai nelayan. “Kami mohon Pemkab Labuhanbatu memberikan perlindungan pada masyarakat nelayan kecil,” ungkap Muhyar Koordinator Aliansi Masyarakat Pesisir Peduli Keadilan, Senin (2/1) di Rantauprapat. Muhyar memaparkan, bantuan kapal motor yang bersumber dana dari APBD Labuhanbatu 2011 sebanyak 10 unit itu juga diduga terjadinya mark up. Sebab, dengan seukuran kapal itu harga kapal hanya berkisar Rp45 juta. “Menurut kami atau kebiasaan kami menempah.membuat kapal bot dan alat tangkap harga hanya sebesar Rp45 juta. Tapi, bantuan itu seharga Rp98 juta oerunit,” jelasnya. Pihaknya juga meminta kepada Bupati Labuhanbatu agar melakukan peninjauan ulang bantuan tersebut. Sebab, terindikasi adanya diskriminasi yang dilakukan dengan hanya memberikan bantuan kepada sekelompok orang yang sejak awal tidak terlibat langsung dalam proses permohonan bantuan itu kepada pihak Pemkab setempat. “Pemerintah diharap benar-benar mengenal siapa nelayan yang berhak menerima bantuan itu,” jelasnya. Muhyar mengaku, pihaknya juga menyurati Ketua DPRD Labuhanbatu, Wakil bupati Labuhanbatu, Kepala Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Labuhanbatu serta Kepala Kejaksaan Negeri Rantauprapat terkait hal itu. Sebelumnya diberitakan, nelayan tradisional Desa Sei Baru, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu yang tergabung dalam Pilar Perjuangan Nelayan (PPN) Kecamatan Panai Hilir menolak bantuan kapal boat dan alat tangkap ikan. Pasalnya, pemberian cuma-cuma yang dananya bersumber dari APBD kabupaten itu dinilai salah sasaran. Koordinator PPN Kecamatan Panai Hilir, Tajuddin didampingi pengurus KSU Nelayan Bersatu Desa Sei Baru Ulong, mengatakan, penolakan itu dilakukan secara resmi dengan menyurati instansi terkait serta ditembuskan kepada Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar serta Ketua DPRD Hj Ellya Rosa Siregar. Dalam surat itu, Tahjuddin beralasan penolakan dikarenakan pemberian bantuan tersebut tidak kepada yang membutuhkan. “Nelayanlah yang membutuhkan kapal boat dan alat tangkap ikan, bukan kelompok tertentu yang hanya segelintir oknum,” terang Tajuddin. Selain itu, sejak awal mereka yang tergabung didalam Pilar Perjuangan Nelayan (PPN) sudah sepakat dengan Dinas Perikanan dan Kelautan bahwa ada 7 unit boat yang dilengkapi dengan alat tangkapnya akan mereka dapatkan. Namun Desember 2011, mereka diberitahukan bahwa 8 unit bantuan itu telah diberikan kepada salah satu lembaga nelayan minoritas, sedangkan mereka hanya kebagian 2 unit. “Kami dari dahulu yang diajak bermusyawarah tentang apa yang dibutuhkan dengan tujuan membangun ekonomi kerakyatan masyarakat nelayan, tapi mengapa yang menerimanya orang lain yang sama sekali tidak pernah terlibat dan diduga sarat dengan kepentingan pribadi, kelompok serta kesempatan politik, bukan kepada masyarakat kecil nelayan,” tegas Tajuddin lagi. Anggota DPRD Labuhanbatun Ali Akbar Hasibuan menegaskan, Dinas Perikanan dan Kelautan harus bertanggung jawab serta mengklarifikasi adanya penolakan bantuan gratis. Sebab, dipastikan permasalahan yang diungkapkan oleh nelayan itu mendekati kebenaran. “Itu harus ditindaklanjuti,” tegasnya. Menurut Ali, pihaknya akan mempelajari duduk permasalahan dan meneruskan dengan memanggil instansi terkait. “Dengar pendapat akan digelar terkait penolakan itu, namun harus kita pelajari duduk masalahnya, ini harus disikapi secepatnya karena berkaitan penggunaan uang daerah,” tambah Ali Akbar.

Wakil Bupati L.Batu Tutup Raimuna Tahun 2011

Wakil Bupati Labuhanbatu yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten L.Batu Suhari Pane SIP menutup kegiatan Raimuna Cabang Tahun 2011 bagi Pramuka Penegak dan Pandega di Bumi Perkemahan Janji, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Jumat (30/12). Suhari dalam pidato tanpa teks menyampaikan, peserta Raimuna yang berasal dari Kab. L.Batu, Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel) telah mendapatkan pelajaran, pelatihan dan berbagai keterampilan lainnya dari instruktur dari gerakan pramuka sendiri, dari instruktur sipil maupun dari militer selama kegiatan perkemahan akbar berlangsung. Kegiatan yang dilakukan pada Raimuna Cabang Tahun 2011 antara lain yakni kegiatan prestasi, observasi, out bound, latihan survival, aneka permainan, penghijauan, ceramah narkoba dan HIV/AIDS, penanggulangan bencana dan pentas seni budaya. Dengan berbagai pelajaran, pelatihan dan keterampilan yang diberikan instruktur itu, kata wakil bupati, diharapkan adik-adik peserta Raimuna tahun ini dapat menjadikannya sebagai bekal yang berharga bagi adik-adik sendiri dalam menghadapi tantangan masa depan yang serba dinamis, kompleks dan dipenuhi persaingan sengit di era globalisasi ini. Kita mengetahui bahwa gerakan pramuka merupakan gerakan aksi yang dipandang sangat perlu dalam membentuk watak dan karakter positif bagi anak bangsa sehingga gerakan ini dinaungi oleh undang-undang dan harus dilaksanakan secara terpadu di bagian manapun di negeri ini. Dari gerakan pramuka diharapkan lahir generasi-generasi tangguh, berbudaya unggul, berkarakter kuat, tidak cengeng menghadapi tantangan dan dapat beradaptasi terhadap situasi dan kondisi apapun. Generasi-generasi ini lah nantinya yang akan dapat memegang tongkat estafet kepemimpinan, baik untuk tingkat nasional, Sumatera Utara dan khususnya untuk Kabupaten Labuhanbatu ke depan. Sekretaris Panitia Pelaksana Raimuna Cabang Tahun 2011 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka L.Batu Adi Prawira dalam laporannya mengatakan, kegiatan Raimuna Cabang Tahun 2011 berjalan lancer. Kalau pun ada kendala, yakni hari pertama dan hari kedua, dimana sejulah peserta Raimuna mengalami sakit ringan. Raimuna sendiri berlangsung mulai 27-30 Desember 2011 di Komplek Gedung Olah Raga Rantauprapat. Sementara Ketua Tim Penggerak PKK L.Batu Ny Hj Fitra Laila Tigor Panusunan Siregar SpTHT dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan Kawrcab Gerakan Pramuka L.Batu seperti Raimuna Cabang Tahun 2011 seperti ini sangat positif dalam rangka pendidikan karakter anak-anak didik di L.Batu. Oleh karena itu, dia mengatakan akan menyampaikan kepada Bupati L.Batu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD untuk menyediakan lokasi yang representatif bagi kegiatan-kegiatan kepramukaan di daerah ini.

Bupati Sampaikan Nota Keuangan R-APBD Labuhanbatu TA 2012

Bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD telah menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2012 pada rapat paripurna DPRD, Jum’at (30/12). Dalam penyampaian Nota Keuangan itu Tigor mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) R-APBD Kabupaten Labuhanbatu TA 2012 diajuan sebesar Rp 670.736.024.763,- bertambah sebesar Rp 43.567.146.481,- atau 6,95 % dari APBD TA 2011. Rencana belanja daerah sebesar Rp 670.736.024.763,- bertambah sebesar 6,95 % dari APBD TA 2011. Pendapatan daerah secara keseluruhan mengalami pertambahan, namun ada beberapa ayat penerimaan yang mengalami pengurangan, seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 45.240.264.663,- mengalami pengurangan dari APBD TA 2011 sebesar Rp Rp 3.680.245.953,- atau 7,52%. Dana perimbangan direncanakan sebesar Rp 589.495.760.100,- secara keseluruhan mengalami pertambahan sebesar Rp 120.759.353.999,- atau 25,76 % dari APBD TA 2011. Lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp 36 milyar yang diperoleh dari bagi hasil pajak pemerintah provinsi, sedangkan dana percepatan pembangunan infrastruktur dan biaya operasional sekolah serta bantuan keuangan provinsi tidak direncanakan dalam R-APBD TA 2012, karena penetapannya belum diperoleh dari pemerintah atasan. Belanja daerah dalam R-APBD TA 2012 direncanakan sebesar Rp 670.736.024.763,- bertambah sebesar Rp 43.567.146.481,- atau 6,95 % dari APBD TA 2011. Secara umum pertambahan belanja daerah itu dialokasikan untuk kenaikan gaji PNS dan CPNS sebesar 10 %. Sedangkan belanja langsung berkurang sebesar 3,50 % dari TA 2011, pengurangan ini disebabkan adanya program dan kegiatan seperti dana DPID, BOS dan bantuan keuangan provinsi dalam R-APBD TA 2012 belum dialokasikan. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp 1.089.640.217,- dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 1.089.640.217,-. Dengan demikian, pengeluaran penerimaan pembiayaan dialokasikan untuk pembayaran pokok utang sebesar Rp 89.640.217,- dan penguatan modal bagi koperasi dan UKM sebesar Rp 1 milyar. Kebijakan pemerintah daerah yang cukup mempengaruhi alokasi belanja daerah pada R-APBD TA 2012 tentunya adalah penetapan prioritas pembangunan daerah pada tahun 2012 sesuai dengan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD), yaitu pembangunan pendidikan yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan pendidikan dengan sasaran angka partisipasi sekolah dan mutu pendidikan. Pembangunan infrastruktur peningkatan sarana dan prasarana transportasi khususnnya pada kawasan strategis serta kawasan tertinggal. Pembangunan kesehatan, yaitu peningkatan pelayanan kesehatan, yaitu peningkatan pelayanan kesehatan dengan sasaran peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pembangunan pertanian dan ekonomi kerakyatan, yaitu peningkatan penguatan kapasitas permodalan dan peralatan maupun SDM pengusaha ekonomi. Hadir pada acara itu antara lain Wakil Ketua DPRD Aminuddin Manurung, Asisten Pemerintahan Drs Karlos Siahaan, Kepala Badan Pengelola Keuangan, Kekayaan dan Aset Daerah H Erwin Siregar SH dan para kepala SKPD. Teks foto : Ketua DPRD Hj Ellya Rossa Siregar SPd disaksikan Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dan Wakil Ketua Aminuddin Manurung ketika menandatangani Nota Kesepahaman KUA dan PPAS sebelum pelaksanaan rapat R-APBD TA 2012.

Bupati : Tanam Pohon Untuk Anak Cucu

RANTAUPRAPAT, ML : Untuk mensiasati cuaca ekstrim saat ini berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, seperti memberikan bibit unggul dengan masa panen pendek dan penanaman sejuta pohon di berbagai tempat.
Demikian disampaikan bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika diwawancarai wartawan di sela-sela acara Peringatan Hari Penanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di komplek Yayasan Pendidikan Indonesia Membangun, Jalan Adam Malik, Rantauprapat, Selasa (20/12).
Bupati mengatakan, penaman pohon yang kita lakukan memang tidak dapat dirasakan manfaatnya saat ini, tetapi dalam 20 tahun mendatang anak cucu kita pasti dapat merasakannya. “Oleh sebab itu tanamlah pohon untuk anak cucu kita sebagai warisan yang bernilai tinggi bagi mereka pada saatnya”, tegas Tigor.
Pemanasan global sudah nyata dapat kita rasakan, kata Tigor, jadi tidak ada jalan lain kita sebagai orang tua dan pemerintah harus mulai berbuat saat ini dengan melakukan gerakan penanaman pohon baik itu di lingkungan pekarangan masing-masing, maupun di lokasi-lokasi yang dianggap tandus.
Sementara itu amanat tertulis menteri kehutanan RI menjelaskan, bahwa penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2011 merupakan gerakan nyata penanaman pohon secara massal yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor, konservasi keanekaragaman hayati (biodeversity), penyerapan karbon di atmosfir untuk pencegahan dampak perubahan iklim, mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat.
Terjadinya banjir dan longsor di beberapa daerah membuktikan bahwa hulu DAS telah mengalami kerusakan. Guna mengatasi masalah tersebut, Kementerian Kehutanan telah meluncurkan berbagai program untuk perbaikan lingkungan, satu di antaranya adalah Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon.
Mengingat perbaikan lingkungan ini merupakan kerja besar, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, maka saya harapkan instansi terkait, kalangan pendidikan, TNI, POLRI, dan swasta ikut serta mendukung gerakan penanaman satu miliar pohon ini.
Keikutsertaan semua pihak dalam kegiatan penanaman pohon ini dapat dikatakan bahwa dalam pembangunan nasional tidak ada program yang primadona, karena pada dasarnya di dalam pembangunan nasional itu terdapat keterkaitan antar sektor, dan semua sektor harus saling mendukung demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Inilah yang kita sebut dengan kebersamaan.
Demikian pula dengan kegiatan penanaman pohon pada hari ini, merupakan wujud kebersamaan Pemerintah dengan masyarakat. Kebersamaan seperti itu perlu terus kita bina dan kembangkan, sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya lingkungan hidup yang baik, dan dengan kesadaran sendiri berperan aktif dalam rehabilitasi hutan dan lahan.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Ir Jumingan, kepada wartawan mengatakan, lokasi kegiatan penanaman pohon dilakukan secara serentak di 9 kecamatan di kabupaten Labuhanbatu.
Adapun tempat-tempat penanaman dilakukan di lahan yang telah degradasi atau tidak produktif yang mendesak dipulihkan, kawasan public (pusat rekreasi), kanan-kiri turus jalan (jalan Negara, provinsi, kabupaten, dan desa), pekarangan atau halaman perkantoran, rumah ibadah, sekolah-sekolah, pemukiman dan fasilitas umum serta sempadan sungai.
Jumingan juga menjelasakan, bahwa jenis bibit tanaman yang ditanam sebanyak 55.050 batang yang terdiri dari mahono sebanyak 23.100 batang, mangga 5.150 batang, rambutan 5.150 batang, durian 11.650 batang, manggis 2.500 batang, petai 2.500 batang dan matoa 5.000 batang.
Bibit tanaman yang telah didistribusikan kepada masyarakat dan telah ditanam sebanyak 17.948 batang pohon yang dilaksanakan oleh Kodim 0209 Labuhanbatu, Organisasi Perempuan Labuhanbatu dan Bank BRI.
Dikatakannya, bahwa kegiatan yang berthemakan “Sukseskan Penanaman Satu Milyar Pohon” ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan membangkitkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya baik secara individu, keluarga, kelompok, desa/kelurahan, kecamatan dan wilayah kabupaten harus bersama-sama melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon mulai dari diri sendiri dan lingkungan sendiri.
Hadir pada kesempatan itu antara lain Dan Dim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua, Asisten Ekbang Drs H Edi Sampurna Rambe MSi, Asisten Administrasi Umum Ahmad Muflih SH, para kepala SKPD, Camat Rantau Utara Haris Topan Hasibuan SH, Camat Rantau Selatan Hery AP, para kepala keluaran se-kecamatan Rantau Utara dan Rantau Selatan, pemuka masyakarat dan ratusan pelajar Yayasan Pendidikan Indonesia Membangun.(AR).

Teks foto : Bupati Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD didampingi Kadis Hutbun Ir Jumingan ketika melakukan penanaman pohon mangga di komplek Yayasan Pendidikan Indonesia Membangun.
1 File telah Dilampirkan| 207KB

Bupati : Sungguh Tinggi Harkat Seorang Ibu

RANTAUPRAPAT, ML : Sungguh tinggi harkat dan martabat seorang ibu, karena kita semua keluar dari rahimnya. Ibu juga yang membesarkan dan mendidik kita sehingga menjadi orang-orang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Jadi, selayaknyalah kita menghargai, menghormati dan menyayangi ibu.
Demikian disampaikan bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dalam sambutannya pada acara hari ibu ke-83 di aula Asrama Haji Rantauprapat, Kamis (22/12).
Tigor mengatakan, seorang ibu saat ini harus lah pintar dan selalu membawa anaknya ke Posyandu atau Poskesdes maupun Puskesmas. Hal itu dilakukan guna mengetahui kondisi kesehatan anak kita apakah baik atau tidak.
Pengalaman selama ini menunjukkan, kata Tigor, bahwa banyak anak-anak kita yang terserang penyakit difteri, yaitu penyakit infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas. Korban penyakit difteri ini ternyata memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap dan bahkan ada yang tidak pernah diimunisasi sama sekali.
Pada kesempatan itu Tigor mengajak seluruh ibu yang hadir untuk memasukkan anak-anaknya ke pendidikan anak usia dini (PAUD), guna memberikan kepada mereka pendidikan karakter bangsa yang tau menghormati orang tua atau orang yang lebih tua dari dirinya.
Hal ini penting, katanya, karena saat ini sudah jarang kita jumpai seorang anak memberikan rasa hormatnya kepada orang tua, guru maupun teman yang lebih tua dari dirinya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi anak-anak saat ini setiap menginginkan sesuatu harus instan, serba cepat sehingga menimbulkan konflik dalam kehidupannya baik di keluarga maupun di dunia pergaulannya.
Pada bagian lain Tigor mengatakan, peringatan hari ibu (PHI) merupakan peringatan terhadap nilai-nilai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang mendambakan nilai persatuan dan kesatuan Indonesia. Nilai kasih sayang ibu Indonesia dan nilai kerelaan berkorban untuk berjuang membangun Indonesia.
“Peringatan hari Ibu ke 83 memfokuskan pada aspek ekonomi, sehingga kaum perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang budaya, agama dn status sosial dapat melakukan introspeksi kembali terhadap upaya dan perjuangan yang telah dilakukan kaum perempuan Indonesia, “ ujarnya.
Dalam acara yang bertemakan “Peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa” itu, Tigor juga menambahkan upaya peningkatan peran dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi menjadi satu hal yang sangat strategis didalam memperkuat ketahanan keluarga, ketahanan nasional dan tentunya akan berimplikasi pada ketahanan regional.
Tigor juga mengatakan kaum perempuan sebagai ibu dari anak-anaknya yang melalui peran utamanya akan dapat membangun karakter bangsa, jati diri bangsa dan budi pekerti yang dihormati, untuk ikut mengukir peradaban manusia di dunia.
Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu ke 83 itu, Heli Fenida SKM MKes mengatakan, PHI merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan serta upaya meningkatkan kiprah perempuan Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Dalam peringatan Hari Ibu di Labuhanbatu, juga diwarnai dengan berbagai kegianat, antara lain senam bersama organisasi perempuan, volley ball organisasi perempuan dan lomba membaca puisi bagi PIK-Remaja.
Pada kesempatan itu Ketua DPRD Labuhanbatu yang mewakili Himpunan Wanita Karya (HWK) berkesempatan membacakan sejarah singkat hari ibu dan wakil ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Labuhanbatu Ny Hj Khairani Ali Usman membacakan pembukaan UUD 1945.
Hadir pada acara itu antara lain Kapolres AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK, Kajari Bambang Sudradjat SH, Ketua Pengadilan Negeri Sabarulina Ginting SH MHum, Wakil Bupati Suhari Pane SIP, Ketua TP PKK Ny Hj Fitra Laina TP Siregar SpTHT, para ketua dan anggota Organisasi Perempuan Labuhanbatu dan para kepala SKPD.(AR).

Teks foto : Bupati Tigor Panusunan Siregar dan Unsur Pimpinan Daerah Labuhanbatu lainnya foto bersama usai memperingati Hari Ibu ke-83 di Aula Asrama Haji Rantauprapat, Kamis (22/11).

Teks foto : Ketua TP PKK Labuhanbatu Ny Hj Fitra Laila TP Siregar SpTHT ketika memberikan ucapan selamat kepada anak-anak yang telah menampilkan sendra tari pada Hari Ibu ke-83 di Aula Asrama Haji Rantauprapat.

Aliran Listrik Membaik, Masyarakat Pantai Buat Syukuran Pemuka Masyarakat Upah-Upah Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu

RANTAUPRAPAT, ML : Panai Tengah Nama Kecamatannya, Mora Parapat Nama Camatnya, Labuhanbatu Nama Kabupatennya, dr Tigor Nama Bupatinya. Demikian sepenggal bait syair lagu aluran Group Nasyid PGRI Kecamatan Panai Tengah mengawali acara syukuran Masyarakat Pantai yang dilaksanakan di Loods Pekan Labuhanbilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (29/12).
Acara yang dilaksanakan itu merupakan bentuk rasa syukur masyarakat pantai yang terdiri dari Kecamatan Panai Hulu, Panai Tengah dan Panai Hilir karena di daerah itu telah terbangun beberapa infrastruktur antara lain dermaga atau tangkahan, jalan dan fasilitas lainnya seperti pembangkit listrik tenaga diesel berkekuatan 2x2,5 MW.
Sebagai bentuk rasa syukur, pemuka masyarakat dari 3 kecamatan melakukan upah-upah kepada Bupati Tigor Panusunan Siregar dan Ibu Hj Fitra Laila TP SpTHT serta Wakil Bupati Suhari Pane SIP.
Bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dalam pidato arahannya mengatakan, dalam janji politik beberapa tahun yang lalu saya mengatakan rakyat jangan bodoh, jangan sakit dan jangan lapar.
Jangan bodoh termasuk di dalamnya menyediakan listrik yang baik kepada masyarakat. “Bagaimana anak-anak kita dapat belajar dengan baik di waktu malam kalau listrik di sini pukul 20.00 Wib saja sudah mati”, kata Tigor.
Dibangunnya pembangkit listrik di Labuhanbilik ini merupakan kerja sama yang baik dengan pihak PT PLN. Saya sebagai bupati, jelas Tigor, telah melakukan lobby ke General Manager Wilayah Sumatera Utara dan Dirut PT PLN yang saat itu dibawah Dahlan Iskan.
“Alhamdulillah apa yang kita sampaikan dapat direspon oleh pihak PLN dengan memasang Generator di Labuhanbilik ini”, tambahnya seraya menjelaskan, salah satu yang disampaikan beliau kepada Dirut PT PLN bahwa pada tahun 1924 telah ada listrik di Labuhanbilik yang dikelola oleh Belanda.
Tigor menegaskan, bahwa Pemkab Labuhanbatu di bawah Tigor-Suhari akan berupaya mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur maupun bidang lainnya di wilayah tersebut. Di hadapan seluruh lapisan masyarakat Labuhanbilik dan sekitarnya, Tigor mengutarakan, bahwa upaya akan dilakukan untuk meningkatkan tarap hidup masyakat pantai.
Dijelaskannya, bahwa dalam waktu dekat akan diserahkan kepada nelayan di daerah itu 10 unit kapal dengan bobot 5 GT dengan kekuatan 23 HP. Dengan kapal ini diharapkan nelayan daerah pesisir Labuhanbatu dapat melaut sampai tengah selat Sumatera, tidak lagi di sekitar dan muara Sungai Barumun.
“Dengan demikian pendapatan nelayan kita akan meningkat dan kita tidak lagi mendatangkan ikan dari daerah lain”, kata Tigor.
Camat Panai Tengah Mora A Parapat S Sos dalam sambutannya mengatakan, pembangunan yang dilakukan Pemkab Labuhanbatu benar-benar telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Panai Tengah khusunya dan daerah pantai umumnya.
“Atas upaya yang gigih dari bapak Bupati untuk merobah tarap hirup masyarakat di daerah ini kami patut berterima kasih dan mewujudkan rasa sykur kami dengan melakukan acara sykuran ini”, kata Mora Parapat.
Salah seorang tokoh masyarakat Labuhanbilik H Rustam Effendi mengatakan, orang yang tidak mau berterima kasih kepada manusia biasanya akan sulit bersyukur kepada Allah Swt. Oleh sebab itu, kata Rustam, kami masyarakat pantai patut berterima kasih kepada Bupati Labuhanbatu, karena telah membawa perubahan di daerah ini.
“Sebagai bentuk terima kasih dan rasa syukur kepada Allah Swt, kami melaksanakan acara syukuran ini”, kata Rustam Effendi.
Ungkapan terima kasih ini, kata Rustam, bukanlah tanpa dasar tetapi kenyataan yang kami terima berupa baiknya aliran listrik yang selama ini tidak kami dapatkan. “Demikian juga pembangunan tangkahan (dermaga) dan jalan yang sudah dapat kami rasakan manfaatnya”, tegas Rustam.
Sementara Manajer PT PLN Cabang Rantauprapat Abdul Haris Nasution mengatakan, generator yang saat ini terpasang di Labuhanbilik hanya akan bertahan 2-3 tahun. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk dapat berhemat dalam pemakaian listrik agar generator yang ada dapat bertahan lama.
Kepada masyarakat Abdul Haris meminta agar dalam mewujudkan rasa terima kasih kepada PLN dengan melakukan pembayaran tagihan listrik tepat waktu. “Kami minta para pelanggan PLN di daerah ini dapat mewujudkan rasa terima kasihnya dengan membayar tagihan listrik tepat waktu”, ujarnya.
Hadir pada kesempatan itu antara lain Dan Dim 0209 Letkol Inf Abdi Iman Sakti Zebua, para Asisten Setdakab, para kepala SKPD , Camat Panai Hulu, camat Panai Hilir dan undangan lainnya.(AR).

Wewenang Penjatuhan Disiplin PNS Adalah Tanggung Jawab Atasan Langsung

RANTAUPRAPAT, ML : Saat ini wewenang penjatuhan pegawai negeri sipil (PNS) bukan hanya pada inspektorat maupun badan kepegawaian, tetapi sudah menjadi wewenang dan tanggung jawab atasn langsung. Untuk itu, setipa pejabat structural mulai dari eselon II sampai eselon IV wajib memahani peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010.
Demikian antara lain pidato sambutan tertulis bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD yang dibacakan oleh Plt Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH pada acara SosialisasiPeraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Balai Diklat BKD Labuhanbatu, Selasa (27/12).
Bupati mengatakan, pejabat yang berwenang menghukum wajib menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin, apabila tidak dilakukan maka pejabat tersebut harus dijatuhi hukuman disiplin oleh atasannya.
Oleh karena itu, kata bupati, melalui sosialisasi ini diharapkan semua kepala SKPD, kepala bagian dan kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) di lingkungan pemerintah kabupaten Labuhanbatu mengerti dan memahami peraturan tersebut dan memahami wewenang dan tanggung jawabnya.
Sementara itu kepala badan kepegawaian daerah kabupaten Labuhanbatu Aswad Siregar SE MAP mengatakan, tujuan sosialisasi PP Nomor 53 Tahun 2010 itu dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman aparatur terhadap disiplin PNS sehingga dapat diterapkan di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.
Dikatakannya, bahwa peserta sosialisasi itu terdiri dari kepala SKPD, seluruh kepala bagian Setdakab, Kasubbag Kepegawaian pada seluruh SKPD, seluruh kepala cabang dinas, seluruh kepala Puskesmas dan unsure-unsur yang berwenang terhadap disiplin PNS.
Sementara Narasumber adalah Endang Susilowati, Asisten Deputi Penegakan Integritas SDM Aparatur Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Agus Praptana S Sos, Kabid SK dan Pensiun Badan Kepegawaian Negara Regional IV Sumatera Utara.
Turut hadir pada kesempatan itu Asisten Ekbang dan Kesra Setdakab Labuhanbatu Drs Edi Sampurna Rambe MSi.(AR)